Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

I’m Not Sure (Chapter 3)

20 Comments

inss

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : I’m Not Sure

Author : Sashka

Genre : Romance | School Life | Friendship

Main cast : Kim Kai | Park Hyena

Other cast : Park Chanyeol | Oh Sehun

Rate : PG-17

Length : Chaptered

Summary : “Hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri.” – Park Hyena.

Disclaimer : No Plagiat, Please!

  [Prolog] | [Chapter 1] | [Chapter 2]

Hyena berlari ke Cafe dengan kencang. Ia telat hari ini, karena harus menemani Jongmin tidur. Hyena terus berlari ke tempat bekerja nya, tanpa memerhatikan orang yang berjalan di depan nya, ia harus terus membungkuk badan nya minta maaf.

“Bagaimana ini?!?”

Ujar nya dengan nada panik, dan terus berlari ke Cafe. Lihat lah, atasan nya sudah berdiri di depan pintu Cafe dengan senyuman yang manis.

“Minumlah, kau pasti lelah berlari dari kontrakkan kemari.”

Ujar atasan nya memberi sebotol air mineral kepada Hyena, Hyena mengambil nya dengan ragu-ragu, dan meneguk nya dengan perlahan. Atasan nya ia tertawa saat melihat wajah panik Hyena, kenapa Hyena harus takut telat bekerja, padahal diri nya sendiri sama sekali tidak telat.

“Maaf, aku te–”

“Telat?” Potong atasan nya itu dengan cepat, dan di balas angguk kan oleh Hyena. “Harus berapa kali aku bilang kepada mu, eoh? Tak apa jika kau telat kemari, aku tak akan marah sama sekali, atau pun memotong gaji mu, Hyena.”

“Tap–”

“Tapi apa? Sudah! Cepat bekerja, mulau besok jangan berlari dari kontrakkan kemari.” Ujar atasan nya berjalan ke tempat parkiran Cafe.

Hyena menghela nafas nya panjang, lalu melangkah kan kaki nya ke dalam Cafe, dan memulai pekerjaan nya.

Hari-hari bekerja nya sama seperti biasa nya, menjaga meja kasir, melayani pengunjung seorang diri dengan ramah nya. Hyena menghela nafas nya panjang saat tak ada pengunjung lagi yang datang. Iseng-iseng, ia membuka ponsel nya, wallpaper ponsel nya adalah dia dan Chanyeol dengan gaya yang freak.

Hyena tertawa saat mengingat hari itu, dimana Chanyeol memaksa diri nya untuk ber-selfie bersama, dan juga dengan gaya freak. Saat itu, Hyena menolak nya dengan terang-terangan, tapi Hyena tidak bisa menolak saat Chanyeol memasang wajah yang memelas.

“Permisi, nona..”

Sontak Hyena menatap arah sumber suara tersebut, disaat Hyena sedang senang-senang nya mengingat kejadian konyol itu, ada saja yang menganggu nya.

“Ada yang bisa saya bantu?”

Tanya Hyena dengan sopan, sudut bibir nya tertarik dengan sejajar. Pria yang ada di hadapan nya ini pun juga sama hal nya, sudut bibir nya ikut tertarik, tapi lebih ke arti dia menyeringai.

“Bukan kah kau siswa Seoul High School, benar kan?”

Mata Hyena bergerak ke kanan ke kiri saat pria di hadapan nya menanyai hal itu, baru kali ini, murid Seoul High School mengenali diri nya. Dan sial nya, Hyena menjadi gelisah, dan takut dengan ini.

“Ah, mungkin aku salah lihat, baik aku pesan Vanila Latte nya satu.”

Jelas kan kenapa Hyena malu jika bekerja di sini? Jawaban nya adalah, karena Hyena malas berurusan atau bermasalah dengan siswa di Seoul High School. Sebenar nya tak apa jika dia mencari masalah dengan siswa Seoul High School, toh, ada Chanyeol yang selalu menolong nya, dan kebetulan Chanyeol termasuk siswa yang di takuti di sekolah.

DRTTT DRRTTTT

Hyena segera mengambil ponsel nya di dalam saku celemek nya, memeriksa siapa yang mengirim pesan kepada nya.

New Message from Park Chanyeol

Dia hembusan kan nafas nya malas, lagi-lagi pria ini mengirim pesan kepada nya, kenapa tidak menelfone nya saja? Tak biasa nya juga ia menghubungi Hyena dengan mengirim pesan, biasa nya dia akan langsung menelfone Hyena.

From : Park Chanyeol

Hyena, lagi-lagi dia tidak bisa datang untuk menemui ku di taman. Temani aku kemari cepat! Aku butuh teman.

Siapa Chanyeol menyuruh-nyuruh diri nya? Tidak tahu apa kalau Hyena sedang bekerja? Dasar telinga panjang! Selalu saja melakukan hal sesuka hati nya.

To : Park Chanyeol

Aku sedang bekerja, maaf, aku tak bisa datang. Lebih baik kau pulang saja, seperti nya nanti akan terjadi hujan. Pulanglah sebelum hujan turun, sekali lagi maaf karena tak bisa menemani mu. 😦

Hyena kembali menaruh ponsel nya di dalam saku celemek nya, setelah itu, ia menata gelas-gelas di cafe yang belum tertata rapih sembari bersenandung.

“Nona, Hot Chocolate satu!”

