Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Gone

7 Comments

gone

Tittle : Gone

Author : Sashka (@sashagani)

Cast : Kim Jongin And Park Hyena

Other Cast : {Cari sendiri ya}

Genre : Sad | Romance | Marriage Life

Rating : PG-17

Length : Oneshoot

Summary : Jangan pernah menyia-nyiakan waktumu.

Disclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC milik saya. No Plagiat!

A/N : Gatau tiba-tiba pengen buat ff Jonghye. Lumayanlah buat kalian yang nunggu The Erratic chapter 16. Ini buat cemilannya untuk sementara waktu. Iseng-iseng buat ginian. Bosen ;(


Sial! Tak seharusnya aku mengikutinya seperti ini. Aku melanggar janji. Tapi–aku juga tidak bisa berdiam diri dirumah.

Menunggunya pulang dan membawa seorang wanita. Ini lebih sesak. Setelah ini, ku yakin. Aku akan menyerahkan surat cerai kepadanya. Aku muak dengan janji ini. Aku muak dengan semuanya.

Untung saja saat mereka masuk ke dalam rumah. Aku sedang dibelakang mereka, dan tak berniat sedikitpun untuk ikut masuk. Lebih memilih untuk sendiri di sungai Han.

Mungkin tindakan ku ini tidak baik. Ya, sangat tidak baik. Tapi aku harus bagaimana lagi? Terjebak dalam permainan Eomma ku dan Eomma nya? Tidak! Aku sudah cukup merasakannya.

Menjadi boneka Eomma ku dan harus merasakan sakit yang luar biasa. Walaupun dia wanita yang melahirkan ku. Tapi, apa dia pernah merasakan bagaimana tersiksanya perasaanku? Tidak! Dia tidak pernah peduli dengan perasaanku.

Sekali lagi kupandang lekat-lekat genangan air ini. Terdapat pantulan diriku disana. Lihatlah senyuman palsu itu. Bukankah aku jago akting? Kenapa tidak jadi aktris saja?

Bodoh. Satu kata yang mampu mendeskripsikan diriku. Bodoh. Sangat bodoh. Tak seharusnya aku hidup didunia ini.

Aku harus pulang. Ini sudah lewat tengah malam. Mungkin–Jongin dan wanitanya sudah selesai. Jadi, aku tak perlu mendengar suara desahannya, bukan?

.

“Eungghh..”

Sialan! Kukira mereka sudah selesai. Ternyata masih saja gencar bercinta diruang tamu. Menjijikkan. Haruskah aku melewati mereka berdua begitu saja?

Tapi kenapa rasanya sakit melihat mereka bercinta? Sesak. Aku sesak. “Kau baru pulang?” Tanyanya berhenti bercinta dan menatapku dingin. Jika kekuatanku lebih beaar darinya, ku pastikan dia sudah habis ditanganku.

“Nee..”

Kenapa suaraku menciut? Ini salah satu kebohohanmu, Hyena! Selalu menciut jika didepannya. Memalukan!

Bahkan dia kembalu melakukan aktifitasnya yang terganggu. Didepanku?! Apa dia tidak punya malu atau–ah! Aku tidak peduli dengannya. Dia juga tidak peduli denganku.

Kulangkahkan kakiku lebar-lebar. Cepat-cepat menuju kamar dan menutup telinga rapat-rapat. Seolah-olah tak mendengar apapun. Tapi tetap saja aku masih mendengarnya. Dan itu sangatlah menganggu.

“Sialan! Aku tidak bisa tidur!! ARGHHH!”

Berhenti. Ya, mereka berhenti saat berteriak. Dan tak lama kemudian mereka kembali berulah. Tak tahu malu memang!

.

Pagi harinya, aku mencoba untuk menelpon Eomma. “Eomma boleh ak–”

“Apa ingin bercerai dengan Jongin?! Tidak! Kau tidak boleh bercerai dengannya!”

“Tapi Eom–”

“Eomma sibuk! Dan jangan tanyakan hal itu lagi. Intinya, kau tidak boleh cerai dengannya!”

