Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Crazy Of You

3 Comments

crazyof

Tittle : Crazy Of You

Author : Sashka

Main Cast : Choo Sangmi || Kim Jongin/Kai

Genre : Sad || Hurt || Romance

Rating : T

Disclaimer :  This is officially mine, but the casts are not mine.

Length : Oneshoot

Summary : Aku tergila-gila padamu, Jongin. Dan aku juga merindukanmu. Tapi, itu semua tidak ada artinya.

 

 

.

.

.

.

 

 

Kurasakan hembusan angin yang menyentuh kulitku. Dingin. Itulah ya aku rasakan sekarang. Aku telah menunggunya selama 2 tahun. Tapi ia tak kunjung datang menemuiku lagi. Aku tetap menunggunya disini sampai aku melihatnya dengan kepala mataku sendiri.

 

 

 

“Aku yakin kau akan datang menemuiku.” Ujar yeoja yang membuka pintu kamarnya dengan malas. Ia menghempaskan tubuhnya dikasur-nya yang empuk itu. Ia menatap langit-langit kamarnya. Memikirkan sesuatu, dan sering disela-sela itu ia tersenyum.

 

 

Flashback On

 

 

“YA! KIM JONGIN! KEMBALIKAN!” Teriak seorang yeoja yang mengejar seorang namja yang mengambil ponsel-nya tersebut.

“Kejar aku kalau kau bisa, Sangmi.” Balas namja itu yang terus berlari didalam rumah.

Sangmi terus mengejar Jongin. Sampai akhirnya, Sangmi terjatuh. Jongin yang melihat itu, langsung menahan tubuh Sangmi kedalam pelukkannya. “Kau baik-baik saja, Sangmi?” Tanya Jongin dengan lembut. Sangmi menganggukkan kepalanya dalam pelukkan itu.

“Jongin, lepaskan aku!” Sangmi berontak dalam pelukkan itu. Tapi, Jongin malah menggeratkan tubuh Sangmi padanya.

“Choo Sangmi.. Berjanjilah tetap bersama denganku.” Ujar Jongin yang membuat Sangmi terdiam. ‘Apa maksudnya?’ Pikir Sangmi.

Ne…”  Jawab Sangmi. Jongin merenggangkan tubuhnya itu, menatap wajah Sangmi dengan setiap garis wajah Sangmi. Terlihat pipi Sangmi memerah. Tentu saja pipinya memerah, Jongin menatap wajahnya dengan tatapan yang tajam.

 

CHU~

 

Terasa bibir Sangmi basah. Ya, Jongin mencium bibir Sangmi. Sangmi membelalakkan matanya terkejut. Tentu saja, Jongin menciumnya secara tiba-tiba. Sampai Jongin melepaskan bibirnya, menatap manik mata Sangmi. Terlihat senyum tulus keluar dari bibir Jongin.

Jongin membisikkan sesuatu ditelinga Sangmi, “Berjanjilah kau akan tetap menungguku, dan selalu ada disampingku.” Bisiknya yang membuat tubuh Sangmi menegang dan menatap Jongin bingung. Dan disaat itu juga, Jongin tertawa. Membuat Sangmi ikut tertawa.

 

 

Flashback Off

 

Mengingat itu membuat air mata Sangmi mengalir membasahi pipinya. Ia menghapus air matanya dengan kasar. “Jongin, kembalilah. Aku merindukanmu.” Ucapnya disela tangisnya.

Dengan malasnya, Sangmi pergi kekamar mandi mengganti pakaian tidurnya. Ia pun memaksa untuk tidur karena sudah larut malam. “Mimpi indah, Jongin.” Ujarnya dan menutup matanya dan ada senyuman diwajahnya itu.

Hampir 2 tahun, Sangmi hidup dengan keadaan yang hancur. Seperti, suka menangis tiba-tiba, pakaiannya yang kacau, kadang juga suka tersenyum sendiri. Berharap semuanya selesai. Dan dia bisa bertemu dengan Jongin. Namja tercintanya.

 

 

Sinar matahari membangunkan seorang yeoja yang tengah tertidur dengan lelap. Sangmi, langsung terbangun dari tidurnya. Duduk ditepi kasur. Menatap sekeliling kamarnya, lalu mengambil handuk dan masuk kekamar mandi.

Sangmi keluar dari kamar mandi dengan rapih. Memakai dress putih lembutnya, tak lupa ia membawa blazer coklatnya dan tasnya. Ia menutup pintu apartement-nya dan menguncinya. Sangmi berjalan ketoko kue. Kali ini Sangmi membeli kue untuk seseorang. Padahal ia sangat yakin ia akan datang, tapi ternyata itu tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Sangmi berjalan dengan senyum yang dipaksakan sembari membawa kuenya itu. Ia pergi ketaman, menunggu seseorang yang dia cintai. Tapi, Sangmi berasa kalau ada seseorang yang memegang bahunya. Reflek ia memutarkan badannya, menghadapa orang tersebut. Ia sangat tak asing dengan wajah namja ini.

