Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Histoire D’amour {Chapter 2}

52 Comments

histoire by sashka

SashkaFanfic Present’s

Tittle : Histoire D’amour

Author : Sashka

Main Cast : Cho Kyuhyun | Kang Sang Hee

Other Cast : {cari sendiri ya}

Length : Chaptered

Rating : NC-21

Genre : Romance

Summary : Kau milikku.


 

Hal pertama yang ia lihat adalah, kamar tidurnya yang sangat ia rindukan. Tempat ia melepaskan rasa lelahnya sehabis pulang bekerja.

“Aku bermimpi.” Gumamnya dan kembali memejamkan mata.

Dia kembali membuka matanya. Mengedarkan pandangannya ke sepenjuru kamarnya. Mencubit tangannya dengan kencang. “AWW!”

“Aku dikamar? Jinjja? Aku kembali ke Apartement!!! Daebak!!!”

Berlompat-lompat kegirangan diatas ranjang single size nya. Berteriak-teriak kesenangan. Pinggulnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Menari kesenangan. Atau menari karen bebas? Mungkin keduanya.

“Ini keren! Aku bebas. Aku tak memakai pakaian dalam lagi! Woahhh!!”

Ia berlari kedalam kamar mandi. Senyumannya tak sedikitpun luntur. Ia senang. Sangat senang.

Jinjja?! Aku pakai baju?! Aku kembali!! Aaaaa!!”

Dia menatap pantulan dirinya dicermin. Membenarkan rambutnya yang berantak. Mendekatkan helaian rambutnya kearah hidungnya. “Aku belum mandi.”

.

Ia keluar dari kamarnya. Berniat untuk mengambil air mineral didalam kulkas. Rasanya tenggorokkannya sangatlah kering.

OMO!

Ia terkejut saat melihat seorang pria menatapnya tajam dari meja makan. Pria berbalut kemeja biru muda dan jas hitam. Menatapnya tajam. Membuat dirinya menciut tanpa berani.

“Kemana saja kau?”

Bahkan dia menundukkan kepalanya. Tanpa berani untuk membalas tatapan sang pria.

“A-aanu.. akk-kku–”

“Apa!? Kau kemaja saja, Sanghee? Kau tahu, Oppa mencarimu kemana-mana. Oppa mengkhawatirkanmu.” Lirih Oppa nya menatap dirinya sendu.

“Maafkan aku, Oppa.”

“Kau sudah makan? Lebih baik makan dulu. Aku membawa makanan dari luar.” Ajak sang Oppa.

Sanghee pun duduk dihadapan Oppa nya. Menatap heran kearah pakaian yang Oppa nya pakai. Merasa tahu arti tatapan Sanghee. Oppa pun memberi penjelasan.

“Aku diterima kerja diperusahaan besar. Jabatanku juga tinggi. Maka dari itu aku pakai pakaian formal ini.” Sanghee menatap tak percaya kepada Oppa nya.

Jinjja? Selamat, Oppa.”

“Oh ya! Kemarin ada yang mengirimmu surat.” Oppa nya pun menyerahkan amplop bewarna coklat kepada Sanghee.

Dia mengambil dengan ragu-ragu. Terang saja. Ia tahu apa isi surat itu. Surat pemecatan dari tempat ia bekerja.

“Apa isinya?”

Ia menatap kearah Seunghoon Oppa. “Aku dipecat.” Mengalihkan suasana dengan memakan makanannya dengan lahap. Tak berniat sama sekali untuk mendengar ocehan Oppa nya tersebut.

Semuanya kacau dan berubah semenjak ia bangun. Ia keluar dari tempat itu. Oppa nya berubah. Dan sekarang ia dipecat. Ia selalu saja tidak pernah beruntung.

“Besok kau harus kuliah lagi. Aku sudah membayar uang kuliahmu itu. Sayang jika tidak diteruskan.”

Berhenti mengunyah makanannya dan menatap Oppa nya heran. “Ne?” Tanya Sanghee menatap Oppa nya tidak percaya. Siapa yang tidak percaya kalau ia akan kembali kuliah. Satu alasan ia berhenti kuliah hanya satu, uang. Lalu sekarang dari mana ia menghasilkan uang tersebut jika ia sudah di pecat. “Gajiku cukup untuk uang kuliahmu. Malah sangatlah cukup.”

“Memang Oppa bekerja dimana?” Seunghoon menatap lekat adik kesayangannya ini, “Kau tidak perlu tahu aku bekerja dimana. Terpenting ini halal.”

“Araseo.” Sanghee kembali mengunyah makanannya.

.

“Tapi kau masih ‘itu’ kan?” Sanghee mengangguk, “Jika aku tahu pelakunya. Tak segan-segan akan ku pengal kepalanya.” Sanghee bergidik ngeri saat Oppanya mengatakan hal tersebut. Oppanya termasuk tipekal orang yang berkata sungguh-sungguh. “Apa Oppa ingin masuk penjara?”

“Tentu saja tidak.” Seunghoon mengacak rambut adiknya gemas, “Tidurlah ini sudah larut. Besok kau harus ke kampus. Selamat tidur gadis kecil Oppa.” Seunghoon mengecup kening Sanghee dan pergi meninggalkan Sanghee dikamarnya.

“Aku masih penasaran. Siapa yang melakukan ini semua? Dan apa motif dari melakukan ini?”

Kyuhyun membuka lemari es. Mengambil soft drink. Lalu meneguknya–walaupun tidak semuanya ia habiskan. Ia berjalan ke kamarnya. Duduk disofa dalam kamar. Tatapannya kosong. Tangan kirinya mengenggam soft drink tersebut.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Gumamnya.

Ia bangkit. Meletakkan soft drink-nya diatas meja sebelah sofa. Ia berjalan kearah balkon kamar. Memandangi halaman rumahnya. Mencari-cari seseorang disana. “MINJOON!!” Ia meneriakki nama seseorang–lebih tepatnya pelayan pribadinya.

NE!!” Balas Minjoon dari bawah sana. “CEPATT NAIKK!!” Minjoon pun langsung berlari masuk ke dalam rumah. Berlari kearah kamar Kyuhyun.