Selalu seperti ini. Aku benci semuanya. “ARGHHHH” Umpatku kesal, lalu melempar ponselku ke dinding. Membuat layarnya retak.

Aku tidak peduli. Toh, bukankah suamiku kaya? Aku bisa membelinya selusin. Bahkan aku bisa membeli tokonya. Aku benci!

Sekali lagi ku lempar bantalku ke sembarang arah. Aku tak peduli jika kamar ini berantak. Nanti juga akan aku bersihkan lagi. Aku pembantu dirumah besar ini. Jadi tenang saja.

“AKU BENCI HIDUP!! AKU HARUS MATI!!”

Ini ucapan gila yang keluar begitu saja dari mulutku. Kenapa aku kelewatan? Tidak peduli aku sungguh membencinya.

Aku bangkit dari ranjang single size ku. Bersiap-siap ke kantor Jongin. Membawakan makan siang yang tak pernah ia sentuh sama sekali. Dan berakhir ditong sampah tentunya.

Kali ini aku pasti benar lagi. Jongin pasti sedang bercumbu mesra dengan sekretarisnya. Dan itu adalah pemandangan biasa untukku lihat. Miris, bukan?

.

Kuhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Sebelum paru-paru ku sesak sebentar lagi. Bersiap-siap melihat adegan yang membuatmu sesak, Hyena. Sungguh tak sabar melihatnya.

“Ahh.. shh.. Jo-nngg..ginn..”

Menjijikkan. Suara desahan yang menjijikkan. Aku bisa saja memecatnya dari perusahaan ini. Tapi kalau aku memecatnya, apa semuanya akan berubah? Tidak! Jadi, aku lebih memilih untuk pasrah.

“Jongin, aku membawakanmu makan siang.”

Mereka berhenti. Tatapan mereka mengarah kepadaku. Jongin tetap dan selalu menatapku dingin. Dan wanita jalang itu menatapku remeh. Cih! Dia kira, dia siapa menatapku seperti itu?

Sial, mereka mengacuhkanku dan kembali bermain. Hello! Ada aku disini. Istrimu ada disini, Jongin sih pria brengsek!

Ku balikkan tubuhku. Berniat untuk pulang. Ini sudah siang. Dan tak ada kegiatan atau aktifitas yang ingin kulakukan.

Saat didalam liftpun aku bingung harus ke lantai berapa? Ah! Bagaimana kalau aku ke lantai paling atas. Menyenangkan!

.

Disinilah aku. Menikmati gedung-gedung tinggi yang menghiasi kota Seoul. Indah sekali jika disini. Hanya ada kau sini. Tak ada siapapun. Tak ada masalah. Kau bebas, Hyena.

Haruskah aku? Apa ini jalan yang baik? Atau malah ini jalan yang salah? Aku tidak tahu. Ya, aku tidak tahu jika tidak mencobanya.

“Ahjumma!”

Sialan! Siapa yang menganggu waktuku seperti ini? Hampir sedikit lagi aku akan sampai bodoh!

Kutolehkan kepalaku kebelakang. Menatap jengah kearah seorang pria yang mengenakan seragam sekolah. Ada apa anak sekolah sepertinya datang ke gedung ini?

“Ada apa?!” Nada suara ku terdengar begitu ketus sekali. Benar-benar terlihat seperti Ahjumma.

“Aku hanya ingin menolongmu, Ahjumma.”

Menolong? Kau malah membuat pertolongan yang salah! Sangat salah bocah ingusan!

“Ck! Menganggu saja kau, bocah ingusan!”

Biarkan aku terlihat seperti seorang Ahjumma. Aku tidak peduli dengan semuanya.

Kembali kelantai dasar. Berniat untuk pergi sebentar ke toilet. Saat ku masuk kedalam toilet. Toilet begitu sepi, tidak ada orang sama sekali. Dan itu bagus karena tidak akan ada yang mengenaliku.

“Apa kau tahu. Sajangnim itu selingkuh dari istrinya.”

DEG!

