Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Ugly

2 Comments

large (68)

Tittle : Ugly

Author : Sashka

Genre : Sad(mabye) | Romance | School Life

Length : Oneshoot

Rating : PG-17

Main Cast : Lu Han | Choi Sung Hi

Disclaimer : Cerita ini murni dari otak saya. OC milik saya dan cerita ini juga milik saya! NO PLAGIAT!

Summary : Aku tahu, bahwa diriku jelek. Tapi, bukan berarti aku tidak bisa berubah! -Choi Sung Hi

Seorang yeoja kini berjalan disebuah koridor sekolah. Dengan gaya yang cukup biasa, menggunakan kacamata, rambut dikepang, dan tanpa make up. Tapi, bukan berarti yeoja itu jelek, ia cantik. Tapi, semua orang tidak menyadari hal itu, dan tetap menganggap dia yeoja jelek.

Kini yeoja itu sudah sampai didepan kelasnya. Awalnya, semuanya menatapnya tapi kini mereka semua kembali melanjutkan aktifitas awal mereka semua. Yeoja itu duduk disebelah sahabatnya, sahabatnya itu adalah Park Jihyun. Jihyun adalah teman yeoja itu sejak Junior High School. Dan juga satu – satunya temannya. Yeoja itu adalah Choi Sung Hi. Panggil saja dia Sunghi. Sunghi termasuk yeoja pintar dikelas, dan juga dibilang yeoja culun.

Tapi, dia tidak pernah mendengar apa yang orang katakan tentang dia. Ini hidupnya, dan dia juga yang menjalankan hidup ini. Jadi, kenapa kau harus mengurusi hidup orang lain? Lupakanlah.

Tak lama, seorang guru masuk kedalam kelas. Dan pelajaran membosankan pun mulai, itulah yang ada dipikiran Sunghi. Selama pelajaran, Sunghi tidak memperhatikan guru. Ia sibuk dengan pikirannya, memikirkan sesuatu yang membuatnya pusing.

Bel istirahatpun berbunyi. Sunghi dan Jihyun pun pergi ke kantin. Seperti biasa mereka berdua selalu terpojokkan. Duduk ditempat paling pojok dan sering juga mereka mendengar ejekkan yang membuat mereka harus bersabar. Tapi, siapa sangka kalau Sunghi sih yeoja jelek adalah pacar dari namja tampan, Luhan.

Sunghi dan Luhan sudah berpacaran selama 3 tahun. Mereka berpacaran sejak kelas 1, dan banyak yang mengira kalau Sunghi mempelet Luhan agar menyukainya. Tapi, tidak Luhan menyukai Sunghi. Sunghi juga kadang ragu dengan Luhan, apakah benar Luhan mencintainya? Atau ada maksud lain? Tapi Sunghi selalu membuang jauh – jauh pikiran itu.

Lagi pula, cara berpacaran Sunghi dan Luhan sangatlah aneh. Mereka berdua sangatlah jarang bertemu, jarang jalan bersama, tapi mereka tetap bertahan selama 3 tahun. Sunghi juga pernah melihat Luhan, jalan bersama yeoja dan pada saat itu mereka sedang anniversary ke 2 tahun. Lagi – lagi Sunghi memaklumi itu, ia tahu bahwa dia jelek. Jadi mungkin Luhan bosan dengannya.

Sebentar lagi Sunghi harus menghadapi ulangan akhir. Dan dia benar – benar belajar. Dia sangat ini masuk ke Seoul University. Tapi, eommanya juga menyarankan sekolah di Amerika. Dan dia sepakat untuk mengambil Seoul jika tidak diterima di Amerika, dan mengambil Amerika jika tidak diterima di Seoul.

“Sunghi, sampai kapan kau akan membiarkan Luhan jalan dengan yeoja lain?” Tanya Jihyun sembari meminum jus jeruknya.

Molla..” Jawab Sunghi mengaduk – aduk jus mangganya itu.

“Jika aku jadi kau, aku akan marah padanya.” Sunghi menatap Jihyun nanar, Sunghi ingin sekali marah pada Luhan. Tapi, ia tidak bisa marah pada Luhan. Dan dia juga tidak berani pada Luhan.

Pernah sekali Sunghi bilang bahwa ditidak suka kalau Luhan pergi dengan yeoja. Tapi, Luhan malah memarahinya dan bilang kalau Sunghi tidak usah mencampuri urusannya. Sejak itu, Sunghi tidak pernah marah pada Luhan. Dan dia selalu bersabar.

