Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

The Erratic (Chapter 7) #TheSecretPlace

31 Comments

theerraticc

Tittle : The Erratic

Cast : Kim Jongin/Kai || Park Hyena

Genre : School life || Romance || Fantasy || Marriage Life || Action

Author : Sashka (@sashagani)

Rate : PG-17

Length : Chaptered

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC milik saya. No Plagiat! 

Sumarry : Aku mencintaimu, tapi aku takut.

Kai berjalan kearah kelasnya. Hyena menyuruhnya untuk kembali ke kelas, karena Hyena sudah merasa lebih baik. Tetap dengan gaya kerennya, Kai berjalan ke kelas. Untung saja kelasnya sedang tidak ada soesaengnim. Jadinya dia tidak perlu repot-repot mendengar ocehan soesaengnim menyebalkan.

Kai duduk disebelah Baekhyun. Membuat sang empuh terkejut atas keharidannya. “Kau mengkagetkanku saja, Kai-ah.” Kai hanya menatap sekilah Baekhyun, dan menatap kedepan lebih tepatnya ke arah Sehun yang sedang menundukkan kepalanya.

“Kau kenapa, Sehun-ah?” Tanya Kai yang berusaha melihat wajah Sehun. “Kai-ah, ajarkan aku cara menyatakan cinta kepada seorang wanita.” Sehun memohon dengan puppy eyes-nya. Kai tertawa, ternyata hanya karena dia tidak berani mengungkapkan perasaannya?

“Gampang. Kau hanya bilang saja kepadanya, bahwa kau menyukainya. Tapi bawa dia ketempat yang romantis. Dan beri dia sesuatu yang romantis atau yang ia suka.” Sehun mengangguk mengerti. “Kalau kuberi cincin, apa itu romantis?” Kai mengangguk.

Gomawo, Kai-ah.” Ujar Sehun dan berusaha memeluk Kai. Kai dengan cepat menghindar dari Sehun, Sehun mendengus sebal kepada Kai.

“Kau tidak ingin pelukkan terimakasih dariku?” Kai menggeleng, dan masuklah soesaengnim kedalam kelas mereka. Sontak Sehun kembali duduk ditempatnya, dan menatap lurus kedepan.

Baekhyun menyenggol lengan kiri Kai, membuat Kai menoleh kearah Baekhyun. “Bagaimana hubunganmu dengan ISTRI-mu itu?” Bisik Baekhyun dan sedikit penekanan di kata ‘istri’.

“Baik, kami sangat baik.” Balas Kai membisikkan Baekhyun. “Aku iri padamu. Aku ingin cepat menikah.” Baekhyun menjauh, dan kembali menatap kedepan. Kai hanya menggeleng-geleng melihat tingkah Baekhyun.

Hyena sedari tadi menatap ponsel-nya menunggu jawaban dari Jung Ahjumma. Sebenarnya ia sangat penasaran, kemana Jung Ahjumma akan mengajaknya pergi? Kenapa butuh 2 hari?

Hyena pun turun dari ranjang UKS, dan berjalan keluar ruang UKS. Lagi-lagi ia izin jam pelarajan pertama dan kedua. Lalu, apa yang harus ia lakukan sekarang? Berdiam diri didepan kelas? Atau pergi ke kantin? Atau apa?

Hyena berjalan menyusuri koridor sekolah. Ia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan saja. Daripada tidak ada kerjaan, lebih baik ia membaca buku diperpustakaan.

Hyena memilih buku novel apa yang akan ia baca. Menurutnya, buku yang bergenre fantasy menarik. So, dia memilih duduk yang berada paling pojok diperpus ini. Dan mulai membaca novel-nya dalam diam. Membaca dengan serius. Merasakan setiap patah kata didalam novel itu.

Ceritanya sangat menarik bagi Hyena. Sebuah cerita tempat rahasia yang tidak ada yang mengetahuinya, kecuali orang tertentu. Hyena membacanya dengan sangat serius. Apalagi, mungkin dalam waktu satu jam. Novel ini selesai ia baca.

Hyena merasa aneh. Ya, aneh. Seperti ada yang mengawasinya sejak tadi. Ia diam-diam mengintip dari balik novel-nya. Dan ia menyipitkan matanya untuk memperjelas siapa yang mengawasinya sejak tadi.

“Kris?”

Orang itu tiba-tiba langsung menghilang. Hyena menutup novel-nya, dan kembali membalikkan novel itu ketempat semulanya. Keringatnya turun melewati pipi putihnya. Yang ia lakukan juga hanya berjalan kesanakkemari, lalu mengulangi-nya lagi.

Kenapa pria itu ada disini? Bagaimana bisa? Seharusnyakan…

Hyena mengacak rambutnya frustasi. Seharusnya tidak begini. Kenapa? Kenapa bisa? Tidak! Tidak! Tidak boleh ia kembali kehidupan Hyena lagi! Hyena muak dengannya.

Krystal duduk dibelakang sekolah sembari mendengarkan musik. Benar-benar anak nakal. Buktinya ia tidak masuk kelas lagi. “Hey!” Krystal tak mendengar panggilan seseorang yang berada disampingnya. Orang itupun menepuk pundak Krystal.

Krystal melepaskan headsetnya, “Ada apa kau kemari?” Tanya Krystal yang kini duduk menghadap kearah orang tersebut.

“Mulai besok aku akan menggantikan Appa-ku. Dan kau, harus berusaha mendapatkannya dengan caramu sendiri.” Krsytal membulatkan matanya dan menoleh kearah orang tersebut–Myungsoo.

Wae?”

“Tentu saja karena aku sibuk. Dan mulai sekarang, aku menyerah untuk mendapatkannya.” Myungsoo menghela nafasnya berat. “Karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menjadi milikku.” Krystal membulatkan matanya kearah Myungsoo

Myungsoo, apa kau gila? Kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita hanya harus lebih berusaha, dan aku yakin kita pasti akan mendapatkannya.

