Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

[Freelance] Between Love and Materials (#1)

13 Comments

kai

Tittle : Between Love and Materials (#1)

Author : Limei Pingkeu

Length : Three ficlet

Genre : Romance, sad

Rating : General

Main cast : Kim Jongin, Park Minmi (OC)

Disclaimer : Don’t Co-Pas, Please !!!!

Author’s note: Annyeong para reader, aku penulis freelance baru disini. Jeongmal mianhe kalau ceritaku ini aneh, kurang menarik atau alurnya berantakan, karena aku baru coba buat FF pertama kalinya. Kritik dan saran aku  tunggu y, RCL please!!? *Mian kalau banyak typo, hhehhe. Kalau banyak yg komen dan suka FF ini, aku akan post lebih cepat… ^^

^ HAPPY READING ^

 

 

Park Minmi bergeming. Menggemingkan lagu yang diputar dari pemutar musik. Hidupnya sedang tidak tentu. Upah kerjanya di sebuah perusahaan mainan besar di Korea belum juga dibayarkan. Tunggakan sana sini harus ditanggung dirinya sendiri. Begitu juga dengan nasib flat mewah yang tengah dihuninya saat ini.

Pemilik sudah beberapa kali mengancam Minmi, sama seperti sekarang. Gelagat Minmi untuk menghindari pemilik flat gagal. “Ya! Penghuni ruang 303! Kau tau aku hidup dari flat ini. Kalau kau belum membayarnya bagaimana aku bisa hidup! Kalau kau tidak juga membayar tunggakanmu, kau harus secepatnya keluar. Kau tau, depositmu sudah hampir habis,” ancam pemilik bangunan.

Minmi tersenyum  kaku, ia mengangguk mengerti dan sepertinya ia harus menerima keputusan terakhir yang diberikan. Yaitu keluar dari flat mewah itu dan pindah ke hotel yang sangat sempit. Dan di sinilah cerita realistis tentang cinta terjadi. Antara cinta dan materi. Antara kebahagiaan dan penyesalan. Well…. Life is awesome.

Minmi mengepak semua barang-barangnya. Sulit meninggalkan tempat nyaman ini, pindah ke tempat yang tidak nyaman. Tapi mau bagaimana lagi. Pemilik bangunan akan kembali mengamuk kalau Minmi tidak angkat kaki.

Di sebuah hostel kecil, dengan kebanyakan penghuninya adalah orang-orang yang tidak beruntung dalam  menikmati kemewahan hidup. Hostel Narae. Ukuran kamarnya sangat kecil, tidak ada ventilasi udara lengkap dengan dinding tipis. Setiap pembicaraan, atau suara apapun akan terpantul karena dindingnya amat sangat tipis.

Ooo0ooO

Seorang pria muda, seorang guru matematika yang sesungguhnya memiliki pekerjaan yang sangat diidamkan oleh kebanyakan orang. Berpenghasilan tinggi, hidupnya hampir mapan. Lalu apa yang membuatnya terperangkap dan harus tinggal di hostel itu? Semua upah mengajar di beberapa akademi ternama, hanya diperuntukan untuk biaya rumah sakit ibunya. Kim Jong In. Ia bekerja untuk membiayai ibunya yang tengah koma. Membayar seluruh biaya pengobatan sang ibu, berharap ibunya dapat kembali siuman.
Harapan yang selalu dipegangnya kuat. Harapan yang membuatnya teguh untuk hidup di hostel kecil. Padahal, ia bisa saja menyewa flat mewah dan mengabaikan ibunya yang koma. Tapi Kim Jong In terlalu baik untuk melakukan hal itu.

Ooo0ooO

Dengan susah payah, Minmi  mengangkat kopernya dari satu anak tangga ke anak tangga yang lain. Di hadapannya, sebuah hostel tengah menunggu untuk ditempati. Tiba-tiba kopernya terbuka, seluruh isi dari koper terserak. Minmi membereskannya satu persatu tanpa menyadari seseorang tengah memperhatikannya.