“Astaga, Sunghi!” Jihyun buru – buru mengambil tissue didalam sakunya. Dan membersihkan darah yang mengalir dihidung Sunghi. Sunghi hanya tersenyum miris. Beginilah dia, tidak boleh banyak pikiran atau ia akan mimisan. Beberapa hari yang lalu, ia pergi ke rumah sakit. Dan dokter menyarankan untuk tidak banyak pikiran dulu.

Sunghi dan Jihyun pun kembali ke kelas. Mereka berdua sibuk membaca buku pelajaran, mengingat sebentar lagi akan ada ulangan akhir. “Sunghi, kau akan mengambil jurusan apa?” Tanya Jihyun menatap Sunghi.

“Aku akan mengambil jurusan design, Jihyun-ah. Kalau kau?” Sunghi terus memberikan senyuman indahnya itu.

“Aku? Tentu saja aku akan mengambil bisnis, Sunghi. Kau tahukan kalau aku anak pertama, dan adikku masih kecil. Jadinya aku adalah penerus perusahaan appa.” Mereka berduapun tertawa. Sunghi tertawa karena dia sudah tahu kalau Jihyun akan menjelaskan dengan detail.

Sunghi dan Jihyun pun pulang kerumah mereka masing – masing. Kini, Sunghi berada dihalte, menunggu bus datang. Tak asing, ia melihat mobil Luhan yang terkena lampu merah. Ia menyipitkan matanya, melihat siapa yang ada didalam mobil Luhan. Sunghi terkejut melihat Luhan bersama dengan ‘mantan teman’ nya itu. Song Hyeji. Kenapa Sunghi menyebutnya mantan teman? Karena Hyeji diam – diam menusuk dari belakang.

Hyeji diam – diam membicarakan bahwa Sunghi itu yeoja murahan yang jelek. Sejak itu, Sunghi dan Jihyun memilih untuk tidak berteman dengan Hyeji lagi. Dan sekarang, dia bergelanyutan manja dilengan Luhan. Dan Luhan tidak menolak sama sekali? OMG! Sunghi sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.

Kini, air matanya bebas mengalir dipipinya. Sunghi berlari meninggalkan tempat itu. Lebih baik ia pulang jalan kaki saja. Sampai dirumah, ia langsung masuk ke kamarnya. “Aku tahu, bahwa diriku jelek. Tapi, bukan berarti aku tidak bisa berubah!” Sunghi terus menangis sembari memeluk boneka teddy bearnya. Tidak ada yang mendengarnya menangis.

Eomma dan Appanya sedang bekerja. Ia hanya sendiri dirumah besar ini. Lama kelamaan akhirnya Sunghi tertidur sambil memeluk boneka kesayangannya.

Sebulan kemudian…

Ulangan akhir tinggal menghitung hari. Lebih tepatnya, 2 hari lagi ulangan akhir akan dimulai. Kini, Sunghi sedang berada diperpustakaan sendirian. Jihyun? Jihyun sedang asyik makan dikantin. Sunghi hanya ingin belajar. Lama, ia mendengar suara berisik namja.

“Hey, Lu! Kapan kau akan putuskan yeoja jelek itu?” Sunghi membulatkan matanya. Apa yang mereka katakan? batin Sunghi.

“Secepatnya. Lagi pula, siapa yang mau sama yeoja jelek sepertinya.” Sunghi menangis. Baru pertama kalinya, ia mendengar langsung Luhan mengatakan itu.

Sunghi bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Luhan. Luhan terkejut atas kehadiran Sunghi. Sunghi tersenyum kecut. “Terima kasih, Lu. Kurasa sampai disini saja.” Suara getar dari mulut Sunghi. Luhan hanya menatapnya terkejut.

Sunghi meninggalkan Luhan yang daritadi hanya terkejut atas kehadirannya. Sunghi menyeka kasar air mata, sungguh hatinya sakit. Sunghi pun menelpon Jihyun agar masuk ke kelas. “Sunghi, ada ap–? Astaga!! Kau kenapa?!?” Jihyun langsung menghampiri Sunghi yang kini wajahnya kacau.

“Jihyun-ah, pulang sekolah kau kerumahku. Aku akan menceritakan semuanya.” Sunghi terus saja mengeluarkan air matanya.

.

.

