Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

I’m Not Sure (Chapter 1)

15 Comments

ins

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : I’m Not Sure

Author : Sashka

Genre : Romance | School Life | Friendship

Main cast : Kim Kai | Park Hyena

Other cast : Park Chanyeol | Oh Sehun

Rate : PG-15

Length : Chaptered

Summary : “Hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri.” – Park Hyena.

Disclaimer : No Plagiat, Please!

“Yak! Park Hyena! Jangan lari kau! Awas saja sampai aku bisa menangkapmu!”

Wanita dengan senyuman yang menggembang di wajahnya itu pun terus berlari menjauhi pria yang sedang berusaha menangkapnya.

GREEPP

“Dapat kau! Cepat beritahu aku siapa!”

Wanita itu mendengus kesal, lalu beralih menatap sepatu mereka. Sebuah ide jahat terlintas di pikirannya, ia pun mengarahkan kaki kanannya kearah kaki kiri sahabatnya.

“Akhhh!”

Jerit pria itu sembari melompat-lompat kesakitan. Wanita itu dengan wajah tak berdosanya, pun tertawa dengan keras sembari memegang perutnya.

“Kenapa kau menginjak kakiku? Kau tahu, sepatu ini jadi kotor. Aku malas mencucinya.”

“Biar aku yang mencucinya, pangeran bertelinga panjang.”

Mereka tertawa bersama di taman sekolah. Tanpa mereka sadari, semua siswa menatap mereka sinis. Lebih tepatnya kepada sang wanita.

“Lihatlah.. Park Hyena sih wanita miskin itu. Menjijikkan sekali.

“Bagaimana bisa Chanyeol mau berteman dengannya? Aku sih ogah!”

Tawa mereka seketika berhenti saat mendengar bisikan-bisikan siswa yang berada di sekitarnya. Wanita itu–Park Hyena–hanya bisa menundukan kepalanya. Chanyeol yang melihat perubahan wajah Hyena pun langsung menatap tajam kearah semua siswa yang berani mengejek sahabatnya.

“Tak usah di dengar, Hyena. Lebih baik kau kembali ke kelas. Bukan kah nanti kau ada ulangan?”

Hyena pun mengangguk dan berjalan mendahului Chanyeol ke kelas. Mereka tak satu kelas, mereka berbeda kelas. Hyena 11-1 dan Chanyeol 11-3. Bisa di bilang Hyena termasuk anak yang pintar. Buktinya ia masuk ke
dalam sekolah ini dengan beasiswa.

Hyena duduk di belakang, lebih tepatnya sih dia duduk di pojokan belakang. Tak tahu, tapi semua siswa di kelasnya menyuruhnya duduk di sana. Ia hanya menurut saja, dan tak ingin mencari masalah.

Lembar demi lembar Hyena baca. Ia berusaha mengingat atau menghafal arti dari itu semua. Ulangan kali ini adalah fisika. Hyena pintar dalam semua pelajaran. Buktinya dia adalan juara umum di sekolah ternama ini.

“Hyena, jangan lupa nanti beri aku jawaban.”

Hyena menatap seorang pria yang sedang berdiri di sebelah kanan mejanya. Bad boy. Ya, gaya pria tersebut sudah menggambarkan kalau di seorang bad boy.

“Ne.”

Lagi-lagi Hyena menurut apa katanya. Tapi satu hal yang kalian harus tahu, Hyena tidak benar-benar memberinya. Dia memberikan jawaban yang salah kepada mereka semua.

“Ulangan selesai 20 menit lagi..”

Itulah kira-kira yang di katakan soesaengnim yang mengajarkan pelajaran fisika di kelasnya. Hyena mendengar semuanya memanggil namanya. Karena tak ingin membuat masalah, ia pun meladeninnya.

“Beritahu aku semua jawabannya di kertas.”

Hyena pun merobek kertas, lalu mulai menuliskan jawaban yang salah. Karena Hyena masih punya hati, ia memberi satu jawaban yang benar. Pria yang di beri jawaban itu pun langsung mengisi jawabannya dengan mimik wajah yang bahagia. Padahal disini Hyena sedang menahan tawanya.

