Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

I’m Not Sure (Chapter 4)

17 Comments

imnotsure

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : I’m Not Sure

Author : Sashka

Genre : Romance | School Life | Friendship

Main cast : Kim Kai | Park Hyena

Other cast : Park Chanyeol | Oh Sehun

Rate : PG-17

Length : Chaptered

Summary : “Hidup bukanlah tentang menemukan dirimu sendiri. Hidup adalah tentang menciptakan dirimu sendiri.” – Park Hyena.

Disclaimer : No Plagiat, Please!

 [Prolog] | [Chapter 1] | [Chapter 2] | [Chapter 3]

“Appa..”

Beribu pertanyaan menghampiri pikiran nya. Sudah ke berapa kali diri nya bergumam seperti itu sembari menatap kosong kearah gelas kaca yang berada di tangan nya. Dia hanya shock dengan kehidupan nya. Begitu kejam kah dunia ini untuk nya? Kenapa harus dia yang menerima kejam nya dunia ini? Kenapa tidak orang lain saja?

Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?

Setetes bulir air mata turun membasahi pipi nya. Air mata yang sejak tadi ia tahan pun tidak bisa ia tahan lagi. Bagaimana bisa ini terjadi di kehidupan nya?

“Hyena, kau baik-baik saja?” Tanya sang atasan yang sejak tadi khawatir dengan Hyena.

Buru-buru Hyena menghapus air matanya, lalu tersenyum hangat kearah atasan nya itu. “Apa aku boleh mengambil izin kerja hari ini?” Tanya nya sebisa mungkin menahan air mata nya.

“Tentu saja. Pulanglah, dan jaga dirimu baik-baik, Hyena.” Hyena pun membungkuk hormat, dan berjalan ke ruang ganti karyawan. Mengganti pakaian kerja nya dengan pakaian semula nya.

“Aku permisi pulang.” Pamit Hyena kepada atasannya yang masih berusia 30 tahun-an itu. Atasannya itu hanya tersenyum menanggapi Hyena yang sudah beranjak pergi dari caffe nya.

Sejak beranjak keluar dari caffe, Hyena membungkam mulutnya dengan punggung tangan. Dan mata yang menahan airmata yang ingin keluar.

Sungguh, jika sejak dulu ia mengetahui ini, lebih baik ia mati saja daripada harus seperti ini. Ini menyiksa namanya. Tapi, jika ia mati, siapa yang menjaga Jongmin? Adik laki-laki nya yang menjadi alasannya hidup sampai sekarang.

Tenangkan pikiranmu, Hyena, kau hanya sedang terpukul saja.

Ia berjalan dengan susah payah. Ia sudah tak bisa menompang tubuh nya ini. Ia sudah lelah, ia butuh istirahat sejenak. Dan kemungkinan, ia juga butuh istirahat di dunia ini.

Berhenti berpikiran bodoh, Hyena! Kau hanya sedang terpukul! Hilangkan pikiran bodoh itu jauh-jauh!

Hyena tak bisa lagi berjalan, dan memilih untuk duduk di depan kontrakkan kecil nya ini. Melirik sejenak ke arah pintu kontrakkan kecil nya tersebut dengan tatapan nanar. Haruskan adiknya itu tahu tentang ini semua? Tidak! Jongmin masih kecil, ia hanya butuh waktu main dan belajar saja dulu. Biarkan saja dia yang menjadi tulang punggung adiknya dan dirinya.

“Noona..”

Sontak Hyena berbalik menatap ke arah pintu kontrakkan kecil nya, terlihat adiknya–Park Jongmin sedang berdiri di ambang pintu dengan wajah heran nya. “Kenapa Noona diluar? Kenapa tidak masuk, diluarkan dingin, Noona.” Hyena tersenyum menanggapi adiknya itu, dan beranjak untuk masuk kedalam.

“Noona, aku lapar.” Ujar Jongmin menatap Hyena penuh harap.

“Tunggu, Noona ganti pakaian dulu, ya. Kau nonton televisi saja dulu.” Ujar Hyena mengusap rambut Jongmin dengan senyuman manis nya kepada Jongmin.

Hyena pun mengambil satu kaos polos berwarna putih, dan celana pendek di lemari pakaiannya. Cepat-cepat Hyena memakainya, dan segera membuatkan adiknya makanan.

“Cha! Mari kita makan!”

Dengan lahapnya Jongmin menghabiskan makan malam mereka. Membuat Hyena tersenyum bahagia melihat adiknya seperti itu.

“Jongmin, besok kau liburkan?” Tanya Hyena yang mendapat tanggapan dari adiknya dengan anggukan.

“Bagaimana kalau besok kita ke Lotte World, atau ke… Mau mu kemana?” Tanya Hyena.

“Ani, Jongmin tidak mau Noona. Nanti uang Noona habis lagi.” Seketika wajah Jongmin pun berubah menjadi murung.

