Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

I’m Not Sure (Chapter 2)

18 Comments

inss

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : I’m Not Sure

Author : Sashka

Genre : Romance | School Life | Friendship

Main cast : Kim Kai | Park Hyena

Other cast : Park Chanyeol | Oh Sehun

Rate : PG-15

Length : Chaptered

Summary : “Hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri.” – Park Hyena.

Disclaimer : No Plagiat, Please!

[Prolog] | [Chapter 1]

Bel pulang sekolah pun berbunyi, membuat semua siswa berlari keluar kelas dengan perasaan bahagia, kecuali Hyena. Wajahnya tampak kecewa, karena setelah ini ia akan kembali bekerja keras.

“Hyena, hari ini kau akan kerja paruh waktu lagi? Ck! Padahal aku ingin mengajakmu ke toko kaset.”

Hyena menatap ke arah Chanyeol, “Aku harus bekerja untukku dan Jongmin. Kalau tidak bekerja, mau makan apa aku dan Jongmin? Dan ku beritahu ya, Park Chanyeol, jangan sering menyia-nyiakan waktumu demi bermain games tidak jelas itu. Lebih baik kau belajar.”

PLAKK

“Yakk kenapa kau memukulku, Park Chanyeol?!?”

“Rasakan itu! Itu balasan untukmu, Park Hyena. Aku pulang duluan, bye-bye nona jelek!”

Hyena tersenyum paksa, lalu melambaikan tangannya ke arah Chanyeol. Setelah itu ia berjalan menuju tempat bekerja paruh waktunya itu. Tapi Hyena menyempatkan untuk berganti pakaian terlebih dahulu, karena takut menjadi bualan-bualan siswa yang berada di sana.

“Hey, kau lagi nona Hyena. Kau akan bekerja paruh waktu lagi? Kami semua senang nona Hyena mengambil paruh waktu lagi di sini.”

Hyena tersenyum mendengar ucapan-ucapan Ahjumma yang bekerja tetap disana. Mereka semua sangat baik kepada Hyena, begitu juga dengan atasan disana juga senang dengan Hyena. Bukan hanya cantik, tapi Hyena juga orang yang baik dan ramah.

Semua orang menyukai sifatnya yang satu ini.

Hyena bekerja menjadi seorang pelayan di sebuah restorant yang lumayan berkelas ini. Hyena melakukan tugas nya dengan sangat baik, bersikap ramah terhadap pengunjung, memberikan senyuman manisnya kepada pengunjung yang datang.

Hyena ikut bersama dengan Ahjumma-Ahjumma yang sedang beristirahat di belakang. Mereka semua dengan sopan mengajak Hyena makan bersama, dan Hyena tidak bisa menolak kebaikkan Ahjumma-Ahjumma tersebut.

Ahjuma tersebut juga tahu kenapa alasan Hyena harus bekerja paruh waktu, karena Hyena harus membiayai hidupnya dan adiknya, Park Jongmin.

Tak jarang, Ahjumma-Ahjumma disana juga memberinya beberapa lembar won untuknya. Dengan sopan juga ia menolak pemberian Ahjumma-Ahjumma tersebut.

“Hati-hati ya di jalan, Hyena-yaa. Setelah ini kau akan ke Cafe, kan? Hati-hati.”

Hyena selalu tersenyum jika Ahjumma di tempatnya ia bekerja paruh waktu selalu memerhatikannya. Masih banyak yang memerhatikannya di sini, selain keluarga Chanyeol.

“YAK! Nona Jelek!”

Teriak seseorang yang membuat Hyena terselalu ingin marah, Park Chanyeol yang sedang berlari kecil ke arahnya. Hyena hanya berdiri menunggu kedatangan Chanyeol.

“Ada apa? Kau terlihat senang sekali, Park Chanyeol.”

Chanyeol tersenyum lebih lebar lagi, “Tentu saja! Kau harus tahu–” Chanyeol mendekat kearah telinga Hyena, “Aku baru saja menyatakan cintaku kepadanya, dan dia menerimaku.”

Mereka berdua berlompat-lompat senang, Hyena merasakan senang jika sahabatnya senang. “Kau mau ke Cafe kan? Biar ku antar saja. Aku sedang senang sekarang.”

