Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

[Series] Different –Distance

9 Comments

Untitled-3

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : Different

Author : Sashka (@sashagani)

Cast : Park Chanyeol  Moon Sora

Genre : Sad // Hurt // Romance

Rate : PG-17 [Bisa berubah sewaktu-waktu]

Length : Series

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. No Plagiat!

Summary : “Aku mencintamu. Selamanya..”

.
.
.

Satu Minggu Kemudian…

Wanita bertubuh mungil dengan wajah cantiknya masih asyik dengan dunia mimpi. Seulas senyum tergambar dibibir mungil berwarna pink itu.

Asyik dengan mimpinya, membuat dirinya melupakan hal sesuatu.

TEPAT SATU MINGGU YANG LALU IA BERPISAH DENGAN MANTAN KEKASIHNYA.

Lantas wanita cantik bertubuh mungil bernama lengkap Moon Sora itu terbangun dari dunia mimpinya dengan wajah khas bangun tidur. Ia sedikit menggeliat, dan menguap.

Ia beranjak dari kasur berukuran single size itu bergegas mengambil handuk nya dan masuk kedalam kamar mandi kecil didalam kamar tidur nya.

Ia menatap dirinya dipantulan cermin kamar mandi. Rambutnya berantakan sekali. Bajunya pun juga kusut sekali. Eyeliner pun juga luntur ke bawah, tepatnya melunturi pipinya.

“Kacau sekali rambutku..”

Gumamnya sembari merapikan rambutnya yang berantakan. Tetap dengan menatap kearah pantulan dirinya dicermin kamar mandi. Ia mengambil sikat gigi dan memberikan pasta gigi ke sisi atas sikat gigi.

Menkumur mulutnya dengan air keran, lalu membuangnya diwastafel. Kembali memandangi pantulan dirinya di cermin, tubuh sedikit kurus. Ia pun membuka satu persatu pakaiannya. Menyisakan pakaian dalamnya.

“Lihatlah Moon Sora.. Kau terlihat kurus sekali. Pantas saja dia meninggalkanmu. Dasar!”

Sora pun masuk kedalam bath up berisikan air hangat. Merelaxykan dirinya disana. Oh bahkan tadi dia tidak melihat sudah jam berapa sekarang.

Selesai acara mandi, dia pun bergegas memilih pakaian yang akan ia kenakan hari ini distudio latihan untuk mengajar pemula. Pilihannya berakhir di dress berwarna hitam, sepatu flat berwarna putih, dan tas selempangnya.

Tak akan ia lupakan benda tercintanya, Biola kesayangan. Ia menenteng tas biolanya keluar kamar menuju ruang makan. Sarapan pagi hari ini pasti enak didalam benaknya.

“Eomma masak apa hari ini?” Tanya Sora dengan nada antusias.

“Lihat saja ada apa, Sora.” Jawab Eomma nya yang sedang menonton acara televisi pagi kesukaan nya.

“Bukankah kau ada janji, Sora?” Tanya Eomma nya tak melepas pandangannya dari televisi.

“Eum.” Hanya gumaman dari bibir mungil Sora.

“Sekarang sudah hampir jam 10, dan bukan kau janji jam 10, Sora?”

Sontak Sora membulatka mata nya, melahap makanannya dengan cepat. Menenteng tas biolanya, tak lupa berpamitan dengan Eomma tercintanya dan berlari ke halte bus.

Sebentar-sebentar ia menatap kearah jam tangan, kakinya terus ia hentak-hentakkan karena kesal. Bayangkan, sekarang sudah jam 09.52, dan kau punya janji tepat jam 10.00 dan kau harus melawati 2 halte dari sini yang jaraknya lumayan jauh. Akankah kau sampai dalam waktu 8 menit? Kita lihat saja.

Sora duduk dengan gelisah menatap keluar jendela. Dia terus menggerutukki dirinya karena mandi lama sekali. Dan yang ia ketahui, Jeon Junhyun itu sangat disiplin sekali. Ia benci dengan orang yang tidak tahu waktu.