“Noona mendapatkan bonus, Jongmin. Jadi tenang saja. Dan kita akan pindah dari kontrakkan kecil ini ke Rooftop yang lumayan dekat dengan sekolahmu.”

“Jinjja? Kita akan pindah?!? Ayeyyy!!” Jongmin pun bersorak gembira.

“Sudah selesai makannya? Setelah ini kau belajar, dan langsung tidur, arraseo?”

“Arraseo!”

Hyena mencuci semua piring dan gelas yang mereka berdua gunakan. Sesekali melirik kearah adiknya yang sibuk dengan buku-buku pelajaran.

“jongmin, kau jaga kontrakkan sebentar ya. Noona mau ke sungai Han sebentar.” Jongmin pun mengangguk tanpa menatap kearah Hyena.

Hyena pun mengganti pakaiannya lagi dengan mantel tebalnya, dan mulai keluar dari kontrakkan kecilnya tersebut. Berjalan di bawah lampu jalanan yang redup, berjalan seorang diri.

Tanpa ia sadari, sepasang mata mengawasi dirinya dari kejauhan. Mengawasi setiap gerak-geriknya, tatapan nya pun juga tidak lepas dari Hyena.

“Kau lihat?!? Dia hanya wanita yang polos. Kenapa harus menjadikan dirinya sebagaimana mainan mu?!?” Tanya Kai dengan nada yang tinggi.

“Aku menjadi dirinya mainan hanya karena… karena kau menyukainya.” Jawab Sehun dengan nada mengejek.

Sialan! Demi apapun sampai kapan kau akan berhenti?!?”

“Sampai aku puas.”

“Baik. Aku akan mengikuti permainanmu, tapi sedikit kuubah disini. Aku akan menjaga dirinya, dan kau tidak akan pernah bisa menganggu dirinya!”

Sehun tertawa meremehkan. “Kita lihat disini siapa yang lemah, aku atau kau, Kim Kai sih pria lemah.”

Kai menyeringai, lalu beranjak meninggalkan Sehun yang masih menatap kearahnya.

“Kau tidak akan tahu apa yang terjadi setelah ini, Kai-ssi.”

Pria berperawakkan tubuh tinggi dan wajah tampan itu terus saja mengikuti seoarang gadis secara diam-diam. Sebenarnya dia sudah tahu betul kemana gadis itu akan pergi. Dan.. Gadis itu pergi ke sungai Han, tempat favoritnya jika sedang bersedih atau mencari udara segar.

“Mianhae, Hyena-aah..” Lirihnya menatap sendu kearah gadis tersebut yang sudah mendudukki salah satu bangku di sungai Han tersebut.

Tanpa gadis itu sadari. Pria berperawakkan tubuh tinggi dan wajah tampan itu sejak tadi mendengarkan apa yang telah ia lontarkan dari mulutnya, sampai ia melihat kejadian yang tak pernah ia percaya.

PARK HYENA DENGAN ORANG YANG IA SUKA SEDANG BERCIUMAN.

Sungguh, saat itu juga pria berperawakkan tubuh tinggi dan wajah tampan itu terkejut, dan sontak membalikkan tubuhnya tak ingin melihat kejadian privasi tersebut.

Dia tidak cemburu, hanya saja ia senang. Karena sahabatnya, Park Hyena menyukai seorang pria yang bisa menjaga dirinya saat pria ini pergi sewaktu-waktu.

“Sepertinya cintamu tidak bertepuk sebelah tangan, Hyena-aah.” Ujarnya tersenyum kearah kedua orang yang sedang bertatapan satu sama lain.

Kaki panjangnya pun berbalik, beranjak dari tempat tersebut. “Aa!” Ia terkejut saat melihat seseorang pria yang tak jauh tinggi dari nya berdiri tepat di belakangnya.

“Apa yang sedang kau lakukan, Chanyeol?” Tanya pria berkulit putih itu.

“Ani. Aku hanya sedang memandangi indahnya sungai Han.” Jawab pria bernama Chanyeol tersebut.

“Oh! Ku kira kau sedang mengawasi sahabatmu, Park Hyena yang sedang berciuman dengan Kim Kai sih pangeran sekolah, apa dugaan ku benar, Chanyeol-aah?”

“Kau bicara apa, Oh Sehun? Aku hanya ingin menghirup udara segar di sungai Han saja.”

“Jinjja?” Ujar Sehun dengan nada tidak percaya.

“Apa jangan-jangan kau menyukai sahabatmu, Park Hyena, apa betul?” Lanjutnya dengan nada penuh selidik.

“Ani.”

Sehun berjalan lebih dekat kearah Chanyeol. Lalu membisikkan sesuatu di depan wajah nya. “Maaf, Park Chanyeol.. Tapi, Park Hyena sudah menjadi milikku. Kau kalah cepat, Chanyeol.”