“Krystal, kuingatkan padamu. Lebih baik kita pergi saja. Jangan menganggu kehidupan mereka. Karena mereka sudah terikat, dan takkan pernah terpisah.” Krystal kesal dengan Myungsoo. Kenapa bisa Myungsoo berfikir seperti itu? Apa dia gila? Atau apa?

“Tidak! Aku akan berusaha! Kalau kau ingin menyerah, menyerahlah. Tapi aku tidak akan.” Bentak Krystal meninggalkan Myungsoo. Myungsoo hanya menghela nafasnya menatap punggung Krystal yang menjauh.

“Anak itu susah sekali diberitahu. Lebih baik menyerah dari sekarang, daripada sakit lebih dalam lagi.”

Hyena tahu ia masih ada disekitar disini. Hyena memilih untuk pergi keatap sekolah. Memikirkan apa yang harus ia lakukan. Sejak tadi ia hanya menggerutuk dalam hati. Sesekali mengacak rambutnya frustasi.

“Kenapa? Kau takut aku kembali, Hyena-aah?

Bisikkan itu membuat Hyena memutarkan tubuhnya. Tapi nihil, tidak ada orang sama sekali. Ia mencari asal suara itu. Bisikkan itu terus menggenang ditelinganya.

“Hahaha, kau benar-benar takut, sayang.

Lagi-lagi kaki Hyena melemas. Ia terjatuh sembari menutup kedua telinganya. Cukup sudah ia tersakiti. Cukup! Ia tidak ingin lagi! Satu kali sudah ia rasakan, jangan sampai kejadian terdahulu kembali terjadi. Ia tidak mau! Ia tidak mau mimpi buruk itu datang lagi.

“Pergi kau! Aku membencimu!” Teriak Hyena sembari menutup telinganya.

“Tidak, kau tidak membenciku, tapi kau mencintaku sayang.”

Hyena menintikkan airmata-nya. Ia takut. Ah bukan, ia benci kepada orang tersebut. Benci! Ia tidak ingin melihat wajah seorang pengkhianat! Ia teringat saat orang tersebut menyakitinya. Ia benar-benar tak habis pikir dengan orang tersebut.

Dendam. Hyena sempat dendam terhadap orang tersebut. Tapi lama kelamaan dendam itu hilang. Ia tidak lagi dendam kepada orang tersebut. Menganggap semuanya tidak pernah terjadi. Tentunya bukan hal mudah baginya.

“Jangan menangis. Aku tidak suka melihat seorang wanita menangis.

Hyena semakin menutup telinganya, “Kumohon pergilah. Aku membencimu!” Hyena bangun dan berlari kearea sekolah. Sekarang sudah jam istirahat. Ia menuruni tangga dengan tergesah-gesah. Seperti ia sedang dikejar oleh setan. Tapi kali ini lebih dari setan.

BUGH!

Tidak sengaja Hyena menabrak tubuh seseorang. Hyena membungkuk maaf, dan kembali berlari kebelakang sekolah. Orang itu menatap Hyena heran. Ini Hyena, kan? Kenapa ia?

Tanpa basa-basi Kai mengejar Hyena. Mendorong orang yang menghalangi jalannya. Yang ada diotaknya hanya, ‘Ada apa dengan Hyena?’ ‘Kenapa?’ ‘Ada sesuatu yang aneh.’

Kai dapat melihat punggung Hyena yang membelakanginya. Tubuhnya bergetar. Berdiri disebelah pohon, tangan kannannya bertumpu pada pohon. Tangan kirinya untuk mengusap airmatanya. Kai berjalan mendekati Hyena. Ada rasa ragu-ragu untuk menghampiri Hyena. Tapi kenapa ragu? Bukankah kau ini suaminya?

“Hyena-aahh. Ada apa?” Tanya Kai tepat dibelakang Hyena. Hyena berbalik, dan langsung memeluk tubuh Kai. Mendekap tubuh Kai erat. Sekarang ia tidak takut. Ia tidak sendiri lagi. Ia punya Kai sekarang. Jadi, kenapa harus takut.

Kai mengusap airmata Hyena dengan ibu jarinya. “Jangan menangis.” Kai mengelus rambut Hyena. Hyena berangsur mendekat ke tubuh Kai. Kai menerima itu dengan senang hati, dan membalas mendekap Hyena.

Hyena berhenti menangis. “Kenapa kau menangis?” Tanya Kai sembari mengelus rambut Hyena. Hyena menggelengkan kepalanya, dan kembali mendekap Kai lebih erat lagi. “Kau sudah makan?” Hyena menggeleng, “Kalau begitu, kita ke kantin saja.” Kai menggenggam tangan Hyena.

HYENA POV

Aku malu kalau seperti ini. Tatapan tidak suka diarahkan kepadaku. Mereka semua menatap kearahku. Bahkan aku tidak tahu kenapa mereka menatapku seperti itu. Seperti, tatapan yang ingin menerkamku. Aku penasaran apa yang mereka lakukan.

Bagaimana bisa dia duduk disebelah Kai Oppa?

Mwo? Dia duduk bersama Kai Oppa? Pupus sudah harapanku.

Heh jadi itu? Rasanya aku ingin tertawa. Hey! Aku hanya duduk disebelahnya saja. Lagian juga wajarkan kami sudah menikah. Aku lupa, kalian kan belum tahu kalau aku sudah menikah.

“Ada apa?” Tanya Kai, sontak aku menatap kearahnya. Aku bahkan tidak mendengar apa yang ia katakan. Aku terlalu sibuk denga pikiranku.

Ne?” Kai menggeleng dan kembali makan. Aku tidak nafsu makan sama sekali. Padahal aku hanya sarapan roti saja tadi pagi oleh Eomma.

“Kai-ah.” Sontak aku dan Kai mencari orang tersebut yang memanggil Kai. Teman-teman Kai? Mati aku. Mereka kan belum tahu aku siapa? Bagaimana kalau mereka? Yaa, aku harus pergi. Yayaaa aku harus pergi sekarang.