Semoga saja dia belum datang..

Akhirnya pun Sora sampai distudio latihan dengan menenteng tas biola. Beruntunglah, karena hari ini Jeon Junhyun sedang ada urusan sebentar jadinya akan diundur untuk sementara waktu.

Ia hanya akan menunggu pemula untuk ia ajarkan dan juga ia akan berlatih lalu pulang kerumah. Kegiatan itu sudah menjadi roda kehidupanmu setelah memutuskan bermain biola. Kurang lebih itu terjadi 15 tahun yang lalu. Disaat umur Sora menginjak 8 tahun.

“Oh! Sora kau sudah datang?” Tanya seorang wanita dengan sebuah gitar yang menggantung di punggung kanan nya.

“Ne. Kau akan mengajar sekarang, Hye?”

“Tidak. Hari ini aku free. Pemula gitar untuk hari ini tidak datang karena diberi libur oleh Junhyung Oppa.” Ujar Hyena yang sudah mengambil tempat duduk tepat disebelah Sora.

Pemula biola juga libur bukan?” Tanya Hyena menatap Sora.

“Tidak, mereka akan masuk. Tapi setahuku hanya ada satu orang saja yang datang. Yang lainnya izin.” Jawab Sora meletakkan tas biolanya tepat dibawah kakinya.

Mereka berdua pun terdiam. Menatap kearah bingkai foto yang terpajang di dalam ruangan khusus. “Bukankah kita keren, Sora? Bisa bermain musik dengan indah, tapi sayangnya kita tidak bisa bermain dengan yang namanya cinta.” Hyena menatap Sora sendu.

“Ya kau benar, Hye. Aku hanya heran, kenapa tak ada yang mau mencintai kita berdua. Selalu saja ditinggal.”

“Tunggu, sepertinya hanya kau saja, Ra. Aku dan Kai sudah baikan, kami tidak berpisah. Kai mengakui kesalahan nya.”

Sora menatap Hyena dengan tatapan ‘sungguh? Benar? Omg!’ Kau tak percaya dengan kisah cinta Kai-Hyena yang begitu mulus seperti di dalam novel. Hyena wanita yang cantik dan juga pintar. Kai yang tampan, pintar, dan jangan lupa ia merupakan seorang CEO muda yang berbakat.

“Aku iri dengan kalian berdua. Aku ingin mempunyai hubungan yang mulus-mulus saja. Tapi kami berbeda dari semuanya, Hyena. Kami tidak sama seperti kisah cinta yang ada dinovel-novel. Kidah cinta kami berbeda. Berbeda dari yang lainnya.” Sora tersenyum manis ke arah bingkai foto itu.

“Jika kisah cinta kalian berdua berbeda, berarti kisah cinta kalian tidak basic, Ra. Kalian itu istimewa. Kau pemain biola, dan dia anak band. Sungguh tidak dipercaya, bukan?”

“Oh! Apalagi dia bad boy dan kau good girl. Menurutku kalian itu pasangan yang berbeda dari yang lainnya.” Lanjut Hyena.

Sora menatap kearah Hyena dengan intens. Jika didengar-dengar, kisah cinta nya memang berbeda. Sora pemain biola handal, dan dia anak band yang terbilang bad boy tapi mempunya otak yang cerdas.

“Bagaimana setelah kau selesai mengajar, kita ke cafe biasa?” Tanya Hyena yang dibalas dengan cepat oleh Sora.

Sora beranjak dari tempat duduk nya keluar ruangan. Memastikan apa pemula nya sudah datang atau belum. Dan dugaan nya benar, sih pemula sudah datang. Dia laki-laki? Bahkan Sora tidak pernah berfikir akan mengajari laki-laki. Kebanyakan dari pemula biola itu seorang perempuan. Langka sekali..

“Permisi, apa kau pemula kelas biola?” Tanya Sora dengan sopan dan tak lupa dengan nada yang lembut.

“Ne.”

“Perkenalkan aku Moon Sora yang akan mengajarimu, dan panggil saja aku Sora.”