Hyena selesai paling terakhir. Dia tidak kesulitan, hanya saja ia tak mau berdesak-desakkan untuk mengumpuli soal dan jawaban fisika yang telah ia jawab.

Jam pelajaran selanjutnya pun kosong. Tak ada soesaengnim yang masuk kedalam kelasnya pada jam ini. Hyena tak menyia-nyiakan waktu, ia memilih keluar dan berjalan ke perpustakaan.

Berjalan dengan sangat pelan. Saat ia berjalan seperti ini, Eomma nya pasti akan memarahinya.

“Yak! Park Hyena kenapa kau jalan lama sekali?!? Kau tidak tahu Eommamu ini sudah tua, tidak berjalan lama-lama!!

Jika mengingat itu membuatnya ingin tertawa sekaligus menangis. Andaikan saja waktu itu ikut. Tapi itu sudah menjadi takdir orang tuanya. Jadi, Hyena harus ikhlas bukan?

Hyena selalu memikirkan adiknya di rumah. Adiknya masih kelas 5 sekolah dasar. Sebenarnya kebutuhan nya dan adiknya sangat cukup untuk satu pekerjaan. Tapi yang membuatnya bekerja sangat banyak karena satu hal. Ia ingin perusahaan Appa-nya kembali ke tangannya dan adiknya.

Tapi semua itu sudah tak bisa lagi. Semua sudah terlambat. Dan sekarang ia hanya akan mengikuti skenario yang di ciptakan Tuhan kepadanya.

Tak terasa Hyena sudah berada di depan pintu perpustakaan. Ia membuka pintu perpus dengan perlahan, takut penjaga perpus marah-marah tak jelas kepadanya. Ia berjalan ke arah novel-novel romance. Kesekolahnya sangat keren.

Buktinya, di perpusnya ada semua buku. Maka dari situ, saat ada waktu luang Hyena akan memilih untuk membaca buku di perpus. Hyena membaca novel dalam diam.

TINGG

Bel pulang sekolah terbunyi. Sontak Hyena beranjak dari duduknya, meminta izin untuk meminjam novel yang baru saja ia baca. Langkahnya ia percepat sedikit ke arah kelasnya.

Terlihat Chanyeol–sahabatnya–sudah menunggu Hyena di depan pintu kelasnya. “Yak! Kau kemana saja, Hyena? Perpus? Tsk! Tak bosan apa kau membaca buku terus?!”

“Bawel kau!”

Hyena berjalan masuk ke dalam kelas, merapihkan mejanya, dan memasukki barang-barangnya ke dalam tasnya. Tampak Chanyeol berada di belakangnya yang sedang memerhatikan apa yang Hyena lakukan.

“Aaa!”

Jerit Hyena saat berbalik. Ia terkejut saat tiba-tiba menabrak Chanyeol yang sedang berada di belakangnya. “Ya kenapa kau berteriak seperti itu? Membuat telingaku sakit saja.”

“Seharusnya aku yang bilang seperti itu. Kenapa tiba-tiba kau berada di belakangku, Park Chanyeol?”

“Karena aku menunggumu, Park Hyena.”

Hyena berjalan mendahului Chanyeol dengan perasaan campur aduk. Chanyeol terkikik di belakang Hyena. Ia tahu Hyena sedang marah karena hal sepele. Ya begitulah Hyena. Ia sensitif jika sedang itu, dan Chanyeol tahu hari ini adalah hari ia sedang ‘itu’.

Hyena dan Chanyeol selalu pulang bersama. Chanyeol selalu memaksa dirinya untuk pulang bersama. Awalnya, Hyena dengan sopan menolak ajakkan Chanyeol. Tapi Chanyeol benar-benar memaksa dirinya.

“Bye-bye! Hati-hati, Hyena. Jangan terlalu bekerja keras.”

“Arraseo. Bye-bye!”

Hyena masuk kedalam kontrakkan kecilnya. Kontrakkan ini sungguh murah baginya. Cukup untuk dirinya dan adiknya. Padahal dulu kontrakkan ini besarnya sebesar kamar tidurnya. Orang tua Chanyeol juga pernah ingin memberinya sebuah apartement untuknya, tapi dengan sopan ia menolaknya.

“Jongmin-yaaa.. Noona pulang.”