Pertama, Chanyeol harus mengantar Hyena ke kontrakannya, lalu baru mengantarnya ke cafe. Sejak bersama Chanyeol, Hyena selalu diam, tak biasanya mereka diam. Biasanya selalu ada pertengkaran kecil di antara mereka berdua.

Alasannya hanya satu, wanita itu membuat Chanyeol melupakan dirinya. Chanyeol sejak tadi hanya fokus terhadap ponselnya, tak sedikit pun berniat untuk menatap ke arahnya.

Satu per satu dari mereka akan mulai melupakan keberadaanku, batin Hyena yang tetap menatap lurus kedepan.

“Terima kasih, Park Chanyeol.”

“Sama-sama, nona jelek. Aku harus pergi sekarang, dia sudah menungguku di taman. Bye-bye Hyena!”

Hyena melambaikan tangannya ke arah mobil Chanyeol yang lama kelamaan menghilang dari pandangannya. Hyena menghela nafas, lalu berjalan ke dalam cafe, dan di sambut hangat oleh atasannya yang sangat baik ini.

Tak lupa, Hyena membungkuk hormat kepada atasannya, lalu kembali berjalan ke RUANG GANTI KARYAWAN. Ia menaruh tasnya di dalam loker miliknya.

“Selamat malam, tuan. Ada yang bisa saya bantu?”

DEG

Bukan kah ini pria yang tadi di atap sekolah? Kalau tidak salah namanya, O.. Oh.. Oh. Apa yaa? Oh Sehun! Ya di Oh Sehun, batin Hyena memikirkan nama seorang pria di depannya ini.

“Permisi.. Aku pesan Hot Chocolate nya satu.”

Hyena tersadar dari pemikirannya tersebut, lalu beralih menatap pria di depannya. “Ne, segera saya buatkan, tuan.” Hyena berjalan untuk membuatkan Sehun Hot Chocolate.

“Terimakasih atas kunjungannya, tuan.”

Pria itu tersenyum, lalu beranjak pergi di cafe tersebut. Senyumannya sangat manis, batin Hyena tersenyum.

Hyena masih betah berdiri di meja kasir cafe, menunggu pelanggan yang datang memesan. Tangan nya tak bisa diam mengetuk-ngetuk meja kasir, matanya memandangi keseluruh penjuru cafe.

“Nona Hyena, pulanglah. Hari ini kita tidak akan sampai jam 12 malam, kita sampai jam 10 malam saja. Dan ini gajimu bulan ini.”

Hyena mengambil amplop berwarna coklat tersebut, lalu tersenyum ke arah atasannya, “Terima kasih, pak. Tapi kenapa kita hanya sampai jam 10 malam? Tak biasanya.”

Terlihat atasannya itu menghela nafas, lalu menatap Hyena, “Karena aku dapat kabar dari teman-teman kalau malam ini ada sekumpulan anak berandalan, takutnya dia akan datang ke cafe ini, dan kau kenapa-kenapa.”

“Terima kasih, pak, sudah peduli terhadap saya.”

“Kau sudah ku anggap adik sendiri, Hyena. Cha! Cepat pakai mantelmu, dan pulanglah. Hati-hati di jalan.”

Hyena berpamitan kepada atasannya, lalu berjalan berlawanan arah dari kontrakkan kecilnya. Ia pergi ke sungai Han, ini kesempatan bagus baginya, karena ia dapat menghabiskan malam di sungai Han.

“Eomma, Appa, aku merindukan kalian.” Terdengar helaan nafas Hyena panjang.

“Hidupku berubah Eomma, Appa. Aku baru tahu kalau hidup ini begitu hampa tanpa kalian. Eomma aku merindukan leluconmu, Appa aku merindukan perhatianmu. Aku merindukan kasih sayang kalian berdua.”

Airmata yang sejak tadi tertahan di pelupuk mata Hyena pun mengalir begitu saja. Hyena menangis dalam diam, bibirnya bergemetar sama halnya dengan tubuhnya. Hyena kembali memandangi bintang-bintang di langit, begitu indah mereka semua. Tapi sayang, kehidupan Hyena tak seindah mereka.

