Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

The Erratic (Chapter 5) #IntroduceOthersCasts

27 Comments

theerraticc

Tittle : The Erratic

Cast : Kim Jongin/Kai || Park Hyena

Genre : School life || Romance || Fantasy || Marriage Life || Action

Author : Sashka (@sashagani)

Rate : PG-17

Length : Chaptered

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC milik saya. No Plagiat! 

Sumarry : Aku mencintaimu, tapi aku takut.

Note : Aku mau jelasin sama kalian semua. Bacakan ff ini judul #IntroductionOthersCast? Itu berarti aku lagi ceritain kisahnya other cast kaya Krystal, Myungsoo, dan temennya Kai. Bisa tentang keluarganya, jalan hidup, percintaannya.

Dan aku mau pertegas. Ff ini sengaja alurnya aku cepetin tapi aku janji deh ga dipercepat alurnya. Soalnya biar kalian cepat mengerti. Dan awalnya gamau bikin action, tapi mengingat Myungsoo anaknya gangster. Aku bikin actionnya gitu deh di next chap ntar.

Dan maaf kalo kalian ada yang masih ga ngerti sama sifat cast di tokoh ini. Soalnya, aku bikin mereka itu kaya remaja labil. Sama kaya judul ‘the erratic’ itu artinya yang tidak menentu. Jadinya sifat mereka bisa saja berubah. Karena semua orang itu pasti punya banyak sifat. Bisa tiba-tiba ceria, pendiem, dingin, sok, nyebelin dan lainnya.

—–

Seorang yeoja baru saja memasukki ruangan yang gelap. Ia berjalan dengan terburu – buru. Sesampainya, dia mengetuk – ngetuk pintu didepannya. Terdengar suara ‘Iyaa’ dia pun masuk.

Saat masuk, dia menghela nafas. “Aku sudah tidak tahan.” Ujar yeoja itu sembari duduk disofa dengan malasnya. Seorang namja yang diajak bicara itu juga menghela nafas.

“Aku tidak ingin berbuat kasar, pada mereka dulu. Sudah ku bilang kan, kita harus lembut dan baik dulu pada mereka.” Namja itu memberi jeda sebentar. “Setelah itu, mereka bisa berbahagia bersama. Tapi, itu tidak bertahan lama. Karena kita akan menghancurkan hubungan mereka. Ingat itu!” Lanjutnya, dan yeoja itu hanya membuang nafasnya kasar.

“Baiklah, Myungsoo sih namja yang tergila – gila dengan yeoja aneh.” Ejek yeoja itu sembari memutar matanya malas.

“Diam kau, Krys! Kau juga sama. Sih yeoja jahat yang tergila – gila dengan namja dingin dan diacuhkan.” Ejeknya kembali.

“Oke, baiklah. Kita impas, Myungsoo. Intinya aku ingin dia jadi milikku!!” Teriak yeoja itu menghentakkan kakinya.

“Memang kau saja yang ingin memiliki. Aku juga sama!” Bentak namja itu tak kalah tinggi.

Ck, baiklah. Rencana baru? Atau lama?” Tanya yeoja itu mendekati namja tersebut. Namja itu membisikkan sesuatu ditelinganya. Mereka berdua tertawa bersama. Seperti tawa licik tentunya.

—-

Hari ini, Hyena kembali pulang bersama Kai. Hyena hanya menatap keluar jendela, Kai yang merasa ganjil pun selalu melirik kearah Hyena.

“Hyena, ada apa?”

“Eum? Ani!

Hyena kembali menatap keluar. Kalian tahu apa yang ada dipikirannya? Tidak ada yang dia pikirkan. Saat sampai rumah, Hyena tetap diam. Seperti tidak enak badan. Eomma Kai sejak tadi khawatir dengan bertanya terus pada Kai.

“Ada apa dengan, Hyena? Apa yang kau lakukan?!?”

Eomma Kai begitu khawatir dengan Hyena. Hyena langsung merebahkan tubuhnya dikasur empuknya. “Haruskah aku pergi lagi? Aku terlalu bosan jika berdiam diri saja.” Gumamnya, lalu mulai memejamkan matanya.

BUGH!

Baiklah. Kali ini tidak terjatuh, melainkan menabrak tembok. Punggung Hyena terasa sakit sekali. Dia mulai memperhatikan sekekeling ruangan yang sangat jelas itu adalah kamarnya dan Kai.
KLEKK!

Terlihat Hyena masa depan baru saja keluar dari kamar mandi. Menundukkan kepala, sembari menutup mulutnya. Hyena mendekati Hyena masa depan, langkah demi langkah kecilnya. Hyena masa depan, terlihat matanya ada lingkaran hitam.

“Mianhae..” Lirih Hyena masa depan yang tetap menundukkan kepalanya. “Aku harus lebih lama disini.” Ujar Hyena yang ikut duduk disebelah Hyena masa depan.

Hyena masa depan mengeluarkan sebuah amplop coklat, dan membukanya. Terlihat senyuman mengembang diwajahnya. Hyena tetap memperhatikan amplop coklat itu. Bertanya – tanya apakah isi amplop itu.

“Bahkan kau belum tahu. Tapi, memang Tuhan tidak ingin kau tahu mungkin.” Gumam Hyena masa depan, yang masih terdengar oleh Hyena dengan jelas. Hyena mengerutkan keningnya.

“Jika aku tidak ingin pecahkan teka teki ini. Aku harus berdiam disini lebih lama lagi.” Ujar Hyena dengan mantap.