“Aku Han Woo Bin.”

Sora pun mengajak pemula biola ke ruangan khusus untuk biola. Oh, bahkan sekarang dia sudah hampir 20 menit dia mengajari laki-laki berwajah tampan ini. Dan tinggal 10 menit lagi waktu mereka akan habis. Dengan itu, Sora akan bebas setelah ini dan bisa pergi kemanapun yang ia inginkan.

Sesekali melirik kearah pemula tidak apa kan? Menurut Sora, Woo Bin sangatlah tampan diumurnya yang berusia 15 tahun. Apalagi dia termasuk orang yang asyik.

Sora pun merapihkan barang-barangnya. Memasukkan biola kesayangannya ke dalam tas khusus biola nya. Merentangkan tangan nya yang terasa pengal. Sungguh, padahal hari ini hanya mengajar 30 menit tapi kenapa dia lelah sekali, ya?

Sora mengeluarkan benda berbentuk persegi panjang berwarna putih dari dalam tasnya. Menekan beberapa nomor. Menempalkan nya di telinga kanannya. “Angkat Hyena..” Lirihnya.

“Waeyo?”

“Kau dimana, Hye?”

“Dicafe bersama Kai. Waeyo?”

“Cih! Tadi kau bilang selesai mengajar, kita ke cafe. Ini kebiasan burukmu jika sudah bersama dengan Kai.”

“YAK!! MOON SORA! CEPAT KE CAFE SEKARANG! LIHATLAH!!”

“Wae?”

“SUDAH CEPAT KEMARI DAN LIHAT!!”

Sora memutuskan panggilan sepihak, memasukkan benda persegi panjang itu ke dalam tasnya dan menenteng tas biolanya keluar studio. Ia sedikit berlari untuk halte.

Lebih baik berlari dari studio ke cafe, daripada harus menunggu bus yang lama. “Selalu saja seperti ini.. ” Sora terus melangkahkan kakinya ke cafe.

Sekarang dia benar-benar sudah lelah, tapi cafe sebentar lagi sampai. “Ku yakin ini bukan hal yang penting.” Sora pun terus melangkah kakinya sampai kaki nya berhenti melangkah saat sudah di depan cafe. Dia mengerutkan keningnya heran.

Didalam cafe ada banyak balon berwarna pink dengan bentuk hati. Juga banyak orang yang mengerumuni sesuatu. Merasakan penasaran pun ia masuk kedalam cafe dengan perasaan yang ingin tahu.

“Terima! Terima! Terima!”

Terdengar suara orang di cafe berteriak sembari menepukkan tangannya satu sama lain.

“Ne. Aku mau.”

Dan Sora mengenali suara itu, itu adalah Park Hyena. Sih sahabat karibnya yang menyuruhnya datang kemari dengan cepat. Dia pun sedikit menerobos kerumunan orang-orang disana.

Seorang wanita dengan pipi merah merona berdiri di tengah-tengah dengan seorang pria yang menekuk lututnya sehingga lebih rendah dengan sebuah kotak merah berisikan cincin.

Pria tersebut bangkit dan memakaikan cincin tersebut dijari manis sang wanita. Membuat sang wanita berkaca-kaca tidak percaya. Begitu juga dengan Sora yang berkaca-kaca karena terharu melihat kejadian ini. Sebenarnya Sora sudah tahu akan ini, karena dia dan pria tersebutlah yang membuat rencana ini sejak lama. Tapi sayang dia tidak bisa hadir lebih awal.

Kerumunan orang-orang disana pun mulai berkurang. Tersisa dengan tiga orang yang sedang melemparkan senyum satu sama lain. “Ku kira rencana mu tidak akan berhasil, Kai. Ternyata aku salah, rencana mu hebat sekali.” Ujar Sora.

“Dan aku baru sadar kalau kau memutuskan Hyena itu adalah bagian dari rencanamu.” Lanjut Sora, Hyena pun menatap Kai dengan tajam.