Sementara itu, airmata Hyena bergelinang membasahi pipinya terus menerus, Hyena tetap berusaha tidak terlihat habis menangis. Tapi apa daya, matanya tak bisa berbohong. Tatapan sekitarnya membuat dirinya harus menundukkan kepala malu.

Lama kelamaan, sungai Han sudah terlihat mulai sepi. Tapi Hyena tetap berada di sana memandangi bintang-bintang yang menunjukkan keindahannya. Suatu hal yang membuat tatapannya beralih dari bintang-bintang di langit Seoul, seorang pria dengan mengenakan pakaian formal, rambut yang dinaikkan ke atas, terlihat tampan memang, berdiri di pinggir tepi sungai Han, dan berniat untuk masuk ke dalam sungai?

“Kim Kai?”

Gumamnya menyipitkan matanya, menerawang apa yang ia lihat benar atau tidak. Dan benar, itu adalah Kim Kai. Hyena berjalan bersembunyi-sembunyi di balik pohon besar di sekitar sana, matanya tak lepas menatap Kai.

DEG

Jantung berdetak cepat saat Kai ingin menjatuhkan diri ke dalam sungai. “Apa pria itu bodoh?” Gumam Hyena di balik pohon besar, dan terus menatap tubuh Kai.

BYUURR

Mata Hyena membulat dengan sempurna setelah apa yang terjadi, dan sekarang Hyena hanya diam di balik pohon besar ini? Ia harus menolong pria yang bernama Kim Kai itu!

Dia berlari, lalu ikut menenggelamkan diri di sungai Han. Ia berenang mencari-cari keberadaan Kai, saat menemukannya. Kai benar-benar sudah memejamkan matanya, tapi matanya kembali terbuka saat Hyena menariknya ke atas.

Bukannya berterima kasih, pria bernama Kim Kai itu malah menatap tajam ke Hyena membuat sang empuh menundukkan kepala nya. “KENAPA KAU MENOLONGKU?!??” Bentak pria tersebut.

Hyena tertegun, seharusnya pria tersebut berterima kasih kepadanya. “Aku berbuat baik untuk menolongmu agar tidak tenggelam di sungai Han yang dingin ini.”

“Aishhh! Jika kau tidak menolongku! Pasti sekarang aku sudah mati dan tidak merasakan betapa kejam nya dunia ini!”

Hyena lagi-lagi di buat bingung, bukankah pria di depan nya ini termasuk orang kaya mengingat ia sekelas dengan Chanyeol? Lalu apa yang membuatnya ingin bunuh diri? Malah, seharusnya Hyena yang bunuh diri.

“Jangan pernah sia-sia kan kehidupan ini. Kau harus tahu, di luar sana ada yang lebih merasakan betapa kejam nya dunia ini, tapi mereka masih bertahan. Karena apa? Karena satu, hidup itu hanya satu kali, buatlah hidupmu terasa bahagia walaupun sebenarnya sebaliknya.”

Kai tertawa meremehkan. “Jadi, sekarang kau menasehatiku? Cih! Aku tidak peduli!”

Kai pun bangkit, dan meninggalkan Hyena yang masih diam duduk di tepi sungai Han dengan baju yang basah kuyup. Baik, Hyena akan pulang dengan baju yang basah seperti ini.

Walaupun hembusan angin malam yang menerpa, Hyena tetap berjalan ke kontrakkan kecil nya dengan keadaan tubuh yang mengigil. Hembusan nafasnya yang berubah menjadi asap putih keluar begitu banyak dari mulutnya.

Wajahnya sudah pucat, tapi Hyena harus sampai ke kontrakkan nya. Mau bagaimana pun keadaan nya, ia harus tetap berjalan, satu kata yang ia bisa gumam kan sekarang, yaitu “Fighting!” Hanya itu sudah.

Sampai di kontrakkan, Hyena langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur gulung nya. Merasa ada yang ganjal, adiknya-Jongmin-bangun menatap wajah Hyena yang sudah pucat.

“Noona..”

Lirih Jongmin menepuk-nepuk kedua pipi Hyena, tapi Hyena tak kunjung bangun juga. Adiknya merasa kalau Noona nya itu demam pun memegang kening Hyena. Dan benar, kening Hyena panas.