Hyena masa depan kembali memasukki amplop coklat itu, lalu merebahkan tubuhnya dikasur. Memejamkan matanya, Hyena ikut merebahkan tubuhnya dikasur. Dia menatap wajahnya sendiri. Kenapa wajahnya menjadi kacau seperti ini?

Hyena mengelus pipi Hyena masa depan. Memegang mata, hidung, dan mengelus rambut. Hyena masa depan berasa ada seseorang memegangnya pun membuka kelopak matanya. “Apakah itu kau Oppa?” Tanyanya sembari melihat kekanan kiri.

“Ternyata hanya perasaanku saja.” Hyena masa depan kembali memejamkan matanya. Hyena hanya memasang wajah heran. Akankah dia nanti seperti ini? Mencari – cari namja itu, sampai sekhawatir itu.

“Lebih baik aku kembali.” Ujar Hyena, dia kembali memejamkan matanya. Sebelum itu, dia sempat sekali menatap wajahnya. Ternyata kehidupannya tidak akan berubah, bahkan setelah menikah akan tetap sama.

—–

Sinar matahari mulai mengusik tidur seorang namja. Namja itu berdecak kesal, karena tidurnya terusik. Lantas dia bangun dari tidurnya, lalu bergegas untuk mandi. Hari sama saja seperti hari sebelum – belumnya. Ia akan tetap menjadi Myungsoo yang dianggap namja jahat.

Hanya karena Appanya seorang ketua gangster. Tapi dia tetap Myungsoo yang tidak ingin dianggap sebagai anak ketua gangster. Myungsoo muak dengan Appa-nya yang selalu memaksanya untuk menjadi seorang gangster juga.

Bahkan, Myungsoi tidak pergi kesekolah lagi. Ya, dia juga termasuk anak yang pintar. Myungsoo bergegas kearah dapur Apartementnya. Dia hanya tinggal sendiri. Sudah lama dia pergu dari rumah karena kesal dengan orang tuanya dan juga dengan yeodongsaeng-nya. Kim Hyesoo.

Beberapa kali juga adiknya memohon untuk pulang karena dia tersiksa oleh Appa-nya. Myungsoo ingin mengajak adiknya, tapi dia tidak bisa. “Pagi yang cerah untuk seorang sepertiku.”

Myungsoi melahap roti tawarnya sampai habis. Terdapat panggilan dari ‘Krystal’. Yeoja yang kini sedang membuat rencana jahat bersamanya. Terkadang dia berfikir kalau semua yang dilakukan salah. Bukankah cinta itu butuh pengorbanan?

“Ada apa?”

“Myungsoo, aku rasa mereka benar-benar sudah dekat sekali. Aku sempat melihat mereka berciuman.”

“Bukankah saat didepan altar mereka juga berciuman?”

“Benar. Tapi ciuman ini menandakan mereka saling mencintai.”

“Krystal, kau harus mendapatkan Kai dengan cara yang baik. Dengan berbuat lembut padanya dan perhatian padanya. Pasti akhirnya dia akan menyukaimu.”

“Tidak, Myungsoo! Itu tidak mungkin! Aku benci bicara dengan namja sepertimu.” Krystal mematikan handphone-nya secara sepihak.

Myungsoo mengdengus kesal. Wanita itu benar-benar merepotkan sekali. Tak habis pikir kalau Myungsoo menjadi Kai, diganggu oleh yeoja sepertinya. Pasti dia juga akan melakukan apa yang dilakukan Kai pada Krystal. Yaitu mengusirnya dan mengacuhkannya.

Tujuan Myungsoo hari ini adalah, ke rumahnya. Terkadang dia diam-diam ke rumahnya. Melihat adiknya, Kim Hyesoo.

Myungsoo segera mengambil jaketnya. Lalu, bergegas keluar. Ia mengendarai mobilnya diatas kecepatan rata-rata. Merasa bosan, ia menyalakan radio mobil.

Sampainya di rumahnya. Dia tidak masuk, dia hanya melihat dari luar. Terlihat dari sini adiknya –Kim Hyesoo sedang berdiri di balkon kamarnya. Dia menatap kosong. Lingkaran hitam disekitar matanya. Rambutnya yang acak-acakkan. Semuanya kacau.

Myungsoo yang melihat itu hanya bisa menatap sedih. Tak ada yang bisa dia lakukan. Jika dia masuk kedalam rumah itu. Sudah pasti dia tidak akan keluar lagi atau bisa dibilang dia akan menggantikan Appa-nya.

“Hyesoo, tunggu oppa. Oppa, pasti akan membawamu pergi dari sana.” Ujarnya, lalu segera keluar dari mobil.

Ia berjalan kearah gerbang rumahnya. Terlihat penjagaan rumahnya sedang lengah. Dia masuk dan langsung berlari kearah kamar adiknya, Kim Hyesoo.

Berhasil. Dia membuka pintu kamar adiknya, sang adik -Kim Hyesoo sontak membalikkan tubuhnya. Wajahnya yang datar, kini berubah menjadi senang. “Oppa!” Teriak Hyesoo sembari berlari kecil, lalu memeluk Myungsoo.

“Sttt, jangan berisik.” Ujar Myungsoo bahagiaa.

“Bagaimana bisa oppa masuk kemari?”

“Nanti saja oppa jelaskannya. Sekarang kita harus keluar dari rumah ini.” Myungsoo menarik tangan Hyesoo agar mengikutinya. Saat membuka pintu, Myungsoo dan Hyesoo terkejut.

“Pintar sekali anakku.” Ujar pria paruh baya.