“Halo istri tercinta Kai, nyonya Kim.” Mataku membulat sempurna. Menatap kearah Kai, Kai hanya mengedikkan bahunya. Aku tersenyum kearah mereka semua. Aku malu. Sangat malu. Apalagi, tatapan sekitarku yang menatap tidak suka.

“Yak! Mentang-mentang kau sudah mulai mengumbar-umbar kemesraan kalian. Kami dilupakan, Kai-ah. Kau jahat.” Aku terkejut saat teman Kai namanya… ah aku tidak tahu, ia berteriak kearah Kai dengan sangat kencang. Bagaimana kalau mereka semua dengar? Dasar pria bodoh! Aku sempat membaca pikiran salah satu siswa yang tidak berada jauh dari kami.

Kai Oppa dengan wanita aneh itu punya hubungan spesial?

Omo! Kai Oppa jangan!

Bagaimana bisa? Huaaa aku sedih

Berlebihan sekali mereka. Aku hanya diam sembari menundukkan kepala. Aku terlalu malas untuk ikut dalam pembicaraan para pria ini. Aku tidak mengerti apa yang mereka katakan atau bicarakan ini.

“Hyena-ssi!” Panggil salah satu teman Kai, aku pun menoleh kearahnya. Tatapan mereka semua tertuju kepadaku. “Bagaimana Kai? Apa kau mencintanya?” Aku mengangguk ragu. Kenapa mereka menatapku semua, sampai Kai juga.

Ne?” Mereka semua membuang nafas kasar. Apa ada yang salah denganku? Aku hanya menjawab pertanyaan mereka. “Bagaimana kalau urusan ranjang?” Aku membulatkan mataku, apa-apaan ini? Kenapa mereka bertanya tentang privasi kami?

“Kenapa kalian bertanya hal itu, eoh? Tentu saja itu privasi kami berdua.” Aku menghela nafas. Untung saja Kai cepat menjawabnya. Sesuana disini berubah. Kenapa mereka bertanya tentangku dan Kai terus?
“Sudah. Kalian membuat istriku pusing.” Istri? Kenapa rasanya seperti ada aliran listrik menjalar ketubuhku saat ia menyebutkan kata itu. Ah aku rasa pipi sudah merah merona. Benar-benar dibuat malu diriku.

Aku kembali ke kelasku. Hari ini ada pelajaraan sejarah lagi. Betapa senangnya diriku saat hari ini akan kembali belajar sejarah. Mendengarkan dengan serius. Aku harus benar-benar mendengarkan cerita soesaengnim.

Menceritakan sejarah kerajaan yang ada di Korea dulu. Aku sangat suka bagian cerita ini. Saat soesaengnim menjelaskan siapa raja saja Korea dahulu. Sudahlah aku ingin belajar.

Selesai jam sejarah. Aku freeclass sampai pulang sekolah. Dari pada tidak ada kerjaan. Lebih baik aku hubungi Jung Ahjumma. Aku permisi izin ke toilet. Sampai ditoilet, aku mengeluarkan ponsel-ku.

“Ahjumma..”

“……..”

“Jam berapa aku ketempat Jung Ahjumma?”

“…………..”

“Hah? Pulang sekolah? Baik baik. Tunggu saja aku , Ahjumma.”

“……………..”

TUTT..

Aku membawa tasku, dan pergi ke atap sekolah. Duduk dan menatap langit biru, walaupun teriknya matahari. Burung-burung berterbangan disekitar gedung sekolah. Disini lebih nyaman. Aku menyukai tempat ini. Tempat favoritku.

“Apa kabar, Hyena sayang?”

Suara itu lagi. Kumohon pergi, menjauhlah dariku. Aku tak ingin mendengar suaramu. Jadi… pergilah. Aku tak menginginkan keberadaanmu. Aku bangkit, dan menatap kesekelilingku. Mana dirimu? Tunjukkan keberadaanmu! Aku tidak takut.

GREEPP..

Tanganku ditarik olehnya. Tangannya yang lebih besar dariku pun menarikku kedalam pelukkannya. “Aku merindukanmu.” Suara itu, suara yang tak ingin kudengar lagi. Tangannya, tangan yang tak ingin kurasakan lagi sentuhannya.

Aku menatap kearah wajahnya yang lebih tinggi dariku. Ia tersenyum? Senyuman yang tak ingin kulihat lagi. Senyuman yang sangat ku benci. Apalagi orangnya, aku tak ingin melihatnya. “Jadi benar, kau juga merindukanku kan?” Aku mendorong tubuhnya menjauh.

Ia masih sempat mengeluarkan smirk evil-nya. Aku tersenyum menggejek. “Jangan harap! Aku tidak pernah merindukanmu.” Aku berjalan mengambil tasku, dan meninggalkannya.

“Tak secepat itu kau pergi.”

CUP~

Aku membulatkan mataku. Apa-apaan ini? Aku berusaha mendorong tubunya. Tapi sayang dia lebih kuat tenaganya dariku. Aku terus mendorongnya, dan BUGH!

“Jangan ganggu dia, brengsek!” Kai? Dia datang dan memukul orang itu? Aku tersenyum, dia masih ada untukku. Kai menarik tanganku dan membawaku ke parkiran. Memasukkanku paksa kedalan mobil. Ini masih jam pelajaraan. Mau bawaku kemana coba?

Saat didalam mobil juga hening. Kai hanya fokus menyetir, dan aku? Aku menata keluar jendela seperti biasa. Sekilas aku menatap ke Kai. Sorotan matanya, menandakan ia sedang menahan marah. Ia marah? Kenapa? Apa karena aku? Yaaa kenapa aku begitu bodoh!

Saat dirumah, ia juga mendiamkan ku. Ia langsung masuk kedalan kamar. Lebih baik ia siap-siap untuk pergi bersama Jung Ahjumma. Tapi, sebelumnya aku harus minta izin kepada Kai dulu. Kulihat ia sedang merebahkan dirinya diatas kasur.