Hyena berbalik seakan ingin memberi tahu ia akan membuat kan nya secepat nya, tapi semua itu luntur seketika saat melihat siapa yang memesan. Kim Kai. Kai ada di sini, di Cafe tempat Hyena bekerja.

“Ini, terima kasih, selamat datang kembali.”

Kai berbalik mengacuhkan ucapan Hyena, dan duduk di sudut Cafe sembari memandangi orang-orang yang berjalan di depan Cafe. Mata Hyena sesekali melirik ke arah Kai yang sedang fokus menatap keluar. Memerhatikan setiap inci wajah Kai, ya Tuhan, wajah nya begitu sempurna, batin Hyena.

Keberadaan Kai membuat Hyena tidak fokus bekerja, malah ia lebih fokus melirik Kai yang sedang memejam kan mata nya. Sebentar lagi jam kerja nya akan selesai, dan Cafe akan tutup.

Ia berharap masih lama waktu bekerja nya, dan Cafe, pasti ia masih bisa memandangi wajah Kai. Tapi sayang, lima menit yang lalu, Kai baru saja meninggalkan Cafe, dan hati Hyena yang sedih.

Berhenti mencintai seseorang, berhenti, karena kau tidak pantas untuk jatuh cinta, Hyena. Kau pantas nya hanya di ijak-ijak saja. Kau berada di kasta orang miskin, kau tidak pantas mencintai seseorang yang berada di atas kasta mu.Batin Hyena menjerit mengingat kasta nya berada di bawah.

DRTTT DRRTTT

1 New Message from Unknown

Hyena mengernyitkan kening nya heran. Siapa yang mengirim nya pesan? Bahkan, tak ada yang tahu nomor nya selain, Chanyeol dan orang-orang di tempat yang pernah ia bekerja di sana. Lalu siapa ini? Hyena membuka pesan itu dengan perasaan yang penasaran.

From : Unknown

Tolong, besok setelah pulang sekolah, datang lah ke Nam Corp, saya tunggu kehadiran mu itu.

Hyena tertawa setelah membaca pesan itu, ia tahu siapa mengirim pesan ini, orang yang paling ia tidak ingin lihat wajah nya. Siapa lagi kalau bukan orang yang telah mengambil perusahaan Appa nya? Dan parah nya, ia menjadi Hyena sebagai kaki tangan nya. Dan bodoh nya, Hyena mau melakukan itu semua, asal pria tersebut mengebalikan perusahaan Appa nya.

Hyena kembali ke tempat favorit nya, sungai Han. Duduk di tempat favorit nya, bagi nya, tempat ini strategis. Bisa melihat ke sepenjuru arah, dari sini ia bisa lihat seorang pasang kekasih sedang berjalan sembari mengenggam tangan.

Tak, Hyena ingin merasakan yang nama nya cinta, tapi ia sadar, karena ia tak pantas untuk mencintai dan dicintai. Hawa di sekitar sini begitu dingin menusuk kulit Hyena, padahal dia sudah memakai mantel tebal.

Kembali lagi, mata Hyena terpaku kepada seseorang yang sedang duduk di sebelah barat, pria itu sedang memejam kan mata nya sembari membuang dan menghirup oksigen secara perlahan.

Pemandangan yang bagus, Hyena menyukai pemandangan ini, dan memilih beralih memandangi pria tersebut yang tak lain, Kai. Ia tersenyum saat Kai membuka mata nya, dan kebulan asap putih keluar dari mulut nya. Dan pakaian nya sudah berganti? Cepat sekali berganti pakaian.

“Andai saja kita satu kasta, mungkin sekarang kita sudah saling mengenal satu sama lain.”

Lirih Hyena yang tak lepas memandang Kai yang berada di sebelah barat. Kai terlihat seksi dengan kemeja yang pas dengan tubuh nya, dan celana yang sedikit mengatung.

“Kau tampan sekali jika memakai kemeja dan celana itu, membuat mu terlihat lebih keren.”

Hyena beranjak dari tempat itu, dan mulau berjalan untuk pulang ke rumah dengan berjalan melewati Kai. Hyena sengaja memperlambat langkah nya saat berjalan melewati Kai, Kai tampak memperhatikan nya saat ini. Mungkin, hanya perasaan Hyena saja yang terlalu percaya diri.

“Kau Park Hyena, kan?”

Tanya Kai yang menatap Hyena dengan tatapan datar, Hyena menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Kai dengan wajah heran.

“Ne?”

Kai terus menatap Hyena dengan tatapan datar, dan juga.. dingin? Ia bangkit dari duduk nya, berjalan menghampiri Hyena, membuat Hyena memundurkan diri nya. Terpaksa Kai menarik tangan Hyena, membuat Hyena terdiam.

“Berhati-hatilah..”

Kai meninggalkan Hyena yang masih terdiam di sana. “Berhati-hatilah?” Gumam Hyena, tangan mengarah ke dada nya, bibir nya tertarik sehingga membuat sudut bibir nya sejajar. “Kau membuat hati ku berdetak cepat, Kai-ssi.”

HYENA POV

Baru beberapa hari yang lalu aku mulai menyukai mu, dan bertahap menjadi mencintai mu sekarang. Waktu yang singkat untuk ku menyukai dan mencintai seorang pria, yaitu Kim Kai. Pria yang pertama kali ku lihat saat tak sengaja kita bertabrak kan, lalu aku melihat nya kembali di atap sekolah bersama dengan pria bernama, Oh Sehun.