Sehun menyeringai kearah Chanyeol. Chanyeol hanya membalasnya dengan tatapan datar tidak peduli dengan omongan Sehun. “Asalkan kau tahu, Oh Sehun. Aku lebih memihak kepada Kai dari pada mu!” Tegas Chanyeol dan berlalu meninggalkan Sehun.

“Aku yang berubah, atau kalian yang berubah sebenarnya?”

“Noona, hari ini kita sungguh akan pindah dari kontrakkan kecil ini?” Tanya Jongmin yang menatap Noona nya–Park Hyena tidak percaya.

“Ne. Maka dari itu kemasi barang-barangmu, Jongmin.” Balas Hyena yang memasukki satu per satu pakaiannya kedalam tas hitam yang besar.

“Arraseo.”

Kedua orang tersebut pun saling sibuk sendiri dengan barang-barang mereka. Hyena yang sibuk memasukki buku-bukunya dan Jongmin yang masih sibuk dengan pakaian nya. Baru Hyena ketahui, rooftop yang berada di dekat sekolah adiknya itu lebih murah harga sewany ketimbang kontrakkan kecil ini.

“Sudah selesai?” Tanya Hyena yang dibalas anggukkan oleh adik satu-satunya itu. Hyena pun mengangkat kedua tas besar berwarna hitam itu keluar kontrakkan, begitu juga dengan Jongmin yang membawa satu tas besar.

“Kita akan naik taksi hari ini, Jongmin.”

Waeyo, Noona?” Tanya Jongmin heran. “Taksi itu mahal, nanti uang Noona akan habis.” Lanjutnya dengan wajah khawatir.

Hyena mengelus rambut pendek berwarna hitam adiknya, tersenyum menandakan kalau tidak apa-apa. “Ani. Uang Noona masih banyak. Kau tenang saja, Jongmin.”

Mereka berdua pun menunggu taksi yang lewat ditepi jalanan. Jongmin merasakan ada keanehan di diri Noona nya sekarang. “Tak biasanya Noona menghabiskan uangnya.” Gumam nya yang masih sedikit didengar oleh Hyena.

“Ne? Kau bilang apa?” Jongmin menggelengkan kepalanya tak lupa ia pun juga tersenyum.

“Itu taksi, Noona!” Teriak Jongmin menunjuk taksi yang mengarah kearah mereka. Berhenti di tepi jalan, sang supir pun membantu mereka untuk memasukkan barang-barang mereka.

Hening. Tak ada yang suara ataupun yang bicara di dalam taksi. Mereka semua diam, termasuk sang supir yang fokus menyetir. Jongmin sesekali melirik kearah Noona nya. Mimik wajahnya menunjukkan kalau Noona nya tidak dalam keadaan yang baik.

Dan Jongmim penasaraan akan hal itu. Apa yang terjadi dengan Noona nya? Kenapa Noona nya berbeda hari ini?

Mereka pun sampai ditempat tinggal mereka yang baru. Rooftop yang lumayan besar dari kontrakkannya yang dulu. “Apa kau suka, Jongmin?” Jongmin mengangguk memperlihatkan deretan gigi putih nya.

“Ayo masuk!” Ajak Hyena yang membuka pintu yang di ekori oleh Jongmin. Rooftop ini lebih baik dari kontrakkan kecil itu. Dimana ada tiga ruangan disana. Kamar mandi, kamar tidur, dapur ruang makan dan ruang keluarga menjadi satu.

“Bagaimana? Lebih besar, bukan?” Jongmin lagi-lagi menunjukkan senyuman bahagia nya.

“Pindahkan saja dulu barang-barangmu di lemari itu. Noona ingin keluar sebentar.”

“Araseo!”

Hyena pun keluar dari rooftop barunya. Mendudukkan dirinya di bangku besar didepan rooftop. Matanya terpejam. Kepalanya mengadah keatas.

Tarik. Buang. Ia hanya melakukan hal itu sejak duduk disana. Matanya terbuka. Menatap kosong kearah dua kakinya. “Ini hanya mimpikan?” Gumamnya menendang krikil yang tak jauh dari kakinya.

Flashback

Hyena menatap kearah langit-langit malam. Memejamkan matanya. Merasakan udara yang sejuk dimalam hari. Tarik. Buang.

Matanya terbuka. Pandangannya langsung mengarah ke sebuah sungai. Ini tempat favoritnya.

Matanya beralih dari sungai. Kini ia menatap kearah sebelah kiri. Dimana ada seorang lelaki berjalan kearahnya denga kedua tangan dimasukkan kedalam saku jaket.

Tak luput asap putih mengebul keluar dari mulutnya. Sedikit berlari kearah bangku yang didudukki oleh Hyena. Saat sudah didepan Hyena, lelaku itu langsung mencium bibir Hyena.

Hyena terdiam. Matanya sukses membulat sempurna saat tahu siapa yang menciumnya. Lelaki itu memejamkan matanya. Begitu menjiwa.

“A-apa yang k-kau lakukan?” Tanya Hyena tergagap dengan wajah herannya.