“Oppa..” Panggilku yang hanya dijawab dengan gumamnya saja. “Hari ini dan besok aku akan pergi bersama Jung Ahjumma, boleh kan?” Ia menoleh kearahku, dan.. kembali bergumam. Aku pun berjalan ke lemari pakaian, dan menyiapkan semua yang aku butuhkan.

Selesai. Sebelum berangkat, aku akan makan dulu. Aku benar-benar lapar, perut ini terus memintaku untuk diisikan sesuatu. Saat dimeja makan, Kai Oppa juga hanya diam. Tak sedikitpun menatap kearahku. Mengacuhkanku? Baiklah. Kita lihat siapa yang akan minta maaf.

“Oppa, aku jalan dulu ya.”

“Hmm..”

Jung Ahjumma menertawakanku saat aku bercerita tentang Kai marah kepadaku, sebab orang aneh itu menciumku. “Ahjumma, kenapa menertawakanku? Tidak ada yang lucu disini.”

“Kau tahu, yang salah itu adalah kau. Seharusnya, kau saat itu mendorongnya dengan sekuat tenaga. Dan bukan terbawa oleh ciumannya.”

“Cepat Ahjumma, aku ingin cepat sampai.”

Aku tidak tahu, Jung Ahjumma akan membawaku kemana. Tapi, aku yakin ini sangat jauh. Bayangkan saja dari tadi Jung Ahjumma membawaku memasukki hutan, dan hanya membuat kita semakin lebih masuk kedalam hutan.

Hari sudah mulai gelap. Bukankah menyeramkan jika hutan pada malam hari. “Ahjumma, sebenarnya kita kemana? Sejak tadi kita hanya masuk ke dalam hutan yang membuat kita akan semakin tersesat.”

“Sebentar lagi kita sampai.” Sampai? Sudah lama kita jalan, tapi tidak sampai-sampai. Aku capek harus jalan terus. Mana hari sudah gelap. Menyeramkan disini.

“Kita sampai.”

Sampai? Ini tidak ada apa-apa. Hanya ada pohon besar, serangga kecil dan serangga besar. Bunyi kicauan burung. Sampai? Sampai dimana? Ditengah hutan? Lalu tersesat? Aku belum ingin mati.

“Kita tidak akan mati, Hyena-ah. Cepat tutup matamu.” Aku menatap heran Jung Ahjumma. Sekarang tutup mata? Lalu apa nanti apa lagi? Aku pusing, pusing, dan pusing.

“Cepat tutup matamu saja.” Aku pun memejamkan mataku. Serasa ada hawa yang aneh. Tetap pejamkan matamu, Hyena. Tidak usah membuka matamu. Yang ada Jung Ahjumma akan menarahimu habis-habisan karena tidak menurut kepadanya.

“Buka matamu.” Perlahan kubukan mataku. Dimana aku? Tempat inu aneh? Tidak, tidak!

Tempat ini, tempat yang tadi kubilang tidak ada apa-apa, kan? Tapi.. Kenapa semuanya berubah. Tempat ini jadi aneh. Banyak orang-orang disini. Banyak orang yang bentuknya aneh disini. Banyak yang berbeda disini.

“Young-ah, kemarilah.” Siapa lagi yang memanggil Jung Ahjumma? Lagi-lagi Jung Ahjumma meninggalkanku, dan berlari kearah orang yang memanggil. Lalu aku? Aku menatap sekeliling tempat ini. Sampai.. Ada seseorang yang mengangguku.

“Hey, apa kau baru sini?” Orang ini sok kenal sekali denganku. Lihat saja orang ini aneh. Telinganya panjang, tubuhnya tegak dan tinggi. Bentuk tubuhnya keren, tapi telinganya? Aneh.

“Aku kaum tarrycania. Sih telinga panjang.” Aku menoleh kearahnya. Dia tersenyum, konyol? Apa-apaan ini? Tempat apa ini? Aneh! Semuanya disini aneh. Aku harus menghampiri Jung Ahjumma sekarang. Ada yang salah dengan tempat ini. Aku harus pergi.

GREEPP

“Kau tak boleh mengganggu Youngae. Youngae, menyuruhku untuk menemanimu disini.” Kenapa Jung Ahjumma jahat sekali denganku. “Ohiya, perkenalkan namaku Luke Kim.” Aku mengangguk, dan memberinya tersenyum paksa karena aku merasa aneh padanya.

“Lihat ada ekor ditubuhmu. Dan ekormu lebih indah dari semua kaummu.” Aku membulatkan mataku. Apa ekor? Apa maksud ekor? YaTuhan, katakanlah bahwa ini hanya mimpi. Bangunkan aku sekarang YaTuhan. Karena penasaran, aku melihat kebelakang. Dan….

“AAAAAAAA!!”

Ini benar-benar mimpi buruk. Benar-benar mimpi buruk. Anggap ini mimpi. Ini hanya mimpi Hyena! Jangan pernah. Ini hanya halusinasimu saja. Yaa, ini halusinasimu saja.

“Ada apa, Hyena?” Aku menunjuk kearah bokongku. Jung Ahjumma tertawa? Ini aneh. Hello.. Disini ada masalah Jung Ahjumma. Ada yang salah disini. “Sepertinya aku harus menjelaskanmu banyak hal disini. Luke, ayo antar kami.”

Tubuhku lemas. Mungkin karena aku berjalan kedalam hutan tadi. Dan sekarang apalagi? Tempatnya berubah menjadi tempat, modern? Ah aneh. Benar-benar aneh. Satu kata yang akan ku keluarkan sekarang hanya, ANEH!

Sekarang aku juga tidak tahu mereka membawaku kemana. “Youngae-ah, kemarilah. Aku punya cara baru. Cepat!” Jung Ahjumma dan Luke menghampiri orang tersebut, aku ditinggal lagi? Ani! Luke menghampiriku, dan menarik tanganku untuk mengikuti Jung Ahjumma.

“Aku bawa anak baru. Ini pertama kalinya ia kemari. Tapi, kemampuaannya adalah masa depan.” Aku tak mengerti apa yang mereka ucapkan.