Oppa, bagaimana ini?” Bisik Hyesoo dibelakang tubuh Myungsoo.

“Jadi, anakku rindu pada rumah ini. Kalau begitu, selamat datang anakku.” Ujar pria paruh baya itu mencoba memeluk Myungsoo. Myungsoo menghindar.

“Aku kemari hanya ingin bertemu dengan Hyesoo. Tidak lebih.”

“Tapi, kau tidak bisa pergi. Kau lupa dengan perjanjian kita? Kalau kau datang kerumah ini lagi. Sama saja kau bersedia menjadi penggantiku, bukan?”

Beginilah Myungsoo. Namja yang ditakuti orang-orang, tapi ia sendiri takut dengan Appa-nya mengingat Appa-nya seorang gangster.

Myungsoo hanya pasrah saat bawahan Appa-nya menarik pasksa. Hyesoo kembali dibawa paksa masuk kedalam kamarnya. Myungsoo dibawa kedalam kamarnya. Dia akan kembali dikurung didalam kamarnya ini.

Handphone-nya berbunyi. ‘Krystal’, yeoja itu kembali menelfone dirinya. “Yeobseyo..”

“Kau dimana?”

“Dirumah.”

“Sayang sekali. Padahal aku sedang menyaksikan hal yang membuatku sedih. Hyena dan Kai kembali berciuman didepan rumah.”

“Sayang aku tidak bisa melihatnya. Dan, BERHENTILAH MENELFONEKU JIKA ITU TIDAK BENAR-BENAR PENTING!! SIALAN KAU!” Bentak Myungsoo, habis sudah kesabarannya.

Krystal mendengus kesal. “Cih, dasar namja menyebalkan!” Ujarnya sembari mengerucutkan bibirnya.

Krystal kembali berjalan kearah rumahnya. Rumah yang tidak nyaman. Biasanya semua orang akan senang jika pulang ke rumah. Tapi, berbeda dengan Krystal yang malah tidak senang jika pulang.

Ia membuka pintu rumah. Terdengar suara Appa dan Eomma-nya sedanv bertengkar dari arah dapur. Sudah menjadi pemandangan biasa orang tuanya selalu bertengkar seperti ini.

Krystal berjalan malas kearah kamarnya. Membuang asal sepatu dan tasnya. Ia merebahkan dirinya dikasur. “Tuhan.. Bisa tidak aku hidup tenang. Sebentar juga tidak apa-apa.” Gumamnya.

Krystal bangkit dari tidurnya. Berjalan kearah kamar mandi dengan malas. Membasuh tubuhnya yang lengket. Selesai, ia keluar dan bergegas kedapur untuk mencari makanan.

Tak terlihat lagi orang tuanya yang sedang bertengkar. Hanya ada Appa-nya yang sedang duduk dimeja makan. Ya, Krystal hanya tinggal dengan Appa-nya, Eomma-nya? Tentu Eomma-nya pisah rumah, dan sebentar lagi akan bercerai.

Krystal tentunya masa bodo dengan itu. Selesai, dia kembali kekamar dan mengganti pakaiannya. Dia sempat melihst tubuhnya dicermin.

Saat dia keluar, ia berpapasan dengan Appa-nya. “Mau kemana?” Tanya Appa-nya lembut.

“Bukan urusan Appa!” Jawab Krystal sedikit membentak.

“Baik. Tapi jangan pulang malam-malam. Tidak baik seorang yeoja pulang malam-malam.”

Krystal hanya berdecak kesal, lalu meninggalkan Appa-nya begitu saja. Appa-nya hanya bisa tersenyum sedih melihat anak kesayangannya seperti itu.

Krystal pergi ke club walaupun ini masih siang. Tidak apa. Yang penting dia tidak berada dirumah. Ia benci rumah. Ia tidak suka dengan rumahnya. Ia benci kehidupannya.

Krystal terus menenguk wine-nya sampai habis. Selalu saja ia mabuk. Dan akan selalu seperti ini. Tidak ada yang berubah dari dirinya. Ia akan tetap menjadi Krystal yang orang kenal. Hasrat dalam dirinya ingin berubah, tapi ia tidak bisa.

“Seharus aku tidak pernah mencintai dia.” Gumamnya

“Karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah mencintaiku. Dan aku benci itu.” Krystal menenguk kembali wine-nya. Akankah ia seperti ini selamanya? Mempunyai orang tua yang suka bertengkar? Ia selalu bertanya-tanya, kenapa jalan hidupnya seperti ini? Kenapa? Apa dia salah besar, sampai diberi cobaan seperti ini?

Krystal berusaha untuk bangkit dari duduknya. Dia berjalan ‘sempoyongan’ kearah luar club. Dia terjatuh karen tak bisa menahan badannya. Dia kembali bangun, berjalan kearah rumahnya. Dia kuat. Dia tidak lemah. Dia bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dia bisa.

Dan syukur, dia pulang dengan selamat. Tapi itu tidak berlangsung lama, saat dia masuk kedalam rumahnya. Ia ambruk. Untung saja ada appa-nya yang sedang libur. Appa-nya membawa Krystal ke kamarnya.

Krystal mengerjapkan matanya berkali-kali. Untunglah kali ini dia pulang dengan selamat. Terbangun berada dikamarnya, bukan dihotel. Kalian pasti bertanya kenapa Krystal begitu cuek jika ada yang menidurinya? Karena Krystal memang sudah tidak perawan. Ia terlalu masa bodo dengan itu semua.