Tidak usah berlebihan, Hyena. Kau sudah tahu mengenai fakta itu. Kau sudah tahu akan hal itu. Tak perlu khawatir.

“Semua karyawan juga sudah mengetahui itu semua. Dan serentak semua karyawan mencoba menyembunyikan dari istrinya Sajangnim. Demi kebaikan istrinya tentunya. Kau tahu sendiri kan, istrinya itu sangatlah baik. Tak pantas jika dicampakkan.”

Benar. Aku adalah gadis baik. Tak pantas untuk dicampakkan. Aku tidak pantas untuk disakiti. Aku tidak pantas merasakan hal itu semua. Aku tidak pantas!!

.

Lagi, lagi, dan lagi. Ini sudah seminggu dari kejadian dikantor itu. Sekarang? Dia membawa terang-terangan sekretarisnya ke rumah. Dan tak lupa untuk bercinta.

Dan sekarang aku hanya berdiam memperhatikan mereka dari balik pintu kamar. Mengintip kegiatan mereka yang panas itu.

Jongin tidak pernah mencium bibirku seperti itu. Jongin tidak pernah memeluk pinggangku seerat itu. Jongin tidak pernah bercinta denganku. Jongin tidak melakukan hal itu semua pada ku.

Kau tahukan dimana seseorang bilang. Wanita baik pasti akan mendapat pria yang tidak baik. Dan aku adalah wanita itu.

Jika kalian diposisiku, apa yabg akan kalian lakukan? Marah? Menangis? Atau apa? Bahkan aku sendiri bingung harus bagaimana. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan ini benar atau tidak.

Aku kembali ke kamar. Keputusanku sudah bulat. Aku akan melakukannya. Aku pasti akan melakukannya, dan juga mengakhiri ini semua. Tak ada rasa sesak lagi. Tak ada tangisan sialan lagi. Tak ada umpatan kesal lagi.

Semuanya selesai.

Author POV

Dua cucu adam ini sibuk bergulat diatas ranjang. Desahan demi desahan keluar dari mulut sang wanita. Menikmati permainan mereka.

Pria ini selesai bermain. Ia tidak ingin berlama-lama. Ia pun bangkit dan berjalan ke kamar mandi dengan telanjang bulat. Tidak tahu malu bukan?

Saat ia keluar dari kamar mandi. Ia menemukan wanita yang habis bercinta dengannya sudah terlelap diatas ranjang king size nya.

Ia pun berniat untuk membasahi tenggorokkannya. Jika dia ke dapur. Otomatis ia akan melewati kamar gadis itu. Gadis yang sudah satu tahun menyandangn status istrinya itu.

Ia membuka pintu kulkas. Lalu mengambil botol air mineral. Menenguknya tanpa sisa sedikitpun. Pandangannya berhenti kepada pintu kaamr yang tak tertutup dengan sempurna.

Ingin rasanya masuk ke sana. Tapi rasa cueknya lebih banyak. Dan ia lebih memilih untuk kembali ke kamarnya. Membangunkan wanita tadi dan menyuruhnya untuk pulang.

.

Jongin kembali kerumah. Tapi suasana begitu aneh. Sepi. Tak ada suara. Dan juga gelap. Tak biasanya rumahnya gelap. Biasanya Hyena akan selalu menyalakan lampu jika sudah malam. Tapi kenapa aneh?

Jongin pun melangkahkan kakinya lebar-lebar kearah kamar Hyena. Pintunya tidak berubah.

BRAKK

Niatannya untuk mengomeli Hyena pun pupus saat melihat tubuh Hyena tergulai lemas tak berdaya diatas lantai dengan mulut yang mengeluarkan busa putih.

Awalnya ia panik, tapi rasa panik itu hilang karena keangkuhan dirinya. Ia lebih memilih bersikap santai dan menelpon ambulan. Dan dia tidak tahu seberapa sekaratnya Hyena. Dan dia tidak peduli akan hal itu.

.

Hyena pun sadarkan diri. Menatap kearah sekelilingnya. Ia berada di ruang rawat inap karena meminum racun. Bodoh memang. Tapi itulah dia.