Adiknya dengan piawai mengobati Hyena, mengurusi Hyena sampai dirinya tidak tidur, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Sesekali Jongmin menguap, menandakan kalau ia sebenarnya mengantuk, tapi ia tidak boleh tidur. Jika ia tidur, siapa yang akan menjaga Hyena Noona?

“Noona, kenapa Noona bisa seperti ini? Noona..”

Terdengar nada khawatir dari bibir adiknya, Park Jongmin. Dengan setia nya Jongmin menunggu Hyena sampai menjelang pagi ia menyiapkan bubur untuk Hyena.

Hyena pernah mengajarkan nya memasak, jadi ia tahu bagaimana caranya memasak bubur. Tak lama, Jongmin membawa semangkuk bubur, lalu menaruhnya di sebelah kasur gulung mereka.

“Noona bangun! Ireona!”

Hyena membuka matanya perlahan, pandangan nya masih mengabur saat pertama kali membuka mata nya. Hal yang pertama ia lihat adalah, adiknya, Park Jongmin membawa semangkuk bubur dan di belakang nya ada Appa dan Eomma.

“Appa.. Eomma..”

Gumam nya, Jongmin yang mendengar itu heran, apa karena sakit, Noona nya jadi mengigau aneh seperti ini? Jongmin membantu Hyena untuk duduk, menaruh bantal di dinding, dan membantu menyandar kan tubuh Hyena di sana.

“Noona, sudah mulai baik? Tadi aku ke sekolah Noona membawa surat izin. Aku juga meminta izin ke sekolah ku untuk izin juga.”

Hyena tersenyum ke arah adiknya tersebut. “Terima kasih, Jongmin. Dan, maafkan Noona kau jadi repot merawat Noona.”

Keadaan Hyena mulai membaik, ia tidak begitu demam lagi. “Noona, kemarin, kenapa Noona pulang dengan basah kuyup?”

Hyena teringat dengan kejadian di sunga Han, saat ia sedang asyik memandangi langit, tiba-tiba mata nya menangkap seorang pria yang tak lain Kim Kai. Lalu, ia melihat Kai menyebur kan diri ke sungai, dan dia menolong nya.

Tapi, setelah menolong Kai, Hyena malah mendapat kan makian karena telah menolong nya. Hyena terdiam, Jongmin yang melihat itu di buat heran saat Hyena hanya diam membisu. Menatap kosong ke arah tangan nya yang saling berpangutan satu sama lain.

Hyena tertawa, lalu menatap ke arah Jongmin. “Tadi malam, Noona terpeleset ke dalam sungai Han, untung saja Noona bisa berenang saat itu. Tenang saja, Noona tidak kenapa-kenapa. Nanti malam Noona juga akan bekerja lagi.”

“Noona belum sembuh, jangan bekerja dulu.”

Hyena bangkit dari kasur gulung nya. “Lihat lah, Noona bisa berdiri. Noona sudah sembuh, Jongmin. Tenang saja.”

TOKK TOKK

“Coba kau lihat siapa yang datang.” Ujar Hyena, Jongmin langsung berjalan ke depan pintu kontrakkan kecil nya. Membuka pintu dengan perlahan.

“Annyeong, Jongmin. Apa kabar mu? Dan dimana Noona mu? Aku ingin bertemu dengan nya.”

Jongmin mempersilakan orang tersebut masuk, yaa ketahui lah orang tersebut adalah Park Chanyeol. Yang bernotabe kan sahabat dari kecil nya Hyena.

“Hey! Nona jelek bisa sakit, toh?” Tanya Chanyeol yang lebih ke arah mengejek Hyena.

Hyena mendengus kesal. “Semua orang bisa sakit, Chanyeol. Memang kau kira aku tidak bisa sakit, eoh? Dasar pria bertelinga panjang!”

Pura-pura tak mendengar apa yang di kata kan Hyena, Chanyeol pun memberi kan sekantung buah-buahan untuk Hyena. “Untukku? Wahhh.”

“Cepat sembuh ya, Nona jelek. Kau tahu, di sekolah tadi sepi sekali tanpa mu.”

Hyena tersenyum. “Tenang saja. Besok aku juga akan sekolah, hanya sakit sementara. Lagi pula, nanti malam aku juga akan pergi bekerja.”

Chanyeol mencubit lengan kiri Hyena dengan kencang. “YAK! Apa yang kau lakukan, Chanyeol?!? Sakit tahu!!”

