Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Fairy (Chapter 1)

Leave a comment

Fairy

Tittle : Fairy

Genre : Fantasy || Romance || Comedy(maybe)

Rating : PG-15

Author : Sashka

Length : Chaptered

Main Cast : Kim Eunsa || Oh Sehun

Sumarry : Aku gagal.

.
.

Pemandangan yang menyebalkan. Seharusnya, aku tidak ditakdirkan menjadi peri.

Harus melihat manusia bermesra-mesraan. Sementara aku? Menjadi peri cinta.

Aku juga ingin merasakan jatuh cinta. Rasa sakit hati, dan rasanya mempunyai orang yang sayang sama kita. 

“YA! PARK CHANYEOL KEMBALILAH!” Teriak seorang namja sambil berlati mengejar temannya.

“Kejar aku, Oh Sehun!” Balas Chanyeol yang menjulurkan lidahnya kepada Sehun.

“Ck.” Sehun berdecak kesal kepada Chanyeol. Seharusnya ia tidak membiarkan Chanyeol mengambil ponsel nya itu.

Akhirnya perjuangan Sehun tidak sia-sia. Sehun berhasil mengambil ponselnya dari Chanyeol. Tapi butuh perjuangan untuk mengambil barang itu.

“Luhan..” Panggil yeoja yang memperlihatkan wajah sedihnya itu.

“Ada apa, Eunsa?” Tanya namja itu, Luhan.

“Aku ingin menjadi manusia..” Eunsa mengambil nafas sebentar, “Agar aku bisa merasakan jatuh cinta.” Lanjutnya yang membuat Luhan membulatkan matanya terkejut.

“Sebaiknya kau pikir-pikir dulu, Eunsa. Kau tau kan bagaimana drama mereka saat jatuh cinta? Sungguh prihatin.” Ujar Luhan selembut mungkin.

Luhan tak hampir pikir. Bagaimana bisa Eunsa ingin menjadi manusia? Padahal menjadi peri itu menyenangkan.

Terkadang, kau bisa menjodohkan seseorang. Bisa juga kau membuat hancur hubungan sepasang kekasih itu. Tapi, peri cinta hanya menjalankan tugasnya. Mereka tidak tahu menahu tentang apa yang manusia lakukan selanjutnya.

“Luhan..” Eunsa memberi sela saat ingin memulai bicara lagi, “Aku pernah melihat namja putih, tinggi, dan tampan bersama yeojachingu nya. Tapi, saat aku melihat namja itu, jantungku berdebar sangat cepat. Apa itu namanya jatuh cinta, Luhan?” Tanya Eunsa yang begitu antusias.

Luhan terkejut atas apa yanh Eunsa katakan. “Eunsa, sebaiknya kau buang rasa itu jauh-jauh. Atau nanti kau akan berubah menjadi mereka.” Ujar Luhan.

Sungguh.. aku tak ingin melihat sahabatku, Eunsa. Menjadi manusia. Kehidupan mereka begitu menyedihkan.

Aku tak habis pikir. Bagaimana Eunsa bisa berpikiran seperti itu?

“Baiklah. Aku ada panggilan. Aku pergi dulu, Luhan.” Ujar Eunsa yang hilang begitu saja didepan Luhan.

“Hati-hati Eunsa. Jangan sampai kau jatuh cinta.” Ujar Luhan setelah Eunsa pergi meninggalkannya.

“Kenapa aku harus melihat dua manusia ini bertengkar?” Gumam Eunsa yabg sejak tadi memperhatikan sepasang kekasih yang sedang bertengkar diatas pohon.

“YA! BERHENTILAH BERTENGKAR!” teriak Eunsa walaupun tidak ada yang mendengarnya.

Ia mulai bergumam tidak jelas. Dan… Sepasang kekasih itu mengakhirkan hubungannya.

“Awhh… Tontonan yang menyenangkan.” Ujar Eunsa sedikit meledek dua manusia yang tengah pergi.

“Wah ada panggilan lag-” potong Eunsa, “Aku harus mengakhirkan hubungan pria ini? Oh Sehun? Seperti pernah melihatnya.” Lanjutnya yang mengangkat bahunya ‘tidakpeduli’.

“Mana pria Oh Sehun itu? Seharusnya ia disini bersama yeojachigunya itu.” Gumam Eunsa yang masih asik melihat sekelilingnya.

Tatapannya terhenti saat melihat orang yang dicari. Eunsa langsung bergumam tidak jelas dan mereka berdua berpisah.

“Oke panggilan hari ini selesai. Aku harus kembali.” Ujarnya. Tapi, saat ia ingin pergi. Ia berhenti, karena Sehun menatapnya.

“Hey nona! Kenapa kau berdiri diatas pohon? Kau bisa jatuh nanti.” Ujar Sehun yang menghampiri pohon tempat Eunsa duduj tadi.