Karena siapapun juga tidak akan ada yang peduli dengannya. Semua orang benci dengannya. Sebab itu, ia bekerja sama dengan Myungsoo. Karena Myungsoo senasib dengannya. Sama-sama dibenci oleh orang-orang.

Krystal memegang kepalanya yang terasa sakit. Nyeri. Pusing. Seharusnya ia sudah terbiasa dengan ini, bukan? Tapi, kenapa seperti ini? Krystal bangkit, lalu mengambil handphone-nya. Terlihat 2 panggilan tak terjawab.

Dia pun menelfone kembali orang tersebut. “Yeobseyoo..”

“Kenapa tidak menjawab panggilanku? Cepat bantu aku! Aku sedang dalam masalah!”

Terdengar suara namja yang akhir-akhir ini selalu bersamanya. Mendengus kesal sembari memutar bola matanya malas.

“Tidur. Ya, aku tadi sedang tidur. Ada apa?”

“Sebenarnya kau mendengarku atau tidak? Aku butuh pertolonganmu. Datang kerumahku sekarang. Aku terjebak disini.”

Lagi-lagi Krystal berdecak kesal. Merepotkan saja!, batin Krystal.

“Ne.” Krsytal mematikan telfone-nya sepihak, lalu berjalan ke kamar mandi. Selesai, ia keluar rumah begitu saja. Tak peduli dengan panggilan appa-nya.

Krystal berjalan terburu-buru. Tak sengaja ia bertabrakkan dengan seorang namja. “Maaf, aku tidak sengaja.” Ucap Krystal membungkukkan badannya.

“Lain kali berhati-hatilah, nona.” Namja itu tersenyum kepada Krystal, dan berlalu meninggalkan Krystal. Krystal menatap punggung namja tersebut sampai menhilang dari pandangannya.

Krystal sudah sampai dirumah Myungsoo. Dia pun menelfone Myungsoo. “Aku sudah sampai.”

“Masuk kedalam. Dan bilang kalau kau ingin bertemu denganku.”

Krystal mematikan telfone itu sepihak lagi. Ia berjalan kearah gerbang rumah Myungsoo. Saat ingin masuk. Terlihat banyak namja berjas hitam dihadapannya.

“Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Kim?” Tanya salah satu namja berjas hitam itu.

“Aku ingin bertemu dengan Myungsoo.”

Namja berjas hitam itu membawa Krystal masuk kedalam rumah. Krystal hanya mengekor dari belakang, dan berhenti disebuah pintu besar. Namja itu membuka pintu tersebut dan menyuruh Krystal masuk.

Krystal hanya mengikuti saja. Tapi ruangan ini bukan kamar Myungsoo. Melainkan ini ruangan appa Myungsoo. Terlihat wajah takut Krystal. Ia tahu appa Myungsoo yang terkenal galaknya.

“Kau temannya Myungsoo?” Tanya appa Myungsoo membuat Krystal menoleh kearahnya.

“Ne.” Jawab Krystal menundukkan kepalanya.

“Untuk apa kau kemari?”

“A-aku.. ha-han-nya ingin bertemu dengannya.”

“Maaf, tapi Myungsoo sedang tidak boleh keluar. Jadi lebih baik kau pulang.”

Krystal mendengus kesal. Apa-apaan ini! batin Krystal. Saat keluar dari ruangan, Krystal menelfone Myungsoo. Dan bertanya-tanya harus bagaimana. Akhirnya, Krystal lebih memilih pulang kerumah.

“Dasar keluarga aneh!” Ujarnya saat sudah keluar dari pekarangan rumah Myungsoo.

—-

Seorang namja diam-diam mengikuti seorang yeoja yang sedang mencari buku di perpustakaan. Matanya tak lepas mengikuti gerak-gerik yeoja itu. Semua yang ada di diri yeoja itu tidak membuatnya bosan. Malah membuatnya ingin melihatnya terus.

Sampai-sampai ia menonpang dagunya dengan tangan sembati tersenyum-senyum. Sang empuh merasa diperhatikan pun membalikkan tubuh. Saat tahu siapa orang yang memperhatikannya, dia hanya mendengus kesal.

“Hai!” Sapa namja itu tetap dengan senyuman indahnya. Yeoja itu hanya menatap biasa ke arah namja tersebut. Dan kembali meraba-raba rak buku. Namja itu juga tak henti-hentinya menatap yeoja itu.

Selesai. Yeoja itu pergi, tapi namja itu tidak tinggal diam. Dia menahan yeoja itu, dan merapatkan tubuhnya ke rak buku. “Hey! Apa yang kau lakukan?” Tanya yeoja itu panik, namja dihadapannya hanya tersenyum dan terus menatap lurus kearah manik mata yeoja itu.

“Aku ingin bersamamu.” Jawab namja itu tetap dengan senyuman konyolnya bagi yeoja itu. Wajahnya perlahan mendekat kearah wajah yeoja tersebut. Memejamkan matanya, sedangkan sang yeoja berusaha mendorong sang namja.

CUP!

Bibir mereka bertemu. Yeoja itu membulatkan matanya. Rasanya ia ingin sekali menonjok namja didepan ini. Seenaknya mengambil first kiss-nya. Namja itu melepaskan bibirnya, dan mengarahkan bibirnya ke telingan yeoja tersebut. Berbisik, membuat sang empuh geli. “Jangan bilang ini first kiss-mu, nona Kang.” Bisik namja itu sembari menelusuri tubuh yeoja itu.