“Jadi, kau benar – benar putus dengannya Sunghi?” Sunghi menganggukkan kepalanya. Dan ia terus menyeka air matanya dengan tissuenya. “Bukankah itu bagus? Kenapa kau sedih?” Sontak Sunghi menatap Jihyun. Benar kata Jihyun. Untuk apa ia menangis? Bukankah itu artinya baik? Batin Sunghi.

“Jihyun-ah, aku mempunyai rencana setelah ini semua. Ku mohon, jangan katakan pada siapapun, arra?” Jihyun mengangguk pasti. Sunghi pun tersenyum. Terimakasih karena telah memberikanku sahabat yang baik, batin Sunghi.

2 Bulan kemudian..

2 bulan sudah aku mencarinya, dan tidak ada satu pun yang memberi tahu keberadaannya. Dia membuatku gila. Dan benar, aku menyesal dengan apa yang aku lakukan. Aku tidak bermaksud seperti itu, sungguh. Sebulan yang lalu, aku masuk ke Seoul University dan aku menolaknya. Karena, aku harus bekerja menggantikan Appa.

Dan selama aku bekerja, aku tidak pernah fokus karena yeoja itu. Yeoja yang menghilang begitu saja. Setelah kejadian diperpustakaan, aku tidak pernah melihatnya. Dan Jihyun –sahabatnya, juga tidak ingin memberitahuku.

Aku juga mendengar dari murid dikelasnya. Katanya, setelah ulangan Sunghi langsung izin pulang. Aku merindukanmu, yeoja jelek.

“Sunghi-ah, baik – baik ya disana. Aku akan merindukan yeoja jelek yang sebenarnya adalah yeoja cantik.” Sunghi tertawa mendengar candaan Jihyun.

“Sudahlah, Jihyun-ah. Aku akan merindukan yeoja cantik yang sebenarnya adalah yeoja jelek. HAHA.” Sunghi tertawa dengan kencang, tidak dengan Jihyun. Ia hanya memonyongkan mulutnya. “Aku cantik, Sunghi-ah.” Canda Jihyun.

Sunghi pun berpelukan dengan Jihyun. Lama. Setelah itu, Sunghi melambaikan tangan dan segera berangkat. Ya, Sunghi akhirnya memilih pergi ke Amerika. Dan pasti kalian bertanya dimana orang tua Sunghi, kan? Appa dan Eomma Sunghi sibuk dengan pekerjaan mereka. Saat Sunghi diterima di Amerika, Appa dan Eommanya hanya bergumam.

Dan satu alasan Sunghi lebih memilih ke Amerika. Menjauh dari kota ini, dan juga menjauh dari namja brengsek. Sudah ke 10 kali ia menatap layar ponsel. Menunjukkan seorang namja sedang tersenyum dan membuatnya ikut tersenyum.

Flashback

“Aku akan memilih ke Amerika. Menjauh dari Luhan. Kumohon jangan beritahu namja itu. Dan setelah selesai ujian, aku akan izin langsung pulang. Mengurusi urusanku ke Amerika. Aku sudah mengatakan ini semua ke Eomma. Dan aku akan mencoba berubah Jihyun-ah. Aku tidak ingin mendapatkan panggilan ‘yeoja jelek’ lagi. Aku muak dengan mereka.” 

“Bagaimana denganku, Sunghi-ah? Apa kau tega meninggalkanku? Tapi tak apa deh. Ini agar kau melupakan namja brengsek itu. Aku akan membalas dendam dengan dia.” 

“Jangan. Kau tidak boleh membalas dendam. Biarkan saja. Anggap semua itu sudah berlalu.”

“Baiklah. Kapan kau berangkat?”

“Sebulan setelah pengumuman.”

“Baiklah aku mengerti.”

Flashback end

Sunghi menatap miris kearah jendela pesawat. Ingat, aku akan kembali dengan Choi SungHi yang beda dari sebelumnya. Pesawat itu pun terbang meninggalkan kota Seoul dan siap menyambut Amerika.

.

.

8 Tahun kemudian..

Seorang namja kini sibuk dengan lembaran – lembaran kertas diatas mejanya. Dia sungguh pusing dengan ini semua. Tiba – tiba suara ketukkan pintu terdengar. Namja itu menjawab, dan terlihat seorang yeoja cantik yang menurut namja itu tidak menarik sama sekali. “Ada apa kau kemari?” Tanya namja itu dengan dingin.

“Aku hanya ingin membacakan jadwalmu besok, sajangnim. ” Ujar yeoja itu dan dibalas anggukkan oleh namja itu.