“Oh jadi kalian berdua sekonkol? Lihat saja kau tuan Kim!” Hyena mencubit lengan atas Kai, membuatnya meringis kesakitan. Membawa canda tawa diantara mereka bertiga.

“Setelah ini, aku ingin ke karnaval. Disana ada pertun–”

“Pertunjukkan Chanyeol? Ya! Lupakan dia, Ra!” Potong Hyena dengan nada ketidak sukaan.

“Aku hanya ingin melihatnya saja, Hye. Benar bukan, Kai?” Kai hanya mengangguk, memastikan Hyena kalau Sora tidak apa-apa jika hanya sekedar melihat Chanyeol.

“Aku tidak tanggung jawab jika kau bersedih seperti kemarin lagi.” Ujar Hyena.

“Araseo. Jadi kapan kalian akan menikah?” Tanya Sora

“Bulan depan.” Ujar Hyena dan Kai bersamaan.

“Aigoo.. Kalian cocok sekali! Cha! Aku pergi dulu ya!” Sora pun mendekatkan bibirnya kearah telinga kanan Hyena. “Harus menyiapkan mental untuk bertemu dengannya.” Sora pun berlari keluar cafe.

Sebenarnya Sora tak yakin akan hal yang ia lakukan ini. Dimana dia akan menonton Chanyeol dan band nya tampil dikarnaval yang sangat ditunggu-tunggu ke banyakkan warga Seoul itu.

Sora berjalan ditrotoar dengan membawa tas biolanya ditangan kanan. Betapa irinya dia jika melihat kemesraan Hyena dan Kai. Ia selalu merasa kalau itu adalah dia dan Chanyeol.

Sora memukul kepalanya kesal. “Bodoh! Kenapa kau masih saja seperti ini, Sora?! Kau harus melupakan dia!” Runtuk Sora menghentak-hentakkan kedua kakinya kesal. Sempat menjadi tontonan warga disana.

.
.

Malam pun tiba. Sora berjalan menuju karnaval tempat Chanyeol dan band nya akan tampil. Ia memakai jaket hodie berwarna hitam, celana jeans hitam dan juga masker hitam yang melekat dimulutnya.

Sebab dari dia memakai pakaian itu hanya karena dia yakin kalau Chanyeol akan marah kepadanya jika ia muncuk dihadapannya lagi. Apalagi ia yakin, tunangan Chanyeol itu pasti ada disana. Membuat dirinya jijik.

Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam keramaian orang di karnaval. Ia sedikit melirik kearah panggung. Apa Chanyeol dan Band nya sudah tampil? Dia kelewatan?

Dia pun berjalan mendekati panggung. “Apa M&H Band sudah tampil?” Pria yang ditanya Sora pun menggeleng. Sedangkan Sora pun menghela nafasnya lega karena dia tidak telat.

Dia pun menjauh dari panggung. Memilih berdiri dan menunggu disamping batang pohon ini. Tidak lumayan jauh baginya.

“YO! APA KALIAN SIAP MENDENGARKAN M&H BAND AKAN TAMPIL?!?”

“INI DIA M&H BAND!!!”

Sora pun menegakkan tubuhnya. Berjalan lebih dekat. Setidaknya tidak terlalu dekat dari panggung. Dia diam. Bukan diam karena menyaksikan penampilan mereka. Dia diam memandangi wajah Chanyeol.

Chanyeol melirik kearahnya kembali kearah yang sebenarnya dan kembali melirik kearahnya. Sora dan Chanyeol saling bertatapan. Tapi tidak lama kemudian Chanyeol kembali menatap kearah penonton yang lainnya.

Sora hanya bisa tersenyum miris melihat itu. Kenapa dia harus mencintai Chanyeol? Sedangkan Chanyeol sendiri tidak mencintainya? Cinta nya memang tak adil. Ia ingin menjadi Kai-Hyena yang cintanya adil. Tapi ia tidak bisa.

Sora berbalik berniat pulang, sebelum langkahnya berhenti. Rasanya ada mata elang yang menatapnya tajam. Ia berbalik. Mentap kearah orang tersebut. Lalu menampilkan senyuman mirisnya. Bukankah ia memang sangatlah miris?