“Minggir!” Berhasil. Sang yeoja itu pun mendorong tubuh namja itu untuk menjauh. “Jangan pernah dekat-dekat denganku, Byun Baekhyun! Brengsek sekali dirimu!” Yeoja itu pergi sebelum tangan besar menahannya, dan kembali membisikkannya sesuatu. “Bibirmu sangat manis, nona Kang. Kuharap bibir ini hanya milikku seorang.” Bisik namja itu dan meninggalkan yeoja tersebut. Yeoja itu menatap punggung Baekhyun, tanpa sadar bibirnya membentuk sebuah senyuman manis.

Oh Sehun, namja itu menatap malas kearah yeoja didepannya. Shin Sokyung , wanita yang mengusik pikirannya beberapa hari ini. Tidak tahu arti itu semua. Sokyung, yeoja cantik yang tak sengaja bertemu dengannya di toko buku.

Sejak itu pula mereka menjadi dekat. Sokyung selalu mengusik Sehun, sampai sang empuh kesal. Tapi, ia harus sabar. Tidak baik bersikap kasar dengan seorang yeoja. Sokyung mengesap vanila latte-nya yang sudah mulai dingin. Tak lupa, Sehun terus memperhatikan gerak gerik yeoja tersebut.

Tanpa sadar, sudut bibirnya tertarik. Matanya membentuk bulan sabit. Tidak tahu mengapa bisa tersenyum sangat melihat tingkah laku yeoja didepannya ini. Hanya saja, Sokyung sangat lucu dan cantik. Dan jangan lupa, Sokyung merupakan yeoja baik.

Selesai mengesap vanila latte-nya. Sokyung kembali menatap Sehun dengan senyuman yang membuat Sehun ingin mencium bibir Sokyung. “Apa kau baik-baik saja, Sehun-ssi?” Tanya Sokyung menatap lurus kearah manik mata Sehun.

Sehun tersenyum, “Ne, aku baik-baik saja, Sokyung-ssi.” Jawabnya. Sokyung hanya mengangguk dan kembali tersenyum pada Sehun. “Apakah kita jadi menonton film di Apartementmu, Sehun-ssi?” Sehun mengangguk, sebenar mereka tidak akan menonton di Apartement Sehun. Karena memang Sehun tidak tinggal di Apartement.

Lalu mereka nonton dimana? Di Apartement Luhan. Sehun memohon pada Luhan untuk meminjam Apartementnya. Luhan pun memperbolehkannya. Dan Sehun sangat senang diperbolehkan membawa yeoja ke Apartement Luhan dan sama saja Luhan menyetujui berkencan dengan seorang yeoja.

Sehun benar-benar membawa Sokyung ke Apartement Luhan. Mereka kini menonton film bergenre sad. Mereka duduk bersebelah, sejak tadi Sehun tidak benar-benar menonton film tersebut. Karena ia terus memperhatika wajah Sokyung dan pipi Sokyung yang basah karna air mata. Sehun ingin sekali mengusap air mata Sokyung, tapi dia gengsi untuk melakukan itu semua.

“Film ini benar-benar sedih. Maaf kalau aku sampai menangis begini.” Lirih Sokyung sembari mengusap air matanya. Sehun menatap tak tega pun mengusap air mata Sokyung. Sokyung terkejut dengan perlakuan Sehun pun menatap kearah Sehun.

“Kau jelek jika sedang menangis, nona Shin.” Ujar Sehun yang mengusap air mata Sokyung dengan ibu jarinya. Sehun menangkup wajah Sokyung, menyatukan keningnya dengan kening Sokyung. Sokyung terpana dengan tatapan Sehun, ia tidak bisa berbohong kalau ia tidak menyukai Sehun.

Malah ia sangat menyukai Sehun saat pertaman kali bertemu. Wajahnya membuatnya dia terpesona saat pertama kali. Tatapnya menggoda imannya. Tapi kelakuannya membuatnya bingung, terkadang Sehun akan bersikap lembut dan kadang bersikap dingin. Dia dibuat bingung oleh namja ini.

Sehun menggerakkan hidungnya ke hidung Sokyung. Sokyung dat merasakan deru napas Sehun. “Se-Sehun-ssi…” Lirih Sokyung, dia tidak bisa seperti ini. Ini menyiksa jantungnya. Membuatnya makin cinta dengan Sehun.

“Ada apa? Kau gugup?”

“A-ani!” Elak Sokyung yang dibalas kekehan oleh Sehun tanpa menjauhkan wajahnya dari Sokyung. Lagi-lagi Sokyung dibuat terbang oleh Sehun. Sehun mengecup bibir Sokyung. Lama. Ia pun melumatkan bibirnya ke bibir Sokyung. Sokyung tidak membalas karena ia masih heran atas perlakuan Sehun padanya. Sehun melepaskan ciumannya. Dan menatap lekat kewajah Sokyung.

“Mianhae..” Lirihnya, Sokyung hanya tersenyum. “Gwenchana…” Balasnya, Sehun mengelus pipi Sokyung. Ingin rasanya memiliki Sokyung. Tapi ia takut, takut mencintai. Dan takut akan melukainya. Ia takut akan semuanya itu.

Hyena menatap kearah Kai yang sedang asik dengan handphone-nya. Jika suka bersama dengan handphone-nya, Hyena pasti dilupakan. Hyena membalikkan tubuhnya, tidur membelakangi Kai. Dan mulai memejamkan matanya untuk tidur. Dia lelah seharian harus membantu eomma Kai memasak.