“Besok tak ada kegiatan menyangkut perusahaan, sajangnim. Dan malam harinya, anda harus menghadiri reuni SMA.” Namja itu mengangguk pasti. Lalu yeoja itu keluar dari ruangan itu.

Namja itu memijit pelipisnya. Ia berharap, seseorang yang ia tunggu akan datang ke acara itu. Pasti ia akan sangat senang. Tapi, itu baru khayalannya saja. “Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku, Sunghi.”

Seorang yeoja dengan gaya yang sangat modis itu memasukki rumah yang besar itu. Tak ada sambutan selamat datang dari keluarganya itu. Ia langsung masuk kedalam kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya dikasur empuknya. Setelah 8 tahun di Amerika, ia memutuskan untuk pulang dan bekerja diSeoul saja.

Orang pertama yang ia hubungi adalah sahabatnya –Jihyun. Dan baru saja Jihyun mengatakan, kalau besok malam ada reuni SMA. Ia membenci masa SMAnya. Yeoja itu pun segera masuk kedalam kamar mandi. Guyuran air ini membuatnya tenang.

Ia pun keluar dari kamarnya. Lalu, pergi ke dapur mengambil segelas air mineral. Setelah ini? Tidak ada yang ia lakukan. Hanya menatap gelasnya dengan tatapan kosong. Ia hanya harus menunggu Jihyun datang kerumahnya.

Tak lama bel rumahnya pun bunyi. Ia berlari dengan semangat. Saat dibuka, terlihat sahabatnya itu –Jihyun. “Sunghi-ah!! Bogoshipeo!!!!” Teriak Jihyun sembari memeluk Sunghi. Lama sekali mereka berpelukan. Persis saat Sunghi ingin ke Amerika.

Sunghi pun menyuruh Jihyun masuk kedalam rumahnya. Lalu, masuk kedalam kamar Sunghi. Itulah kebiasan mereka berdua. Lebih suka birbincang dikamar daripada diruang tengah.

“YA! Bagaimana bisa kau baru pulang ke Seoul setelah 8 tahun pergi, eoh?!?” Bentak Jihyun membuat Sunghi berngidik nyeri. “Dan bagaimana bisa aku selalu yang pergi ke Amerika? Aku bodoh sekali. Tapi demi yeoja cantik sepertimu tidak apa – apa.” Lagi – lagi mereka berdua tertawa dengan kencang.

Sunghi kini sudah berubah. Tidak ada kacamata, tidak ada kepang. Dan kini dia juga memakai make up. Benar – benar berubah drastis.

“Sunghi-ah, kau tahu sekarang banyak gossip beredar kalau Luhan dan Hyeji berpacaran. Aishh namja brengsek itu tidak pernah berhenti rupanya.” Runtuk Jihyun.

“Jihyun-ah, seperti besok aku tidak datang.” Jihyun membelalakkan matanya. Kenapa kau tidak mau Sunghi? Ini waktu yabg tepat menunjukkan kalau kau itu tidak jelek! batin Jihyun.

“Aku malu, Jihyun-ah.” Sunghi menunduk, menatap seprai yang sejak tadi ia remas. Tentu saja ia malu, karena dulu dia diejek oleh murid yang lain.

Lama mereka bercerita. Jihyun memutuskan untuk pulang, mengingat ini sudah malam. Dan sekarang, hanya ada Sunghi dirumah besar ini. Berharap eommanya akan pulang dari Perancis, lalu Appanya pulang dari Jepang. Ia merindukan keluarganya ini.

Keesokkan malamnya. Sunghi sibuk memilih baju yang akan dia kenakan sekarang. Jihyun menyuruh Sunghi memakai dress seksi. Sunghi menolak. Dan akhirnya, pilihannya berakhir didress merah yang hanya sampai diatas lutut. Dan tidak lupa, baju itu juga ketat.

Jihyun dan Sunghi berangkat bersama. Karena, Sunghi tidak tahu arah ke tempat reunian tersebut. Hening. Tak ada yang bicara sama sekali. Jihyub sibuk menyetir dan Sunghi sibuk dengan pikiran itu.

Sampai. Jihyun meninggalkan Sunghi dibar karena Jihyun ingin bertemu dengan seseorang. Mungkin orang itu kekasihnya. Sunghi hanya meminum 1 gelas wine, mengingat wine itu tidak begitu bagus untuknya.

Sunghi merasa risih saat ada seseorang yang menatapnya. Ia merasakan kalau ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan. Tapi ia mengabaikan itu semua. “Lama tak bertemu, Sunghi.” Suara familiar itu membuat Sunghi menatap orang itu –Luhan. Luhan mengeluarkan seringannya.

