Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

[Series] Different –Happy Birthday

6 Comments

Untitled-3

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : Different

Author : Sashka (@sashagani)

Cast : Park Chanyeol  Moon Sora

Genre : Sad  Hurt  Romance

Rate : PG-17

Length : Series

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. No Plagiat!

Summary : “Selamat ulang tahun.” 

A/N : Cerita ini hasil pemikiran saja sendiri. Jika ada kesamaan tokoh atau kejadian itu hanya kebetulan. Cerita ini sudah sangat basic untuk dunia perfanfiction-an. Sekali lagi saya tegaskan, ff ini asli/murni dari otak saya. Terima kasih.

.

.

Hidup tanpa dirinya memang susah bagiku. Ya, aku memang wanita murahan yang mengemis cinta kepadanya. Tapi perlu kalian sadari, aku sangat tulus mencintai lelaki itu.

Lelaki yang sudah tega meninggalkan seorang wanita lemah sepertiku. Aku bodoh. Bodoh karena dia. Dia penyebab semua ini. Sih lelaki yang memberiku racun cinta, sehingga aku terus mencintainya walaupun dia sudah menyakitiku.

Ini kali keduanya aku disakiti oleh seorang lelaki. Dan dia adalah lelaki kedua yang menyakitiku dengan sangat amat menusuk ke hatiku.

Bahkan, aku tak menyangka akan seperti ini. Dimana aku sih wanita murahan mengemis cinta ke lelaki tampan sepertinya.

Banyak wanita yang menginginkannya. Dan anehnya, kenapa aku termasuk salah satu wanita yang beruntung pernah menjalin hubungan spesial dengannya? Aku pun sampai sekarang masih tidak tahu.

Yang kutahu dari Kai, dia adalah lelaki yang playboy. Suka sekali mempermainkan seorang wanita. Maka dari itu, saat Kai mengetahuiku menjalin hubungan dengan dia. Kai langsung memarahiku, begitu juga dengan Hyena yang ikut campur.

Kai dan Hyena memang sudah menjadi sahabatku. Hyena yang benar-benar sahabatku dari kecil, dan Kai adalah sahabatku saat dia menjalin hubungan dengan Hyena 5 tahun yang lalu.

Aku tahu betul sifat mereka, begitu juga dengan mereka yang tahu betul dengan sifatku. Dan semuanya bermula disaat aku bertemu dengan dia depan toko. Kami berdua saat itu sedang berteduh karena lupa membawa payung.

Kejadian itu terjadi saat 3 tahun yang lalu. Dari situ kami berkenalan, dan seperti anak muda lainnya, kami saling menyukai satu sama lain.

Saat 2 tahun kami menjalin hubungan, kami baik-baik saja. Sama seperti pasangan yang lain, dimana kami saling mencintai satu sama lain.

Suatu perbedaan diantara kami membuat hubungan menjadi agak retak. Aku seorang pemain Biola, dan dia sih lelaki bad boy anak band, pemain Drum.

Semua orang bilang kalau kami tidak akan cocok satu sama lain, tapi dia menegaskan kepadaku kalau tidak perlu mendengar mereka semua. Bagiku bad boy itu akan membuat kalian nyaman. Dia akan bad boy diluar, tapi jika bersama denganku dia berbeda menjadi good boy yang membuatku nyaman akan pelukkannya.

Hampir 3 tahun menjalin hubungan dengannya, dia berubah. Bukan orang yang kukenal. Dia berbeda, dia tidak memelukku lagi, dia tidak menganggapku, dia tidak seperti dulu. Intinya dia berubah.
.
.
.
3 Hari Kemudian…

Sora melangkahkan kakinya masuk ke dalam cafe. Mencari-cari seseorang yang telah membuat janji dengannya. Ya, dia adalah sahabatnya–Park Hyena.

“Menunggu lama, tuan putri?” Ejek Sora saat hendak duduk dikursi dihadapan Hyena.

“Ne! Aku menunggumu hampir 10 menit. Kau lama sekali, Ra.”

“Maaf. Jadi ada apa? Kau bilang ingin curhat denganku.” Tanya Sora.

“Kami berpisah.. hiks..”

Sora tampak panik saat Hyena mulai menangis. “Ya.. jangan menangis disini, Hye.” Ujar Sora yang mengganti tempat duduk nya disebelah Hyena.