“Menciummu.”

“Tap–“

“Terimakasih karena aku yang pertama.” Ujar lelaki itu didepan wajah Hyena dengan tangan yang mengelus rambutnya lembut dan pergi begitu aja.

Jari-jari Hyena menyentuh bibirnya. “Ini bekasnya..” Lirihnya menatap kearah lelaki itu yang sudah mulai menjauh dari tempatnya.

“Saranghae..”

Flashback End

Jari telunjuk-nya pun kembali menyentuh permukaan bibirnya. Sudut bibirnya sedikit terangkat saat mengetahui siapa lelaki itu.

Bangkit dari duduknya, kembali masuk ke dalam rooftop dan mulai membereskan barang-barangnya.

“Noona. Rooftop ini benar-benar dekat dengan sekolahku! Aku sangat suka.” Ujar Jongmin menunjukkan kedua jari jempol-nya kearah Hyena.

“Kau senang sekali sepertinya.” Hyena mengacak-ngacak rambut Jongmin gemas.

“Noona! Rambutku!”

“Yak! Kenapa kalau rambutmu berantakkan? Takut tak ada yang menyukaimu? Hahaha!” Ejek Hyena terkekeh melihat adik satu-satunya mengerucutkan bibirnya. Sangat lucu.

“Baik, baik. Jangan marah. Lebih baik kita keluar mencari makan!” Ajak Hyena menarik tangan adiknya keluar dari Rooftop.

Hyena terus menarik tangan adiknya–Jongmin sampai tepat dihalte bus. Nafas mereka berdua terengah-engah. “Noona! Apa yang Noona lakukan? Aku lelah, Noona berlarian seperti itu.”

“Maaf.”

Hyena kembali menarik tangan Jongmin saat bus tiba dihalte. Menarik masuk kedalam bus. Hari ini Hyena akan bersenang-senang dengan adiknya–Jongmin seharian, ani! Tidak seharian, karena saat malamnya ia harus bekerja di cafe.

“Noona kenapa kesini?” Tanya Jongmin denga nada khawatir.

Wae? Ada yang salah? Ayo masuk! Noona sudah lapar!”

Sejak awal, Jongmin terus saja duduk gelisah. Ia bingung harua memesan apa disini. Disaat dia mau itu, ternyata harga lumayan mahal untuk gaji Noona nya. Jadinya dia memilih tidak makan saja.

“Kau tidak memesan, Jongmin?” Tanya Hyena.

“Ani. Makanannya mahal semua, Noona.”

“Ayolah.. Tidak apa-apa. Pesan apa yang kau suka, Jongmin. Atau Noona akan–”

“Araseo.”
.
.
.
Selesai, mereka berdua pun kembali ke rooftop. Dimana hari ini untuk orang kaya bermalas-malasan. Berbeda dengan mereka berdua yang harus bekerja.

Jongmin menyapu dan mengepel lantai, sedangkan Hyena mencuci pakaian dan harus kerja. Sebelum itu, mereka harus merapihkan barang-barang pindahan mereka.

Hyena mendesah lega saat pakaiannya sudah ia jemur semua. Tak tersisa, berarti ia bisa beristirahat. Ia mengambil kursi kayu yang tak jauh darinya. Mencoba mendudukkan dirinya senyaman mungkin.

Mencoba untuk terlelap sementara.

“Appa.. Eomma.. hiks..”

Seorang gadis remaja menangis tersedu-sedu saat melihat jasad kedua orang tuanya yang tertutup plastik kuning.

Didalam gendongannya terdapat seorang balita laki-laki yang hanya diam memasang wajah polosnya.

Gadia remaja itu tidak berani mendekati kedua jasad orang tuanya. Memilih untuk menangis dari jauh. Takut melihat kedua orang tuanya.

“Eomma.. Hyena takut..”

Tak lama sang balita yang berada didalam gendongannya pun ikut menangis dengan keras. Wajahnya memerah. Sontak sang gadis remaja itu menenangkannya.

“Hushh.. Jongmin berhentilah menangis.. Noona disini, Jongmin. Tidak usah takut..”

Balita itu kembali tersenyum memperlihatkan kedua gigi nya.

Tiba-tiba aliran darah segar keluar dari mulut sang balita. Membuat gadis remaja itu melemparkan jauh-jauh.

Balita itu berjalan kearahnya. Dengan mulut yang terus mengeluarkan darah..

“Eomma!!”

“Eomma!!!!”

Hyena terbangun dari tidurnya. Peluh keringat membanjiri tubuhnya. Membuat bajunya mau tak mau ikut basah.

Ia langsung terjatuh dari kursi kayu yang ia duduki tadi. Matanya basah. Rambutnya basah. Badannya basah. Hyena terduduk dibawah. Meluruskan kakinya.

“Eomma.. Aku mimpi buruk, lagi.”