Kai menatap istrinya sudah tertidur pun tersenyum. Dia mengelus rambutnya, dan mencium kening Hyena. Hyena saat tidur sangatlah cantik, wajahnya begitu teduh. Tidurnya sangat lelap. Lagi-lagi membuat Kai tersenyum melihat wajahnya.

Kai pun ikut membaringkan tubuhnya. Tidur menghadap punggung Hyena. Ia tahu Hyena kesalnya dengannya karena ia sibuk dengan handphone-nya. Tidak tahu sejak kapan ia menjadi menyukai Hyena. Cinta itu tumbuh begitu saja tanpa ia sadari. Mungkin karena ia setiap hari melihat Hyena, mungkin? Atau hubungan mereka yang sudah sah menjadi sepasang suami-istri?

Kai menyukai semua yang ada pada diri Hyena. Sifatnya yang labil, wajahnya yang cantik, sempurna. Hyena bagaimanakan bidadari yang diberikan kepada Kai. Kai bersyukur, karena eomma-nya menjodohkannya dengan Hyena. Yeoja yang cantik dan baik hati.

Kai memeluk Hyena. Memeluk Hyena membuatnya nyaman. Serasa dia berada ditempat yang aman dan nyaman. Sadar atau tidak, Kai suka mengkhawatirkan Hyena, memperhatikannya, rasa itu semua muncul tanpa perintahnya.

Kai semakin memeluk erat Hyena, membuat sang empuh terganggu tidurnya. Kai merenggangkan pelukkannya, lalu memejamkan matanya untuk bertemu hari yang cerah esok hari.

Seorang namja berjalan dengan senang menyusuri koridor sekolah. Hari ini, ia datang pagi untuk bertemu dengan pujaan hatinya. Ia sangat senang, semuanya campur aduk dalam hatinya. Kang Nami. Yeoja miliknya itu sering ada di perpustakaan setiap pagi. Ia melangkah pasti kearah perpustakaan.

Saat memasukki perpustakaan, ia sudah dapat melihat yeoja-nya, yaitu Kang Nami. Orang yang selalu ia dampa-dampakan. Ia melangkah mendekati Nami, dan memeluk yeoja itu dari belakang. Nami tahu siapa pelakunya, karena orang itu selalu mengangguknya, mengikutinya, dan memperhatikannya.

Terkadang Nami kesal dengan tingkah laku namja yang kini memeluknya. Kelakuannya membuatnya risih. Lantas ia menyingkirkan tangan namja itu dari pinggangnya. Mendorongnya. Menatap tajam kearah namja itu. “Berhenti menggangguku.” Kata-kata itu keluar dari mulut mungilnya.

Ia pergi meninggalkan namja itu yang hanya menatap punggungnya sedih. “Sial! Aku ditolak lagi.” Ia menggaruk rambutnya frustasi.

Hari tersial. Krystal terlambat. Tapi ia tidak sendirian yang terlambat. Ada seorang yeoja yang kini juga terlambat. Yaitu, Park Hyena. Krystal mendekati Hyena. Dan menyenggol bahu Hyena dengan sengaja. “Upss, tidak sengaja.” Hyena hanya mendengus kesal.

Kenapa Kai tidak membangunkannya? Alhasil dia terlambat hari ini kan. Mereka berdua mendapatkan hukuman membersihkan toilet yeoja dan namja. 

Saat membersihkan toilet yeoja, Krystal menyiram tubuh Hyena sampai basah kuyup. “Aku benci padamu! Tak seharusnya kau menikah dengan Kai, wanita jalang!” Hyena hanya tertawa menanggapi ucapan Krystal. Sebenarnya apa maumu, Jung Krystal? Ingin berkelahi denganku, eoh? batin Hyena.

Depan toilet yeoja pun ramai oleh murid-murid. Menyaksikan dua orang yeoja yang sedang berkelahi. Kai dan teman-temannya yang sedang lewat pun dibuat penasaran. Mereka menerobos keruman murid.

“Diam kau yeoja gila!!”

“Kau yang diam yeoja club!!”

Mereka berdua saling mengjenggut rambut satu sama lain. Kai dan teman-temannya tidak tinggal diam. Mereka memisahkan dua orang itu. Kai memeluk Hyena, dan membawanya menjauh dari Hyena.

“Bahkan sekarang kau bisa melakukannya didepanku, eoh?”

“YAKKKK!!!”

Hyena berlari kearah Krystal dan kembali mereka berjenggut-jenggut rambut. Krystal yang tak mau kalah pun melancarkan aksinya menendang kaki Hyena. Begitu juga dengan Hyena, ia semakin menarik rambut Krystal.

“Awhh–sakit, bodoh!” Krystal berteriak tidak jelas. Kai, Luhan, Suho, Sehun, Baekhyun, Chanyeol tidak tinggal diam. Mereka berusaha memisahkan dua yeoja labil itu.

“Dasar aneh! Lihat saja akan kuadukan kau kepada Myungsoo, sialan!” Teriak Krystal meninggalkan toilet yeoja itu dan Hyena.

Hyena mendengus sebal. Yang memulai ini semua adalah Krystal. Jadi ia tidak salah sama sekali. Terlihat Kai menatapnya tajam. “Kenapa kau bertengkar?!?” Sorot mata Kai menandakan bahwa ia marah kepada Hyena.

“Kau. Ini karena kau, Kai!” Hyena menghentak-hentakkan kakinya. Lalu, pergi meninggalkan Kai dan teman-temannya.

“Sudah tahu kami bertengkar karena merebutkan kau! Hari ini aku benar-benar sial!” Hyena menjenggut rambutnya frustasi. Kai menghampiri Hyena, dan merangkul bahu Hyena.