“Kau cantik sekali malam ini.” Bisik Luhan ditelinga Sunghi. Sunghi tidak sadar kapan Luhan bisa sedekat ini denganya. Sunghi tak ingin bertemu namja brengsek ini pun pergi. Ia memutuskan untuk pergi ketaman.

Tapi, tiba – tiba Luhan datang menariknya. Sontak ia memberontak, tapi ia berhenti saat melihat tatapan marah Luhan. Luhan membawa Sunghi kedalam mobilnya, lalu menindih Sunghi.

“Lama tak bertemu, Sunghi. Apa kau tidak merindukanku?” Luhan mengeluarkan seringannya. Sunghi hanya tersenyum sinis. Kini ia sudah tidak takut dengan Luhan. Ia bukan Sunghi yang dulu. Ia sudah berubah menjadi Sunghi yang sekarang.

Luhan mencekram tangan Sunghi keras. “Aww sakit Lu.” Sunghi meringis kesakitan. “Selama ini kau kemana, Sunghi? Kau tega sekali meninggalkanku.” Luhan memperlihatkan wajah sedihnya. Sunghi hanya diam. Ia takut dengan posisi seperti ini, dan ia tidak ingin melihat namja ini.

“Lepaskan!” Sunghi terus memberontak. Luhan yang sejak tadi hanya menatap wajah yang dibawahnya itu. Dengan tiba – tiba, ia mencium bibir Sunghi. Sunghi merasakan ada yang basah menempel dibibirnya. Sontak ia langsung mendorong Luhan. Luhan pun terpental jauh dari Sunghi.

“Apa yang kau lakukan brengsek?!?” Teriak Sunghi mengusap bibirnya.

“Brengsek? Kemana Sunghiku yang dulu. Yeoja polos yang memakai kacamata dan bergaya culun, eoh?” Sunghi menatap Luhan. Ia menahan agar tidak menangis.

“Sunghi dulu sudah tidak ada!”

“Tapi, kau tetaplah Sunghi-ku yang jelek.”

“Brengsek kau, Lu!”

Luhan langsung mendekap Sunghi dalam pelukkannya. Sunghi pun menangis. “Kau brengsek, Lu. Aku benci dirimu.” Sunghi terus memukul dada bidang Luhan. Tapi, kekuatan Luhan lebih besar dari Sunghi. Sunghi merasa kepalanya sangat berat. Dan kemudian semuanya GELAP.

Sunghi POV

Aku mengerjapkan mataku berkali – kali. Kupaksakan mata ini untuk melihat sekitarku. Aneh dan asing. Itulah yang ada dipikiranku pertama melihat ruangan ini. Melihat sekelilingku. Dingin. OMG! Aku baru sadar, ternyata aku tidak memakai sehelai benangpun.

Shit! Kulilitkan selimut ketubuhku, lalu aku keluar dari ruangan ini yang sepertinya ini adalah kamar. Dan saat aku keluar, bau masakan yang pertama aku hirup. Aku melangkahkan kakiku menuju bau itu.

“Kau sudah bangun, eoh?”

A-apa bukannya itu Luhan? Kenapa dia ada disini. Kutatap dia dengan tatapan tidak suka. Tentu saja, karena aku membencinya. Sangat amat membencinya. “Kenapa terus menatapku, chagi?” Chagi? Ingin sekali aku muntah.

Dia menghampiriku, lalu menarik tanganku untuk duduk dimeja makan. Tak lama, ia juga duduk dihadapanku. “Cepat makan, Sunghi. Atau makannya akan dingin.” Aku masih menatapnya heran. Hellaw~ siapa yang tidak heran, saat kau bangun kau sudah ada dikamar orang, tidak memakai baju, lalu ada namja yang kau benci.

Terpaksa aku memakan makanan ini. Enak. Demi apapun ini enak. Aku akan menambah kalau begini. Selesai makan, ia membersihkan semua yang ada dimeja makan. Aku masih tetap duduk dimeja makan, menatap apa yang dia lakukan?

“Kau tidak mau pakai baju, Sunghi? Secara tidak langsung, kau menggodaku.”

Aku menunduk, melihat tubuh. Shit! Aku lupa kalau, aku hanya memakai selimut. Lebih baik aku tanyakan langsung padanya, apa yang terjadi denganku.