Ruang inapnya sepi. Tak ada yang berniat untuk menunggunya. Karena semua orang tidak peduli dengannya. Ia hanya sebuah sampah yang sayang dibuang.

Diam-diam dia menangis. Tubuhnya bergemetar. Ia tak percaya ini semua. Ia kira semuanya selesai dengan hanya meminum racun itu. Semuanya selesai setelah meminum racun. Tapi Tuhan berkata lain. Buktinya dia masih hidup, kan?

Hyena POV

Aku tidak percaya ini semua. Seharusnya aku mati. Dan tidak merasakan ini semua. Aku tidak ingin merasakan ini lagi. Aku ingin selesai.

“Membiarkan dia mati? Eomma! Dia anakmu! Tak seharusnya kau mengatakan itu semua!”

“Biarkan saja dia seperti itu. Bukankah mati itu adalah pilihannya? Kenapa harus menahannya?!”

“Aku tidak percaya jika aku memiliki seorang ibu yang seperti iblis.”

PLAKK

“SIAPA YANG MENGAJARKANMU BICARA SEPERTI ITU, JOOHYUN!? Aku Eomma-mu! Kau harus sopan kepadaku.”

“Aku tidak peduli dengan Eomma. Jika Eomma mati, aku juga akan melakukan hal yang sama. Tidak akan menolong Eomma sama sekali. Biarkan saja Eomma tergeletak diatas tanah dan membusuk. Aku tidak peduli!”

CLEKK

“Kau sudah sadar, sayang?”

Dia. Hanya dia yang peduli kepadaku. Oppaku. Joohyun Oppa kembali dari LA demiku. Dia memang Oppaku yang baik. Aku sangat sayang kepadanya.

“Kau menangis? Ada apa, sayang?”

Bahkan Joohyun Oppa mengusap airmataku. Aku tersentuh. Aku tersenyum kepadanya. Aku senang Joohyun Oppa datang dan membelaku. Dia satu-satunya orang yang masih peduli kepadaku.

“Aku akan memanggil dokter dulu.”

.

Sudah dua minggu yang lalu aku keluar dari rumah sakit. Keadaan masih sama saja. Dimana Jongin bercumbu mesra dengan wanita-wanitanya dirumah. Sama sekali tak menganggapku ada.

Joohyun Oppa pun memilih untuk tinggal di Seoul lagi. Katanya untuk bisa mengawasi diriku. Apa Joohyun Oppa tahu soal Jongin? Tidak! Joohyun Oppa tidak tahu apapun.

Hari ini aku dan Joohyun Oppa akan ke kantor Jongin. Dan aku yakin, semuanya pasti akan terungkap. Dimana Jongin–suami sahku selingkuh dibelakangku.

CLEKK

“Shhh.. ahh..”

“YAK! KIM JONGIN! APA YANG KAU LAKUKAN?!”

Sontak mereka berhenti. Terkejut atas kehadiranku dan Joohyun Oppa. Sekretarisnya pun langsung bangkit dan merapihkan pakaiannya. Membungkuk hormat pada kami lalu pergi begitu saja.

Sedangkan Jongin. Dia hanya membenarkan celananya dan bangkit. Membungkuk hormat pada Joohyun Oppa. Wajahnya tersirat bahwa dia sedang ketakutan. Rasakan kau Kim Jongin!

“Jelaskan apa yang kau lakukan berusan, Jongin?!”

“Aku hanya bercinta dengan sekretarisku saja.”

“Hanya? Sialan!”

“Maafkan aku.”

Jongin menatapku dingin. Dan aku hanya bisa mengumpat dibelakang tubuh Joohyun Oppa yang besar.

.

Mereka bertengkar. Kurasa ini saatnya. Aku tidak ingin mendengar perkelahian mereka. Aku tidak mau mendengar itu semua. Aku muak!

Aku berlari menjauh dari mereka. Hari sudah gelap. Sangat menyulitkan mereka untuk mengikutiku. Tetap saja lariku lebih cepat. Terus kulangkahkan kakiku lebar-lebar.