Panggil Hyena saat memasukki kontrakkan kecilnya. Sepi tak ada jawaban. Hyena mencari-cari adiknya di dalam kamar mandi. Nihil, adiknya tidak ada. “Noona sudah pulang?”

Hyena membalikkan tubuhnya, mematap seorang anak laki-laki dengan rambut yang berantakan, wajah bangun tidur sekali. Anak laki-laki itu menguap dengan samgat besar.

“Kau sudah makan, Jongmin-yaa? Jika belum, Noona akan memasakkimu sesuatu.”

Jongmin mengangguk, dan memilih untuk berbarinh lagi diatas kasur gulungnya. Hyena menyempatkan dirinya untuk mengganti pakaiannya dulu, lalu kembali berjalan ke dapur menyiapkan makanan untuk Jongmin.

“Noona, pergi sekarang?”

Hyena memandangi adiknya yang sedang menatapnya dengan tatapan sedih. “Ne, tak apa kan kalau Jongmin di rumah sendiri? Jongmin kan sudah besar. Ingat, Jongmin sudah kelas 5. Harus berubah, arra?”

“Ne, Noona.”

“Baik, Noona akan berangkat sekarang. Tutup pintu rapat-rapat!”

Berjalan kaki ke tempat ia bekerja. Jalanan di daerah kontrakkan nya begitu sepi. Tapi, Hyena sama sekali tidak takut dengan keadaan seperti ini. Kalian tahu, Hyena wanita yang jago berkelahi.

Hyena berjalan di bawah penerangan lampu jalanan yang mulai redup. Hyena sudah biasa dengan keadaam seperti ini sekrang. Kalau dulu Hyena lebih menghargai 1000 won mungkin sekarang dia tidak akan sesusah mencari 1000 won dengan berkerja keras.

Dan sekarang, ia harus cape-capean untuk mengumpulkan uang. Hyena mempercepat langkahnya saat melihst jam tangannya. Sebentar lagi, jam kerjanya di mulai. Ia harus berlari sekarang.

Nafas tersengal-sengal. Berdiri dengan sedikit menekuk lututnya, tangannya berada di kedua lututnya. Hyena sudah berada di depan tempat kerjanya, Cafe Shop.

Membuka pintu kaca besar dengan perlahan, Hyena sudah dapat lihat bos nya sedang berdiri di pintu depan. “Mianhae, saya terlambat lagi, Pak.”

Bos nya malah tertawa pelan, “Kata siapa kau telat, nona Park? Malah kau ke cepatan 10 menit. Kalau begitu cepat bekerja.”

Sebenarnya bos Hyena itu tidak galak, tapi Hyena sendiri takut kepadanya. Padahal bos nya sangat baik kepada Hyena, katanya kinerja Hyena sangatlah bagus. Begitulah katanya.

“Aku pesan hot chocolate satu.”

“Ne, tuan.”

Hyena segera membuat hot chocolate untuk pelanggan yang sekian kalinya ia layani. Tak perlu waktu yang lama, hot chocolate nya pun selesai. Ia segera memberinya kepada pelanggan tersebut.

“Terima kasih, tuan.”

Tanpa menjawab, pria tersebut langsung saja pergi duduk di sisi dekat jendela cafe. Hyena menghela nafas lega, sebab jam kerjanya akan selesai sebentar lagi.

“Hey! Nona jelek! Berikan aku hot chocolate.”

Hyena di buat bingung dengan pelanggan seperti itu. Ia pun menatap orang tersebut, sebenarnya dari suaranya tak asing bagi Hyena. “Oh, Chanyeol.”

“Kenapa kalau aku ini Chanyeol?”

“Ku kira kau hanya anak ingusan yang ingin menggodaku.”

“In your dream, nona.”

Hyena tertawa, “Baik akan ku buatkan untukmu dengan spesial dari hatiku.”

Hyena membuat hot chocolate lagi untuk Chanyeol. Terkadang memang Chanyeol akan datang ke tempat kerja nya hanya sekedar untuk bercerita. Dan Hyena paham, sekarang Chanyeol sedang ingin bercerita kepada Hyena.

Hyena duduk di hadapan Chanyeol yang sedang meminum hot chocolate nya dengan perlahan. “Jadi, ada apa lagi?”