CLEEKKK

Tanpa permisi dari Kyuhyun, Minjoon langsung masuk. “Ada apa, Cho Sajangnim?” Tanya Minjoon yang menghempaskan dirinya di sofa. Duduk senyaman mungkin. Kyuhyun berbalik, memandang Minjoon. “Yak!”

Wae?” Tanya Minjoon tanpa dosa. “Kau tahu. Mulai besok dia kembali kuliah.” Minjoon langsung menegakkan tubuhnya. “Jinjja? Peluang yang baik. Berarti dia akan kembali menjadi ‘Ratu Kampus’ lagi?”

Shit!” Umpat Kyuhyun mengacak rambutnga frustasi. “Keluarkan ide gila mu lagi, Kyuhyun.” Usul Minjoon.

“Ide gila? Aku sudah tidak punya lagi.” Kyuhyun hanya mondar-mandir dikamarnya sembari mengacak rambutnya frustasi. “Kembali seperti dulu lagi saja. Mengikuti kemana pun dia pergi.”

“Sajangnim, berhentilah mengikutiku. Kau membuatku tidak nyaman.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tidak. Dia merasa tidak nyaman jika aku mengikutinya.”

Minjoon tersenyum licik, “Aku tahu ide gila yang lebih-lebih gila.” Sontak Kyuhyun menatap Minjoon. “Apa?!”

“Perkosa dia.”

Kyuhyun terdiam. “Perkosa? Tidak! Aku tidak mau perkosa gadis polos sepertinya.” Minjoon berdecak kesal. “Kalau begitu ikuti saja dia kemanapun, setelah itu kau perkosa dia. Jika menurutmu ini ide yang tidam bagus, aku lebih memilih untuk tidak membantumu lagi!”

“Ide yang bagus, Minjoon! Kau memang bocah genius!” Puji Kyuhyun mengacak rambut Minjoon. “Berarti besok pagi kau harus pergi ke kampusnya.”

“Aku tahu.”

.

Kyuhyun berjalan dengan gagahnya disekitar kantornya. Hari ini ia akan pulang lebih awal. Malah awal sekali. Ini masih pukul 10 pagi dan dia sudah ingin pulang. Lagipula siapa yang akan marah? Dia pemilik ini semua.

“Bagaimana, Cho Sajangnim? Rencana dimulai, kan?” Kyuhyun mengangguk, lalu masuk ke dalam mobil. Ia duduk dibelakang, sedangkan Minjoon duduk dikemudi. “Sudah siap bertemu dengannya?”

“Lama sekali! Cepat jalan, Minjoon!”

Minjoon pun menancapkan gasnya. Melenggang pergi dari area kantor menuju kampus Sanghee. Seperti apa yang mereka sudah katakan tadi malam. Kyuhyun akan kembali mengikuti Sanghee. Tapi jika Sanghee menolak atau pun lainnya. Ia tak segan-segan memperkosa Sanghee. Sadis? Memang! Kyuhyun begitu juga karena Sanghee. Ia begitu mencintai Sanghee sehingga melakukan ini semua–walaupun terbilang aneh atau gila, mungkin?

“Kudengar, Oppa-nya mendapatkan pekerjaan.” Ujar Minjoon memecahkan keheningan didalam mobil. “Ya, Seunghoon kerja dikantor Appa-nya. Dan Sanghee tidak tahu kalau Oppa-nya bekerja dikantor Appa-nya.” Sahut Kyuhyun memandang keluar jendela mobil.

“Sepertinya kau sangat tahu tentangnya.” Goda Minjoon menatap lurus kedepan. “Kau lupa? Appa-nya bekerja sama denganku.” Minjoon hanya ber-oh-ria saja.

.

Kyuhyun keluar dari mobilnya. Masuk ke dalam area kampus Sanghee. Ia harus menunggu sepuluh menit lagi untuk bertemu dengan Sanghee–karena Sanghee masih ada mata kuliah. Kyuhyun menunggu ditaman kampus. Semua tatapan mengarah kepadanya. Jelas. Siapa yang tak mengenal Cho Kyuhyun? Semua orang mengenal dirinya.

Tak lama. Ia menangkap seorang wanita berjalan membawa dua buah buku tebal didekapannya. Berjalan keluar kampus. Dengan sigap. Kyuhyun sedikit berlari kearahnya. Seulas senyum mengembang dibibir tebalnya. “Sanghee!” Panggil Kyuhyun membuat wanita itu menoleh kebelakang.

“B–bagaimana bisa?” Tanya Sanghee tak percaya. Hendak Sanghee ingin memaki Kyuhyun, Kyuhyun terlebih dahulu menutup mulut Sanghee dengan tangan kanannya. “Kau sudah makan?” Tanya Kyuhyun mengalihkan pertanyaan Sanghee. Sanghee hanya diam. Tak mau menanggapi Kyuhyun. Sanghee memutar tubuhnya malas.

Kyuhyun berjalan mensejajarkan tubuhnya dengan Sanghee. “Sunbae, bisakah tidak mengangguku?” Tanya Sanghee menghentikan jalannya, lalu memandang Kyuhyun memohon. “Berhenti memanggilku ‘sunbae’ atau ‘sajangnim’. Aku lebih tua darimu, jadi panggil aku Oppa. Tidak, aku tidak bisa.”

“Kau membuatku tak nyaman.”

“Kau membuatku nyaman.”

Sanghee berjalan lebih cepat berusaha meninggalkan Kyuhyun. Tak mau tertinggal. Kyuhyun juga mengikuti Sanghee. “Sunbae, apa kau tak ada kerjaan selain mengikutiku terus?” Tanya Sanghee jengah. Sedangkan Kyuhyun hanya menggeleng lemas. “Aku akan berhenti mengikutimu jika kau menerima cintaku.”

“Tidak akan pernah.”

“Kenapa?”

“Karena… Aissh!! Jangan ganggu aku, Sunbae!” Sanghee berlari meninggalkan Kyuhyun. Bahkan Kyuhyun sudah tak dapat mengejarnya lagi–karena Sanghee berlari begitu cepat.