“Kau belum sembuh total. Bagaimana kalau tiba-tiba kau jatuh pingsan gitu? Terus siapa yang akan mebompong mu nanti? Pikir kan itu matang-matang, Hyena.”

Hyena membalas dengan memukul tangan kanan Chanyeol. “Jangan sok mengkhawatir kan ku. Aku baik-baik saja. Kau tenang saja, Chanyeol.”

“Tetap saja aku takut. Bagaimana saat kau sedang di meja kasir tiba-tiba jatuh pingsan, lalu cafe di curi? Atau bagaimana dengan kau pingsan, lalu datang pria jahat, dan membawa mu ke suatu tempat, dan—kau pasti tahu ke selanjutan nya.”

“Jadi kau mendoa kan aku celaka, Park Chanyeol? Sudah lah, aku baik-baik saja.”

“Arraseo. Jadi, kenapa kau bisa sakit?”

Hyena tampak melirik ke arah adik nya, menyuruh adik nya untuk keluar sebentar dari kontrakkan kecil nya. Adik nya menurut, dan keluar meninggalkan Chanyeol dan Hyena berdua di kontrakkan.

“Jadi–tadi malam itu aku sedang jalan-jalan di sungai Han, melakukan kebiasan ku. Aku melihat nya, Kim Kai, ia sedang berada di tepi sungai. Lalu ia menyebur kan diri, dan aku membantu nya. Tapi, dia malah memarahi ku karena aku menolong nya. Akhirnya, aku pulang dengan baju yang basah kuyup. Begitulah kejadian nya.”

Chanyeol berdecak sebal. “Jadi gara-gara? Padahal aku bisa saja memberi nya pelajaran karena membuat nona jelek ini sakit. Apa perlu aku memberi pelajaran kepada nya?”

Hyena tampak memperlihatkan wajah terkejut nya. “YAK! ANDWEE!!”

Chanyeol mengernyitkan kening nya heran. Kenapa Hyena reaksi Hyena malah seperti itu? Chanyeol tersenyum jahil, ia tahu alasan kenapa sikap Hyena seperti itu. Ia tahu, dan berniat menggoda nya.

“Oh! Jadi, nona Park Hyena mulai menyukai seseorang. Coba cerita kan kepada ku, aku ingin tahu.”

Pipi Hyena merah merona karena malu dan ketangkap basah oleh Chanyeol. Jauh di lubuk hati Hyena sebenar nya memang menyukai Kai. Cinta pertama? Mungkin Kai adalah cinta pertama nya dia.

“Benar kan? Cerita ayo cerita!”

Hyena menyerah jika bersama dengan Chanyeol, mau tidak ia mencerita kan apa yang ia rasakan sekarang. Hyena tidak mengatakan kalau ia menyukai Kai secara langsung kepada Chanyeol, dia hanya mengatakan saat dia melihat Kai bagaimana, dan sebagai nya.

“Cha! Semua terbukti sudah! Kau menyukai nya, Park Hyena!”

Hyena membulatkan matanya. “Apa maksud mu, eoh? Jangan sok tahu dulu.”

“Ishh nona jelek ini! Semuanya sudah terbukti, pertama kali kau melihat nya, kau menyukai tatapan mata nya. Cih! Dasar wanita tak mau mengakui nya!”

“Baik baik! Aku jujur aku menyukai nya! Tapi, Chanyeol, waktu aku melihat nya di atap sekolah, kenapa dia seperti nua mempunyai hubungan yang tidak baik dengan pria bernama Oh Sehun? Siapa dia?”

“Oh Sehun? Oh tidak, Hyena. Apa kau tak mengenal nya? Dia pria tampan sama seperti Kai yang di kagumi banyak wanita di sekolah, tak jauh beda dariku.”

BUGH

“Yak! Kenapa kau memukul ku, Park Hyena?”

Hyena menatap tajam ke arah Chanyeol. “Kau tahu sendiri kan, aku tak punya waktu untuk mengurusi hal yang tak penting seperti itu. Lagian juga, aku tidak peduli dengan pria bernama Oh Sehun–”

“Dan lebih peduli dengan Kim Kai. Benar-benar wanita aneh.”