Chanyeol mendengus sebal, “Kau tahu, Hyena. Tadi saat aku pergi menemani Eomma belanja di supermarket, aku bertemu dengannya. Dan yang aku lebih tidak percaya, Eommanya dengan Eomma ku berteman. Itu memudahkan ku untuk mendekatinya.”

“Kenapa kau tidak minta Eomma mu saja untuk menjodohkanmu dengannya. Atau mengajak kenalan mungkin.”

Chanyeol tampak berfikir sebentar, “Mmm.. benar juga sih, kau pintar sekali, Park Hyena. Usulan mu selalu bagus. Tak salah aku mempunyai sahabat sepintar mu.”

Hyena beranjak dari meja Chanyeol saat ada pelanggan yang baru saja masuk. Bersiap-siap dengan apa yang ingin di pesan seorang wanita di depannya. “Pesan seperti biasa, Eonnie.”

Hyena hafal betul wanita di depan ini, dia masih duduk di Sekolah Menengah Pertama. Pelanggan setia cafe ini, dan tak jarang juga ia sering bercerita kepada Hyena sampai menangis.

“Terima kasih, Eonnie.”

“Ne, datang lagi yaa besok.”

Hyena pun menutup cafe tersebut, karena memang sudah waktunya untuk tutup. Chanyeol masih betah menunggu Hyena di mejanya. “Nona, tunggu! Aku ingin pesan sesuatu.”

“Maaf, tuan, tapi cafe ini sudah tutup.”

“Kumohon, nona. Ini penting sekali untukku.”

Melihat ekspresi pria di depannya ini, membuktikan kalau ini benar penting. Hyena pun mempersilahkan ia untuk memesan.

Apa yang di inginkan pun sudah tercapai, pria itu ingin membayar. “Ambil kembaliannya saja nona, itu untuk kebaikanmu.”

“Tidak us–”

Pria itu sudah pergi dari cafe tersebut, dan Chanyeol masih setia menunggu Hyena. “Sampai kapan kau mau menungguku di sini?”

“Hey! Kau lupa, sih pria tampan ini akan selalu mengantarmu pulang. Tidak baik kau pulang sendiri malam-malam, itu sangat berbahaya Hyena.”

“Tsk! Terserah kau saja.”

Dan benar, Chanyeol benar-benar mengantar Hyena pulang. “Hyena, kau harus mengambil pekerjaan yang pulang jam 9 saja. Jangan jam 12 seperti ini. Berbahaya untuk mu.”

“Tapi gajinya lumayan besar, Chanyeol.”

“Sebenarnya untuk apa sih kau bekerja lebih dari satu? Bukankah satu sudah cukup untukmu dan Jongmin?”

“Ada sesuatu yang tak bisa ku beritahu, Chanyeol.”

“Tapi aku sahabatmu.”

Hyena menghela nafasnya, “Tapi ini hanya keluarga saja yang boleh tahu, Chanyeol.”

“Arraseo, kita sudah sampai.”

Hyena membuka pintu mobil Chanyeol, dan beranjak keluar. “Terima kasih tuan Park Chanyeol. Dan oh, akan ku beritahu suatu saat nanti. Tenang saja.”

“Arraseo. Tidur yang nyenyak, nona Park Hyena.”

Mobil Chanyeol sudah pergi dari hadapan Hyena. Kini Hyena berusaha membuka pintu kontrakkan nya. Dan dia sudah dapat melihat adiknya, Park Jongmin terlelap.

Hyena membuka mantel tebalnya, duduk di sebelah adiknya yang sedang terlelap. Andai saja Eomma dan Appa nya masih ada, mungkin dia dan adiknya takkan merasakan susahnya kehidupan.

“Eomma, Appa, kami merindukan kalian berdua.”

Hembusan angin malam di Seoul cukup dingin. Waktu menunjukkan tengah malam, bulan mau menampakkan dirinya pada malam itu. Bintang-bintang yang ikut menghias langit malam di Seoul.

Asap putih yang keluar dari mulut seorang pria yang kini sedang berjalan santai di tengah malam. Hanya memakai jaket yang tak begitu tebal di suhu udara yang lumayan dingin. Kedua tangannya di masukkan di dalam saku jaketnya.