Kyuhyun berjalan malas kearah mobilnya. Dan sejak tadi Minjoon menyaksikan kejadian itu semua. “Ada apa? Kenapa dia menangis?” Tanya Minjoon penuh selidik. “Menangis?” Minjoon mengangguk.

“Saat itu berlari. Aku melihat ia menangis. Dan saat melewatiku, aku mendengar ia menangis. Jadi, kau membuatnya menangis? Kau memang brengsek, Cho.”

.

Sanghee POV

Aku berlari kearah Apartement. Menaikki lift. Menekan angka 12 disana. Aku mengusap peluh keringat yang membasahi keningku dan juga mengusap airmataku. Aku menangis? Ya benar! Aku memang menangis.

Hanya saja aku menangisi pria itu. Bukan karena dia mengikuti terus–malah aku menyukai sekali tlakala dia mengikutiku. Hanya saja karena aku tak bisa membalas rasa cintanya. Rasanya sangat berat jika harus mencintai dirinya. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Memendam rasa ini atau mengatakannya langsung? Aku juga tidak tahu.

Menghela nafasku panjang, lalu menatap malas kearah tumpukkan buku tebal yang berada diatas meja belajarku. Aku akan kembali belajar. Seharusnya setahun yang lalu aku sudah lulus. Tapi kami lebih membutuhkan uang, jadi aku mengorbankan semuanya. Aku bekerja disalah satu perusahaan fashion. Dan memang itu jurusanku.

“Sanghee-aah..”

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. Kenapa Seunghoon Oppa sudah pulang jam segini? Terlalu cepat untuk pulang ke rumah. Aku melangkah keluar dari kamar. Mengikuti asak suara Oppa berada. “Oppa sudah pulang?”

“Hmm..” Balas Seunghoon Oppa dengan bergumam. “Kenapa cepat sekali pulangnya?”

“Ada yang tertinggal, jadi Oppa pulang lagi. Oppa berangkat lagi, ya! Jaga dirimu baik-baik!” Pamit Seunghoon Oppa mengacak rambutku gemas dan melenggang pergi meninggalkanku di Apartement.

DRRTT DRRTT

Ponselku bergetar. Aku merogoh saku celanaku–berusaha menggapai ponselku. Setelah dapat, ku tempelkannya ditelinga kananku. “Yeobseyo?

“YAK! Kemana saja kau?!”

“Aku sibuk.” Alasan saja kau, Sanghee.

“Nanti malam kau harus ikut bersamaku! Aku tak ingin mendengar penolakkan darimu, Sanghee!”

“Kemana?”

“Nanti malam pukul 8 kau datang ke Apartementku. Pokoknya harus datang!”

“Ne. Aku datang, Jisoo.”

“YEY!! Itu baru sahabatku, Kang Sanghee. Ku tunggu nanti malam! Bye!”

BEEP

Kutaruh kembali ponselku. Kembali berjalan ke dalam kamar. Tak ada yang bisa aku lakukan sekarang. Benar-benar sialan anak itu. Selalu memaksa. Aku bingung. Siapa yang akan mau jadi pendampingnya nanti kalau dia pemaksa seperti itu? Ah! Tidak perlu dipikirkan!

Ku rebahkan tubuhku ke atas kasur berukuran single size milikku. Menghela nafasku kasar. Dari pada aku terua memikirkan pelaku itu, lebih baik aku tidur sebentar. Ku pejamkan mataku perlahan. Tak lama.. terdengar suara bel Apartement. Sialan! Menganggu kegiatan orang lain saja!

CLEEKK

DEG!

Cho Kyuhyun. Dia ada didepan Apartment. Apa yang dilakukan? Apa tidak ada pekerjaan sehingga menganggu hidupku terus? “Maaf, ada keperluan apa Sunbae datang kemari?” Kau tahu jawabannya Sanghee.

“Menemuimu.”

Apa dia gila? Selalu seperti ini. Seharusnya aku tak mengenalnya. Atau dia seharusnya tak mengenalku. Dia terlalu menganggu. Tapi dengan bodohnya aku menyukai kelakuannya ini. “Lebih baik Sunbae kembali bekerja. Aku sedang tak ingin diganggu.” Usirku dengan sopan. Ayolah.. Cepat pergi!

Tanpa permisi dariku. Dia masuk ke dalam Apartment. Dan bagaimanakan bos, dia duduk di sofa dengan seenaknya. Orang kaya memang selalu berkuasa. “Sunbae, apa yang kau lakukan?”

“Kenapa kau selalu seperti ini, Sanghee? Berhenti memanggilku Sunbae atau Sajangnim! Lalu, apa kau tidak menawarkan minuman untuk tamumu ini? Aku haus, Sanghee-aah.” Kau kira aku pembantu?! Sialan! Tapi aku tak bisa menolaknya–karena suatu kebodohan. Ya, aku menyukainya. Jadi, aku berjalan dengan pasrah ke dapur. Membuatnya minuman.

“Ini, Sunbae.” Dia tersenyum kepadaku. Berhentilah tersenyum seperti itu! Kau membuatku makin menyukaimu! Dan aku benci akan hal itu. “Terima kasih, sayang..”

Sayang? Dia memanggilku sayang? Ini bukan yang pertama kalinya dia memanggilku sayang. Ini kedua kalinya dia memanggil sayang. Rasanya aku ingin terbang ke langit ketujuh sekarang juga. Bodoh! Tak seharusnya kau senang! Itu menjijikkan.

———

Author POV

Kyuhyun menantap Sanghee yang sedang menundukkan kepalanya. Bagaimana tidak. Kyuhyun menatao Sanghee dengan intens. Dan ini membuat Sanghee malu. “Sunbae, lebih baik kau kembali ke kantor. Bukankah kau harus bekerja?” Usir Sanghee yang kesepuluh kalinya. Dan tetap saja Kyuhyun tak beranjak dari sana. Hanya diam dan diam menatap Sanghee.

“Baiklah aku pulang. Tapi.. Besok aku akan terus mengikutimu.” Kyuhyun bangkit dari sofa. Sekali lagi dia memperlihatkan senyumannya yang mempesona kepada Sanghee. Berjalan lebih dahulu ke pintu Apartment. Dia berbalik menghadap Sanghee yang berada tepat dibelakangnya. “Jaga dirimu baik-baik. Aku pergi.” Mengelus rambut Sanghee dengan lembut, lalu dia benar-benar pergi dari Apartment Sanghee tinggal. Sanghee menghela nafas saat melihat Kyuhyun sudah masuk ke dalam lift. Dia menutup pintu Apartment dan kembali duduk diatas sofa.