“Ayo, kita kembali kekelas. Waktu istirahat sudah habis.” Ujar Kai merangkul Hyena. “Tapi aku sedang dihukum.” Jawab Hyena.

“Hukuman-mu sudah selesai. Tadi aku meminta saesoengnim untuk mengizinkan-mu agar bisa kembali ke kelas.”

Hyena melepaskan rangkulan Kai. Dan berjalan mendahului Kai. Hyena benci dengan Kai. Seharusnya ia tahu ini didepan umum. Tidak seharusnya mereka bermesra-mesraan di koridor sekolah. Kai hanya tertawa melihat Hyena berjalan mendahuluinya.

Sehun baru tahu kalau Sokyung satu sekolah dengannya. Lantas ia mengikuti Sokyung seperti saran Baekhyun padanya. “Itu hal bagus, Sehun. Kau ikuti saja ia kemanapun, sama sepertiku. Kuharap yeoja itu akan menyukaimu, yaa..”

Sehun menatap Sokyung yang berada di belakang sekolah sembari menggunakan headset-nya. Matanya terpejam. Seperti menikmati alunan lagu tersebut. Rasanya ingin mendekati Sokyung, tapi Sehun takut untuk mendekati Sokyung.

Gugup. Itu kata yang tepat untuk dirinya. Ia gugup jika berada didekat Sokyung. Jika Sehun tahu, Sokyung juga merasakan hal yang sama. Ia juga merasa gugup jika berada didekat Sehun walaupun ia jarang bertemu dengan Sehun.

Akhirnya, Sehun memilih meninggalkan Sokyung yang sibuk dengan alunan musik yang ia dengar. Sokyung tahu jika ia diikuti oleh Sehun. Dia tahu semua itu. Karena ia berpura-pura sedang mendengar musik. Ia membuka headset-nya, dan menatap punggung Sehun yang menjauh darinya. “Maaf..” Lirihnya menundukkan kepalanya. “Aku takut.”

Hyena bosan mendengar soesaengnim menjelaskan materi yang akan keluar disoal ujian akhir. Ia tahu soal dan jawaban ujian akhirnya. Masa depan. Ya, dia terkadang mempunyai otak licik juga. Memanfaatkan kemampuannya untuk itu semua.

Sebenarnya tanpa ia melihat ke masa depan. Dia juga bisa mengerjakan soal itu semua. Sombong. Hyena memang sombong akan hal itu. Ia kembali menegakkan kepalanya dan melihat soesaengnim yang masih saja mengocehkan hal yang membosankan baginya. Fisika. Hyena benci fisika. Dan kebetulan dia tidak ahli dalam fisika.

Waktu begitu lama bagi Hyena. Coba dia mempunyai kemampuan mengontrol waktu. Demi apapun, dia akan menjadi superhero kalau itu benar-benar terjadi. Tapi tentu ia tidak bisa. Bahkan ia juga tidak percaya kalau ada orang yang bisa mengontrol waktu.

Baru 10 menit saja rasanya bosan sekali. Lebih baik dia bolos pelajaran, dan duduk diatap sekolah. Menikmati teriknya sinar matahari, angin yang berhembus kencang yang membuat roknya terbuka. Kicauan burung yang indah, sangat menyenangkan kalau ia bisa hidup bebas kemana saja.

Hyena membulatkan matanya. Ia melihat Kai yang tersenyum kearahnya, tapi mengapa Kai berada didepan kelas Hyena. Sial! Halusinasi Hyena memang benar-benar sudah tidak baik. Ia mengucek matanya berkali-kali. Bertanya ini hanya halusinasinya atau memang nyata?

“AAAAA!”

Hyena kesal karena Kai menganggu waktu belajarnya dan malah ada didepan kelas. Semua murid menatap kearahnya, termasuk soesaengnim. Wae?, batin Hyena.

“Nona Hyena, silakan keluar dari pelajaran saya jika anda hanya melamun saja.” Hyena berdiri dan berjalan keluar kelas. Ada rasa senang bisa bolos pelajarannya, tapi ada rasa kesal juga ia diusir dari kelas. Ini semua karena Kai. Hari ini ia sial karena Kai. Mulai dari terlambat sekolah, dihukum membersihkan toilet, menganggu pikirannya, dan sampai ia dipersilakan keluar dari kelas Fisika.

Kai dan Sehun sama-sama bolos pelajaran hari ini. Mereka berdua berjalan dengan santainya menyusuri koridor sekolah. Memang benar-benar anak nakal mereka sampai membolos pelajaran. Sama-sama memasukkan tangan ke saku celana. Berjalan dengan angkuh, dan sombongnya. Mata mereka menangkap yeoja mereka masing-masing. Kai menatap Hyena yang sedang berdiri diluar kelas. Dan Sehun yang melihat Sokyung mengambil buku diloker.

“Kai-ah, kau lihat yeoja yang sedang mengambil buku didalan lokernya?” Tanya Sehun dan dibalas anggukkan oleh Kai.

“Dia cantik, bukan?” Sehun kembali bertanya kepada Kai. Kai menoleh kearah Sehun, “Tidak ada yang lebih cantik dari Hyena.” Sehun mendengus sebal. Semenjak Kai bercerita kalau ia sudah menikah. Ia menjadi terang-terangan bicara tentang isi hatinya pada teman-temannya.

Cih, aku tahu kau sudah menikah.” Mereka berdua tertawa, membuat dua yeoja yang mereka perhatikan menatap kearah mereka. Malah Sehun melambaikan tangannya kearah Sokyung, Sokyung hanya diam menatap Sehun heran.