“Luke, apa kau mengerti?” Luke mengangguk, apa disini aku seorang yang tak tahu apapun. “Hyena, ikut Han Ahjussi. Ia adalah ketua kaum masa depan. Selesai kau bisa temui Luke, dan Luke akan mengantarkanmu ketempatku berada.” Aku mengangguk dan mengikuti Han Ahjussi itu.

Sampai. Tak hanya aku dan Han Ahjussi saja disini. Ada sekitar 50 orang disini? Lumayan banyak. “Perkenalkan, ini Park Hyena. Ini kali pertamanya ia disini. Jadi, kumohon kalian untuk memberitahunya.” Aku tersenyum kearah mereka semua. Benar. Mereka semua mempunyai ekor. Ekorku paling bagus, karena berwarna putih. Dan lainnya? Berwarna coklat atau hitam.

Aku tidak tahu apa yang aku lakukan nanti atau sekarang ini. Aku masih bingung. Aku masih setengah sadar. Mereka semua kemasa depan? Untuk apa? “Untuk mengasah kemampuan mereka. Kau harus ikut mengasah Hyena.” Aku terkejut saat Han Ahjussi ada disampingku. Lalu aku mengangguk dan tersenyum.

Aku mengikuti mereka semua. Duduk dilantai dan memejamkan mata. Aku ikut memejamkan mata. Ayo kita ke masa depan!

BUGH!

Gelap. Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, tapi nihil. Tetap gelap. Dimana aku?

KLEEKK.

Suara pintu terbuka. Terlihat seorang pria dan wanita. Kai Oppa? Dan Krystal? Untuk apa? Aku bangun dan berdiri yang tidak jauh dari keberadaan mereka.

“Jadi kau benar-benar menginginkannya?” Tanya Krystal, dan Kai mengangguk. “Kenapa menginginkannya? Hyena tidak melakukan itu terhadapmu?” Tanya Krystal lagi, Kai berdecak kesal.

Kau tahu. Aku seperti orang bodoh. Memperhatikan mereka berdua. Yaampun, sebenarnya apa yang mereka lakukan? Aku benar-benar tidak tahu.

DEG!

Kai mencium Krystal? YaTuhan, apa ada yang salah? Hati ini, kenapa rasanya sakit? Seperti ditusuk beribu-ribu jarum. Ditusuk tanpa ampun. Air mataku sudah ada dipelupuk mata. Aku tak tahan. Ini benar-benar menyakitkan. Sangat sakit.

Aku melihatnya. Melihatnya melakukan itu bersama Krystal. Dan.. Aku mengintip dari balik pintu. Aku menatap wajahku–Hyena Masa Depan–di balik pintu yang sedang terkejut. Sama sepertiku, ia–Hyena Masa Depan–juga menangis, menutup mulutnya dengan punggung tangan. Sakit. Itulah yang aku rasakan sekarang.

Lalu, ia–Hyena Masa Depan–berjalan masuk dan menghampiri Kai dan Krystal. Aku pun juga sama. Mengikutinya kearah Kai dan Krystal agar lebih dekat dan jelas apa yang mereka bicarakan.

“Oppaa..” Lirih ia–Hyena Masa Depan– yang terus menerus mengeluarkan air matanya. Kai menatap ku–Hyena Masa Depan–dengan tatapan tajam. Seperti ada yang salah disini.

“Oppa, apa yang kau lakukan?” Tanyanya–Hyena Masa Depan–dengan nada sendu. Menatap nanar kearah Kai, tapi dibalas tatapan tajam.

“Kenapa? Kau tidak suka aku berhubungan dengannya?”

Kenapa Kai malah membela Krystal dan bukan diriku? Ia–Hyena Masa Depan–masih terisak. Menangis dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.

“Jadi kau tidak suka kalau aku berselingkuh darimu? Bayangkan, kau sendiri berciuman dengan seorang pria didepan mataku. Sakit bukan?”

Lagi-lagi Krystal menatap remeh kearah ia–Hyena Masa Depan–seolah-olah dia menang. Rasanya aku ingin memukulnya sekarang. Tapi itu tidak bisa. Dan mungkin aku sudah murka sekarang.

“Oppa, kenapa?”

“Kenapa? AKU LAKUKAN INI KARENA KAU! SEHARUSNYA KAU TIDAK MEMBUAT HATIKU SAKIT!”

Ia–Hyena Masa Depan–tertegun saat Kai membentaknya, dan memilih untuk berlari keluar dari kamar. Sekarang saja aku merasa sakit. Sangat sakit. Aku tak kuat lagi. Kumohon bangun dan menangislah aku sepuasnya.

Aku terbangun. Tapi kenapa banyak sekali orang dihadapanku. “Kau sudah selesai, Hyena? Tadi tiba-tiba kau menangis. Jadi kami semua khawatir.” Ujar Han Ahjussi. Aku menjawabnya dengan ‘Gwenchana‘ terus-menerus.

“Baiklah. Pembelajaran selesai. Kalian boleh kembali.” Semua orang bubar, kecuali aku. Karena Han Ahjussi ingin bicara denganku.

“Eumm, Hyena bagaimana kalau kita ke inti saja?” Aku mengangguk dan duduk dihadapannya.

“Jadi begini, akan kujelaskan dari awal tentangmu. Jadi sebenarnya kau adalah kaum yeocania. Kaum masa depan. Dimana semua orang di kaum ini bisa melihat masa depannya atau orang lain. Dan bagaimana bisa kau mendapatkan kemampuan ini? Dari nenek moyangmu yang turun kepadamu. Lalu, kudengar dari Youngae. Bahwa kau pernah berurusan dengan Kris.”

DEG!

Kumohon jangan sebut namanya. Aku benar-benar tidak suka denganya. Aku membencinya.

“Kalian pernah saling mencintai. Tapi semua itu kandas setelah Kris memanfaatkanmu dengan membaca masa depanmu. Tapi, kurasa itu semua salah. Kris ingin belajar kemampuan itu darimu. Karena, kau mempunyai kemampuan yang lumayan.