Hyena mengerucutkan bibir nya kesal. Kenapa orang di depan nya ini bisa menjadi sahabat nya? Tapi Hyena senang mempunyai sahabat seperti Chanyeol. Dia baik, setia kawan, dan banyak lagi yang tak bisa Hyena sebutkan.

“Aku pergi dulu, ya. Dia sudah menungguku, bye-bye. Jangan berkerja keras, aku tidak mau kau sakit lagi nanti. Aku pergi!”

Hyena menghela nafas nya berat. Apa benar Hyena menyukai Kai? Hyena masih ragu dengan hal itu. Tapi, saat melihat mata Kai, aliran darah nya seakan berhenti seketika, bagaikan kupu-kupu yang berterbangan di perut nya. Apalagi, tatapan nya saat di sungai Han kemarin, menatap tepat ke manik mata Kai.

Tapi, pria yang bernama Oh Sehun itu juga menarik bagi Hyena. Hyena menyukai senyuman nya saat di cafe. Manis. Hyena menyukai rahang bawah Sehun, tinggi pria itu juga bagus.

Lihatlah sekarang, Jongmin menatap Hyena heran. Bayangkan, sejak Hyena berfikiran tentang Kai dan Sehun, Hyena tersenyum-senyum sendiri, dan Jongmin menjadi takut dengan hal itu.

“Noona kenapa?”

Hyena beralih menatap Jongmin, tatapan datar nya ia berikan kepada Jongmin. “Noona baik-baik saja. Nanti malam, Noona akan bekerja lagi. Jaga kontrakkan baik-baik ya.”

Kai berlari dengan sekuat tenaga mengelilingi lintasan lari. Peluh keringat membasahi tubuh nya yang gagah ini. Membuat tubuh nya terlihat seksi di mata kaum hawa. Tak lupa, di sana terdapat penggemar nya yang mengintip nya secara diam-diam. Sesekali memotret diri nya yang sedang di banjiri peluh keringat.

“Sialan kau, Heejun!”

Umpat nya setelah selesai lari dua putaran, kedua tangan nya bertumpu di lutut nya. Nafas nya memburu, khas orang yang baru saja berlari. Para penggemar nya di buat kagum dengan keadaan tubuh seksi Kai tersebut.

“Seharus nya kau menjaga ketat tempat ini, Heejun. Dan tak membiarkan para hama itu masuk ke dalam. Sialan kau!”

Kai melangkah kan kaki nya ke ruang ganti pakaian, dan perlu kalian ketahui lagi, di sana ada penggemar wanita nya yang diam-diam masuk ke ruang ganti pakaian pria.

Lagi-lagi Kai berdecak sebal, saat ia menyadari ada hama yang berada di ruangan itu. “Keluar!” Teriak nya, penggemar nya itu pun keluar dari tempat persembunyian nya, dan belari keluar dengan perasaan bahagia karena di anggap ada oleh Kai.

“Jangan terlalu bekerja keras, Kai. Itu membuat tubuhmu akan lemas nanti. Santai saja.”

Kai menoleh kearah sumber suara tersebut, Sehun berdiri dengan menyandar di loker ruang ganti. Sama hal nya dengan Kai, tubuh nya di penuhi keringat yang membuat nya menjadi seksi.

“Peduli apa kau?!?” Bentak Kai melemparkan tatapan tajam ke arah Sehun.

“Kau kan sahabatku, tentu saja aku peduli. Dan, tunggu sebentar lagi permainan yang baru akan segera di mulai. Kau hanya tinggal menunggu saja.”

“Permainan katamu? Permainan apa yang kau maksud? Mempermainkan perasaan seorang wanita? Mempermainkan tubuh seorang wanita? Itu maksud mu, Oh Sehun?”

“Kalau kau menganggap nya seperti itu, ya mau bagaimana lagi. Aku tidak bisa membantah ucapan mu, Kim Kai yang terhormat.”

BUGH

Darah segar berwarna merah mengalir dari sudut bibir Sehun, sang empuh hanya tersenyun licik sembari mengelap darah nya yang mengalir dengan jempol nya. Kai menampak kan wajah marah nya, belum puas rasa nya memukul wajah Sehun.