“Dia.. hiks.. dia jahat, Ra. Hiks..” Sora terus saja mengusap punggung Hyena, mencoba menenangkannya agar berhenti menangis.

“Bagaimana ini?” Tanya Hyena yang sudah mulai berhenti menangis.

“Tunggu, kau benar berpisah dengan Kai? Lewat mana dia mengatakannya?”

“Tadi sebelum aku menelponmu, Ra.”

“Yang sabar ya.. Aku tahu apa yang kau rasakan, Hye. Aku juga sama sepertimu.”

“Gomawo..”

“Lebih baik kau pulang saja. Dan menangislah sepuasnya.” Ejek Sora yang membuat Hyena sedikit tertawa.

“Tidak! Aku tidak akan menangis untuknya! Lihat saja.”

“Baik kita akan lihat, tuan putri. Aku pergi, bye!” Ujar Sora meninggalkan Hyena sendirian.

Dia memang sahabat yang jahat. Tidak! Tidak! Sora tidak jahat! Ia tahu kalau Hyena hanya butuh waktu sendiri. Selalu seperti itu jika menyangkut tentang Kai. Dia akan menangis didalam kamar. Menguncinya rapat-rapat sehingga tak ada yang mendengar nya menangis.

Sora berhenti di depan toko pakaian atau distro. Baju-baju disana bagus. Dia pun masuk ke dalam distro tersebut. Melihat-lihat pakaian yang dijual disana.

Oh, bahkan Sora lupa kalau ini semua pakaian laki-laki. Saat hendak keluar, Sora baru mengingat satu hal. Dia akan membeli salah satu pakaian disini.

Dia memilih pakaian disana. Sesekali meminta pendapat kepada sang penjual. Dia bimbang untuk membeli sebuah jaket kulit berwarna hitam atau sebuah snapback?

Baik dia akan membeli jaket kulit berwarna hitam saja. Menurutnya akan lebih cocok jika ia membeli jaket kulit hitam. Mungkin akan sangat cocok ditubuhnya.

“Sekarang aku harus kemana lagi?” Gumamnya melihat kekanan kekiri. “Oh! Tas biolaku dimana?!?” Dia pun kembali masuk kedalam distro menanyai keberadaan tas biolanya. Untung saja masih ada.
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Sora hanya menatap kosong kearah layar ponsel-nya. Tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.

One Message From xxx-

Sora mengernyitkan dahinya heran. Kenapa dia masih menghubungiku? Apa ini pertanda baik? Semoga.. Pikirnya bersorak gembira dalam hati.

From : xxx-

Datanglah besok ke gla pub, pukul 10 malam. Pesta ulang tahun, Park Chanyeol esok hari.

(Send to everyone.)

Setika wajag Sora menjadi muram saat membaca kalimat terakhir. Dia terlalu percaya diri karena menganggap Chanyeol mengirim untuknya. Tapi ternyata dia mengirim ke semua orang.

“Bagaimana? Tidak mau mencoba menghubunginya?” Ujar seorang pria berwajah tampan itu menatap intens kearah temannya.

Molla. Aku bingung mau mengundangnya atau tidak.” Balasnya sembari menatap kosong benda persegi panjang berwarna hitam itu dengan kosong.

“Sudah kirim dia pesan. Dan katakan sesingkat mungkin. Siapa tahu itu bisa melegakan hatimu, Chanyeollie.” Ujar temannya menepuk-nepuk bahunya dan berjalan meninggalkan dirinya untuk berfikir.

Tampak Chanyeol menimang-nimang apa yang dikatakan sahabatnya itu. Ingin ia mengirim pesan kepadanya, tapi ia malu untuk mengirimnya.

Baik, mungkin kali ini ia kalah oleh gengsinya. Ia pun mulai mengetik beberapa patah kata kepadanya.

To: xxx-

Datanglah besok ke gla pub, pukul 10 malam. Pesta ulang tahun, Park Chanyeol esok hari.

(Send to everyone.)

Ia tersenyum saat pesan itu sudah terkirim dengan sempurna. Ia menaruh ponsel-nya di dalam saku celana nya dan berjalan kearah tempat parkir.

Membuka pintu mobilnya, saat sudah masuk ke dalam, tanpa aba-aba ia langsung menancapkan gas mobilnya.