Dia pergi meninggalkan panggung. Ia kembali berbalik untuk pulang kerumah. Hari ini sudah cukup. Cukup untuk melihatnya dari kejauhan–walaupun dia sendiri diancam utnuk tidak menunjukkan dirinya. Tapi bagaimana lagi? Ia mencintai pria itu. Malah sangat mencintainya.

GREEP

“Apa ka–”

“Aku tahu. Maafkan aku.” Potongnya dengan cepat dan berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman orang tersebut. “Kita selesai. Tapi aku mohon satu hal padamu. Izinkan aku untuk melihatmu dari kejauhan. Hanya dari kejauhan. Tidak lebih dan juga tidak akan menganggu hidupmu. Maaf.”

Ia pergi meninggalkan pria itu yang hanya terdiam disana. Masih mencerna apa yang dikatakan oleh Sora. Apa ia begitu menyakiti Sora sampai seperti ini? Apa ia begitu buruk untuk menjadi seorang pria?

Berbeda dengan Sora yang bisa mengeluarkan perasaannya. Biarkan dia tidak mendapatkan cinta dari pria yang bernama Park Chanyeol. Setidaknya ia masih dapat melihat pria itu bahagia. Maka dia akan bahagia.

Walaupun sebenarnya ia sangatlah sakit. Sangat amat sakit. Tapi mau bagaimana lagi? Ini takdirnya, bukan? Mau tidak mau dia harus menerimanya dan menjalannya apa yang sudah direncanakan.

Ia tersenyum saat menaikki bus. Mengingat masa-masanya bersama Park Chanyeol. “Terimakasih, Chanyeol. Aku mencintaimu. Selamanya..”

.

.

.

Note : Ga kefikir bakalan kaya gini selanjutnya. Mungkin nanti lebih baik. Ditunggu keselanjutannya aja yaa. Sabar yang sabar yaaa.. ;*

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

9 thoughts on “[Series] Different –Distance

  1. Huaaaaaaaaaaa sora kasian banget sihhhh😭😭😭
    Bingung banget sama chanyeol, dia masih sayang sama sora ga sih?
    Huaaa greget bangett
    Aku tunggu lanjutannya yaaa
    FIGHTING!^^*

  2. Chanyeolnya jahat bgt sih,, kasian sih soranya. Next ya,,

  3. Hyena-kai emang bikin envy :3 sora miris bgt ya tuhan. Kasian bgt. Chanyeol jahat ih 😦 pengen liat cerita dari sisi chanyeol :)) di tunggu kelanjutan nya ya ^^

  4. Kasian sora😔
    Gangerti lagi maunya chanyeol apaa
    Aneh aja sih tiba tiba dia udah punya tunangan pdhl baru putus sama sora
    Di tunggu ya next seriesnyaaa

  5. mau chanyeol tuh apa ya??
    kasian sora nya iri sm hyena dan kai
    next series will be waiting..

  6. Haaii,, aku readers baru nih.

    Pas buka blog ini yg pertama dibaca adlh ff ini.
    Ckckck melas bngt sih yg jd cwe nya , knpa bnyak bngt ff yg ceritanya cwenya yg slalu sakit hati,.
    Kadang suka ngedadak emosi sama cast cwonya klo kya gtu.
    Tpi mau gmn lgi, ini kan cuma ff , tpi mungkin aku yg terlalu mendalami cerita sampe kayanya bneran terjadi, ya karna aku cwe jd benci aja klo pmeran cwenya dibuat menderita karna sakit hati tanpa tau alasan yg jelas nya.

    Maaf yaa, aku emang kya gini. Mohon maklum dan terimakasih.

  7. yaampun.. nyesek gitu yaa? bikin chanyeol ver nya dong. mau liat daru sisiny dia,,

  8. gk bisa move on dari mantan itu namanya nyiksa diri sendiri
    lupain chanyeol sora jalani hidupmu yaang masih panjang

  9. Kau terlalu beruntung dicintai wanita seperti sora…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s