Benar-benar merepotkan, rutuknya dalam hati.

Ia melirik kearah jam dinding yang tak jauh dari tempatnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Parahnya, pria itu–Cho Kyuhyun membuang-buang waktu tidurnya. Jika saja pria itu tidak datang, sudah pasti sekarang ia sedang bergulat dengan mimpi-mimpi indahnya. Pria itu memang menyusahkan atau kata lainnya, merepotkan sekali.

Sanghee berjalan dengan malas ke dalam kamarnya. Memegang kenop pintu dengan malas, begitu juga saat membuka dan menutupnya kembali. Dihempaskan tubuhnya keatas kasurnya berukuran single size. Membuang nafasnya kasar. Lebih baik jika ia memilih untuk tidur. Sembari menunggu Oppa nya pulang sehabis bekerja.

Bicara tentang Oppa nya. Dia ingin tahu dimana Oppa nya itu bekerja. Selama ini Oppa nya tidak mendapatkan pekerjaan karena dia terlalu lalai terhadap pekerjaannya. Sempat bekerja di salah satu perusahaan besar, tapi lagi-lagi Oppa nya di pecat karena di tuduh mencuri. Lalu, Oppa nya dipecat hanya kerena kesalahan kecil. Dan seterusnya seperti itu. Dan akhirnya Oppa memilih untuk tidak bekerja lagi dan lebih memilih untuk mabuk-mabukkan, bermain judi.

Lama-kelamaan. Sanghee memejamkan matanya. Rasa kantuk tiba-tiba menghampiri dirinya. Ia pun mencari posisi tidur yang nyaman. Senyaman mungkin.

.

“Eungghh..” Sanghee menggeliat saat ia merasa tidurnya sedikit terganggu. Ia terus menggeliat dan berusaha untuk membuka kedua kelopk matanya. “Sanghee-aah.. Bangunlah..” Ia merasakan elusan lembut dirambutnya. Dan dia tahu siapa pelakunya, Oppa nya.

“Oppa sudah pulang?” Tanya nya saat membuka mata dan mendudukkan dirinya diatas kasur. Oppa nya tersenyum, “Ne. Aku sudah pulang sejak tadi. Apa kau sudah makan?”

“Pukul berapa sekarang?” Tanya Sanghee yang tidak menjawab pertanyaan Oppa nya. “Pukul 7 malam. Kenapa?” Sanghee mengacak rambutnya frustasi dan beranjak dari kasur masuk ke dalam kamar mandi. Benar-benar menyebalkan.

Sanghee keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapih, begitu juga dengan aromanya yang harum. “Mau kemana?” Oppa nya memandangi tubuh Sanghee dari atas sampai ke bawah. “Aku mau ketemu dengan Jisoo. Jika aku pulang terlambat, aku akan menginap di Apartement-nya. Bye-bye!” Sanghee mengecup pipi kanan Oppa nya dan beranjak pergi ke Apartement Jisoo.

———

“Aku lapar. Bagaimana kalau kita makan, Kyu?” Eluh Minjoon yang sejak tadi memegang perutnya. Kyuhyun hanya diam menompang dagu dengan tangannya. Pikirannya menerawang jauh. Bagaimana lagi untuk bisa mendapatkan hatinya Kang Sanghee. “Kyuhyun!” Kyuhyun menatap kearah Minjoon.

“Baiklah. Apa aku masih mempunyai jadwal?” Tanya Kyuhyun bangkit dari kursinya. Berjalan mendekati pintu ruangannya. Berniat untuk keluar. “Tidak ada. Tapi, kau diundang disebuah pesta malam.” Kyuhyun diam mengernyitkan dahinya heran. “Club malam?” Minjoon mengangguk-ngangguk.

Kyuhyun membuka pintu ruangannya yang disusul oleh Minjoon dibelakangnya. Kyuhyun berjalan lebuh dahulu, sedangkan Minjoon mengekor dibelakang tubuh Kyuhyun. Mereka menunggu lift dalam diam. “Setahuk–”

“Diam, Minjoon. Aku sedang tak ingin mendengar ocehanmu itu.” Potong Kyuhyun yang terlihat sedang bad mood. “Tap–” Kyuhyun menatap Minjoon tajam. Menyuruhnya untuk tidak mengeluarkan sepatah kata pun. “Biarkan saja. Paling dia yang rugi.” Gumam Minjoon.

Mereka berdua masuk ke dalam lift. Kyuhyun diam. Dalam artian diam yang sedang bergulat dengan pemikirannya. Ia terus berfikir. Bagaimana caranya agar Sanghee menyukainya? Dan kenapa Kyuhyun begitu tergila-gila dengan Sanghee? Benar, Sanghee itu cantik, baik, pintar, nyaris sempurna. Apa pesona Sanghee begitu kuat terhadap Kyuhyun?

Kyuhyun menunggu Minjoon yang sedang mengambil mobilnya. Kyuhyun terus saja melirik kearah arloji nya. Ia sedang malas untuk menunggu. “Lama sekali kau, Minjoon!” Desisnya menatap tajam kearah arloji nya.

Tak lama, mobilnya berhenti didepan Kyuhyun. Minjoon keluar dan membukakan pintu belakang untuk Kyuhyun. Kyuhyun segera masuk ke dalam mobil. Duduk di belakang. “Jadi, mau makan dimana, Cho Sajangnim?” Kyuhyun menoleh kearah Minjoon. “Tempat biasa saja.”

.

Sehabis makan. Kyuhyun pergi ke pesta malam yang diselenggarakan di club malam. Sebenarnya Kyuhyun sudah bosan datang ke sini. Tentunya semenjak dia menyukai Sanghee, ia berhenti datang ke club. Tapi ia masih suka bermain dengan para wanita malam yang ia pesan ke rumah.