Jalanan di Seoul di tengah malam tak begitu ramai. Hanya ada beberapa mobil dan motor saja yang melintas jalan raya tersebut. Pria tersebut mempercepat langkahnya ke arah mobil sport nya yang terparkir di tepi trotoar.

Pria tersebut menghela nafas lega saat sudah masuk ke dalam mobil sport nya. Dia tidak langsung menjalankan mobilnya, ia memilih untuk diam di dalam mobil. Matanya menatap kosong kearah depan nya.

“Sialan, kau!”

Untuk kesekiam kalinya, ia mengumpat kesal tanpa sebab yang kita tidak tahu. Akhirnya, ia memilih untuk kembali pulang ke rumah. Mungkin besok ia akan kembali lagi.

“Selamat malam, tuan muda.”

Tanpa menjawab, pria itu terus melangkah ke dalam kamar nya. Kamar yang sangat besar untuk satu buah kamar. Langsung saja merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk itu.

“Sialan, kau Oh Sehun! Mungkin kali ini kau menang, tapi nanti kita lihat siapa yang akan menang!”

Tak lama dari umpatan kesalnya, ia pun tertidur dengan nyenyak. Jarang ia bisa tidur dengan nyenyak.

Keesokkan harinya..

Pagi ini, pria itu sudah siap dengan perlengkapan sekolahnya. Tinggal sarapan yang belum, berjalan ke arah ruang makan keluarganya. “Kai kita sudah siap. Bagaimana dengan tidurmu, nak?”

“Baik Eomma.”

Appa pria tersebut hanya memandangi dua orang yang duduk di depan sebelah kanan dan kiri meja makan. “Kai, kau ada masalah?”

Kai beralih menatap Appa-nya, “Ne, Sehun. Lagi-lagi aku di buat kesal olehnya.”

“Ck! Padahal dulu kalian sahabat, tapi semenjak kau kembali ke Korea 3 tahun yang lalu, kau menjadi sering bertengkar dengan sahabatmu itu. Sebenarnya apa masalah kalian?”

“Ini masalah anak muda, Eomma dan Appa tidak perlu tahu urusan anak muda.”

Appa-nya berniat memukul Kai pun berhenti, “Dasar! Memang kami berdua tidak pernah muda seperti mu, eoh? Kami lebih dulu menjadi anak muda!”

Kai menatap Appa-nya sebal, “Yasudah terserah Appa dan Eomma, aku berangkat.”

Kai melenggang pergi dari rumah besarnya tersebut. Appa dan Eomma nya hanya saling bertatapan, “Anak itu memang tidak bisa di ajak bercanda.”

Eomma Kai menatap Appa-nya geram, “Dia menurunkan sifatmu dulu!”

Kai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Mobil sport nya seperti menjadi daya tarik orang-orang di sekitar nya. Membuat semua orang terpukau.

Hyena sampai di sekolah, nafas tersengal-sengal. Parahnya, ia terlambat untuk ke dua kalinya. Bayangkan, anak teladan seperti Hyena terlambat sebanyak dua kali.

“Pak, izinkan saya masuk yaa. Saya mohon.”

“Maaf Nona, tapi nona telat.”

“Kumohon, aku tak boleh menyia-nyiakan waktu belajarku.”

“Aturan tetap aturan nona.”

Hyena menghela nafas putus asa, ia berbalik berniat untuk kembali pulang ke rumah. Tapi niatnya terurungkan saat suara yang tak asing memanggil namanya. Sontak ia berbalik, menatap orang tersebut.

“Nona jelek! Mau masuk tidak?!?”

“Mau, tuan Park!!”

Hyena berlari menghampiri Chanyeol yang berdiri di balik pagar sekolah. Hyena tersenyum senang, dan berjalan melewati penjaga sekolah dengan sekali memeletkan lidahnya kearah penjaga sekolah tersebut.

“Bagaimana bisa kau membuatnya membuka pagar?”

“Dengan memberinya uang.”

“Ck! Seharusnya uang nya kau tabung, aku bisa memanjat dinding sekolah.”

Chanyeol tertawa, “Dan membuat semua pria di sekolah melihat–” Chanyeol mendekat kearah Hyena, “Melihat celana dalammu, eoh?”