Jongin memperhatikan Minmi sekilas, tak ada niat untuk membantu karena ia juga sudah dipusingkan dengan permasalahan hidupnya sendiri. Lantas, ia hanya berlalu meninggalkan Minmi yang sibuk membenarkan isi kopernya.
Sahabat Jongin, Sehun mengajaknya minum  teh bersama. Sehun menyodorkan sejumlah uang pada Jongin. Ia ingin membantu kesulitan jongin, tapi Jongin menolak. “Ambil kembali saja. Kau tau apa yang paling aku takutkan di dunia ini? Hutang. Aku tidak bisa menerima ini,” ungkap Jongin. “Ambil saja. Lagipula aku memiliki permintaan,” balas Sehun.

Jongin masih tetap tidak mau menerima uang pinjaman dari sahabatnya itu, “katakana saja apa permintaanmu, aku akan melakukannya. Apapun itu. Tapi ambil kembali uang ini. Aku tidak ingin menggunakannya,” sahut Jongin. Sehun pun menuruti permintaan Jongin.
Yang Sehun inginkan dari Jongin adalah agar Jongin datang ke sebuah  perayaan, yang diadakan oleh beberapa perusahaan. Ia meminta Jongin untuk menggantikan keberadaannya. Perayaan itu sebenarnya seperti sebuah ajang pencarian jodoh antar pegawai. “Orang-orang yang memiliki gaji tinggi saja yang bisa masuk ke perayaan itu. Aku memintamu hal ini karena aku seorang pengangguran sekarang,” balas Sehun, yang baru-baru ini keluar dari pekerjaannya karena gengsi. Jongin sudah mengatakan kalau ia akan melakukan apapun yang Sehun suruh. Mau tidak mau, Jongin harus menuruti permintaan sahabatnya itu.

Ooo0ooO

“Seharusnya hari ini kita mendapatkan gaji kita. Tapi kita tidak akan mendapatkan gaji kita juga kan? Bagaimana kalau kita mencari pekerjaan lain saja?” cetus Minmi ketika ia dan temannya sedang bertugas mengecek barang-barang di gudang.

Lalu temannya menyahuti, “Minmi-ah apa kau ingin pergi ke party?” tanyanya. Minmi mengerutkan kening, apa ia tidak salah dengar, “Party? Di saat-saat seperti ini?” tanya Minmi.

Minmi dan Jongin kembali saling berpapasan. Minmi hanya mendapati punggung Jongin beberapa langkah di hadapannya. Seseorang memanggil Jongin  yang tinggal di kamar 303, “Hei, penghuni nomor 303!” panggil orang itu.
Minmi  kira pria itu memanggil dirinya, “Ah, aku kira kau memanggilku. Aku penghuni nomor 302,” kata Minmi dengan sopan.

Di dalam kereta, Jongin dan Minmi duduk saling berhadapan. Keduanya ditelan oleh pemikiran masing-masing, tanpa menyadari kalau ini entah sudah keberapa kalinya mereka bertemu. Bertemu secara kebetulan tapi sungguh sudah ditentukan oleh takdir. Dan cupid mulai memainkan panahnya, kali ini.
Perhatian Jongin terpusat pada seorang anak kecil yang duduk di samping Minmi. Anak kecil itu kesusahan membuka esnya, seperti sebuah penghibur, Jongin tersenyum kecil. Saat anak kecil itu berhasil membuka esnya secara paksa dengan menggunakan gigi. Es strawberrynya tanpa sengaja mengotori baju Minmi yang duduk disebelahnya.