Kris. Ia termasuk kaum doucacania. Kaum yang memiliki beberapa kemampuan. Ia bisa telerpotasi, melihat masa lalu, telekenesis, dan yang belum ia kuasai itu yang ingin ia ambil darimu. Contohnya ia ingin, masa depan, pengendali waktu. Dan maka itu ia memanfaatkanmu untuk melihat masa depanmu.”

Jadi? Selama ini dia benar-benar memanfaatkanku? Dramatis. Walaupun ia memanfaatkanku, aku tidak takut dengannya, ralat aku takutnya. Mau kuceritakan kenapa aku bisa takut dengannya. Karena dia termasuk pria yang galak. Saat ia marah, itu akan sangat seram sekali. Maka dari ia aku takut. Tapi, suatu saat ia pernah marah, dan memukulku sampai berbekas. Tak hanya itu, ia juga mengancamku.

Aku pergi ke tempat Jung Ahjumma bersama Luke. Tapi, sebelum itu Luke mengajakku berjalan-jalan ditempat aneh ini? Benar-benar tak bisa kubayangkan. Ini sangat indah. “Luke, ini bena-benar indah dan nyaman sekali disini.”

“Benar, dunia Cania benar-benar indah. Aku sangat menyukai tinggal disini. Kau tahu? Bahkan, aku tidak kembali ke tempat asalku. Yaitu Korea, karena disini lebih nyaman.”

“Kau asli Korea?” Kulihat Luke menganggukkan kepalanya.

“Mau ku ceritakan sesuatu.” Aku mengangguk antusias. Luke berjalan ke rerumputan, dan duduk disana. Aku pun mengikuti apa yang ia lakukan. Aku duduk tepat disampingnya.

“Pertama saat aku tahu, aku bisa telekenesis. Aku sangat terkejut. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Youngae, ia membawaku kemari. Dan saat itu aku tahu siapa aku sebenarnya. Ternyata dulu, kakekku juga mempunyai kemampuan ini dan menurun kepadaku.” Aku mengangguk kepala mendengar ceritanya.

“Tapi, yang kudengar. Kau turunan dari nenek moyangmu terdahulu. Dan kau adalah keturunan pertamanya yang meneruskan nenek moyangmu. Saat Youngae bercerita tentangmu padaku, aku tertarik sekali dengan jalan hidupmu. Akan ku beritahumu rahasia. Pasti jika kau ingin pergi ke masa depan, kau tidak memikirkan mau waktu yang akan kau tuju kan?” Aku menggeleng, bahkan aku tidak tahu kalau bisa menentukan waktu.

“Hahaha, pantas karena kau sebenarnya baru pemula. Caranya gampang, aku mengetahui ini dari temanku yang memiliki kemampuan sepertimu. Pertama, kau pejamkan matamu, lalu pikirkan tanggal atau beberapa hari setelah hari itu. Dan sudah itu terjadi. Mungkin kau akan lebih tahu.”

“Tapi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padaku.”

“Tanyakanlah.”

“Kenapa ketika aku ke masa depan, aku selalu terjatuh?”

Wae? Ada yang salah? Kenapa ia malah tertawa. Ini benar-benar. Aku sangat penasaran walaupun Jung Ahjumma pernah memberitahu. Tapi kurasa itu bukan jawabannya.

“Itu karena kau baru saja jatuh cinta.” Jadi jawabannya tetap itu? Kenapa tidak ada yang lain?

“Kenapa begitu?”

“Aku juga tidak tahu.”

“Kalau begitu ceritakan bagaimana ada dunia Cania.” Aku benar penasaran dengan yang satu ini.

“Beribu-ribu tahun yang lalu, ada seorang pria bernama Cania Harbenis. Dia termasuk doucacania. Karena ia mempunyai kemampuan semuanya. Dia membuat tempat rahasia ini di tengah hutan agar tidak ada yang bisa masuk, selain keturunannya. Dan kita adalah keturunannya.”

Daebak! Aku baru tahu tentang itu semua. Betapa kerennya diriku ini. “Hyena, lebih baik kita kembali. Kau pasti lelah.” Aku mengangguk, dan berjalan mengekor Luke.

“Bagaimana harimu disini, Hyena?” Aku menoleh kearah Jung Ahjumma. “Sangat menyenangkan, Ahjumma. Tepat ini indah sekali.” Aku tersenyum lebar kearah Jung Ahjumma.

“Hyena, besok pagi kau boleh pulang.” Aku mengerutkan keningku heran. Bukan kah katanya aku disini selama 2 hari? Kenapa begitu?

“Kenapa, Ahjumma. Disini sangat menyenangkan.”

“Aku khawatir dengan suamimu, takutnya dia mencarimu.” Aku mengangguk mengerti. Ada rasa sedih harus meninggalkan tempat yang indah ini.

“Tapi, jika kau ingin masuk kemari. Kau bisa. Codenya adalah..” Jung Ahjumma membisikkan sesuatu ditelingaku. Aku mngerti jadi, besok jam 1 pagi aku kembali.

Aku pun keluar ke balkon kamar. Tempat ini benar-benar luar biasa. Tak pernah kubayangkan ada tempat seperti. Tempat seperti ini hanya ada disebuah novel. Dan tidak nyata.

Aku duduk sembari melihat sekeliling tempat ini. Banyak sekali orang disini. Saling sapa menyapa. Saling hormat menghormati. Disini kehidupan masyarakatnya sangat bagus sekali. Apalagi aku sudah bertemu orang yang baik disini.

BUSHH

Dia? Bagaimana bisa dia disini? “Terkejut?” Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, mengucek-ngucek mataku. Ini nyata. Ia ada didepanku dengan seringaiannya.

“Ba-bagaimana.. bi-bbisa?”

“Aku tinggal disini sekarang. Kau merindukanku, Hyena-ah?”

Ani! Aku tak merindukanmu!”

“Bohong! Kau masih mencintaiku.”