“Cha.. Chanyeol?” Tanya Sangmi sedikit ragu karena takut salah orang.

“Apa yang kau lakukan disini, Sangmi?” Chanyeol pun duduk disebelah Sangmi, menatap wajahnya intens. 

Serasa ada yang aneh dimata Chanyeol. Wanita ini terlihat sangat amat sedih. “Apa kau menunggu, Kai, Sangmi?” Tanya Chanyeol yang membuat Sangmi menatapnya kaget.

“Sebenarnya aku ingin mengatakan ini dari dulu, Sangmi.” Ujar Chanyeol memberi sela untuk bernafas. “Aku sudah pernah bertemu dengan, Kai. Tapi–” Potong Chanyeol.

“Tapi apa Chanyeol? Lanjutkan saja.”

“Aku melihatnya bersama yeoja. Mereka berdua berciuman. Bergenggaman tangan. Dan–” Potong Chanyeol lagi.

Sangmi mebulatkan matanya. Ia sangat terkejut dengan penuturan Chanyeol. Dia tidak percaya dengan semua ini.

Haruskah aku percaya dengan Chanyeol? Aku yakin Kai tidak seperti itu.

Ia berjanji akan menikahiku. Dan mempunyai anak yang banyak setelah ia kembali. Aku tak percaya dengan semua ini. Dunia ini.

 

“Dan aku sering melihatnya disini. Dan sepertinya inilah jamnya. Jika kau tidak percaya.. Kita tunggu saja disini, Sangmi.” Penjelasan Chanyeol membuat Sangmi penasaran. Akhirnya, Sangmi memutuskan untuk menunggu disini bersama Chanyeol.

Tak lama. Sangmi melihat 2 orang yang tak asing baginya. Itu, Kai dan Jihyo? Apa ini nyata. Tak lama, air mataku mengalir bebas dipipiku. Chanyeol menatap Sangmi prihatin. Akhirnya, ia menarik Sangmi kedalam pelukkannya. “Menangislah.. Aku mengerti bagaimana jadi dirimu.” Ujar Chanyeol sembari mengelus puncak kepala Sangmi.

“Aku tak.. Hiks.. percaya dengan semua ini. Hikss.. bisa kau jelaskan semua ini Chanyeol-ssi?” Tanya Sangmi dalam pelukkan Chanyeol.

“Sebenarnya aku mengetahui ini semua sejak 2 tahun lalu. Tapi–” Potong Chanyeol, Sangmi merenggangkan pelukkannya. Dan menatap Chanyeol dengan ‘Lanjutkan’.

“Tapi aku tidak mau melihat sahabatku ini sedih. Saat itu, aku dan Minhee sedang berkencan. Tapi, aku dan Minhee melihat 2 orang yang tak asing bagi kami. Kai dan Jihyo berpelukkan, lalu mereka berdua berciuman.” Chanyeol mengambil nafas dalam-dalam. Dia tau kalau ia mengatakan ini, sahabatnya ini akan semakin sedih.

“Aku dan Minhee menguping pembicaraan mereka berdua. Dan Kai bilang, kalau dia baru saja memutuskan hubungannya dengamu. Saat itu aku terkejut, begitu juga dengan Minhee. Jihyo bilang, kalau dia senang akhirnya kalian berdua berpisah. Dan mereka berdua bisa hidup bahagia. Lalu mereka berciuman.”

“Maafkan aku Sangmi. Aku dan Minhee sengaja untuk tidak menceritakan tentang ini. Tapi, aku harus memberi tahumu tentang ini cepat atau lambat. Karena aku tidak ingin melihat sahabatku sedih.”

“Gomawo, Chanyeol. Aku senang mempunyai sahabat sepertimu dan Minhee.” Ucap Sangmi dan memeluk Chanyeol.

Walaupun aku dibohongi oleh mantan namjachinguku. Setidaknya aku masih mempunyai sahabat yang baik. Dan akhirnya aku tahu, kalau Jihyo adalah kekasih gelap Kai. Aku yakin akan mendapatkan yang lebih baik dari Kai. Percayalah.. 

 

 

Sangmi pulang keapartementnya. Malam ini, Sangmi mabuk berat. Ia frustasi dengan hidupnya. “Kai, aku sangat membencimu.” Gumam Sangmi tidak jelas. Sangmi menhempaskan tubuhnya ketempat tidurnya. Perlahan, matanya tertutup. Sangmi tertidur dengan lelap.