Lirihnya mengusap keringat yang turun didahinya. Hyena bangkit dan masuk ke dalam rooftop nya. Melirik kearah jam dengan lamban, jam 17.30PM.

Ia berjalan malas kearah dapur, membuka pintu lemari es dan langsung mengambil botol mineral. Menengguknya habis tak tersisa.

“Jongmin!”

Panggilnya. Tak ada jawaban dari orang yang ia panggil. Ia pun mencobanya sekali lagi.

“Jongmin!”

Tidak ada jawaban.

“Jongmin!”

Tidak ada jawaban lagi.

“Jongmin! Dimana kau?!?”

Kini ia sudah mulai panik. Ia menaruh botol mineralnya di atas meja makan. Berjalan cepat masuk ke dalam kamar tidur. Siapa tahu Jongmin ada di kamar tidur, bukan? Berfikiran positiflah dahulu.

“Jongmin!!”

Serunya saat melihat adik kesayangan nya tak sadarkan diri diatas lantai kayu yang dingin. Hyena langsung menghampiri adiknya. Mengendong adiknya dipunggung, membawanya keluar menuruni tangga. Ia harus pergi ke jalan raya dulu, baru dapat taksi.

Sampai ditempat ramai, ia langsung menstopkan taksi yang kosong. Memasukkan adiknya kedalam dengan perlahan. Ia panik sekarang. Bagaimana dengan Jongmin? Apakah ia akan baik-baik saja?

Kai berjalan santai masuk ke dalam ruangan kerja Appa nya. Sudah lama tidak ke dalam ruangan kerja Appa nya tersebut.

Tidak tahu apa yang terjadi dengan Appa nya. Tiba-tiba Appa nya menghubungi dirinya untuk datang keruangan kerja nya. Padahal hari ini, hari Minggu. Dimana hari semua orang libur, berbeda dengan Appa nya yang bekerja setiap hari ini.

TOKK TOOK..

Kai mengetuk-ngetuk pintu ruang kerja Appa nya berkali-kali. Membuka nya saat mendengar jawaban dari dalam.

“Oh! Kai. Duduklah disana.”

Kai tidak duduk ditempat yang ditunjuk oleh Appa nya. Ia malah berdiri didepan meja Appa nya. Ia tahu itu tidak sopan, tapi ia terlalu penasaran apa yang akan dikatakan oleh Appa nya sekarang.

“Ada apa, Appa?”

“Eh! Kau terlalu tidak sabar sekali, Kai. Appa hanya ingin memberitahu saja, berikan benda ini ke alamat yang ada disana.”

“Ini apa?” Tanya Kai dengan nada penasaran.

“Sudah bawakan saja benda itu ke alamat yang tertera disana. Dan jangan tanyakan apapun lagi, Kai.”

“Araseo, Appa.”

Kai keluar meninggalkan sang Appa yang masih berkutik dengan kertas-kertas yang membuatnya pusing. Memandangi benda yang terbungkus kertas coklat.

“Apa ini?”

Kai berjalan mengambil kunci mobilnya dan mulai menuju ke alamat yang tertera di benda itu.
.
.
.
Ia sampai dialamat yang tertera dibenda itu. Tempatnya sangat aneh. Tak biasanya Appa akan berurusan dengan orang-orang seperti kalangan bawah.

Kai pun menaikki tangga disana. Tiba disebuah rooftop yang lumayan besar. Ia mengetuk-ngetuk pintu rooftop tersebut berkali-kali. Tapi tidak ada jawaban dari dalam.

Membuat dirinya geram dan berjongkok didepan pintu. Mengamati halaman depan rooftop. Lebih baik ia taruh saja benda ini di depan pintu, lalu ia bisa pergi bermain.

Kai pun menaruh benda itu didepan pintu dan pergi meninggalkan rooftop tersebut.

Mobilnya melesat pergi membelah jalanan dikota Seoul. Ia menuju tempat yang menurutnya dulu sangat penting. Hanya dia dan orang itu saja yang tahu. Tapi kini tempat itu sudah tidak terawat lagi semenjak kejadian itu.

Kai membuka pintu mobilnya dan menutupnya kembali. Melangkah masuk ke dalam tempat yang banyak ditumbuhi pepohonan yang tinggi. Ada sebuah rumah pohon disana. Kai hanya memandanginya dari bawah.

Karena rasa rindunya, ia pun menaikki tangga dirumah pohon tersebut dengan hati-hati. Mengingat tangga ini pasti sudah lapuk. Ia sampai diatas dengan selamat. Ia memandangi ketinggian dari atas rumah pohon ini.

“Dulu ini sangat tinggi bagiku, tapi sekarang.. Tidak ada apa-apanya bagiku.” Sombong Kai. Ia duduk rumah pohon ini dengan kaki yang jatuh kebawah. Kai memandangi keindahan tempat disini. Teringat akan suatu hal.