Oh Sehun, pria yang aku tak mengerti, apa aku juga menyukai nya? Tidak! Aku hanya menyukai senyuman nya, tidak lebih. Malah, aku lebih menyukai Kai, yang notabene nya orang yang baru ku cintai.

Kadang, aku berandai-andai menjadu seorang putri yang di manja kan oleh uang, jika kau ingin sesuatu, kau tinggal meminta nya tanpa harus berusaha. Dan aku pernah merasakan nya, tapi itu dulu, masa lalu ku yang indah. Berbeda dengan masa depan ku, masa depan ku suram, aku menjadi orang miskin yang tidak pantas di manja kan, tidak pantas mendapatkan kasih sayang, dan tidak pantas mencintai-nya.

Aku sadar, aku bukan seorang putri seperti dulu lagi, aku hanya seorang gadis kecil yang butuh kasih sayang. Seharus nya aku bersyukur karena pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tua ku dulu, tapi Jongmin? Ia hanya merasakan nya sesaat saja, dan itu membuat ku harus memberikan nya perhatian dan kasih sayang setiap saat bersama nya.

Kenapa malam ini begitu dingin? Tak biasa nya aku kedinginan, aku sudah terbiasa dengan suhu udara seperti ini. Kaki ku seolah enggan untuk berjalan, langkah satu kaki saja rasanya begitu berat sekali.

Malam ini, berbeda dengan malam lain nya. Dia memanggil nama mu, nama lengkap ku, lalu memegang tangan ku, dan berkata; “Berhati-hatilah..” ucapan nya itu terus berada di dalam pikiran ku, seakan tak mau pergi atau hilang dalam pikiran ku. Tiba-tiba saja ingatan itu melintas dipikiran ku.

Malam itu, aku terbangun dari tidur ku saat medengar suara berisik dari kamar Eomma dan Appa. Malam dimana Appa dan Eomma pergi meninggalkan ku dan Jongmin.

Samar-samar aku dapat mendengar percakapan mereka berdua tentang perusahaan. Wajah Eomma saat itu terlihat khawatir, sedangkan Appa, wajah nya terlihat seperti sedang frustasi.

Mereka memasukkan baju-baju kedalam dua koper besar, dan aku hanya bisa memandangi kegiatan mereka dari ambang pintu kamar. Eomma sibuk memasukkan baju, Appa sibuk untuk mencoba menelpon seseorang.

Perlahan aku masuk, dan duduk di sebelah Eomma. Eomma tersenyum kepadaku, senyuman manisnya yang terakhir diberikan kepadaku, begitu juga dengan Appa yang menunjukkan senyuman manis nya.

“Eomma mau kemana? Kenapa malam-malam seperti ini?” Tanya ku yang sedang melihat kegiatan Eomma.

Eomma tersenyum ke arahku, dan membelai rambutku sebentar. “Jaga Jongmin baik-baik, ya, Hyena sayang. Eomma dan Appa akan pergi sebentar, kau berjanjilah dengan Eomma akan menjaga Jongmin dengan baik?” Eomma menunjukkan jari kelingking nya ke arah ku.

“Jika Eomma pergi nanti, pastikan kau menyanyangi adikmu, dan menjaga nya sampai dewasa. Eomma akan senang sekali jika kau menjadi seorang kakak yang baik. Dan berjanjilah dengan Eomma lagi, kalian akan hidup dengan bahagia.”

“Ne, Eomma!”

Seharusnya waktu itu aku mengerti arah pembicaraan Eomma, dan tak membiarkan nya pergi meninggalkan ku dan Jongmin. Sekarang kau bisa mengeluarkan umpatan-umpatan mu itu sepuasnya, tapi itu semua sudah terlambat, Eomma dan Appa sudah tiada ada, dan mereka tidak akan kembali lagi.

Aku mendesah lega saat sudah sampai di depan kontrakkan kecil ku, aku sudah berjanji dengan Eomma akan hidup bahagia. Dan aku bahagia dengan hidupku ini, dan akan selalu bahagia walaupun sebenarnya tidak.

AUTHOR POV

“Jangan ganggu dia, Sehun.”

“Kenapa jika aku menganggu nya, ada masalah denganmu, Kai? Atau jangan-jangan kau menyukai nya?”

“Hati wanita itu bukan dijadikan untuk bahan taruhan atau mainan, Oh Sehun. Pikirkan itu, bodoh!”

“Kenapa? Kau masih mengingat kejadian itu, hah? Kau tak ingin kejadian itu terulang, bukan?” Sehun menghela nafas, “Tapi sayang, aku akan mengulang kejadian itu lagi.”

Sehun pergi meninggalkan Kai yang diam menatap kepergian nya. Apa yang harus ia lakukan lagi sekarang untuk membuat Sehun kembali seperti dulu? Kai ingin Sehun yang polos, Kai tidak ingin Sehun yang bersikap bad boy itu.

Ia terbangun dari tidur nya, saat ponsel nya tiba-tiba saja berdering. Membuat nya harus membuka mata nya dengan sangat terpaksa, tangan nya bergerak-gerak di atas nakas.

Sial!

Umpatan nya menjawab panggilan yang masuk di ponsel nya yang tertera ‘Oh Sehun’ bocah ingusan itu. Kai mengerang kesal, dan menjawab panggilan itu dengan terpaksa.

“Ada apa kau menelfone ku?!?”