Anak kecil itu menangis keras, sang Ibu pun mengomel, “Sudah ibu bilang jangan makan es seperti ini di tempat ini. Bagaimana kau ini! Ayo minta maaf!” Anak kecil pun menurut, ia meminta maaf dengan polos, “Kenapa kau memakai pakaian berwarna putih, kalau saja kau memakai pakaian berwarna hitam es nya tidak akan terlihat mengotori bajumu, seperti ini. Maafkan aku..” tangis pria kecil itu.
“Ssstt!! Kenapa kau memilih rasa strawberry kalau kau memilih rasa pear atau lemon pasti tidak akan terlihat seperti ini.” Balas Minmi pelan. “Karena rasa strawberry lebih enak,” jawab anak kecil itu dengan polos. Jongin masih memperhatikan, dengan tanpa sadar tersenyum.
Sebuah syal diambil Minmi, ia melingkarkannya ke bahu. Syalnya berhasil menutupi noda kotor yang ada. “Bagaimana? Tidak terlihat kan?” tanya Minmi menunjukkan bahwa noda es strawberry sudah menghilang tiba-iba. “Kau jadi terlihat lebih cantik dari sebelumnya,” sahut anak kecil itu dengan polos. “Janji, lain kali kau tidak boleh melakukan hal itu lagi,” pinta Minmi dengan senyuman tulus. Kelingking mereka saling dilekatkan.

Senyum Jongin semakin mengembang, ia terpukau pada cara Minmi berinteraksi dengan anak itu. Dang! Cupid bekerja, dan berhasil. Jongin sama sekali tak tahu bahwa gadis yang sedang diperhatikannya itu tinggal di hostel yang sama dengannya. Dan ia juga akan menghadiri perayaan yang sama dengan Jongin.

Ooo0ooO

Diteleponlah Sehun karena Jongin merasa tak nyaman berada di perayaan itu. “Hal seperti ini bukan sifatku. Aku benar-benar merasa tidak enak di sini,” keluh Jongin. “Ya! Orang-orang normal lainnya akan datang ke perayaan itu, bertemu seorang perempuan yang diidamkan, menikah kemudian memiliki keluarga,” jawab Sehun dari seberang telepon.

Tanpa sengaja, Jongin melihat Minmi yang tengah keluar dari lift. Hak sepatu Minmi tersangkut di batasan lift, hingga membuatnya hampir terjatuh.
Jongin dengan cepat menangkap tubuh Minmi, melindunginya agar tidak terluka. Lagi-lagi, barang-barang bawaan Minmi di dalam tas berserakan. Kali ini, Jongin ikut membantunya. Minmi terburu-buru pergi, “terima kasih,” ungkapnya sebelum pergi. Ia sama sekali tidak melihat wajah Jongin.
Niat Jongin untuk meninggalkan perayaan pun lenyap entah kemana. Semua karena kehadiran Minmi. Sesuatu milik Minmi tertinggal di lantai. Jongin mengambilnya lalu menyimpannya. Itu adalah sebuah cap dengan symbol anak-anak. Ia bermaksud untuk mengembalikannya pada Minmi nanti.

Kesempatan itu datang saat Minmi dan Jongin hendak mengambil kue yang sama. “Apa kau seorang guru tk?” tanya Jongin. “Bukan,” jawab Minmi  seadanya. “Ini,” Jongin memberikan cap yang ia temukan.
“Oh, ini milik perusahaan kami. Perusahaan mainan,” balas Minmi. Ia sama sekali tidak berniat untuk berbicara pada siapapun di perayaan itu. Sebenarnya, ia datang karena paksaan dari sahabatnya. Karena hal itu, Minmi lalu pergi dari hadapan Jongin, untuk berbicara dengan salah satu atasan koleganya.

Saat acara dimulai, perjodohan pun selesai dilakukan. Aturannya adalah setiap anggota harus menuliskan kriteria pasangan mereka. Siapapun di antara mereka yang memiliki kriteria yang hampir mirip, akan di panggil ke atas panggung untuk melihat kecocokan mereka masing-masing. Pembawa acara mulai memanggil anggota yang memiliki kecocokan 98 percent. Terpanggilah nama Park Minmi dan Kim Jong In.

Minmi terkejut bukan kepalang, sama dengan Jongin. Dengan canggung keduanya berjalan ke atas panggung. Mereka saling berhadapan. Sesuai dengan perintah pembawa acara, baik Minmi dan Jongin diharuskan untuk saling memandang satu sama lain selama 10 detik. Untuk menentukan apakan mereka cocok satu sama lain atau tidak. “10 detik saja. Setelah itu kalian tentukan apakah kalian cocok. Jika keduanya saling tertarik maka tiket trip-gratis yang romantis akan diberikan. Kalau tidak, tunjuk salah satu dari rice cooker itu,” pinta pembawa acara.