“YAK! KIM KAI! TUNGGU AKU!!” Teriak seorang anak lelaki kecil mengejar teman sebaya nya dengan terengah-engah. Mereka berlarian didalam hutan. Hutan yang menurut mereks tidak seram, dan memang tempat ini tidak seram karena banyak orang yang datang kemari.

“LARI YANG CEPAT OH SEHUN! AKU TIDAK MAU MENUNGGUMU!” Teriak lelaki kecil yang berada didepan. Langkahnya berhenti saat melihat ada sesuatu yang aneh.

“Ke.. napa b-ber–henti-i, K–” Lelaki kecil yang bertanya tadi itu pun terdiam juga bersama dengan seorang lelaki muda satu lagi.

Ada kain berwarna putih didepan mereka. Itu bukan kain saja, melainkan itu sebuah baju beserta dengan orangnya yang tersungkur dibawah tanah. Mereka hanya diam memandangi tubuh kecil yang tersungkur ini.

“Bantu dia, Sehun.” Ujar seorang lelaki kecil bernama Kai yang berusaha mengangkat kedua tangan orang yang tersungkur ini. Sehun pun mengangkat kedua kakinya.

Mereka membawa orang tersebut kebawah rumah pohon. Dengan kepalanya yang bertumpu dikaki lelaki bernama Kai. “Apa dia masih hidup?” Tanya Sehun yang sejak tadi memandangi wajah orang tersebut. Sedangkan Kai dia hanya mengedikkan bahunya tidak tahu.

Tangan Sehun beralih ke hidung orang tersebut. Masih ada hembusan nafas disana. “Dia hidup.” Mereka berdua hanya memandangi wajah orang tersebut dalam diam sampai siang menjelang sore.

Terdengar suara orang dewasa memanggil-manggil nama seseorang. Sampai mereka berhenti saat melihat Kai, Sehun berserta orang yang sedamg tak sadarkan diri tersebut.

Kai dan Sehun hanya memandangi orang tersebut dibawah pergi dari sana. Yabg mereka ketahui, orang dewasa tersebut adalah orang tua orang tersebut. “Kita harus pulang, ini sudah sore.” Ujar Sehun berjalan kearah mobil mereka terparkir.

“Besok kita kemari lagi, siapa tahu kita bertemu dengan orang yang tersungkur ditanah lagi, Kai. Dia cantik, bukan? Semoga kita bertemu dengannya lagi, yaa.” Sehun pun masuk ke dalam mobilnya dan Kai masuk ke dalam mobilnya.

Kai kecil memandangi mobil ambulan yang mobilnya lewati dengan penasaran. Buktinya ia melihay orang yang tadi berada diranjang ambulan dengan alat bantu pernapasan. “Semoga suatu saat nanti kita bertemu.”

Kai tidak pernah menyangka kalau orang yang dulu ia damba-dambakan untuk bisa bertemu kembali malah membuat persahabatannya dengan Sehun hancur dalam sekejap.

Dimana dia dan Sehun malah merebutkan gadis itu. Bodoh? Memang. Bahkan gadis itu pergi meninggalkan mereka berdua tanpa memilih diantara mereka. Miris bukan? Sangat!

Ketika itu Kai dan Sehun benar-benar bertengkar, setelahnya Kai pergi dan Sehun sendirian kesepian tanpa seorang musuh dan mantan sahabat. 

Kai tertawa miris. Mengingat kejadian terdahulu akan terulang kembali. Dimana dia dan Sehun akan memperebutkan seorang gadis cantik kembali. Kai akui memang gadis itu cantik. Tapi ia tidak ingin Sehun dan dia mempermainkan perasaannya. Ia ini serius akan kali ini!

“Kali ini aku akan benar-benar serius untuk mendapatkannya, Oh Sehun.” Gumamnya turun dari rumah pohon dan kembali ke rumah besar yang nyaman milik kedua orang tuanya.

“Bagaimana dengan keadaan adik saya, dok?” Tanya Hyena saat dokter yang menanganu adiknya keluar dari ruang pemeriksaan.

“Dia baik-baik saja. Hanya penyakit asma-nya semakin memburuk. Nona harus lebih menjaganya saja.”

“Baik saja permisi dulu. Pasien lainnya sudah menunggu. Maaf.” Pamit sang dokter kepada Hyena.

Ne. Terima kasih, dok.” Hyena pun masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Adiknya sedang terbaring diatas ranjang rumah sakit menatap langit-langit rumah sakit.

“Jongmin, kau baik-baik saja, kan?” Tanya Hyena saat sudah berada disamping ranjang rumah sakit tempat Jongmin berbaring. Jongmin pun mengangguk sembari tersenyum kepada Hyena.

“Noona, ayo pulang. Aku tidak suka bau rumah sakit. Tidak enak.” Rengek Jongmin pada Hyena.

Hyena pun akhirnya membawa Jongmin pulang ke rumah. Mereka berdua berjalan kaki ke halte bus. Jongmin memaksakan diri untuk berjalan kaki. Tak ingin merepotkan Noona nya.