Terdengar suara kekehan dari seberang sana. “Kau tidak lihat sekarang jam berapa? Ini sudah jam 6 pagi, bergegas mandi lah, dan kita mulai permainan hari ini.”

TUTT..

Kai melihat jam di kamar nya, benar ini sudah jam 6 pagi, Kai harus segera bersiap-siap untuk ke sekolah. Dan oh, permainan dimulai? Sialan kau, Oh Sehun! Aku tak akan membiarkan permainan mu di mulai! pikir Kai.

“Kim Kai! Cepat makan sarapan mu! Jang melamun terus, sayang.” Ujar Eomma Kai yang duduk di samping Kai pun merasa khawatir dengan Kai yang sejak tadi melamun, dan hanya membuat sarapan nya berantak kan.

“Ne Eomma.” Tetap saja dia mengaduk-ngaduk sarapan nya, membuat Eomma dan Appa nya khawatir dengan diri nya.

“Kai, ada masalah?” Tanya Appa nya dengan raut wajah yang bercampuran khawatir dan penasaran. Mungkin, jika aku bercerita dengan Appa dan Eomma, semua nya akan lebih ringan. Batin Kai.

“Sehun, Appa. Dia mulai lagi.”

Eomma dan Appa Kai pun mengernyit kan kening nya heran dengan jawaban Kai. Eomma dan Appa Kai memang tidak tahu menahu tentang pertengkaran mereka berdua mereka hanya tahu kalau Kai dan Sehun hanya bertengkar layak nya seorang laki-laki remaja. Jadi, mereka pun memaklumi nya.

“Coba jelaskan pada kami, Kai.” Ujar Eomma Kai yang mulai serius dengan pembicaraan ini.

“Aku tidak tahu maksud yang jelas dari perkataan, Sehun, Eomma. Eomma tahu kan, aku suka sekali menenggelam kan diri di sungai Han jika sedang stress, saat itu ada seorang wanita yang menolongku, dia mengira aku akan bunuh diri. Dan Sehun, menyangkut wanita itu untuk menjadi mainan nya.”

Eomma dan Appa Kai masih saja tidak mengerti dengan ucapan Kai, kata-kata yang di pakai Kai sangat membingung kan mereka berdua. “Eomma dan Appa tidak mengerti dengan ucapan mu, Kai. Langsung saja kau beritahu kami inti nya.”

Kai menghela nafas nya panjang. “Sehun ingin aku dan dia mempermainkan perasaan wanita itu, jika aku menang mendapatkan hati wanita itu, Sehun berjanji akan berubah seperti dulu lagi. Jika aku kalah, Sehun tidak akan berubah.”

Eomma dan Appa Kai pun ber-oh-ria bersama, “Kau harus menolong wanita itu. Eumn lebih baik kau juga menyukai wanita itu juga lebih baik, Kai. Siapa tahu, wanita itu menyukai mu juga, dan kalian menjalin hubungan spesial.”

“Eomma!”

“Apa dia cantik, Kai?”

Kai menatap Eomma nya tidak percaya, kenapa Eomma nya menanyain wanita itu lebih dalam. Jika diingat-ingat, wanita itu memang cantik. Tanpa ia sadari, ia menggaruk tengkuk nya yang tak gatal itu, “Ya, dia cantik.”

“Cha! Kalau begitu, kau harus mendekati nya, dan memperkenalkan nya kepada Eomma.”

“Tapi Eomma, jika aku mencintai nya, dan juga sebaliknya, sama saja aku memenang kan permainan Sehun?”

“Tidak usah di pikirkan soal permainan yang di maksud Sehun itu! Lagian juga, sudah lama bukan kau tidak menyukai seorang wanita semenjak wanita aneh itu.”

“Hmm, mungkin ide Eomma bagus juga. Akan ku coba, Eomma.”

Appa Kai hanya menggeleng-geleng kan kepala nya heran, lihat lah anak dan ibu itu memang sangat aneh. Tapi jika mereka berada di tempat ramai, mereka akan terlihat dingin dan terkesan cuek, tapi jika mereka berada di rumah, semua nya berubah–mereka akan menjadi seorang yang ceria, terbuka, dan benar-benar aneh.

“Kalau begitu, aku berangkat dulu, Eomma dan Appa. Bye-bye! Eomma, akan ku coba nanti!” Ujar Kai dan melenggang pergi meninggalkan pekarangan rumah nya itu.

“Dia benar-benar menurunkan sifat mu.” Ujar Appa Kai, dan beranjak dari kursi nya–meninggalkan Eomma Kai yang masih senyum-senyum sendiri di meja makan.

“Akhirnya anak ku akan menyukai seorang wanita lagi.”

“Chanyeol, kemarin aku melihat dia bersama pria lain.”

“Jinjja? Pasti kau salah lihat, kemarin dia bilang tidak bisa datang karena sakit.”

“Lalu, saat kau ingin menjenguk nya, pasti dia menolak kan?”

Chanyeol mengangguk ragu, “Percayalah, Chanyeol-aah, aku melihat nya kemarin.”

“Beri aku bukti, dan akan ku percaya kau, Hyena.” Ujar Chanyeol dingin, dan pergi meninggalkan Hyena di taman belakang Seoul High School.

Hyena menghela nafas nya berat sembari menatap punggung Chanyeol yang makin lama hilang dari pandangan nya. “Dia marah dengan ku? Tapi, aku serius, kemarin saat di sungai Han.”