Sedangkan, Kai dan Hyena hanya saling bertatap-tatapan saja. Hyena berhenti menatap Kai, dan menundukkan kepalanya. Lagi-lagi jantung mereka bekerja lebih cepat lagi. Sepertinya, Hyena dan Kai harus memeriksa ke dokter tentang penyakit mereka berdua.

Sehun menepuk pundak Kai, dan berjalan kearah Sokyung. Kai menghampiri Hyena. Hyena dapat melihat sepatu Kai yang sudah tepat berada didepannya. “Kenapa tidak masuk?” Tanya Kai selembut mungkin dan jangan lupa, senyuman manisnya yang membuat para yeoja berteriak.

“A–akku.. di-dihukum..” Kenapa tiba-tiba Hyena gugup begini? Bukannya mereka sudah sering bersama akhir-akhir ini? Hyena benar-benar sudah hilang akal sehatnya. Bagaimana bisa dia gugup seperti ini?

“Ayo, kita ke kantin saja! Kajja!” Kai merangkul bahu Hyena, lagi-lagi Hyena melepaskan rangkulan Kai. “Jangan sentuh aku.” Ujar Hyena berjalan mendahului Kai. Hey! Sepertinya ada yang salah dengan Hyena hari ini. Ya kalian tahu kan penyebabnya? Kai. Orang itu penyebabnya.

Myungsoo mengambil lampu dimeja nakasnya, lalu melemparkannya ke dinding kamarnya. Sial! Dia benar-benar sial! Tak seharusnya ia pulang, ia hanya ingin membawa Hyesoo. Ingat!

HANYA INGIN MEMBAWA HYESOO PERGI DARI TEMPAT TERKUTUK INI! TIDAK LEBIH.

“Aku harus bisa.”

-TBC-

Note : Wuahhh akhirnya chap ini selesai jugaa nih. Huahuaaaa aku seneng banget sama respon kalian semua. Jadi semangat nih buat ff ini!! Dan hadiah buat reader ‘The Erratic’. Chap ini sengaja aku percepet karena kalian udah ngeasih respon yang baik. Kalo respon ini bagus lagi, aku janji bakalan dipercepet lagi postingannya. Gomawo~

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

27 thoughts on “The Erratic (Chapter 5) #IntroduceOthersCasts

  1. Bisa gk sih kehidupan kry myung di hilangkan wkwkwk
    Bikin esmosi aja ..

  2. setuju ma laychen krys ma myung bikin darah tinggi tapi mungkin entar kalo dah ending……kekekeke
    mereka gk da capek” nya pengen ngedapetin hyena ma kai…padahal dah sama” saling mencintai tapi masih malu malu
    baek sama sehun kayaknya mesti banyak bersabar buat dapetin cewek baekhyun agresif sehun penakut

  3. Oh jadi kelakuan krystal sama myungsoo nyebelin kaya gitu karena faktor keluarga, udah lah… Ikhlasin aja kai sama hyena =))
    Krystal sama myungsoo aja
    Next chap thor….. Makin penasaran nih

  4. kebanyaka moment krystal sama myungsoonya -_- coba sehun berani ngungkapin perasaannya ckck hyena sama kai masih gengsi udah nikah juga wkwk makin kereeeen aja ini ceritanya >_< penasaran deh kyak apa endingnya 🙂

  5. ini baru awal sih jadi konfliknya masih sedikit2. paling greget ama myungsoo krystal doang. ditambahin dong konfliknya kai ama hyena xD hahaha biar makin greget aja gituh xD hehehe kok jadi aku yang ngatur sih. hehe mianhae~~ lanjutkan thor~ fighting!

  6. akhhh aku selalu kesel kalau udah liat krystal sama myungsoo

    akhhhhh buat hyen sama kai bahagia yahh thorrr

    happy endinggg

    cerita nya makin seru

    dan makin penasaran

    ayoo di lanjut

    di tunggu kelanjutan nya

  7. Kang nami siapa thor??
    Itu hyena bsa brntem juga?
    Kirain pndiem thorr ..
    Hehhehekeepwriting

  8. Keren thor, pengennya happy ending pokoknya.

  9. Haaaaaa Myungsoo-Krystal apaan sih ganggu Kai-Hyena mulu-__-” udahlah ya, mending kalian aja gih yg jadian sana, jgn ganggu rumah tangga orang lain terus :3 ey ey ey Hyena masih malu2 ya kalo deket Kai gt wkwk, ucul bgt mereka berdua pls><
    Daebak kak! 😀

  10. joaaa thor…
    kpn adegan si hyera hamil???^^

  11. Huaaaa… Ffnya Ddaebak banget. Aku suka deh bacanya. NEXT!!

  12. Author aku suka baca Ffnya!!
    Fighting yah!!!

  13. author yg semangat yah lanjutin ff nya..
    qu suka:)

  14. Haha ..
    Hyena yg sabar yh ^^
    Hukuman itu lumayan mengasyikan kok ^.^ haha..

  15. myungsoo krystal tu nyebelin bgt..
    tapi kalo dlhat dri kluarganya kasihan..

  16. Kshan jga ya khdpan klrga myung dan krys. Tp mereka gk perlu jg misahin kai dan hyena. Aduh s hyena malu2 iih

  17. siapa cobak yg gak gugup kalo ada di deket namja tampan nan mempesona kayak sehun dan kai,,
    enak ya jadi hyena
    next chap izin baca ya author nim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s