“Jongmin, selama ini tidak ada yang terjadi kan pada penyakit asma mu ini?” Tanya Hyena pada Jongmin.

Ani. Aku baik-baik saja, Noona. Memang ada apa?”

“Kata dokter, penyakit asma mu memburuk, Noona khawatir denganmu.”

“Noona, tidak usah khawatir. Aku baik-baik saja. Sungguh!”

.

Hyena memandangi wajah damai milik adiknya saat tertidur. Begitu lucu baginya. Hyena tersenyum menyingkirkan helaian rambut Jongmin yang menutup pipi nya.

Tunggu!

Hyena kembali menyingkirkan helaian rambut Jongmin, sehingga ia dapat melihat beberapa luka lebam disana. Hyena mengernyitkan keningnya heran. Apa yang terjadi dengan adiknya?

Jongmin sedikit menggeliat merasa tidurnya terganggu. Membuatnya Hyena tak berani menganggu waktu tidur adiknya dan memilih untuk tidur disamping tubuh adiknya.

.

Pagi harinya..

Hyena berjalan kearah sekolahnya berjalan kaki. Karena menurutnya sekolah tak lumayan jauh jika berjalan kaki. Kedua tangannya mengenggam kedua tali tasnya.

Hembusan angin pagi membuat beberapa helaian rambutnya berterbangan. Ia tersenyum melihat ada beberapa anak sekolah dasar yang ingin berangkat ke sekolah membawa barang yang terbungkus kertas coklat didalam dekapannya.

Hyena kembali teringat saat ia pulang dari rumah sakit bersama Jongmin. Ada sebuah barang yang terbungkus kertas coklat didepan pintu rooftop nya. Ia sempat bertanya-tanya apa isi nya. Tapi tidak setelah ia membuka isi barang tersebut.

Dimana ada beberapa lembar uang kertas didalamnya dan juga berserta dengan selembar surat. Jumlah uang itu juga sangat banyak sekali bagi Hyena setelah ia dan Jongmin menghitungnya.

Tapi, Jongmin tidak tahu menahu soal isi selembar surat tersebut. Hyena menyembunyikannya. Surat itu berisikan;

Gunakan uang itu dengan sebaik mungkin.

Hyena masih tidak mengerti apa maksudnya. Ingin bertanya, tapi dengan siapa ia harus bertanya? Ia sendiri tidak tahu siapa yang mengkirimnya. Misterius sekali.

.

Hyena berjalan malas menaikki tangga sekolah menuju kelasnya. Saat ditangga, ia berpapasan dengan Chanyeol. Ia menatap Chanyeol dengan intens, berbeda dengan Chanyeol yang memalingkan wajah dan melawatinya begitu saja.

Hyena kembali menaikki tangga sekolah dengan perasaan yang sangat malas. Kali ini ia berpapasan dengan Kai. Berbeda dengan Chanyeol, Kai tersenyum kepada Hyena begitu sebaliknya.

Annyeong!” Sapa Kai kepada Hyena, sedangkan Hyena terdiam menatap Kai. Jarang ada orang yang menyapanya dipagi hari. Apalagi disekolah.

Tatapan siswa pun mengarah kepadanya. Tepatnya kepada Kai dan Hyena yang sedang bertatapan satu sama lain itu. Kai menarik lengan Hyena kembali menuruni tangga sekolah.

Awalnya Hyena memberontak, tapi setelah melihat senyuman Kai ia berhenti berontak dan ia terpesona akan senyuman Kai yang jarang dilihat orang itu. Kai membawa Hyena ke perpustakaan.

Pagi hari perpustakaan itu sangatlah sepi. Malah tidak ada seorang pun disana. Tempat yang bagus bagi Kai. “A-ada ap-apa?” Tanya Hyena tergagap. Jelas sekarang ia sangatlah gugup berada didekat Kai. Apalagi mengetahui fakta kalau didalam perpustakaan hanya ada mereka berdua saja.

Mianhae..”

Hyena mengernyitkan keningnya heran. Menatap Kai bertanya-tanya. Tak mengerti ada apa Kai meminta maaf kepadanya. “Ke-kena-ppa?”

“Karena mencuri ciuman pertamamu.”

Ani. Itu bukan ciuman pertamaku.”

“Kau bohong.”

Hyena memalingkan wajahnya dari tatapan Kai. Apalagi sekarang Kai berjalan maju kearahnya. Menyudutkan Hyena dirak buku perpustakaan. Kedua lengannya mengurung Hyena disana. “Bagaimana kalau ciuman kedua?”

CUP~

Hyena membelalakkan matanya saat Kai mencium bibirnya untuk kedua kalinya. Sungguh ini hanya mimpi, Park Hyena. Batin Hyena.

Kai melepaskan bibirnya dari bibir Hyena, tapi tidak dengan wajahnya yang masih berdekatan. Menatap ke dalam manik mata Hyena. “Kedua, bukan?” Goda Kai menatap intens Hyena.