Pandangan mengedar sekeliling. Memandangi tempatnya ini bosan. Dentuman musik begitu kencang. Membuat telinganya sakit, tapi ia sudah terbiasa tentunya. Kakinya melangkah menuju bar. Mungkin minum sedikit tidak akan membuatnya bosan lagi.

Dia berhenti berjalan. Ia diam. Tatapannya berhenti disuatu objek. Gadis itu. Apa yang dia lakukan disini?

“Kang Sanghee?” Lirihnya.

———

Jisoo terus saja menarik lengan Sanghee. Sedangkan Sanghee sejak tadi berusaha menurunkan dress berwarna hitam yang ia kenakan dan berusaha memberontak. “YAK! LEE JISOO! KENAPA KAU MEMBAWAKU KEMARI?!” Jisoo menutup kedua telinganya.

“Lebih baik kita kemari. Kau tahu, di dalam mungkin kau akan bertemu dengan pria tampan. Bukankah baik?” Sanghee menatap Jisoo kesal. Ini pertama kalinya Sanghee kemari. Apalagi dress ke kurangan bahan ini yang membuatnya risih. “Jika kau terus menurunkannya. Aku yakin, kedua buah dadamu yang datar itu akan terpampang jelas. Membuat semua tatapan mengarah kepada dadamu. Jadi diamlah, gadis manis.”

Sanghee mendengus kesal. Ditarik lengan Sanghee masuk ke dalam club malam. Dan Sanghee hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Jisoo. Lagi-lagi Sanghee disuguhi oleh dentuman musik yang membuat kedua telinga tuli. Bagaimana bisa Jisoo sering kesing? Pantas saja telinga Jisoo sedikit rusak.

“Duduklah disana. Aku ingin mencari temanku sebentar.” Sanghee mengangguk dan berjalan kearah yang tunjuk oleh Jisoo. Dia duduk di bar. “Boleh aku meminta alkohol berkadar rendah?” Pinta Sanghee pada bartender. Walaupun ini pertama kalinya. Sanghee sedikit tahu tentang alkohol-alkohol–sebab Oppanya terkadang membawa botol-botol alkohol yang berbeda-beda saat pulang. Ternyata Oppa nya sedikit membantu.

Sanghee meneguk habis alkohol berkadar rendah itu. Dipandangnya orang-orang yang sedang menari diatas lantai dansa. Pandangannya beralih kepada sudut club yang bercahaya gelap. Disana tedapat dua orang yang bercumb mesra. Melihatnya membuat Sanghee merasa jijik berada disini. Apalagi tatapan-tatapan pria yang siap melahapnya. Benar-benar menjijikkan.

Sanghee mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Jisoo. Wanita itu tidak kembali lagi setelah meminta izin untuk menemui temannya. Yang Sanghee tahu, ini adalah acara teman Jisoo yang sedang berulang tahun. Sanghee tak asing jika teman Jisoo mengadakan pesta ulang tahun disini–sebab Jisoo sendiri adalah ratu pesta. Dilain kata, Jisoo termasuk wanita nakal.

Sanghee terus menunggu Jisoo. Dia merasa aneh saat seseorang sengaja diduduk disebalah. Mengamati tubuhnya dari bawah sampai keatas. Sanghee tidak menoleh kearahnya. Memilih untuk mengacuhkannya. Anggap seperti tidak ada orang disebelahnya. “Kenapa kau ada disini?”

DEG

Sanghee bergeming saat mendengar suara khas itu. Dia diam. Memilih untuk menatap lurus kedepan. Berusaha untuk tidak menoleh. “Kau tahu, disini berbahaya untukmu. Lihat pakaianmu. Sungguh, minim. Kemungkinan besar pria-pria disini akan menidurimu sekarang juga.” Lama bergulat dengan pikirannya, ia pun menoleh kearah sebelah kanannya. “Begitu juga denganku.”

Mata Sanghee membulat sempurna. Menatapnya dengan tatapan heran. Atau dibuat heran? Soalnya, Sanghee benar-benar tak mengerti maksud dari ucapan Kyuhyun. “Apa maksudmu, Sunbae?” Kyuhyun berdecak kesal. “Kau begitu polis, Sanghee. Siapa yang membawamu kemari?”

“Jisoo. Lee Jisoo.” Kyuhyun menatap tajam keseliling club, lalu kembali kepada Sanghee yang menatapnya heran. “Lebih baik ikut aku saja.” Ditariklah lengan Sanghee. Disaat Sanghee berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun. Lagi-lagi Kyuhyun menatapnya tajam.

.

Kyuhyun mendorong tubuh Sanghee membentur dinding lorong club malam yang sepi. Cahayanya remang-remang. Membuat Sanghee tak dapat jelas melihat wajah Kyuhyun.”Apa.. Apa yang kau lakukan, S-sunbae?” Terdengat suara gugup dari mulut Sanghee.

Kedua lengan Kyuhyun bertumpu diantara kepala Sanghee. “Kau salah tempat, Sanghee-aah.” Bisik Kyuhyun dengan suara seraknya. Dia ingin menyentuh Sanghee sekarang juga. Sanghee menggoda pertahanannya. Sejak lama ia tahan, tapi diruntuhkan juga oleh Sanghee hanya karena Sanghee memakai pakaian yang cukup memperlihatkan bagian-bagian tertentu.

Wajah Kyuhyun bergerak maju. Hingga Sanghee dapat meraskan deru nafas hangat Kyuhyun menerpa wajahnya. Ia memejamkan matanya. Ia gugup jika wajah Kyuhyun sedekat ini. Dahi nya dengan dahi Kyuhyun bersentuhan. “Kau membuat pertahananku runtuh, Sanghee-aah.” Kyuhyun mengecup bibir Sanghee. Hanya mengecup, dan itu cukup membuat Sanghee tersentak dan membulatkan matanya. Kyuhyun memejamkan matanya. Sepertinya hanya dia yang meresapi ini semua.

Kini Kyuhyun melumat bibir Sanghee dengan lembut. Bergerak dengan begitu lembut. Membuat Sanghee bergeming. Diam-diam dia terbuai oleh ciuman yang diberikan Kyuhyun ini. Dia memejamkan matanya. Berusaha untuk merasakannya. Tangan kiri Kyuhyun bergerak memeluk pinggang Sanghee. Menahannya. Mengulum bibir atas dan bawah Sanghee bergantian. Sanghee benar-benar terhipnotis oleh perlakuan Kyuhyun ini.