Mereka berdua mengejarku. Dan aku yakin mereka kehilangan jejakku. Aku berteriak kesenangan. Akhirnya aku bebas. Tak perlu menjadi boneka ataupun pembantu bodoh lagi.

Aku berdiri dipinggir sungai Han. Tak ada yang tahu jika aku sering ke sini. Tidak Jongin, dan juga tidak Joohyun Oppa. Mereka tidak tahu.

Ini saatnya. Ini. Tuhan memberikanku kesempatan untuk terakhir kalinya. Dan kesempatan ini pasti aku gunakan dengan baik.

Tak ada tangisan lagi! Kau akan bahagia, Hyena. Aku yakin. Seyakin-yakinnya. Kau tak perlu bersedih atau pun merasakan sesak lagi.

.

“Kau harus mencarinya, Jongin! Jika kau tak menemukannya! Aku pastikan kau tidak dapat menghirup udara segar lagi!”

Kita lihat, apa Jongin akan mencariku? Atau dia lebih memilih pergi ke pub dan menikmati wanita-wanita disana. Aku tidak tahu. Dan mari kita lihat.

“Sialan! Ini sudah tiga hari dia menghilang! Aku harus mencari kemana lagi?!”

DRRTT DRTT

Jongin mengambil ponselnya. Menempelkannya ditelinga. Aku penasaran apa yang terjadi.

Dia berlari kearah mobilnya. Menjalankan mobilnya dengan terburu-buru. Dengan kecepatan yang tinggi.

.

Terlihat tatapan ketidak percayaan Jongin. Dia berjalan tertatih-tatih kearah bungkusan berwarna kuning. Dia menangis. Aku membuatnya menangis. Ini kemajuan. Aku bahagia. Aku bahagia karena dia menganggap diriku.

Dan sekarang dia menghubungi Joohyun Oppa. Dan aku tahu, sebentar lagi Joohyun Oppa pasti datang kemari.

.

Lima hari kemudian…

Jongin berjalan masuk ke dalam kamarmu. Menatap sekeliling kamar dengan sendu. Apa dia menyesal? Maaf. Aku membuatmu menyesal, Jongin. Tapi itu adalah yang aku inginkan sejak dulu.

Dia mengambil ponselku yang tergeletak diatas nakas. Sial! Aku lupa menghapusnya!

“….Jongin bodoh! Dia pria brengsek. Aku adalah istrinya! Kenapa dia selalu membawa wanita kerumah?! Apa dia tidak menganggapku!? Apa aku hanya seorang pembantu saja!? Aku benci kenyataan!”

Aku terkekeh kecil mendengar suaraku disana yang sedang mengumpat kesal. Hari itu, hari dimana aku sangat kesal pada Jongin. Dia membawa wanita ke rumah.

“..Lagi-lagi Eomma menyebalkan. Aku selalu bilang kepadanya untuk meminta izin menceraikan Jongin. Tapi Eomma selalu memarahiku. Apa dia tidak tahu seberapa tersiksanya diriku? Aku benci hidup! Aku ingin mati saja! Dimana kehidupan ku pasti bahagia.”

Aku tersenyum. Benar, sekarang aku sangatlah bahagia. Sangat amat bahagia.

“Kau bahagia disana, Hye? Tapi sayang.. Aku tidak bahagia disini.” Gumam Jongin. Aku menatap Jongin tak percaya. Kukira dia akan semakin bahagia jika aku pergi.

“Tak seharusnya aku melakukan itu semua. Aku memang pria brengsek. Aku tidak pantas untukmu, Hyena-ahh.”

Tidak kau tidak brengsek, Jongin!

“…Mungkin jika aku tidak ada. Dia sih pria brengsek akan sepuasnya bercinta dengan wanita manapun. Tanpa adanya aku. Mungkin ini rekaman terakhirku. Aku sungguh mencintai, Jongin. Jauh sebelum aku dijodohkannya. Saat aku tahu akan dijodohkan dengannya, aku bahagia…”

“..Aku menyukai Jongin saat semasa kuliah dulu. Dimana Jongin menolongku saat aku hampir saja diperkosa. Dia begitu baik. Beda dengan Jongin yang ku kenal sekarang. Haruskah aku menangis? Tapi aku lelah. Aku lelah menangis terus. Aku pergi. Selamat tinggal, Jongin. Aku hanya ingin sampai sini saja. Aku tak kuat. Atau aku akan menangis. Selamat tinggal semuanya..”