CUP~

Lagi-lagi Kai mengeluarkan smirk-nya. “Ketiga.” Ujarnya disela ciumannya dengan Hyena. Tidak! Hanya Kai yang mencium Hyena dan Hyena hanya diam tak percaya.

“Tetapl–”

BRAKKK

SIALAN KAU! KIM KAI!!”

.

-TBC-

.

Note : Yaampun maafkan aku yaa karena telah membuat kalian menunggu akan The Erratic juga I’m Not Sure. Sungguh aku tak berniat seperti itu kok(?)

Sekali lagi maafin Sashka yaa gara-gara lama posting I’m Not Sure. Ini udah ditulis beberapa minggu yang lalu-lalu, tapi terbengkalai gara-gara Sashka lagi seneng baca ff orang lain hehehe maafkan aku yaa._.v

Dan cha!! Inilah hasilnya. Maaf kalau tidak memuaskan. Tapi inilah hasil saya. Untuk The Erratic sebentar lagi dipost. Jadi, ditunggu aja yaww 😉

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

17 thoughts on “I’m Not Sure (Chapter 4)

  1. ayahnya kai ngasih uang ke hyena gtu? tapi kenal dari mana mereka? apa karena itu hyena jd sedikit memanjakan adiknya
    kai udh berani ya cium2 hyena…semoga mereka makin deket lg kkkk~

  2. Mungkinkah appanya kai yg mengambil alih perusahaan appnya hyena???mungkin aja
    semoga aja kai dan hyena makin deket aja dan chanyeol gak marah lagi ke hyena serta sehun bisa sadar kalo persahabatan lebih berarti daripada ngerebutin 1 cewek
    semanat chingu next chapternya

  3. yaallah thor! udah keluar ajaa. keren thor! banget deh! next ya!

  4. Maaf ya sashka baru komen dichapter ini. Ini keren bgt loh,, aku suka bgt sma ff ini! Next diperpanjang lagi ya sashka 🙂

  5. yaampun!!! ini pertama kalinya aku baca ff kai. eh! ketemu ff ini deh. daebak thor! next dipercepat ga sabar

  6. author chapternya udah ditunggu-tunggu akhirnya keluar jg .
    itu yg hyena dtg nemuin orang, knp dia blg appa ? apa orang tua nya masih hidup?
    lanjut thor

  7. Kyaaaaa!!! Akhirnyaaaa di post juga ni ff, keren banget thor, tapi gantung banget, itu siapa yg datang? Sehun atau chanyeol? Trus orang tua hyena gimana sih ceritanya? Heheh 😀 tapi, aku Ngebayangin jongmin itu imut banget kayak lee jeno gitu heheh 😀 Penasaran banget, ditunggu ya chapter 5 nya, hwaiting!!^^*

  8. appa kai ada hubungannya ma hyena apalagi dengan ngasih uang misterius banget

    kai moga beneran suka dan pengen nglindungin hyena dari keegoisan sehun
    chan cemburukan karna hyena lebih deket ma kai

  9. makin penasaran sama cerita ini 🙂 di chapt sebelumnya dia nyebut “appa”. apa appanya hyena masih hidup ? itu appa kai siapanya hyena ? atau jangan-jangan appa kai itu appanya hyena juga ? yatuhan aku dibikin penasaran 😀

  10. kak saskha ff nya makin.keren hehe
    kalau appa nya hyena masih hidup, kenapa ga di bawa tinggal satu rumah aja. kan kasian hyena nya. keep writing :))
    di tunggu next chapternya

  11. Kai udah berani cium2 Hyena?! Hahah… tingkatkatkan itu Kai. Aku mendukungmu~ HAHAHA!!
    Next Saskha FFnya keren!!

  12. kai bnaran suka y ama hyena? Buktinya dia gak mw sehun permainin hyena dan trlbih lg uda rebut 3 ciuman hyena. Kalo emg iya syukur deh hyena gak brtepuk sblah tangan. Tpi knpa chanyeol jd cuek gt masa dia lbih percya pacar drpda sahbatnya sndri, smga kta sehun it gak bnar klo chanyeol it ska jga ama hyena?
    Yg pukul kai siapa?
    Next chap chingu dan d tnggu jga eratic chap 16 publish

  13. ya ampun kai dah berani tuh nyium hyena
    aah makin sosweet aja kài sm hyena
    moga aja kai sm hyena makin deket d tunggu next chapnya y thor jangan lm2

  14. Gk tau mau komentar apa lgi ?
    pokoknya good thor ^^
    Ditunggu kelanjutan nya yh thor 🙂
    Semangat terus v(^.^)v

  15. Kapan ini di lanjut ??
    Penasaran sama kelanjutannya lihat chingu >.<
    Lagi sibuk yh ?? Tp kok lama bgt kamu sibuknya chingu ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s