Sangmi membuka matanya dengan perlahan. Ia mendudukkan dirinya ditepi tempat tidur. Mengambil ponselnya. Melihat ada beberapa missed call dan message yang masuk. “Arghh!” Sangmi langsung berlari ke kamar mandi.

Dia keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapih. Hari ini, Chanyeol dan Minhee mengajak Sangmi berjalan-jalan. Sekedar menghilangkan stress Sangmi. Sebenarnya Sangmi sedang tidak ingin keluar, berhubung Chanyeol dan Minhee sahabatnya, mau tidak mau dia harus mau.

“Aku bosan hidup..” Gumam Sangmi, Sangmi berjalan disekitar taman. Mencari Chanyeol dan Minhee, tapi matanya terhenti saat melihat 2 orang yang tak asing. Kai dan Jihyo. Sangmi menatap kearah dua orang itu, tatapan menyedihkan. Sangmi pun kembali berjalan melewati 2 orang itu. Saat jarak mereka 1 meter, Sangmi berhenti dan menatap Kai penuh amarah.

Kai menyadari kalau ada orang yang menatapnya. Saat ia melihatnya, itu Sangmi. Ia terkejut saat melihat Sangmi. “Sa.. Sangmi?” Panggil Kai ragu-ragu. “Lanjutkan saja aktifitas kalian.” Ujar Sangmi ketus dan kembali berjalan melewati Kai dan Jihyo.

 

 

“Chanyeol, Minhe, tadi saat aku ingin kesini. Aku melihat Kai.. dan Jihyo.” Ujar Sangmi lalu meminum hot chocolate-nya lagi. Chanyeol dan Minhee terkejut.

“Lalu kau bagaimana Sangmi?” Tanya Minhee penasaran.

“Aku? Haha.. Aku melewati mereka.” Jawab Sangmi datar disertai tawa renyah.

Minhee mendekatkan wajahnya ke telinga Chanyeol. “Chanyeol, kita harus lakukan sesuatu.” Bisik Minhee ditelinga Chanyeol. Chanyeol membalas dengan anggukkan kepalanya.

“Chanyeol.. Minhee.. Lebih baik aku pulang ya. Kepalaku sakit.” Ujar Sangmi yang dibalas oleh dua sahabatnya itu.

 

 

Lagi-lagi hari ini Sangmi disuruh Minhee pergi ketoko kue. “Hari ini seharusnya aku pergi bekerja.” Gumam Sangmi. Seharusnya diumurnya saat ini, ia masih kuliah. Tetapi karena ia pintar, ia sudah mulai bekerja diumur yang muda ini. Setelah selesai, ia langsung pergi kerumah Minhee membawa kuenya itu.

Saat semua urusannya selesai. Sangmi kembali pergi ke taman. Duduk dibawah pohon besar, mendengarkan musik. Menenangkan diri sejenak. Saat itu, datanglah seorang namja memegang tangan Sangmi, sontak ia membuka matanya. Sangmi membulatkan matanya besar-besar.

“Sangmi..” Panggilan itu, mengingatkan masa lalu Sangmi.

“Apa yang kau lakukan disini, Jong.. hmm Kai?” Tanya Sangmi yang langsung berdiri dari duduknya. Sungguh ia terkejut kenapa Kai bisa ada didepannya sekarang.

“Menemuimu, Sangmi.” Ujar Kai datar, dan tetap menatap manik mata Sangmi yang membuat wanita itu gugup.

Kai menarik tangan Sangmi agar mengikutinya. Sangmi hanya pasrah atas kelakuan Kai terhadapnya. Ia sangat merindukan sentuhan ini, dan tatapan matanya.

“Aku tidak ingin basa-basi, Sangmi. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu.” Ujar Kai yang membuat Sangmi sadar dari lamunannya itu.

“Aku tidak pernah mencintaimu atau menyayanginmu sedikitpun. Maafkan aku telah berbohong kepadamu. Dan soal Jihyo, aku sudah berpacaran dengannya sebelum denganmu. Aku sangat mencintainya, Sangmi.” Ujar Kai terus terang.

“Kenapa kau berbohong Kai? Aku sangat mempercayaimu. Kenapa kau malah seperti ini?” Tanya Sangmi, lalu tangisnya pun meledak. Air matanya tak bisa ia tahan lagi.

“Ck, kau membuang waktuku, Sangmi.” Kai mendecak kesal karena Sangmi membuang waktunya dengan menanyakan hal yang tidak penting baginya.

“Aku harus membuktikanmu apa, supaya kau mencintaiku?” Tanya Sangmi yang kini menatap Kai dengan tatapan tajamnya.

“….” Diam. Sekarang Kai hanya diam, tak  bisa berbicara apapun. Rasa menyesal pun terasa olehnya. Ia menyesal pernah membuat gadis ini mencintainya, bahkan sangat mencintainya. Lupakan aku! Itu yang terbaik untukmu, Sangmi. 