Hyena memukul kepala Chanyeol tanpa perasaan, “Rasakan itu!!”

“Awwh sakit!!”

Hyena berjalan mendahului Chanyeol tanpa melihat di depannya. Sesekali menghentakkan kakinya ke tanah yang ia pijak, Chanyeol hanya mengekori Hyena dari belakang.

BRUKK

Hyena terjatuh, Chanyeol yang melihat itu pun langsung menolong Hyena untuk bangkit. Orang yang di tabrak Hyena hanya diam, dan menatap datar kearah Hyena.

“Chanyeol, katakan kepada temanmu untuk berjalan pakai mata.”

Ujar pria tersebut tanpa meminta maaf, dan langsung pergi meninggalkan Hyena dan Chanyeol.

“Kau kenal dengannya?”

Chanyeol mengangguk, “Dia teman sekelasku, Kim Kai.”

Chanyeol merangkul bahu Hyena, semua orang yang tak mengenal mereka berdua pasti akan menganggap mereka berdua sepasang kekasih, tapi itu semua salah, mereka hanya sahabat yang terbaik.

“Park Hyena, kemarin malam, tiba-tiba saja dia mengirim pesan keladaku.”

“Jinjja? Itu kemajuan yang bagus.” Hyena menyodorkan dua jempolnya ke arah Chanyeol.

“Tapi aku tak yakin dia menyukaiku, kau tahu kan dia sedang dekat dengan suho sunbae. Jadi ku kira itu hanya basa-basi saja, dia hanya memberiku harapan palsu.”

Hyena tertawa terbahak-bahak, “Hahahaha. Dimana-mana itu pria yang memberi harapan palsu, tapi ini? Hahaha seorang wanita yang memberi harapan palsu. Kau terlalu bodoh, Park Chanyeol.”

“Yasudah, aku pergi duluan.” Desis Chanyeol mendahului Hyena, Hyena yang melihat itu pun langsung berlari menyamakan langkah Chanyeol.

Hyena berpisah saat di lantai dua, Hyena ke arah kanan, Chanyeol ke arah kiri. Semua siswa menatap Hyena, lebih tepatnya tatapan mejijikkan. Beginilah, jika tidak ada Chanyeol, pasti semua orang akan menatapnya jijik dan mengejeknya. Tapi kalau ada Chanyeol, semua nya menciut takut. Hyena berjalan masuk ke dalam kelasnya dengan perlahan.

BYUURR

Tumpahan air dari ember yang tepat berada di atas kepalanya pun membasahi seluruh tubuhnya. Hyena memandangi satu per satu teman di kelasnya yang sedang tertawa mengejeknya.

“YAK! APA YANG KALIAN LAKUKA?!?!”

Bentak Chanyeol saat melihat Hyena basah kuyup di pintu kelas, Chanyeol menatap garang ke arah semua siswa di kelas Hyena. Kali ini Chanyeol benar-benar marah.

“SIAPA YANG MELAKUKAN INI?”

Tak ada balasan dari siswa di kelas Hyena, semuanya hanya bisa diam. Hyena juga hanya bisa diam, tangannya mengenggam tangan Chanyeol. “Sudahlah Chanyeol. Aku tidak apa-apa kok.”

“Tapi–”

“Sudah biarkan saja. Aku hanya akan mengganti pakaian saja di lokerku.” Hyena berjalan keluar kelas dengan basah kuyup, yang di ikuti oleh Chanyeol di belakangnya.

“Kau akan mengikutiku kedalam ruang ganti wanita? Sudah pergi sana!”

Chanyeol mendengus sebal, “Arraseo. Kalau ada apa-apa panggil aku saja.”

Hyena pun mengganti pakaiannya dengan cepat, ia harus cepat selesai. Karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai.

Dan parahnya, saat Hyena kembali ke kelas. Soesaengnim menyuruhnya untuk tidak ikut dalam pelajarannya karena telat. Hyena hanya mengumpat kesal di dalam hatinya.

Kakinya melangkah ke atap gedung sekolah, ini pertama kalinya Hyena kemari. Mungkin ini akan menjadi tempat yang indah untuknya. Hyena duduk di tempat yang tak begitu terlihat oleh siapa pun. Helaian rambutnya berterbangan saat hembusan angin mengenainya.