TEESS TESS

Jongin menangis. Tubuhnya bergemetar. Ia menangis. Menangis untukku?

Jangan menangis, Jongin. Aku merasa bersalah meninggalkanmu. Aku ingin kembali kalau begini. Aku ingin kembali. Mendekap tubuhmu yang sedang menangis ini. Aku tak ingin kau menangis, Jongin.

“Seharusnya sejak awal aku memberi tahumu. Aku mengidap penyakit kanker, Hyena-aah. Aku tak ingin kau mencintaiku. Karena aku takut saat aku pergi kau akan menangis. Tapi aku salah. Ternyata aku yang menangis saat kau pergi. Aku begitu mencintaimu, Hyena-ahh. Sangat.”

“Soal bercinta dengan wanita lain. Aku tak ingin kau hamil karena benihku. Aku tak sanggup melihatmu akan menanggungnya sendirian. Jika akhirnya seperti ini. Aku ingin lebih cepat mati untuk menyusulmu. Hidup bahagia bersama.”

Tidak, Jongin! Kau tidak boleh mati! Kau harus hidup untukmu. Aku mohon sekali saja, Jongin.

Aku tidak tahu jika akhirnya seperti ini. Jika aku tahu kau mengidap kanker. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, Jongin. Aku telah gagal menjadi istrimu. Aku gagal. Aku bodoh. Aku memang bodoh.

“Aku harap kau bahagia, Hyena-aah. Secepatnya aku akan menyusulmu kesana. Tunggu aku!”

Maaf. Aku tidak akan pernah menunggumu. Karena aku tak ingin kau mati dengan cepat, Jongin.

.
.

FIN

Note : Halo kembali bawa ff nya sih abang Kai dan Hyena. Suatu banget. Maaf yaa semuanya ff chapter harus lama karena aku lagi uas. Ini pun juga iseng-iseng. Di tunggu aja yaa buat semuanya 🙂

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

7 thoughts on “Gone

  1. yang salah ya kamu jongin gk jujur dari awal ma hyena mungkin bakal lain ceritanya bukan kayak gini malah menyesali semuanya

  2. yang salah ya kamu jongin gk jujur dari awal ma hyena mungkin bakal lain ceritanya bukan kayak gini malah menyesali semuanya
    ihhh jadi kesel ma kkamjong

  3. penyesalan selalu telat datangnya,tapi kasian juga ama jongin,dia yg sakit tapi malah orng lain yg pergi ninggalin dy*lengkap sudah*

  4. kyk gini kalo org egois slalu nganggep yg dia lakuin paling bener. hàdeuh…. ff mu bkin nyesek

  5. Hi Eon ,,, Annyeong 🙂 😮
    I’m Comeback after Hiatussss 🙂
    How’s Life ??
    Kangen sama ffnya Eonni 🙂 :* #Alai -_-

    Huwaaaaaaaaaaaaaaaaa 😦 ;( Ulijima uljima *** 😦
    kasihan Hyenaa,, kasihan …
    eon jangan buat ff yang sad ending napa GAK TEGAAA apalagi yang main Kai ,, mY lovely prince 😦 gak terima huwaaaa….
    Lagian sih kai nya juga gak jujur sma hyena jadilah Hyena dulu yang Tewas (!) -_-

    Padahal tadi semangat Buat baca cz POSTERNYA bagus ,, aku suka eh setelah baca ternyata MIRIS 😦

    Give aaplouse for Eon sashka #ProkProk
    Boleh dong bikinin Poster eon #Plak ..
    Boleh gak? main castnya Kai kok
    buat Project FF nae 🙂
    OH ya eon Pw the erraticnya ap? aku gak bisa baca eon, 😦 huuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s