Hyena berdecak kesal. “Aku benar melihat nya kemarin, ia bersama seorang pria yang lebih tinggi dari nya, lalu mereka berjalan sambil bergandengan. Aku melihat nya setelah Kai meninggalkan ku. Aku serius!!”

Hyena mengacak rambut nya frustasi, dan berjalan sembari menghentak-hentak kan kaki nya kesal. Tatapan jijik pun mulai terlemparkan kepada nya–Hyena saja heran, kenapa mereka semua menatap nya seperti itu.

Tiba-tiba bayangan tubuh tinggi Chanyeol baru saja keluar dari kelas. “Chanyeol!” Teriak Hyena, Chanyeol hanya menoleh ke arah Hyena, dan menatap nya datar, lalu berjalan begitu saja. Hyena pun tidak tinggal diam, dan mengejar Chanyeol.

“Chanyeol, kau marah dengan ku?” Tanya Hyena saat sudah berada di dekat Chanyeol.

“Ya, aku marah.”

“Kenapa kau marah?” Tanya Hyena dengan nada heran.

“Tsk! Hyena, aku tahu, kau butuh perhatian ku, kan? Sehingga kau membuat bualan kalau dia–kekasihku itu selingkuh.”

“Ya Tuhan Chanyeol! Aku tidak bermaksud seperti itu. Sungguh, aku benar-benar melihat nya kemarin.”

“Beri aku bukti yang jelas, dan aku tidak akan marah lagi kepada mu.” Ujar Chanyeol meninggalkan Hyena sendiri di sana.

“Akan ku bukti kan, Chanyeol, kalau dia bukan wanita yang baik.”

Hyena berbalik ke arah kelas nya, mereka semua mendengar percakapan nya dengan Chanyeol. Mereka mulai berbisik hal yang membuat Hyena sakit hati, tapi Hyena menghiraukan nya dan tetap berjalan ke arah kelas nya.

“Kemana Chanyeol mu, Park Hyena?” Tanya siswa di kelas nya dengan nada mengejek. Sial, coba saja dia tidak bersekolah di sini karena beasiswa, sudah lama dia akan menghajar siswa yang telah mengejek nya itu.

Kumohon, soesaengnim cepatlah masuk! Aku sudah muak di ejek seperti ini. Batin Hyena.

“Siapkan alat tulis kalian! Hari ini kita ulangan fisika!” Hyena mendeaah lega, saat doa nya terkabulkan.

“Ssttt.. yak! Park Hyena!” Hyena tak peduli dengan panggilan-panggilan dari siswa itu, masa bodo, siapa suruh mengejek nya tadi. Biarkan nilai nya jelek, toh itu juga bukan nilai nya.

“Sialan kau, Park Hyena! Lihat pulang sekolah nanti.” Bulu kuduk Hyena berdiri ngeri saat siswa yang duduk tidak jauh dari nya mengancam diri nya.

“Waktu kalian tinggal lima menit lagi!”

Hyena berteriak senang dalam hati, saat soesaengnim mengatakan waktu tinggal lima menit lagi. Tentu nya, Hyena sudah selesai dengan lembar jawaban nya itu, dan siap untuk di kumpulkan.

“Waktu habis! Cepat kumpulkan jawaban kalian!”

Hanya Hyena yang berdiri, saat sudah disuruh mengumpulkan jawaban. Siswa yang lain hanya mendesah pasrah saat di paksa untuk di kumpul kan.

“Park Hyena, bisa saya minta waktu mu sebentar?” Tanya soesaengnim dengan nada lembut.

“Ne, soesaengnim.”

“Ikut saya ke kantor guru, ada hal yang ingin saya bicarakan kepada mu, Hyena.”

“Kim Kai! Keluar dari kelas ku sekarang juga!”

Kai berdecak kesal, dan beranjak dari tempat duduk nya keluar kelas. Sekilas, ia menatap soesaengnim itu dengan tajam. Kurang ajar sekali dia menatap soesaengnim nya seperti itu, ku tekan kan lagi kepada kalian, bahwa Kai adalah seorang bad boy. Jadi pantas kelakuan nya seperti itu.

Kai berdiri di depan pintu kelas nya, ia hanya berdiri di sana dalam diam, menatap kosong ke arah lantai koridor.

“Kau kena masalah lagi, Kim Kai?” Tanya soesaengnim yang berjalan melewati Kai yang sedang berdiri di depan pintu kelas.

“Ne, soesaengnim.

Tatapan Kai beralih ke arah belakang soesaengnim itu, seorang wanita yang sedang menundukkan kepala nya, dan Kai mengenali wanita tersebut–dia Park Hyena.

“Yasudah, jangan kau ulangi lagi, Kim Kai. Ayo, Park Hyena.” Ujar soesaengnim berjalan meninggalkan Kai yang sedang menatap tubuh kecil Hyena dari belakang. Jika di lihat dari tubuh nya saja, dia sudah cantik.

Benar kata Eomma nya, lebih baik dia mendekati wanita itu saja, daripada harus mengikuti permainan Sehun. “Semoga berhasil.”

Diruang Soesaengnim

Hyena duduk di hadapan Han soesaengnim dengan gugup dan menundukkan kepalanya. “Hyena, saya sangat kecewa dengan nilai mu yang sekarang.”

“Wae soesaengnim?”

“Nilai mu turun Hyena. Saya, selaku wali kelasmu sangat kecewa, apalagi kau siswa berprestasi di sekolah ini. Kedua, saya takut beasiswa mu di cabut dari sekolah ini, sayang sekali jika beasiswa mu di cabut begitu saja.”