Tangan kanan Kyuhyun beralih ketengkuk Sanghee. Menahannya agar tidak menjauh. Kaki Sanghee lemas. Ia benar-benar lemas hanya kerena Kyuhyun menciumnya. Ia mengeliat geli saat tangan Kyuhyun mengelus perut ratanya. Membawa sensasi aneh menjalar ke tubuhnya. “Aahh..” Rasanya Sanghee ingin memukul kepalanya sekencang mungkin–karena mengeluarkan suara yang tak disangka-sangka.

Diremas buah dada Sanghee. “Eungghh..” Sanghee merasa kalau dirinya benar-benar wanita murahan. Ia ingin menolak, namu dilain sisi ia begitu menyukai sentuhan Kyuhyun kepadanya.

“KYUHYUN!!”

Kyuhyun berhenti menatap kearah sumber suara tersebut. Begitu juga dengan Sanghee yang menatap kearah yang sama. Terlihat Minjoon berjalan dengan tersengal-sengal kearah mereka. Membuat Sanghee bergerak kikuk. “Ada apa?!” Geram Kyuhyun.

“Ada yang mencari Sanghee diluar. Seorang wanita. Dia bilang namanya it–”

“Jisoo!”

Sanghee berlari meninggalkan Kyuhyun dan Minjoon. Ia tahu Jisoo pasti akan mencarinya. Mengingat tempat ini banyak orang yang tidak baik. Tepat sekali! Di kerumunan orang itu pasti ada Jisoo disana. “APA YANG KAU MAKSUD?! AKU JALANG?! BRENGSEK KAU!!” Sanghee diam terpaku ditempat saat melihat pertengkaran Jisoo dengan seorang pria.

Kyuhyun dan Minjoon menyusul Sanghee. Mereka juga terdiam saat melihat kerumunan orang-orang. “Awalnya dia mencari Sanghee karena dia bertengkar dengan seorang pria–berniat untuk pulang. Tapi saat mencari Sanghee, pria itu menarik lengannya hendak menciumnya. Dia menolak. Dan ia marah. Jadilah seperti ini.” Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudia tatapannya berhenti di Sangheee yang juga menyaksikan pertengkaran sahabatnya ini.

SIALAN KAU!!” Jisoo melangkah keluar club, melupakan Sanghee yang masih berada disana. Saat hendak ingin mengikuti Jisoo, lengan Sanghee ditahan oleh seseorang. “Sahabatmu itu melupakanmu. Lebih baik kau bersamaku saja, lebih aman.” Kyuhyun menarik lengan Sanghee kembali ke lorong remang-remang tersebut. Tapi Kyuhyun melewatinya dan masuk ke salah satu pintu disana.

“Sunbae, aku.. aku harus pulang.” Seolah tuli, Kyuhyun tetap memaksa dan menarik Sanghee mengikutinya. Ditutup pintu tersebut, dan mulai menatap Sanghee intens. “Sunbae, aku harus pulang.” Tersirat nada ketakutan saat Sanghee mengucapkan itu. “Aku akan mengantarmu pulang nanti.” Kyuhyun maju selangkah, begitu juga dengan Sanghee yang mundur selangkah.

Kyuhyun menarik lengan Sanghee, sehingga tubuh Sanghee jatuh ke dalam dekapan Kyuhyun. “Aku mencintaimu.” Bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sanghee. Sanghee mengadahkan kepalanya, menatap wajah Kyuhyun dari dekat. Jantungnya berdetak lebih cepat–akankah Kyuhyun dapat merasakan debaran jantungnya ini? Jika Kyuhyun tahu, ia pasti akan malu setengah mati–mengingat ia selalu menolak Kyuhyun. “Jantungmu berdetak cepat, Sanghee-aah.” Kyuhyun tersenyum, membuat jantung Sanghee kembali berdetak capat.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya. Sejurus kemudian bibir Kyuhyun dan Sanghee saling menempel. Sanghee membelalakan matanya terkejut dengan ciuman tiba-tiba yang Kyuhyun lakukan. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali. Jika ia bercermin sekarang, mungkin pipinya sangat merah merona karna malu.

Awalnya hanya menempel saja. Kemudian menjadi lumatan-lumatan lembut. Dikulumlah bibir Sanghee dengan lembut. Kyuhyun menggigit bibir bawah Sanghee. Saat Sanghee membuka mulutnya, ia langsung menelusupkan lidahnya ke dalam rongga mulut Sanghee.

Kyuhyun memeluk pinggang Sanghee posesif. Tangan satunya lagi untuk menahan tengkuk Sanghee agar tidak menjauh dari wajahnya. Ciuman Kyuhyun beralih ke bawah. Mengecup leher Sanghee berkali-kali, lalu menghisapnya. Membuat Sanghee mengeluarkan desahannya yang menambah gairah Kyuhyun. Digigit leher Sanghee–sehingga meninggalkan bercak-bercak keunguan disana.

Mungkin ini rencana selanjutnya Kyuhyun yang harus dilaksanakan. Menjadikan Sanghee miliknya. Seutuhnya. Rencananya dan Minjoon. Jika dia merenggut keperawanannya, mungkin Sanghee tidak akan bisa pergi darinya. Pasti berhasil!, batinnya berteriak kesenangan.

Sanghee mengadahkan kepalanya, membuat Kyuhyun seluasa mengecup leher. Tidak ada penolakan dari Sanghee. Malah dia begitu menikmati. Apa benar, bercinta itu membuat kita melupakan segalanya? Buktinya Sanghee benar-benar terhipnotis akan pesona Kyuhyun.

Kyuhyun menurunkan dress minim Sanghee. Sehingga memperlihatkan kedua buah dadanya yang sintal. Kyuhyun beralih mengecup payudara Sanghee. Meniup-niup puting Sanghee, membuatnya menjadi keras. Ia mengulum payudara kanan Sanghee dengan nafsu. Ia tidak percaya jika tubuh Sanghee sangat indah.