Hadirin yang lain bertepuk tangan untuk menyemangati.
Dalam waktu 10 detik, Minmi dan Jongin menatap langsung manik-manik mata masing-masing. Jongin sudah menetapkan diri, ia memilih Minmi. Setelahnya, pembawa acara memberikan instruksi, “Kalau salah satu kalian saling tertarik satu sama lain, maka tunjuk orang itu. Tapi kalau kau tidak menyukai orang itu, maka tunjuklah rice cooker di sana,” cetus sang pembawa acara.

Mata Minmi dan Jongin terpejam. Dengan alat tunjuk, mereka menentukan apakah mereka saling terpikat atau tidak. Riuh tawa orang-orang menanggapi hasilnya. Mereka menertawai Jongin yang ternyata tidak lebih berharga dari sebuah rice cooker, karena Minmi dengan terang-terangan menunjuk ke arah rice cooker bukan menunjuk Jongin.
Jongin malu bukan kepalang, ia berpikir apakah dirinya benar-benar tidak menarik. Kenapa Minmi lebih memilih rice cooker ketimbang dirinya. Pikiran seperti itu yang melintas saat Jongin berkendara pulang. Dan tanpa sengaja, ia melihat Minmi yang sedang berjalan kesusahan membawa kardus rice cooker di pinggiran jalan.
“Apakah kau ingin ikut?” tanya Jongin, setelah memelankan laju mobilnya. Minmi menolak. Tapi Jongin terus memaksa, ia tidak tega melihat Minmi berjalan sendirian seperti itu. Mau tak mau, Minmi menerima ajakan Jongin.

Di dalam mobil, Jongin memecah keheningan, “Scraftmu sangat cantik,” puji Jongin. “Apa kau tidak penasaran dengan kepribadianku. Sesuatu dengan identitas dan kriteria yang kita tuliskan, kita sangat serasi. Apa kau tidak penasaran? Ah, aku benar-benar merasa buruk. Aku memang tidak populer di antara para wanita, tapi apa aku separah itu? Apa rice cooker itu lebih berharga dari padaku?” Jongin memberondong pertanyaan. “Semua yang ditulis di identitas itu mungkin tidak sepenuhnya benar,” jawab Jongin tak berminat.

“Mungkin kita ditakdirkan untuk saling bertemu,” sahut Jongin tetap berusaha menarik perhatian Minmi. “Apa kau mempercayai hal seperti itu?” tanya Minmi. “Tidak. Sebelumnya aku tidak mempercayai hal itu sama sekali. Tapi sekarang, aku ingin mempercayainya,” ungkap Jongin tulus. Minmi tersenyum manis.

Jongin mengantarkan Minmi ke alamat yang Minmi tulis di format identitas perayaan. Minmi menuliskan alamat flat mewahnya, padahal pada kenyataannya ia sudah tidak lagi menghuni flat mewah itu. Tapi karena malu untuk mengakui bahwa saat ini ia sudah tinggal di hostel yang buruk, maka Minmi mengiyakan saja kalau ia tinggal di flat mewah tersebut.
Seat belt Minmi sulit untuk dilepaskan, “Seat beltnya,” kata Minmi meminta tolong agar Jongin membukakan. “Ah, ini rusak lagi,” keluh Jongin seraya berusaha menarik-narik seat belt agar dapat terbuka.
Pemilik bangunan melihat kedatangan Minmi, ia hendak kembali mengomel tapi Minmi segera membalikkan kepalanya. Hingga wajah Minmi dan Jongin sangat berdekatan. Dan hal itu berhasil membuat pemilik bangunan  menjerit, karena ia merasa sudah menggangu Minmi yang tengah bermesraan.
Jongin bermaksud untuk membawakan rice cooker Minmi ke dalam flat, tapi Minmi menolak. Mereka saling mengucapkan salam, lalu mobil Jongin menjauh dari hadapan Minmi. Minmi terus menerus memperhatikan laju mobil Jongin, ia ingin memastikan bahwa mobil Jongin sudah berjalan menjauh, agar ia bisa berjalan ke terminal dan kembali ke hostel Narae.
Sedangkan, di dalam mobil Jongin pun memperhatikan Minmi dari kaca spion mobil. Ia tersenyum karena ia pikir Minmi mulai memperhatikannya.