Hyena menatap Han soesaengnim sendu, nilai nya turun, di pasti kan jika lebih turun lagi, beasiswa nya akan di cabut dari sekolah ini. Dan Hyena tidak mau hal itu terjadi.

“Apa kau ada masalah, Hyena? Mungkin kau bisa cerita pada saya.”

“Saya hanya di pusingkan oleh kebutuhan hidup saya, soesaengnim. Hanya itu saja.”

Han seosaengnim menghela nafas nya berat, “Kalau begitu jangan bekerja terlalu keras, dan memaksa kan diri. Kembali lah ke kelas, dan belajar lah yang benar.” Hyena mengangguk, dan mengbungkukkan tubuh nya, berlalu dari ruangan itu.

Saat di luar, Hyena menghela nafas nya panjang sembari menatap ke atas langit-langit koridor. “Nilai ku turun? Bagaimana bisa?” Gumam nya, dan kembali ke kelas nya.

Kedua tangan nya di letakkan di belakang tubuhnya sembari menatap kaki nya yang melangkah. Wajah nya menunjukkan tanda bahwa ia sedang heran sekarang. “Pulang sekolah aku harus ke Nam Corp? Bahkan aku melupakan itu.” Gumam nya diiringi tawa pelan.

“Tadi Kim Kai, bukan? Dia tampan hari ini.” Gumam Hyena tersenyum-senyum sendiri.

Hyena mengurungkan niat nya ke kelas, ia lebih memilih pergi ke loker nya. Mengambil barang nya yang lupa ia ambil kemarin-kemarin. Buku Diary nya. “Untung saja kau masih disini.” Ujar nya senang, dan bergegas menutup pintu loker nya.

Dari kejauhan, Kai selalu mengawasi gerak-gerik Hyena, sampai seseorang menepuk punggung sebelah kanan nya. “Jadi, kau mulai mau ikut permainan ku?” Tanya orang tersebut dengan percaya diri.

“Cih! Aku tak mau ikut kedalam permainan mu, Oh Sehun.” Jawab Kai.

“Lalu, kenapa kau mengawasi nya dari sini, apa kau menyukai nya? Sejak kapan?”

Oh lihat lah, gerak-gerik Kai menunjukkan bahwa ia gelisah sekarang. “A..ak..aku menyukai nya sejak dulu. Sebelum kau menawarkan permainan bodoh itu!” Ujar Kai semantap mungkin.

“Jinjja? Kalau begitu, kuubah permainan ini. Siapa yang bisa mengikat nya duluan, dia menang.” Ujar Sehun, dan berlalu dari hadapan Kai.

“Bocah itu!” Desis Kai menahan amarah nya yang mulai bergejolak. Kai kembali melihat kearah Hyena yang sedang memejamkan mata nya sembari bersandar di loker nya.

“Aku lapar..” Gumam Hyena memegang perut nya. Bahkan, Kai dapat mendengar gumaman yang keluar dari mulut Hyena dari sejauh ini. Hyena berbalik, mengunci loker nya, dan berjalan kembali ke kelas.

“Mungkin sampai di sini saja aku mengikuti nya.” Gumam Kai berbalik ke arah kanting sekolah.

Bel istirahat pun di bunyi kan. Semua siswa Seoul High School pun berhamburan pergi ke kantin sekolah, kecuali seorang wanita yang duduk di pojok kelas. Mata nya memandangi tangan yang sedang memegang beberapa lembar uang.

“Kupakai uang ini, atau tidak, ya?” Tanya wanita itu kepada diri nya sendiri. Haruskah ia gunakan uang nya itu? “Kupakai saja, daripada aku mati kelaparan.” Ujar nya bangkit dari tempat duduk, berniat untuk ke kantin.

Wanita itu mengantri hampir di paling depan. Menunggu orang yang di depan nya mengambil makanan. “Lama sekali.” Gumam nya sembari memegangi perut nya yang sudah ingin di beri makan sejak tadi.

“Selanjut nya..”

Ini kesempatan nya untuk mengambil makan siang. “Ahjumma, seperti biasa.” Tak lama, Ahjumma itu memberi nya nampan makan siang nya. Dia sudah memegang nampan nya, dan sekarang, harus duduk dimana dia?

Ia dapat melihat sahabatnya–Chanyeol yang sedang asyik makan, sesekali menatap ke arah nya. Dia benar-benar marah padaku. Batin nya. Ia pun berjalan melewati meja makan sahabat nya itu.

BRAKKK

Suara tawa menggema di kantin sekolah hari itu karena dirinya. Wanita itu yang tak lain Hyena pun menatap nanar ke arah nampan makan siang nya, beserta lauk pauk nya yang berserakkan.

“Orang miskin tidak pantas untuk makan!”

“Ambil makanan itu! Sok jijik sekali!”

“Biasa nya juga makan dari tong sampah saja!”

Oke, sekarang Hyena mencoba untuk menahan tangisan nya. Ia mengadahkan wajah nya menatap ke arah Chanyeol yang sedang menatap ke arah nya iba. Saat tatapan mereka bertemu, Chanyeol langsung perpaling, dan kembali makan makanan siang nya, dan mengacuhkan Hyena begitu saja.