CUP

Lagi? Aku lalai lagi. Kudorong tubuhnya dengan sekuat tenaga. “Akan kubuat kau menjadi milikku. Selamanya.” Bisiknya ditelingaku, lalu hilang begitu saja. Ucapan Kris tidak pernah bohong. Ia akan benar-benar melakukan itu. Aku takut.

“JUNGG AHJUMMAAA!!”

Mereka semua datang menghampiriku. Bertanya-tanya apa yang terjadi padaku. Aku masih bingung harus mengatakan apa. Aku masih.. berfikir apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Hyena lebih baik kau tidur. Besok kau harus pulang.” Aku mengangguk, dan merebahkan tubuhku di kasur. Memejamkan mataku. Esok hari, aku harus pulang kerumah dan bertemu dengan Kai. Aku merindukannya.

Esok harinya, aku bersiap-siap untuk pulang. Aku berdiri didalam kamar, menyebutkan code yang diberitahu oleh Jung Ahjumma. Dan sekarang aku sudah ada ditaman rumah Kai. Waw keren sekali.

Aku merapihkan pakaianku. Memberi kejutan kalau aku pulang. Tapi, aku lupa. Kemarin, Kai mendiamkanku karena Kris. Aku harus minta maaf kepadanya.

Kulangkahkan pasti kaki ini berjalan kedalam rumah. Pintu tidak dikunci? Ini sudah larut, tapi kenapa tidak dikunci? Berbahaya jam 2 pagi sangat berbahaya. Bagaimana kalau ada maling masuk? Akan kutegur satpam depan rumah. Jika terjadi sesuatu.

Aku berjalan mengendap-ngendap agar tidak membangunkan seisi rumah. Sepi sekali? Aku baru ingat, semua pelayan sedang berlibur. Aku berjalan kearah kamarku dan Kai. Tapi suara apa itu? Seperti suara teriakkan orang.

DEG!

Apa-apaan ini? Kai mencium Krystal? Dan… Aku melihatnya. Melihatnya melakukan itu bersama Krystal. Dan.. Aku mengintip dari balik pintu. Aku menatap dengan terkejut. Aku benar-benar terkejut. Aku menutup mulutku dengan punggung tanganku.

Lalu, aku berjalan masuk dan menghampiri Kai dan Krystal. “Oppaa..” Liriku yang terus menerus mengeluarkan air matanya. Kai menatap ku dengan tatapan tajamnya. Seperti ada yang salah disini.

“Oppa, apa yang kau lakukan? Tanyaku dengan nada sendu. Menatap nanar kearah Kai, tapi malah dibalas tatapan tajam.

“Kenapa? Kau tidak suka aku berhubungan dengannya?”

Kenapa Kai malah membela Krystal dan bukan diriku? Aku masih terisak. Menangis dan menutup mulutku dengan punggung tangan. Ini benar-benar terjadi.

“Jadi kau tidak suka kalau aku berselingkuh darimu? Bayangkan, kau sendiri berciuman dengan seorang pria didepan mataku. Sakit bukan?”

Lagi-lagi Krystal menatap remeh kearahku, seolah-olah dia menang. Rasanya aku ingin memukulnya sekarang. Aku muak melihat wajahnya yang murahan mengambil suami orang lain. Seharusnya tak begini!

“Oppa, kenapa?”

“Kenapa? AKU LAKUKAN INI KARENA KAU! SEHARUSNYA KAU TIDAK MEMBUAT HATIKU SAKIT!”

DEG!

Aku salah. Disini aku yang salah. Aku berlari keluar rumah. Aku masih terisak. Wajahku kacau. Rambutku acak-acakkan. Mataku sembab. Aku memutuskan untuk kembali.

Benar-benar membuat hatiku sakit. Sangat sakit. Aku harus apa sekarang? Menangis? Aku berlari menjauh dari rumah. Ini parah. Sangat parah. Hatiku sakit. Sangat sakit. Kenapa? Kenapa ia bisa melakukan ini, hanya karena sebuah ciuman? Apa secemburu itukah dia sama seperti itu? Itu menyiksaku namanya.

Aku tak kuat lagi untuk berlari. Sampai tersirat untuk kembali bersama Jung Ahjumma. Tapi tidak usah. Aku tidak menginginkannya.

GREEPP..

“Dia membuatmu menangis? Pria macam apa dia?”

Dia? Kenapa ada dia disini? Selalu saja mengikutiku. Aku menatap tajam kearahnya. Aku tidak boleh takut. Kita harus melawan apa yang kita takuti. Dan aku harus melawannya sekarang.

“Jahat sekali dia.”

Dia mendekat kearahku dan…. semuanya gelap. Aku dapat merasa tubuhku lemas. Dan mataku, seperti tidak bisa terbuka. Sekarang aku takut. Sangat takut. Tidak tahu apa yang terjadi nanti. Tolong doakan aku.

-TBC-

Note : Haihai balik lagi. Nihh bawa hadiah buat kalian lagi. Aku percepa post-annya. Dan benar-benar terimakasih banget sama kalian yang udah ngasih saran, tanggapan, dan kritikkan yang bermanfaat buat aku.

Dan ini hadiah karena pembaca the erratic makin banyak penggemarnya. Ini udah lumayan panjang kan? Kalau ada yang kurang lagi, bilang aja yaa ke aku biar diperbaikki. Terimakasih banget.

Love, Istri Kai tercinta.