“Apa yang terjadi?” Tanyaku selembut mungkin.

“Kau lupa apa yang terjadi tadi malam?” Aku menatapnya heran. Tadi malam? Oh didalam mobil, lalu gelap. Sudah sampai situ yang aku ingat.

“Kenapa aku tidak memakai baju?” Dia menyeringai. Aku mengerti maksudnya. Dia memperkosaku. Keperawananku hilang begitu saja, demi namja brengsek ini? Arghhhh aku benci hidup ini!

“KAU MEMPERKOSAKU?!?” Teriakku pecah diruang makan ini. Aku menatapnya dengan penuh amarah.

“Ehmm bisa dibilang gitu sih.” Sialan! Aku menghampirinya, lalu aku tampar pipinya. Rasakan itu brengsek! Mwo? Dia tertawa? Apa yang lucu?

“Sialan kau, Lu! Brengsek! Brengsek! Kau namja brengsek!” Aku memukul dada bidangnya dengan tangan kananku, tangan kiri untuk menahan selimut ini. Tiba – tiba ia menahan tanganku, lalu menciumku dengan ganas.

Aku mendorongnya dengan sekuat tenagaku. Bukannya menjauh, malah tambah mendekat. “Berhenti memberontak, yeoja jelek. Atau kau mau lebih dari ini?” Bisiknya pas ditelingaku. Sontak aku terdiam. Bukan karena aku takut akan dilakukan lebih, tapi dia memanggilku ‘yeoja jelek’.

Aku menangis ditengah ciuman menuntut ini. “Hey, kenapa kau menangis? Berhentilah.” Dia mengusap air mataku, mencium kedua kelopak mataku. Aku tak akan berhenti menangis, aku tidak suka dipanggil yeoja jelek kecuali Jihyun yang mengatakan itu.

“Oke, maafkan aku, Sunghi.” Ia mengusap puncak kepalaku. Aku tetap menangis didada bidangnya. Selama 8 tahun aku melupakannya, dan menghilangkan Sunghi jelek. Tapi, semuanya sia – sia. Aku tetap tidak bisa melupakannya. Malah makin mencintainya.

“Aku membencimu, Lu.” Aku memukul dadanya dengan lemah. Aku lelah dengan semua ini.

“Aku memang brengsek, Sunghi. Aku selingkuh dibelakangmu. Aku mengejekmu dibelakangmu. Tapi, aku tetap mencintaimu. Walau banyak yang bilang kau yeoja jelek, tapi kau adalah yeoja cantik yang pernah aku lihat.”

“Kau tahu, aku mencarimu selama 8 tahun ini. Kau membuatku gila, Sunghi. Aku menyesal telah mengatakan itu semua dan melakukan itu semua.” Dia merangkup wajahku, membuatku menatap wajahnya. Wajahnya yang kurindukan, sekaligus kubenci. “Jadi, maafkan aku. Dan mulailah dari awal.” Ia mengecup bibirku singkat.

Aku mengangguk pasti. Kalian tahu, aku juga menginginkannya. Aku merindukan wajahnya yang tampan ini. Dan ini pertama kalinya, wajah kami sedekat ini. “Menikahlah denganku, Sunghi. Aku ingin bertanggung jawab atas semua ini.” Aku memeluknya dengan erat, sangat erat.

“Tapi aku butuh penjelasan darimu.” Dia bergumam yang berarti mengiyakan. “Apa hubunganmu dengan Hyeji?” Mwo? Dia tertawa, lalu kembali menatapku.

“Aku hanya ingin membawanya pada temanku. Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Kau tenang saja.”

“Tapi, aku mendengar kalau kau berpacaran dengan Hyeji.” Dia menggeleng sembari tertawa tidak jelas.

“Aku hanya mencintaimu, Sunghi. Aku benar – benar kali ini.” Aku pun tersenyum dab disusul olehnya.

“Apa kau menggodaku, Sunghi?” Dia menyeringai, menatap tubuhku dengan seringaannya.

“YAK! NAMJA MESUM!!”

-END-

Note : Ehciyeeee selesai. Duh semoga suka yaa sama ff oneshootku yang ini. Soalnya agak gaje gitu. Tapi, udah berusaha banget kok biar suka 😦
Terima kasihhhh.
Don’t be silent readers~

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

2 thoughts on “Ugly

  1. agak kecepetan sich tapi gk papah aku suka kok ceritanya tapi bikin luhan tersiksa karna penantiannya dan rasa bersalahnya itu masih kurang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s