Mobilnya membelah ramainya jalanan di Seoul sore ini. Ia mengambil sesuatu dari dalam laci mobilnya. Yang diketahui sebuah kacamata hitam. Ia pun memakainya. Tampak keren sekarang dia.

Chanyeol berhenti di basement salah satu gedung tinggi nan besar ini. Ia keluar dari dalam mobil. Berjalan masuk ke dalam gedung. Melepas kacamata hitamnya.

Ia masuk ke dalam lift. Menekan lantai nomor 10. Lantai itu menuju tempat tinggalnya selama ini. Tempat tinggal yang menjadi tempat terekamnya kemesraan nya antara Sora.

Ia menekan beberapa kode pintu Apartement nya. Membuka pintu Apartement nya, berjalan masuk ke dalam.

Pertama kali yang ia lakukan adalah menaruh kunci mobilnya di atas meja yang berada diantara Televisi dan sofa panjangnya. Setelah itu ia membuka jaketnya di sofa dan berjalan ke arah dapur.

Membuka pintu lemari es, mengambil botol mineral yang dingin. Dengan sekali tenggukkan air nya habis tak tersisa. Ia menaruh botol mineral yang habis itu diatas meja makan.

Ia berjalan kearah kamarnya. Masuk ke dalam kamar mandi. Berniat membasuh tubuhnya yang lengket ini.

Selesai. Ia keluar dengan wajah yang fresh. Lengkap dengan rambut yang berantakan dan basah. Pakaian yang sangat pas di tubuhnya.

Ia mengambil ponsel-nya dari dalam saku celana. Berharap orang tersebut membalas pesan singkatnya ini.

Mianhae..

Lirih menatap pesan yang ia kirim tadi. Hati dengan mulut nya ini berbeda. Mulutnya bilang kalau ia sudah tidak menyukainya. Tapi berbeda dengan hatinya yang menentang itu semua. Ia masih ada rasa, tapi ia gengsi untuk mengakuinya.
.
.
.
Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Chanyeol berserta sahabatnya sudah mengumpul di gla pub. Hari ini ia akan berpesta layaknya anak muda.

“Hey, Chanyeol! Happy Birthday, bro!” Ujar salah satu temannya sembari high five dengannya.

Thanks, bro! Nikmati pestanya, ya!”

Yeah. Ngomong-ngomong dimana Sora? Biasanya dia yang nomor satu selalu berada di dekatmu saat ulang tahun mu di rayakan.”

Chanyeol pun terdiam, sebisa mungkin tidak terlihat seperti orang bodoh. Ia pun berusaha mengalihkan pertanyaan temannya ini.

“Aku harus ke sana dahulu, ya! Selamat menikmati pesta!”

Chanyeol pun sedikit berlari menjauh dari temannya ke bar. Memilih untuk melihat pesta ulang tahunnya dari disini saja.

Seseorang menepuk pundak nya lumayan keras. Membuatnya hampir melepaskan gelas alkohol-nya jatuh dari jangkauannya.

“Selamat, Chanyeol!”

“Kai! Kau membuatku hampir mati terkejut.”

Lagi-lagi Kai terkekeh. “Jangan terlalu dramatis, Chanyeol. Ohya, aku bawa hadiah untukmu.” Kai pun memberikan Chanyeol sekotak persegi empat yang lumayan besar.

“Dan aku tadi menemukan-nya diluar saat mau masuk ke dalam, ini.” Kai memberi lagi satu bungkus kado lengkap dengan pita putihnya di atas.

Chanyeol pun membuka bungkus kado yang bersertakan dengan pita putih. Ia merasa tidak asing dengan bungkus kado itu.

Isi kado itu adalah sebuah jaket kulit berwarna hitam. Dan sebuah snapback berwarna hitam. Chanyeol menyukai kedua hadiah tersebut. Sangat amat malah. Jaket ini yang ia ingin beli, tapi saat itu ia lupa membawa dompet. Dan snpaback ini yang sudah lama ia impikan, tapi selalu lupa ia beli.

Dibawahnya terdapat selembar kertas berwarna kuning. Ia pun membaca deretan kata yang tertulis di kertas kuning itu.

Happy Birthday, Park Chanyeol.