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

31 thoughts on “The Erratic (Chapter 7) #TheSecretPlace

  1. thorrr cerita nyaaa makin daebakk

    dan aku makin penasaran sama ke lanjutan nyaaaaa

    di tunggu yahhh kelanjutan nya

    • Makasih yaaa^^ ditunggu aja. Kalau ini dalam 2 hari banyak yang baca, aku bakalan post chap 8nya lebih cepat. Dan sekali lagi makasih banget yaa 🙂

  2. thorrr cerita nyaaa makin daebakk

    dan aku makin penasaran sama ke lanjutan nyaaaaa

    di tunggu yahhh kelanjutan nyaa

    kata2 nya lebih se simple lagi dong thor

  3. Ini yg salah memang ke2 nya tp yg kebih parah itu kai .. masa cuma cjuman dia bercumbu mesra gtu
    Ckckc

    Kris lg udh kaya setan aja datang gk dijemout oukng gk di antar wkwk

    Kasihan hyena jd bgini

  4. ceritanya bagus dan konfliknya juga udah nambah lagi, jadi penasaran sama kelanjutannya
    yaaa kenapa kai sama krystal sih???kalo cemburu gak usah segitunya kasian hyena
    ditunggu chapter selanjutnya yaw thor….

  5. Ceritanya makin seruuu, ahhh makin penasaran jadinya. Semangat kak, ditunggu chap selanjutnya 🙂

  6. Kai koq gtu siiih??? tp dah cnta ma hyena tp bnxi ma kristal. kristal parasit bgt bgt. hyena pasrah aj lg ya. btw smw yg hyena liat kmasa dpan tu psti jd knyataan ya
    trus gmn dunk slanjutnya..

  7. Waah ceritanya makin daebakk thor…. Konfliknya makin seru pula (y)
    Itu kainya aigoo jeongmal… Napeunom -_-
    Masa gara2 ciuman doang segitunya banget bales dendamnya.
    Kris sih biang keroknya
    Hyena yg malang 😥

  8. Waah ceritanya makin daebakk thor…. Konfliknya makin seru pula (y)
    Itu kainya aigoo jeongmal… Napeunom -_-
    Masa gara2 ciuman doang segitunya banget bales dendamnya.
    Kris sih biang keroknya
    Hyena yg malang 😥
    Next chap thor….

  9. Walaupun gak banyak yang Komentar tapi tolong percepat postingnya ya..
    Aku sebel banget nih sama Kriss tiba2 muncul dan buat KAi kyak gitu…
    Sumpah aku nangis tau…
    😥 Semangat nehh… Author Jjanggggg~
    Tolong bahasanya diperbaiki lagi neh, soalnya rada bingung dikit sih, tapi gak masalahnya yang penting aku faham sama alur ceritanya dari Chapter 1 sampe sekarang…
    Himnae Jusseyo~
    Aku MOHON PERCEPAT NEHH,,, AKU GAK SABAR BACA..
    Oh jebballl~ T_T

  10. jiaaaaah kai jahaaaaat !!!!
    kris koq jga jahat ya? yang terakhir itu kris kan? trus2 mau diapakan hyenanya? PENASARAN!
    LANJUT YA THOR^^

  11. ya tuhaaannnnnn authorrr demi apa demi apaaaaa astagaaa kenapa tbc nya gak pas bgt?!!! aku udh terlanjur deg2an ini T-T udh siapin lagu sad, blm sampe reff udh tbc coba -_-
    kai kok gtuu?! gegara hyena dicium kris doang lagian hyenanya gamau kan, php in krystal deh thuu pake cium2 segala
    lanjutannya thorrr jangan lama” :”D penasaran bgt huee, ditungguuuu~~~ hwaiting! ❤

  12. aaah thor, sumpah buat oenasaran banget huaaa:( ditunggu ya thor kelanjutannya;) penasaran gimana hyrna sama kai:D fighting!!!

  13. ayo dong cepat di post nya yahhh

    aku penasaran hyena kemana

    sangatttt penasarannnnn masalah nyaaa

    di tunggu kelanjutan nyaaa

  14. Aaaaaaa, penasaran.
    Kak cepet dilanjut ya, penasaran bgt. Kok kai kaya gitu ya? Lah sebel jadinya.

  15. kaiiiii….krnapa kamu lakuin itu benar” nyakitin hyena dan malah buka kesempatan buat kris makin mendekati hyena jahat banget kamu kai bahkan belum mendengar penjelasan dari hyena sama sekali tapi balasanmu malah meniduri krystal hadeuhhh jadi kesel banget gw pengen gw bejek” nich bocah…

  16. kai bnr2 selingkuh sama krystal? baru sebentar ditinggal hyena udh bawa krystal >:O dan kris itu gak suka sama hyena apa? cuma manfaatin aja?
    yaudahlah sama kris aja #ehh XD
    tp kris ngajak hyena kemana? dia gak akan macem2 kan sama hyena
    next ya ^^

  17. annyeong author ,,, hhehhe
    sumpah seneng bgt baca ff ini,, gregetan bacanya,,,
    Author q minta maaf y q ga bisa komen dr chap 1, q mulai komennya chap 6,,, maaf bgt y ,,, jeongmal mianhe 😦

  18. myungsoo bener2 nyerah?? kai tega sama banget sama hyena.. itu diakhir jangan-jangan si kris lagi yg muncul-_- keren kak ff nya

  19. kai jahat bgt nanti klu ditinggalin aja kaya orang gila ….

  20. Mengapa kris memperkeruh keadaan, apa dia masih menyimpan cinta atau hanya akan memanfaatkan hyena saja..kai jangan lepaskan istrimu nanti menyesal loh.

  21. thor..nnti di critain ngk wktu kris ktemu hyena….

  22. beneran nih kai selingkuh ?
    aku kasihan sama hyena T_T

  23. Hyaaaaaaaa>< astaga…. Kai sama Krystal beneran ciuman? Omg! Yaampun kasian Hyena dong, isshh Kai tuh cuma salah paham doang T^T lailah Kris tbtb dateng gt ngagetin orang aja ya ckck, ceritanya makin daebak kak!!! 😀

  24. kai cemburu buta sampe begitu dih. sebel bgt deh aku bacanya !! krystal makin2 deh itu -_-

  25. kai kok kw gitu sih? mlakukan itu tuh hubungan suami istri?? hyen yg sabara yah

  26. ih kok ngeselin sih..
    hyena nya mau diapain tuh..

  27. omona kai.. kenapa kau lakukan itu?? 😦

  28. Pingback: shoes like toms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s