“SIAPA YANG MELAKUKAN INI?!?” Teriak seorang pria bergema di kantin sekolah, membuat semua siswa Seoul High School pun diam seribu bahasa. Dia Oh Sehun. Pria populer yang terkenal dengan ketampanan nya, dan juga sifat nya.

“Jangan sok jadi pahlawan, Oh Sehun.” Kali ini berbeda orang, tetapi tetap satu jenis. Dia Kim Kai yang sedang mencoba membantu Hyena bangkit. Hyena terperangah saat Kai membantu nya. Terlebih semua siswa Seoul High School hari itu.

Mereka menyaksikan kedua orang populer yang saling bertungkar tatapan tajam itu. Di sebelah Kai ada Hyena yang sedang menundukkan kepala nya. Sesekali ia mencoba melirik ke arah Chanyeol yang sekarang menatap ke arah nya heran.

Kai berjalan mendekati Sehun, tetap dengan tatapan tajam nya. “Jangan sok jadi pahlawan nya, Oh Sehun. Dia milikku.” Bisik Kai, dan pergi meninggalkan kantin bersama Hyena. Tangan nya menarik Hyena dengan kencang, membuat sang empuh meringis kesakitan.

Kai berhenti menarik tangan Hyena sampai di atap sekolah, dan juga melepaskan genggaman nya itu. Sontak saat di lepaskan tangan nya, Hyena langsung mengusap-ngusap bagian yang terasa perih itu. “Mianhae. Karena ku tangan mu jadi seperti itu.” Ujar Kai dengan nada bersalah.

“Gwenchana.” Hyena mengenggam bagian tangan nya yang terasa perih itu dalam diam. Kai yang melihat ke janggalan pun kembali menarik tangan Hyena. Kali ini berbeda tangan, karena tangan yang satu nya itu sedang sakit karena nya. Dan sekarang ia ingin membuat yang baru.

Kai membawa Hyena ke ruang kesehatan. Menyuruh Hyena untuk duduk di ranjang ruang kesehatan. Kai mencoba memeriksa obat apa yang bisa membuat tangan Hyena lebih baik.

“Kurasa tangan ku sudah baik.” Ujar Hyena yang tetap menundukkan kepala. Kai berbalik menatap ke arah Hyena. “Lihat pergelangan tanganmu.” Benar, pergelangan tangan nya memang merah, tapi ia tidak ingin berlama-lama dengan Kai.

KRUUKK

Kenapa kau bunyi di saat tidak tepat?!? Memalukan sekali! Batin Hyena.

“Kau lapar?” Tanya Kai yang mencoba duduk di hadapan Hyena.

“Aa.. Ani!” Jawab Hyena berbohong.

“Aku tahu kau belum makan karena makan siang mu jatuh. Lebih baik kita ke kantin saja.” Saat Kai berniat menarik tangan Hyena lagi, Hyena mengelak tidak mau.

“Tidak usah. Aku tidak lapar.” Elak Hyena berbohong.

Kai berdecak kesal sembari berkacak pinggang. “Cepat keburu bel masuk berbunyi, dan kau belum makan. Atau mau ku bawakan makanan kemari?” Hyena mengeleng.

“Kalau begitu kita ke kantin.” Baiklah Hyena menyerah, dan jauh di dalam hati nya, ia sangat sangat sangat senang sekarang. Berjalan berdampingan dengan Kai.

Kai membawa nampan berisi kan makan siang di kantin hari ini untuk Hyena. “Ini untukmu.” Ujar Kai memberi Hyena nampan makan siang kantin. Hyena mengambil nya dengan sedikit ragu-ragu. “Tak apa, makanlah.”

Hyena melirik kearah Chanyeol yang masih setia berada di kantin yang juga sesekali melirik ke arah nya dengan tatapan heran. Setelah pulang sekolah nanti sebelum ia pergi ke Nam Corp, ia akan meminta maaf kepada Chanyeol. Tapi ia akan buktikan kepada Chanyeol kalau wanita nya itu sebenarnya tidak baik.

Sekarang ia berjalan seorang diri di koridor sekolah. Ini sudah lewat waktu pulang, tapi ia sendiri belum pulang. Ia menunggu seseorang, yaitu Chanyeol. Sejak tadi, ia tidak melihat Chanyeol di kelas nya, dan juga tidak menemukan nya dimana pun.

Pikir nya mungkin Chanyeol sudah pulang, dan memang tak berniat bertatap wajah dengan nya. Hyena pun memilih langsung ke Nam Corp, bertemu dengan CEO yang tak ingin ia temui atau ia hindari sejak dulu.

Kaki nya sudah menginjak di dalam gedung Nam Corp. Rasa nya tak sudi kaki nya ini menginjak tempat ini, tapi mau apa lagi, dia harus menyelesaikan masalah ini secepat nya, dan bebas.

“Nona Hyena? Anda ditunggu Sajangnim di ruangan nya.” Ujar salah seorang wanita di meja repsesionis.

“Terimakasih.” Hyena berjalan ke ruangan orang yang di sebut sajangnim itu.

Hyena masih sangat ingat ucapan nya saat terakhir kali nya ia kemari: Kau hanya gadis kecil yang tidak tahu dunia luar. Mereka sungguh kejam, Hyena. Dan laggi-lagi kau ingin berusaha mengambil hak orang tua nya. Hak orang tua mu? Mereka tidak punya hak, Hyena. Kau tidak tahu yang sebenarnya. Kau masih kecil, kau tidak akan mengerti. Dan suatu saat nanti kau akan mengerti, Hyena. 