Aku berharap semoga kau sukses di band mu. Sukses juga dengan apa yang kau lakukan. Diberi kesehatan. Panjang umur selalu. Menjadi lelaki yang baik-baik. Dan jangan lupa makan yang banyak.

Fighting!

Chanyeol tertawa miris saat selesai membaca selembar kertas kuning itu. Ia tahu siapa yang menulis surat itu.

“Dia datang..”

Hari ini aku cukup sudah berdandannya. Aku mengenakam dress berwarna hitam. Warna kesukaan ku. Aku kembali menatap pantulan diriku di cermin.

“Kau sempurna, Moon Sora.”

“Kau sempurna, Moon Sora. Jika mengenakan dress warna hitam itu. Sungguh menawan.”

Bukankah dia juga pernah mengatakan hal itu dulu. Membuat diriku terbang ke langit ke tujuh karena pujiannya itu. Aku senang karena dia termasuk lelaki yang romantis.

Aku pun mulai keluar dari kamar tidurku, berjalan ke arah halte bus. Eomma tidak pernah mengizinkan ku untuk naik mobil, Eomma takut terjadi sesuatu terhadapku. Jadi dia melarangku mengendarai mobil sendiri.

Aku duduk didekat kaca bus. Memandangi indahnya ibukota Korea Selatan, Seoul, dimalam hari. Hembusan nafasku membuat kembulan asap putih berada di kaca bus.

Sebentar lagi aku sampai di pub dan akan bertemu dengannya. Walau hanya berbanding empat hari aku tidak bertemu dengannya. Aku sangat merindukan wajah tampannya yang mempesona nya itu.

Ia pun turun dari bus dan berjalan tertatih-tatih karena harus sedikit berlari ke pub.

Saat di depan pub, ia bertemu dengan Kai yang baru saja keluar dari dalam mobilnya membawa kotak yang lumayan besar. “Kai!” Panggilku yang berusaha berlari kearahnya.

Dia terdiam. “Ada apa, Ra?” Tanya Kai kepadaku. Nafasku masih terengah-engah, jadi aku menyuruhnya tunggu sebentar.

“Bisa kau berikan ini kepada Chanyeol? Aku tidak mau bertemu dengannya.”

“Kenapa? Kalian kan be–”

“Ani! Kami sudah berpisah.”

“Oh! Araseo. Mana?”

“Ini.” Aku pun memberikan kotak kado untuk Chanyeol kepada Kai.

“Jangan bilang dariku. Cepat masuk!” Aku pun mendorong tubuh Kai untuk cepat-cepat masuk ke dalam.

Aku? Aku hanya diam disini, memperhatikan dari orang-orang yang bermasukkan ke dalam pub. Bersandar didepan mobil Kai.

“Kita berpisah, dan jangan muncul dihadapanku lagi. Aku benci itu.”

Aku tertawa miris saat mengingat hari itu. Mengingat bagaimana diriku yang terlihat seperti sebuah benda. Jika kau suka, kau boleh memilikinya, jika kau tidak suka lagi, kau boleh membuangnya.

Aku beranikan diri untuk masuk kedalam pub. Ugh! Ini sebabnya aku tidak mau Chanyeol merayakan ulang tahun nya di pub. Pasti mereka akan minum-minum atau apalah itu.

Saat dulu pun aku hanya berdiri disebelahnya. Menatap jijik saat Chanyeol menenguk wine-nya. Chanyeol pernah menyuruhku untuk mencoba, tapi kutolak mentah-mentah.

Resiko mempunyai seorang kekasih Bad Boy -Park Hyena.

Saat itu juga aku dan Hyena keluar dari pub dan duduk di taman depan yang disusul oleh Kai. Berbeda dengan Chanyeol yang sedang berhura-hura di dalam sana.

Aku menatap jijik kearah orang-orang yang sedang menari tak jelas disini. Pakaian mereka tak layak pakai. Jika kau tidak punya baju, katakanlah, dirumahku banyak sekali baju yang tidak terpakai lagi.

“Kau datang?”

DEG!

Dia ada di depan ku dengan sebuah kotak di tangannya. Dia menatapku tajam, seolah-olah aku ingin salah datang kemari. Aku menganggukkan kepala.

Dia mendekat kearahku. Membisikkan kata-kata yang tak ingin ku dengar dari mulutnya. “Bukankah sudah kukatakan, jangan muncul dihadapanku lagi. Aku benci itu.” Dia menatapku dingin.