“Eoh, bagaimana kalau aku membuktikanmu dengan berlari kesana.” Ujar Sangmi menunjuk kearah pinggir jalan. Kai mengerutkan dahinya ‘heran’.

“Apa maksudmu, Sangmi?” Tanya Kai yang masih mengerutkan dahinya. Ia tak mengerti apa yang Sangmi katakan.

“Aku akan menjelaskanmu, nanti saat aku mengatakan ini.” Ujar Sangmi, keputusannya sangatlah bulat saat ini. “Aku sangat mencintai. Dan aku merindukanmu, Jongin. Tapi, itu semua sia-sia. Aku akan lakukan apapun untuk kau. Terima kasih untuk semuanya.” Lanjutnya. Terlihat dari wajahnya, matanya sembab, wajah yang memerah, begitulah keadaannya.

Kai hanya terdiam melihat tingkah Sangmi. Kini Sangmi berlari kearah jalanan. Kai masih terdiam dengan pikirannya itu. Ia memikirkan apa yang Sangmi katakan kepadanya. Bahwa semua itu sia-sia. Kenapa baru sekarang ia menyesal? Kenapa tidak dari dulu saja?

BRAK!!

Kai sadar dari pikirannya itu. Terdengar suara orang-orang yang berteriak minta tolong. Dan banyak orang yang menghampiri kearah keramaian itu. Kai hanya terdiam kaku ditempatnya. Ia tak percaya dengan semua ini. Sangmi benar-benar melakukan ini. Tanpa aba-aba lagi, ia langsung berlari kearah keramaian itu.

Kai merobos keramaian itu, dan langsung duduk disamping Sangmi. “Aku minta maaf, Sangmi.” Tak tahan lagi, Kai menangis. Ia menyesal sangat amat menyesal dengan dirinya. Ia tak tega melihat Sangmi seperti ini sekarang. Kepalanya banyak mengeluarkan darah, wajahnya yang lebam, bajunya juga banyak darah.

Tak lama ambulance datang. Semua orang membantu memasukkan Sangmi kedalam ambulance. Kai ikut pergi ke rumah sakit. “Aku menyesal, Sangmi.” Kata-kata itu keluar dari mulut Kai. Ia tak tau harus berbuat apa. Intinya sekarang dia sangatlah menyesal.

One years later…

Sudah satu tahun kejadian itu berlalu. Setelah kecelakaan Sangmi. Semuanya jadj berubah. Dari kecelakaan itu, Kai memutuskan hubungannya dengan Jihyo dan mulai kembali kepada Sangmi.
Chanyeol dan Minhee pun menikah. Beda dengan Kai dan Sangmi. Setiap Kai pulang bekerja, ia selalu menjenguk Sangmi. Walaupun keadaannya makin memburuk saja.
Sekarang Sangmi ada dirumah sakit jiwa. Setelah kejadian itu, Sangmi mengalami stress berat. Dan akhirnya, Kai tidak tahu harus berbuat apa. Ia membawa Sangmi ke RSJ.

Kleekk..

Terbuka pintu kamar Sangmi. “Siapa disana?” Tanya Sangmi takut. Itulah akibat stress beratnya.
“Tenang ini hanya aku Sangmi, Kai.” Jawab Kai sembari mengambil bangku untuk duduk disebelah Sangmi.
“Pergi jauh-jauh! Pergi!” Ujar Sangmi yang menatap Kai penuh amarah.
“Tenang, Sangmi. Aku hanya ingin melihatmu saja. Bisakah kau cepat sembuh? Aku merindukanmu.” Ujar Kai bangkit dari tempat duduknya, lalu memeluk Sangmi.
Sontak Sangmi langsung memberontak. Tapi, itu terjadi tidak lama. Ia terdiam, tatapannya kosong.
“Aku mencintaimu, Sangmi. Maafkan aku..”

END.

Note : Gimanan gaje yaa? Hehehe aku sibuk banget bikin nih ff. Aku nulis ini berjam-jam. Semoga kalian ga kecewa yaa^^
Don’t be silent readers yaaa~

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

3 thoughts on “Crazy Of You

  1. sedih banget ceritanya. kenapa mesti gila? kenapa sangmi ga meninggal aja ampe kai stres. hehe~

  2. Harus nya kebalik itu… kenapa enggak kai aja yang gila… kan biar kesannya merasa bersalah gmn gitu… tp good job for you eonn…^^
    keep write..

  3. Yaampun,, ntah harus ngomong apa, aku rella dosa kayanya buat bunuh kai.
    Disini kayanya dominan nya ff yg cwenya tersaki dan menderita yaa.
    Tpi good job.
    Semoga nanti nemu ff yg karakter cwe nya wow bngt. Aku bblum menjelajah semuanya nih. Hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s