Dalam hati Sanghee, ia sebenarnya sangat ingin menolak atau melawan perbuatan Kyuhyun. Tapi dia tidak bisa. Diam-diam dia juga menikmati perbuatan Kyuhyun. Membuatnya semakin ingin disentuh oleh Kyuhyun.

Payudara kiri Sanghee tidak ia diamkan saja. Ia juga meremas payudara kiri Sanghee penuh nafsu. Membuat desahan demi desahan keluar dari mulut Sanghee. Desahan itu pun juga membuat Kyuhyun semakin gencar menyentuh tubuh Sanghee.

Ia menyingkirkan dress minim tersebut dari tubuh Sanghee. Tubuh Sanghee sudah benar-benar half naked, hanya tertinggal celana dalam. Kyuhyun bergerak turun kearah paling sensitif Sanghee. Menghirup aroma khas dari sana. “Aku akan melakukannya dengan lembut. Kau percaya bukan denganku?” Sanghee menatap Kyuhyun bingung. Ia percaya dengan Kyuhyun. Hanya saja satu yang membuatnya tak percaya. Kyuhyun adalah orang kaya. Ia tak bisa. “Kuanggap kau percaya padaku.”

Kyuhyun melepas celana dalam Sanghee, dan membuangnya asal. Ia pun juga menanggal semua pakaiannya. Mereka berdua sama-sama tak memakai sehelai benang pun. Perasaan malu pun menghampiri Sanghee saat melihat tatapan Kyuhyun yang mengarah ke payudara sintalnya. “Percaya padaku.” Kyuhyun mengecup kening Sanghee penuh perasaan. Memberi tahu kalau ia akan berlaku lembut padanya. Kyuhyun juga sebenarnya heran, kenapa Sanghee tidak menolak? Ataupun tak ada penolakan sama sekali darinya? Tapi Kyuhyun senang akan hal itu. Berarti Sanghee mempercayainyai.

Kyuhyun kembali mengulum payudara sintal Sanghee. Tangan satunya lagi bergerak turun ke vagina Sanghee. Memasukkan satu jarinya ke dalam vagina Sanghee. Sampai dua jari ia masukkan. Mengocok di dalam sana. Sampai dikiranya Sanghee siap untuknya.

“Aku janji tak akan memyakitimu. Jika sakit katakan padaku.”

Dia pun menuntun ‘milik’ Kyuhyun ke vagina Sanghee. Tatapannya mengarah pada wajah Sanghee yang sedang menutup matanya rapat-rapat. Kyuhyun harus menyelesaikannya dengan cepat, atau Sanghee akan berubah pikirannya dan dia tidak jadi memiliki Sanghee.

“Akhh..” Menghentakkan ‘milik’ nya dengan sekali hentakkan. Ia kira dengan sekali hentakkan akan membuat reda rasa sakitnya, tapi ia salah. Sanghee tidak tahu jika rasanya sangatlah sakit. Ia pun juga menintikkan airmatanya menahan rasa sakit. Kyuhyun tidak langsung menggerakkan ‘milik’ nya karena ia tahu ini adalah pertama kalinya untuk Sanghee. Jadi ia diamkan sementara, membuat Sanghee terbiasa dengannya.

Kyuhyun mulai menggerakkan ‘milik’ nya di dalam sana. Awalnya memang sakit bagi Sanghee, tapi ia juga tidak tahu lama kelamaan rasa sakitnya menghilang dan rasanya beralih menjadi nikmat. Sensasi yang aneh. Kyuhyun menggerakkan miliknya dengan pelan. “Aahh..” Desahan Sanghee membuat gairahnya menaik. Ia mulai menggerakkannya dengan lebih cepat. Menghantarkan rasa nikmat satu sama lain.

Cairan mereka menyatu. Cairan Kyuhyun keluar membasahi vagina Sanghee. Rasa hangat mengalir di dalam vagina Sanghee. Rasa nikmat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Jadi ini yang namanya bercinta? Sekarang Sanghee tahu bercinta itu rasanya bagaimana. Rasanya nikmat.

Kyuhyun berbaring disamping Sanghee. Menarik pinggang Sanghee agar mendekat dengannya. Memeluk pinggang Sanghee dengan posesif. Nafas Sanghee mulai teratur, menandakan bahwa ia sudah terlelap. Berbeda dengan Kyuhyun yang kini sedang memperhatikan wajah Sanghee.yang terlelap. Ia pria pertama. Pria yang mengambil keperawanan Sanghee. Terbukti dengan adanya darah disana.

Kedua sudut Kyuhyun tertarik saat mengingat dia adalah pria pertama. Ia membelai pipi Sanghee dengan lembut. Mengelus rambut Sanghee. Kyuhyun adalah pria yang sangat beruntung karena bisa memiliki wanita seperti Sanghee. Sangat amat beruntung. Kyuhyun memejamkan matanya. Berusaha untuk ikut terlelap bersama Sanghee. Malam ini, adalah malam yang paling terindah baginya. Sangat terindah.

.

Memang malam ini adalah malam yang terindah bagi Kyuhyun. Tapi, apakah Kyuhyun menyadari satu hal? Bahwa ia mengeluarkan cairannya di dalam sana? Dia juga tidak tahu kan, kalau ini masa subur Sanghee atau tidak? Bagaimana jika Sanghee hamil?

Tapi Kyuhyun tidak memikirkan hal itu. Kyuhyun terlalu tergila-gila pada Sanghee. Membuatnya mengambil rencana yang lebih gila dari pada menyekap Sanghee. Dia tergila-gila pada wanita yang sedang terlelap disampingnya. Dan itu membuatnya mengambil keputusan yang gila.

.
.
.

TBC

.
.

Note : Yaampun akhirnya aku post. Maaf yaa lama. Sengaja aku post lama hihi. Sebenernya aku udah nulis sampe chapter 3 kemarin pas aku post chapter 1. Tapi aku mau postnya lama, mau lihat respon kalian juga dulu. Dan ternyata responnya banyak banget.