Eoh? Kau bisa melihatku?” Tanya Eunsa tidak percaya.

“Tentu saja aku bisa. Memang kau siapa, hantu?” Balas Sehun yang tertawa renyah.

Bagaimana bisa dia melihatku? Apa yang terjadi padaku?

BUGH!

Eunsa terjatuh dari atas pohon. Sakit. Ia merasakan sakit dikakinya. Kenapa aku bisa merasakan sakit? Pikirnya. Ia terus berpikir dengan apa yang terjadi.

“Sudahku bilang jangan berdiri diatas pohon. Kau jatuhkan.” Ujar Sehun sembari menolong Eunsa yang terjatuh ditanah.

“Kau bisa melihatku?” Tanya Eunsa yang masih tidak percaya. Sehun hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya bingung.

Eunsa memegang tubuhnya. Ya, dia nyata. “AAAAAA!” Teriak Eunsa pecah saat tau dia menjadi manusia.

“Apa yang terjadi?” Tanya Sehun yang masih memasang wajah datarnya itu.

“Bagaimana bisa? Aku harus kembali. Dimana buku dan tongkatku? YA! Bagaimana bisa benda itu menghilang. Aku bisa gila kau begini!”

Sehun hanya menatap heran kepada Eunsa. Dan pergi meninggalkan Eunsa yang masih bingung sendiri.

“Tunggu..” Panggil Eunsa. Sehun berhenti, lalu menatap Eunsa.

“Boleh aku ikut denganmu? Aku tidak tahu harus kemana.” Tanya Eunsa memasang buka melasnya.
Sehun berpikir sebentar. Lalu menganggukkan kepalanya. Eunsa tersenyun bahagia, lalu berlari ke Sehun.

Manusia tidak seperti apa yang Luhan katakan. Mereka baik. Buktinya, namja ini mau membantuku. Tapi, aku harus bertemu dengan Luhan setelah ini. Dan bertanya apa yang terjadi. Tapi, apakah nanti aku masih bisa melihat Luhan? Lihat nanti saja.

Sehun POV

Tidak tahu kenapa. Aku malah mau membawa wanita ini bersamaku. Wanita ini aneh. Berpakaian aneh. Seperti TinkerBell. Tapi bajunya, tidak sependek itu. Dan rambutnya digerai.

Sebelum ini, aku pernah melihatnya. Hmm, aku melihat diatas pohon saat aku menyatakan perasaanku pada Soyoung. Berarti, ini kedua kalinya aku melihatnya.

Aku membawanya ke apartement. Jangan berpikiran aneh dulu. Aku hanya ingin dia mengganti pakaian. Diapartementku ada beberapa baju Soyoung. Dia pernah menginap diApartementku.

“Gantilah pakaianmu.” Ujarku memberi pakaian itu. Ia mengambilnya dan tersenyum lebar.

Gomawo..” Balasnya. “Ternyata manusia itu baik.” Lanjutnya yang berusaha membuja bajunya didepanku. Sontak aku menahannya.

“Buka bajumu dikamar mandi! Bukan sini bodoh!” Bentakku menutup mata.

“Memang kenapa? Biasanya kaum kami mengganti baju didepan orang-orang tidak apa-apa.” Ujarnya sepolos mungkin.

“Tapi bagi kaumku tidak. Cepat masuk kekamar. Dan ganti bajumu disana!” Aku langsung mendorongnya masuk kekamar.

Yeoja aneh.” Bisikku berjalan kearah dapur.

Mungkin meminum beer enak untuk menghilangkan stressku akibat Soyoung. Aku tak habis pikir kalau Soyoung selingkuh dibelakangku dengan musuhku, Kai.

Yeoja murahan. Soyoung dan aku bertemu diclub saat aku mengalami stress berat. Dia datang keclub karena orangtuanya bercerai. Disana kami berkenalan, dan sampai akhirnya kami berpacaran.

Kleekk..

Pintu kamar terbuka. Keluarlah yeoja aneh itu. Ia menghampiriku dengan wajah muramnya itu.

“Aku tidak menyukai baju ini.” Ujarnya sembari menunjuk-nunjuk kearah bajunya itu.

“Aku juga tidak menyukai baju itu.” Ujarku juga dan kembali meminum beerku.

“Itu apa? Aku juga ingin mencobanya.” Dia menunjuk-nunjuk kearah beerku. Aku menatapnya heran.

“Kau mau?” Ujarku tersenyum jahil, dia menganggukkan kepalanya. “Beli sendiri!”

“Setelah ini, kau akan kubawa ke kantor polisi. Untuk membawamu pada keluargamu. Siapa tahu kau tersesat.” Ujarku.

“Aku tidak tersesat. Dan aku tidak mempunyai keluarga. Dan apa itu kantor polisi?” Tanyanya, kenapa dia sangat polos.