Hyena tertawa miris saat mengingat hal itu. Sih sajangnim yang bilang kalau ia masih gadis kecil dan orang tua nya yang tidak punya hak. Dan Hyena berjanji akan melakukan apa pun untuk hak kedua orang tua nya. Karena orang tua nya tidak salah di sini.

TOKK TOKK

“Masuk.”

Hyena pun membuka pintu tersebut dengan perlahan, dan kembali menutup pintu tersebut saat sudah berada di dalam ruangan.

Betap terkejut nya saat tahu ada siapa di dalam ruangan tersebut. Mata nya membulat sempurna menatap dua orang pria yang sedang duduk berhadapan dengan dua cangkir kopi hangat.

“A-ap-appa?”

 

 

–TBC–

 

 

Note: Kali ini ga pendek kan? Ini udah panjang lohh. Kemarin aku sakit, dan kembali lagi buat posting ff ku ‘the erratic’ sama ‘im not sure’, maaf kalo mengecewain kalian semua. Ini udah berusaha banget buat nulis. Ga gampang lohh nulis ff itu 😦 apalagi buat aku nulis ‘the erratic’, aku harus berfikir keras. Kalau ‘im not sure’ aku masih bisa berfikir biasa aja. Tapi tetep aja pusing banget-_- hehehe. Yaudah selamat menikmati ff ku yang ga jelas ini ;p
Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

20 thoughts on “I’m Not Sure (Chapter 3)

  1. wah ternyata appanya hyena masih hidup, emang kenapa appnya hyena pura-pura udah meninggal padahal masih hidup??? hemmm pasti ada masalah laen yang harus disembunyiin appa dan eomma hyena
    ciiiieeee kkkamjong udah mulai beraksi untuk deketin hyena,,,lanjut kkamjong aku dukung dan hiraukan permintaan sehun itu
    next chapter ditunggu chingu

  2. nahhh appanya hyena masih hidup permainan apa ini
    kai ma sehun juga apa mereka berdua trauma ma wanita dimasalalu
    chanyeol udah buta ma cintanya dan hyena juga salah sich bilang kechan tanpa bawa bukti sekarang jadi berantem moga aja kai bisa nglindungin hyena dari pembullyan

  3. ciee kai udh mulai suka y sma hyena?? cuman takutnya sehun mengacaukan seglanya …
    btw sehun knp ya ? dan apa yg terjadi dimasa lalu…

  4. Chanyeol kenapa jadi gitu sih? Jahat bgttt
    Kai mulai ngefeketin hyena yaa hahaha
    Appa nya hyena ternyata masih hidup?
    Makin penasaran nihhh
    Di tunggu ya next chapt nyaaa

  5. eoh itu beneran appa nya hyena? dia masih ada? trs selama ini kemana?
    kai mencoba untuk menyukai hyena? hahaha semoga berhasil ya dan jangan hiraukan sehun dgn segala permainan aneh nya kai :<
    next nya aku tunggu thor ^^

  6. itu sehun mksd ny apa ya maenim hati cewe ? apa ada masalah sama kai dulu ?
    omo , appa hyena masih hidup

  7. Kenapa sehun jadi bad boy ? Seneng mainin hati cewe 😀 aku malah berfikiran kalo ini ff kayak cerita sebelum kai dan hyena menikah di the erratic 😀 god job author 😀 lanjutkan bakatmu 

  8. ceritanya makin rame >.< chanyeol tega banget ngebiarin hyena dibully temen2nya 😦 untung aja ada kaihun 😀 ditunggu kelanjutannya ^^

  9. thorrr lanjut yaa penasaran ‘ aku doain biar ada ideidee yg seruu wkwkkk semangattt jangan lamalama ya thor

  10. Waahh, ternyata appa nya hyena masih hidup? Kok bisa sih? Tapi bagus deh, trus chayeol tega banget sih biarin hyena di bully? Tapi untung ada kai 😀 enak banget hyena nya bisa modus sekalian gitu, di tunggu next chapter ya thor, hwaiting!! ^^*

  11. mian thor ngebut bacanya langsung komen disini.
    ah, chanyeol jahat banget deh. sehunnya kenapa? kok jdi bad boy gitu?
    jangan buat hyena dibuli ya, kan hyena jago berkelahi.
    next ditunggu ya!

  12. Lah kok ada appanya hyena? Ah nyebelin ya oh sehun jahat 😢 chanyeol juga ih kan kasian hyenaaa ditunggu next! Fighting !

  13. Pingback: I’m Not Sure (Chapter 4) | Sashka Fanfic's

  14. wah appa hyena masih idup? What. . .
    Trus slama ini kmana aja kok gak prna liat keadaan anak”nya?
    Sehun kai uda mulai brsaing weh seru nih tpi mrka bneran suka gak sih?

  15. wah appa hyena masih idup? What. . .
    Trus slama ini kmana aja kok gak prna liat keadaan anak”nya?
    Sehun kai uda mulai brsaing weh seru nih tpi mrka bneran suka gak sih?
    Next chap . . .

  16. wah critanya makin seru thor
    appa hyena masih hidup y kai dah mulai suka tub sm hyena
    knp chanyeol jd jahat gitu sm hyena
    thor next chap nya d tunggu y jangan lm2

  17. Mksd nya Hyena Blng “apa ? ” atau “appa ? ” hihihi.. rada bingung thor ..
    Bgs deh kai nolong Hyena ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s