“Ka-kau yang meny-yuruhku d-datang.” Ujarku sebisa mungkin.

Lihatlah, mataku sudah berkaca-kaca. Kuatkan dirimu, Sora. Kau bisa menahan airmatamu yang sialan itu. Kau harus terlihat kuat di depannya.

“Kau boleh datang, tapi jangan muncul dihadapanku.”

Aku tersenyum dan berbalik dari keluar dari sana. Aku menangis. Menangisi lelaki sialan sepertinya. Aku tak menyangka akan seperti ini. Dimana aku harus menjadi seorang wanita yang menjadi peran menyedihkan.

Aku menangis. “Kau kenapa, Ra?” Tanya Kai yang menghampiriku dengan nada khawatir. Sebisa mungkin aku tersenyum kearahnya.

“PEMOTONGAN KUE AKAN SEGERA DIMULAI! PARA UNDANGA DIMOHON MASUK KEDALAM PUB UNTUK MENYAKSIKAN!”

Teriak seseorang dari dalam pub menggunakan speaker. Kai mengajakku untuk sebentar saja ke dalam, menyaksikan pemotongan kue ulang tahun Chanyeol.

DEG

Seharusnya aku yang disana. Seharusnya aku yang berada di sebelahnya. Seharusnya tangannya memeluk pinggangku. Seharusnya dia tersenyum kepadaku. Seharusnya dia memotong kue bersamaku. Seharusnya kue pertama untukku. Seharusnya kita tidak berpisah..

Aku menangis saat melihat semuanya berbeda. Dimana orang yang kucintai berdiri disebelah orang lain dengan tangan yang berada dipinggang sang wanita.

Aku terdiam menatap kearahnya yang juga menatap kearahku. Dia tampak terkejut saat aku masih berada pub ini. Menatap sendu kearah dua orang yang menjadi tontonan orang-orang disini.

“PERKENALKAN, DIA GO EUN-SA, TUNANGANKU!”

DEG

Semuanya selesai. Tak ada harapan lagi untukku. Aku hanya masa lalu mu. Selamat ulang tahun, Chagiya..

Aku takkan pernah melupakan dirimu. Aku akan selalu mengingat kenangan kita semasa dulu. Dimana first kiss kita terjadi. Dimana aku selalu berada di sampingmu jika kau berulang tahun. Orang pertama yang mengucapkan selamat kepadamu.

Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Chanyeol.

Walaupun kau menyakitiku, AKU SANGAT AMAT MENCINTAIMU, CHANYEOL!

Samar-samar aku dapat mendengarkan Kai memanggil namaku. Maaf Kai, aku merepotkanmu disaat seperti ini.
.
.
.
.
-TBC-

Note : Huaa ff series ini pun yang kedua keluar! Ver untuk hari abang Chanyeol yang ulang tahun nih. Maaf buat abang Chanyeol yang disini karakternya jahat dan bad boy gitu 😦 tapi dia ga kaya gitu kok, dia cowok yang baik kalo diliat-liat.

Selamat ulang tahun buat abang Park Chanyeol. Sukses selalu sama EXO nya. Baik-baik yaa kamu ;* aku sayang kamu bang muachhh ;***

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

6 thoughts on “[Series] Different –Happy Birthday

  1. good bgt thor! aku suka bgt deh!

  2. Wuahh bagus thor
    Daebak^^*
    Tapi kasian ya sora nyaa
    Aku tunggu series selanjutnya ya
    Fighting!^^*

  3. chanyeol jahat banget jadi orang
    sora lupain chanyeol cari kebahagiaanmu sendiri

  4. Masih bingung bgt sama chanyeol
    Mau nya dia apa cobaa
    Chnayeol jahat bgttt
    Kasian bgt soraa
    Padahal di sendiri yang ngundang sora eh tapi sora mya malah di usir
    Penasaran bgt nih sama maksudnya chanyeol
    Ditunggu ya next series nyaaa

  5. It’s appropriate time to make some plans for the longer term and it
    is time to be happy. I have learn this put up and if I may I desire to recommend you
    few interesting things or advice. Maybe you could write subsequent articles relating to this article.

    I desire to learn more things about it!

  6. Uggg jahat kali lah si chanyeol…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s