“Kalau kau tidak tersesat, kembalilah kerumahmu.” Balasku sedikit dengan penekanan diakhir kalimat.

“Rumahku sangat jauh dari sini.”

“Memang rumahmu dimana, bodoh?”

“Diatas sana. Langit.” Dia menunjuk kearah atas.

Aku terdiam menatapnya heran. Apa dia sepolos itu? Atau dia emang bodoh?

“Kalau begitu namamu siapa? Dan umurmu berapa?” Tanyaku menatap wajahnya intens.

“Namaku Kim Eunsa, Sehun.” Ujarnya, aku membulatkan mataku tidak percaya. Bagaimana dia tahu namaku?

“Tau dari mana namaku?”

“Umurku 500 tahun.” Ujarnya yang bukan menjawab pertanyaanku. Dan sekarang dia bilang, dia berusia 500 tahun? Aku sedang mabuk sekarang.

“Kau kenapa, Oh Sehun?” Tanyanya, tak lama suara perutnya berbunyi pada perut wanita ini.

“Kau lapar?” Tanyaku.

“Apa itu lapar?”

“Eoh? Baiklah. Kalau begitu kau duduk disini. Dan aku akan membuatkanmu bulgogi.”

Wanita ini menghabiskan 2 buah mangkok sekaligus. Apakah selapar itu dia?

“Kau sudah kenyang?” Tanyaku sembari menatapnya aneh.

“Apa itu kenyang?” Tanya kembali.

“Kau aneh.” Ujarku dan mengambil ponselku dimeja sebelah tempat tidurku.

15 Missed Call And 2 Massage

Aku membuka pesan itu.

From: Seketaris Ji

Tuan cepatlah datang kekantor. Dari tadi tuan besar sudah menunggumu diruanganmu, tuan.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung mengganti pakaianku. Dan mengambil jas. Aku keluar, tapi ada seseorang yang mengikutiku.

“Kau mau kemana? Boleh aku ikut? Aku takut kegelapan.” Ujarnya memohon padaku.

Kalian tau, aku sama sekali tidaj bisa melihat wanita memohon. Apalagi wanita didepanku ini mirip dengan Eommaku. Takut kegelapan.

“Kau harus berjanji tidak kemana-mana. Dan kau harus diam.” Dia menganggukkan kepalanya senang.

Sampai dikantor, ia terus membuntutiku. “Ini tempat apa?” Tanyanya disampingku.

“Sudahku bilang kau harus diam.” Jawabku terkesan dingin.

“Baiklah.” Dia langsung membungkam mulutnya dengan tangan mungilnya itu.

Saat aku ingin memasukki lift. Aku bertemu dengan Soyoung. Yaa dia bekerja diperusahaan keluargaku. Aku menatapnya dingin. Dia membalas tatapanku dan menatap wanita dibelakangku, Eunsa.

“Ternyata kau cepat sekali mendapatkan penggantiku, Sehun.” Ujarnya dengan smirk nya itu. Aku hanya menatapnya heran.

“Kau pikir dia kekasihku? Tentu saja bukan.” Jawabku ketus.

Eunsa hanya menatapku kedepan. Sedikit-sedikit aku meliriknya. Melihat apa yang dia lakukan.

“Baiklah. Kalau begitu aku duluan.” Ujar Soyoung keluar lift begitu saja.

Aku pun sampai diruanganku. Aku menyuruh Eunsa untuk duduk didepan. Dan jangan kemana-mana.

Author POV

Sehun memasukki ruangannya. Saat dia masuk, ia melihat Appa yang sedang duduk dikursi nyamannya itu.

“Ada apa memanggilku?” Tanya Sehun dengan suara lembut dipaksa.

“Tenang Sehun. Aku hanya ingin memberi tahumu. Cepat atau lambat kau akan menjadi pewarisku. Dan aku harap kau cepat menikah.” Ujarnya seperti memaksa Sehun.

“Aku pernah bilang pada Appa kalau aku akan menikah. Tapi tidak sekarang. Aku belum siap.” Ujar Sehun yang menahan amarahnya.

Sehun sangat membenci Appanya. Karena Appanya mesembunyikan akibat kematian Eommanya.

“Aku harap kau cepat bertemu dengan wanita yang tepat. Dan jangan bermain dengan banyak wanita.” Ujar Appa Sehun. Sehun hanya menganggukkan kepalanya dan keluar.

Saat keluar, dia tak melihat Eunsa ditempat ia menyuruh Eunsa duduk. “Kemana wanita polos itu?” Gumam Sehun melihat sekelilingnya.

“Eunsa!”

“Kau dimana?!? Jangan bersembunyi bodoh!”

TBC

Note: Hehe selamat baca. Ini ff chapter keduaku. Ffnya gaje banget. Dan maaf alurnya kayanya kecepetan deh.

Jangan lupa comment yaa. Jangan jadi siders. Okay? Terimakasihh^^

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s