Ooo0ooO

Setelahnya, Jongin pergi menjenguk ibunya. Adik perempuannya menyambut kedatangannya, “Kau itu cinta pertama ibu. Kau bukan anaknya, tapi ibu tidak pernah mengatakan hal itu,” goda adik perempuan Jongin. Jongin tersenyum lalu mengenggam ibunya, “Kita tidak akan mungkin meninggalkan ibu sendirian,” ungkapnya.

Di Narae Hostel, para penghuninya menggunakan mesin cuci di tempat pencucian baju yang sama. Minmi dan Jongin secara bersamaan dalam waktu yang berseling sebentar saja, saling mencuci baju di tempat yang sama. Minmi terlebih dahulu selesai mencuci baju, kemudian Jongin datang. Tak lama, mereka melewati tangga yang sama pula. Apakah mereka akan saling bertemu??

 

 

TBC , , ,

Note: sumpah ceritanya aneh banget,, mian, mian, mian

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

13 thoughts on “[Freelance] Between Love and Materials (#1)

  1. baru part awal jadi belum tahu alurnya gimana
    next ditunggu ya

    • iya, untuk di chap awal memang belum keliatan alur cerita yg sebenernya karena ini baru permulaan,, hhehhe
      trimakasih y udh mau baca, part 2 nya sedang proses,,, : D

  2. aku suka ceritanya thor,, awalny udh bgs, apalg nanti deh,,..

  3. lanjut thor, bagus kok ceritanya.. greget pas minmi diantar jongin ke flat mewah, padahal….. hehe lanjur ya, fgihting!!!!!!!!!

    • trimakasih y udh mau baca ff
      sederhana ku & udh kasih
      komentar,,hhehhe. untuk part
      2 sedang dalam proses,
      mungkin di part 2 ini udh
      keliatan permasalahan yg
      sebenernya,,, sabar y & tetep
      stay,, 🙂

  4. trimakasih y udh mau baca ff sederhana ku & udh kasih komentar,,hhehhe. untuk part 2 sedang dalam proses, mungkin di part 2 ini udh keliatan permasalahan yg sebenernya,,, sabar y & tetep stay,, 🙂

  5. wehh..eonni akhirnyaa tulisan nya publish jgaa .. chukae eonnie…
    baguss ko baguss buat pemula mah..

    aku sering baca ff tntng kai tapi playboy terus karakternyaa..dan dsini dia baik bnget ..ohh berubah 180% ..
    sehunnya dibnyakin yaa eonni

    keep writing..
    saranghaeyo

    • hhehhe gomawo uri risa udh mau baca dan komen,.
      aku sengaja buat image kai baik disini, pengen suasana yg beda aja. oya masalah sehun, aku cuma jadiin dia sbg comeo doank sa, mianhe,,, hhehhe. ok jgn lupa baca chap selanjutnya y,?!. Nado Saranghae uri risa,,, 🙂

  6. aaaaaa..
    gk tau mau blg ap…
    next chap thor..

  7. bagus chingu FFmu aku suka
    apalagi disini uri kkaman beda banget sama karakter di FF laen
    hemmm uri kkaman suka sama minmi karena ngeliat minmi yang sama anak kecil yaw chingu???wah tapi kenapa minmi gak ngakuin sih kalo dia suka juga sama uri kkaman malah milih rice cooker kasian banget uri kkaman,,,hehehehehe
    ok deh aku ta lanjut baca cerita selanjutnya

  8. You post interesting articles here. Your page deserves much bigger audience.
    It can go viral if you give it initial boost, i know useful service that can help you, simply
    type in google: svetsern traffic tips

  9. This article and many other on your site are very interesting.

    You should show your content to bigger audience.
    There is a big chance to go viral. You need initial
    boost and visitors will flood your site in no time.
    Simply search in google for:
    Juuri13 viral effect

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s