“Kau gagal bunuh diri, Kai-ssi? Bukan kah kau kemarin kau mengatakan ingin bunuh diri di sungai Han, tampak nya kau gagal saat ada seorang wanita menolong mu kemarin.”

Kai berjalan maju, dan Sehun berjalan mundur saat Kai berjalan maju. “Kau membuat kesabaran ku habis, Sehun!”

“Wahh wahh. Tenang dulu, Kai. Kita masih punyai banyak waktu untuk bertengkar.”

“Apa mau mu sebenar nya sekarang?” Tanya Kai geram dengan basa-basi Sehun.

“Kau tahu kan, siapa yang telah menggagalkan kematian mu kemarin itu? Bagaimana kalau kita jadi kan dia permainan yang as–”

“Aku tidak mau menyakiti hati seorang wanita. Aku tak mau larut dalam permainan aneh mu itu.”

“Kau takut? Cih! Tinggal dapat kan hati wanita tersebut, dan semua selesai. Aku akan berhenti, dan kembali menjadi Oh Sehun yang dulu kau ingin kan itu!”

Ujar Sehun meninggalkan Kai sendiri di ruangan tersebut. “Sampai kapan pun aku tidak akan larut dalam permainan mu, Oh Sehun, aku hanya kau berubah dengan sendiri nya.”

-TBC-

Note : huft ini pendek bangattzzz men. Gapapa lah yaaa biar seru lahh. Gimana chap 2 nya? Udah lumayan belum? Udah mulai masuk ke inti cerita nihh.

Di chap 3 bakalan lebih masuk ke inti cerita dan konflik nya makin-makin dehhh. Terima kasih 😀

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

18 thoughts on “I’m Not Sure (Chapter 2)

  1. kai bosen hidup sampe mau bunuh diri? kekeke sbnrnya aku kaya hyena yg bingung ada apa antara kai-sehun :/
    sehun kok bisa tau kai diselametin cewe? dasar penguntitnya kai XD
    hyena labil nih kalo suka kai jgn ke sehun-sehun dong :3
    next nya ditunggu ya thor ^^

  2. ceritanya makin rame >.< ditunggu kelanjutannya ^^

  3. ada masalah apa sich antara kai-hun
    kai juga pengen bunuh diri segala gagal lagi konyol banget
    hyena jangan labil dong suka salah satu aja jangan dua”nya lagian mereka juga gk baik mau jadiin kamu bahan permainan mereka

  4. Emang ada masalah apa sih antara kai dan sehun???sampai bertengkar gitu dan kai ingin sehun kembali menjadi sehun yg dulu
    wah ternyata kai baek juga gak pengen nyakitin hati seorang wanita
    cieee hyena jadi bingung tu milih antara sehun dan kai???
    Dan juga kai kenapa pengen bunuh diri???ada masalah apa yaw??apa gara2 orang tuanya yg ngelarang kai gtu kah???tapi gak tau juga sih
    penasaran sama chapter kedepannya

  5. astogeeh !!
    itu hyena koq gitu? suka sehun juga kai?
    hmm… trus dia psti jatuh kepermainan sehun dan kai yg menolongnya?? hehe
    entah apa yg membuah sehun berubah…
    ditunggu next’a ^^

  6. wahhhhh… ceritanya keren eonn ditunggu nih chapter 3 nya ne .. jgn lama2… eonn

  7. thorr aku masih kurang paham miaam tapi seruu sebenernya kai sehun itu berantem ?? apaa gmn

  8. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 3) | Sashka Fanfic's

  9. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 4) | Sashka Fanfic's

  10. ehem, mkin seru eh chap 3 ntar uda mkin msuk k inti yah? Pngen tw knpa kai ama sehun jd kyak gt? Sehun kok yg aku liat sepintas licik gt ya?
    Oh jongmin bru kls 5 sd tpi uda pintar gt uda baik, rajin penurut pula ade yg baik bgt. Duh ksian jongmin-hyera hdup mrka susah gt smnjak ortu gak ada. Tpi knpa bsa miskin gt? Ceritain dong

  11. makin seru aja critanya
    aduh kai knp mau bunuh diri emang masalahnya sm sehun g bisa d selesaikan y
    ah makin penasaran aja

  12. Masih rada bingung nih thor sama sehun dan kai …
    Jd.. saya next baca ne ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s