BRAKK

Hyena terlonjak kaget saat mendengar pintu yang menghubungkan tangga dengan atap gedung terbuka dengan kencang. Menampak dua orang pria dengan saling bertatapan tajam.

“Hahaha. Kali ini kau mungkin menang, Oh Sehun. Tapi nanti, ku jamin kau kalah!”

Pria yang bernama Oh Sehun itu berdecak sombong, “Silakan saja, Kim Kai. Aku tidak takut dengan omongan mu itu.” Terkesan lebih santai.

“Kita lihat saja, setelah ini apa yang akan terjadi!”

Pria yang bernama Kim Kai itu pun berpergi meninggalkan pria yang bernama Oh Sehun yang sedang berdiri tegap dengan tangan yang ada di saku celananya. “Lucu sekali dirimu, Kai.”

Hyena yang melihat perkelahian dua orang pria itu hanya bisa diam membisu. Kim Kai? Bukankah itu pria yang tadi pagi menabrak nya? Ternyata jika di lihat dengan jelas, pria itu sangatlah tampan.

DEG

“Kau berfikir apa sih, Park Hyena? Kau tidak boleh menyukainya.”

“Apa ini–”

“Cinta pada pandangan pertama? Jantungku? Andwe!”

-TBC-

Note : Huahaha aku bawa ff Jonghye nihh. Disini mereka agak berbeda gitu yaa.

Maksud dari cerita ini tuh, nge ceritain tentang sih Hyena. Tentang percintaannya susah dia pilih, persahabatan yang bisa kapan aja ancur, dan betapa susahnya kehidupan yang ia jalanin. Ini alurnya aku bikin lama, dan juga ga mungkin sampe puluhan chap. Soalnya emang di bikin seminimalis rupa(?)

Hehe terimakasih yang sudah membaca ini yaa. Jangan lupa RCL dan yang Sider terimakasih juga udah baca, walaupun ga RCL yang terpenting kalian udah baca 🙂

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

15 thoughts on “I’m Not Sure (Chapter 1)

  1. baru tadi pagi q baca prolognya, dan sekarang udh keluar chap 1 nya,,, ^ ^
    wah author bener2 keren,,, good job buat author,,, hhehhe
    q setia bgt y bolak-balik ke wp ini?!,,, hhahha *semoga ga bosen dg adanya q 😀
    tp gpp, ini semua demi bang kai,,, kkekkekk
    fighting selalu y buat qm sang penulis keren,, 🙂

  2. sehun-kai kenapa? mereka musuhan gtu? ck~
    hyena baru ketemu udh suka aja sama jongin >< aku kira dia suka sama chanyeol kekeke
    aku tunggu perkembangan perasaan hyena ke kai nya ya XD

  3. Wah disini karakternya jonghye beda kayak biasanya
    cieee hyena jatuh cinta pada pandangan pertama sama kai
    tapi aku masih penasaran sama yang ngambil perusahaan orang tua hyena,sapa yaw???
    Ayo authornim semangat ditunggu chapter selanjutnya

  4. menarik nich hyena seperti punya rencana terpendam buat ngambil haknya dan adiknya yang dirampas
    dan mungkin aja berhubungan ma kai
    semangat ya saengi buat nglanjutin

  5. wahh cerita nya cinta pada pandangan pertama nih hyera nya ke kai ? tp kan kai cuek gitu . gmna kelanjutannya ya .
    lanjut chapternya ya ka ?
    oh iya the erratic nya aku udah tunggu kelanjutannya lho ka

  6. ceritanya seru thor pandangan pertama ?? hahaha ini pasti bakalan konyol mungkin yah 😀

  7. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 2) | Sashka Fanfic's

  8. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 3) | Sashka Fanfic's

  9. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 4) | Sashka Fanfic's

  10. hahaha hyena jatuh cinta pd pandangan pertama cie,
    punya shabat kyak chanyeol pasti asik bgt slalu ada d manapun saat qt butuhkan, so sweet.
    Kai ama sehun kan shbat kok mlah brkelahi kyak gt? Mslah apa?
    Next

  11. bagus ceritanya
    sehun sm kai punya masalah apa sampai musuhan gitu penasaran nih thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s