Banyak yang nanya tentang penyekapan Sanghee di Chapter 1. Itu cuma rencana-rencana gila Kyuhyun buat Sanghee itu jadi miliknya. Ga ada niat jahat kok. Ga ada kekerasan yang Kyuhyun lakukan. Kekerasan disini paling dari cast lain. Disini Kyuhyun baik kok 🙂

Kalo masih ada yang ga ngerti, kalian bisa nanya aku di comment 😉 ohiya, sama siders, aku mohon ya sama kalian. Hargain aku sedikit yaa. Bikin ff itu ga gampang. Jadi hargain sedikit aja dengan comment atau gimana kek. Kalo aku liat siders makin banyak, aku bakalan protect kaya the erratic, tapi kali ini sedikit aku persusah. Kalo the erratic kalian gausah ngasih id comment, tapi kalo kali ini kalian harus ngasih id comment kalian.

Maaf kalo aku agak gimana gitu. Maaf. Tapi aku minta tolong buat hargain aku. Terima kasih.

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

52 thoughts on “Histoire D’amour {Chapter 2}

  1. Itu sebenernya sanghee kenapa kok nolak kyuhyun? 😮 ada masalah dimasa lalu ato gimana? Kok nyangkut2 kaya miskin? Masih bingung 😐 ditunggu kelanjutannya kak 😀 #kode

  2. Sebenrnya Sanghee suka gak sama Kyu? Apakah Kyu akan tetap jadi asshole?

  3. Sebenernya sanghee cinta ga sama kyuhyun??
    Bingung dehhh
    Tapi semoga aja setelah kejadian itu sanghee mau buka hati nya buat kyuhyun
    Aku tunggu next chapter author^^*
    Fighting!^^*

  4. Ayeayyy! Akhirnya dipost jg chapter 2nya,hihi. Alur ceritanya agak diluar dugaanku sihya, tpi ttp keren kok;)

  5. Semoga sanghee sama kyuhyun bosa bersatuuu
    Trus mereka nikah ajaaa hahaha
    Di tunggu ya next chapternyaaa

  6. Oalahh jd sanghee pernah kerja di perusahaan kyuhyun sebelumnya?

  7. Bkin mereka nikah aja thor wkwkwk , aku new reader ya

  8. huaa ceritanya makin seru ajja huaaa..
    jadi sebenernya sanghee suka juga sama kyu oppa toh huaa jadi penasaran sama kelanjutannya di tunggu nextnya jangan lama” ne min #plakk di gampar mimin 😀

  9. sanghee suka kyu jga? tapi kenapa dia nolak kyuhyun? makasih buat jisoo yg ngajak sanghee ke club malam dan ketemu kyuhyun…stlh ini semoga sanghee gak nolak kyu lagi ya kkkk~
    next thor ^^

  10. Sebener’y kenapa sanghee nolakk kyuhyun ? Apaa karna kyuhyun orang kaya ? Tapii kenapa bisa ?!
    Makinn penasarann inii.. Smga chapter 3 cepet di post, fightingg thor !!!
    Maaf sblum’y akuu baru bisa comment di chapter inii, chap.1 blm comment 😀

  11. sanghee itu sebenernya suka sama kyuhyun kan??? tapi kenapa gak mau ngungkapin perasaannya padahal kyuhyun udah bilang kalo dia mencintai sanghee, aku masih bingung apa alasan sanghee disini chingu???
    dan di chapter 2 ini ceritanya ternyata diluar dugaanku chingu, dan apa yang dilakukan kyuhyun itu bisa” membuat sanghee tambah menghindar dari kyuhyun ato enggak chingu???bener” penasaran
    ditunggu deh next chapter 3 nya yaw

  12. Kyu malah ngikutin saran minjoon tapi ada bagusnya dan ada jelek nya jg siapa tau sanghee menyesal

  13. gak nyangka bakalan kaya gini part 2nya lumayanlah sash
    ditunggu ya part 3nya,, 🙂

  14. wah keren thor saya suka saya suka

  15. padahal sanghee juga naruh perasaan ma kyuhyun tapi kenapa kekeuh banget nolak kyuhyun sampai” kyuhyun harus nglakuin itu
    apa mungkin nanti sanghee hamil ya dan kyu gk mau tanggung jawab
    ahhh makin penasarannnnnn

  16. Aaaaa part 3 pengen cpet” bacaaa dongggg..kyuhyun keren deh, suka sama karakter nya disini.
    Bosen denger kyuhyun yg di kejar” cwe, skrang giliran kyuhyun yg ngejar cwe nya , coba bikin karakter cwenya rada jutek biar kyuhyun mkin lucu nih.. Hehe

  17. annyeong ~
    aku adlg new readers.. ^^
    sparkyu imnida 😀
    aku sdh bc part 1 nya tp br bisa comment nya di sini..
    awalnya aku bingung sm part 1 ny..
    aku kira kyu itu psikopat.. ^^
    gimana kelanjutannya..??
    apakah nanti sanghae hamil?? apakah sanghae bkl menyesal stlh tdr sm kyu oppa?? oh ya chingu, waktu kyu oppa sam sanghae bercinta itu gak di jelakan diman?? misalnya di ranjang?? berdiri?? atau dikursi?? tp aku suka ceritanya kog..terus kenapa sanghae nolak kyu oppa pdhal dianya jg suka??..apakah sanghae sama oppanya itu anak yatimpiatu?? kog tinggalnya cm sama oppany?? tp oppanya kerja sm appany?? agak membingungkan ya?? maaf kepanjangan commentnya chingu.. ditunggu kelanjutannya.. keep writing ^^

  18. bAkal sampe brp part ini min ?

  19. sanghee ada rasa ke kyu, apa dengan melakukan hubungan intim sanghee akan menerima kyu?

  20. Kok sanghee bisa ada di apartemennya? Terus kakaknya juga berubah. Hebat kyuhyun gak patah semangat buat dapetin sanghee. Duuh sanghee suka juga sama kyuhyun hehe. Orang tuanya sanghee masih ada bukan? Soalnya kan kata kyuhyun kakaknya sanghee kerja di perusahaan orang tuanya sendiri.

  21. Keren thor! Lanjutkan! 😀

  22. semoga sanghee nya hamil deh, tapi kyuhyun harus tanggung jawab, kan dia kayaknya terobsesi banget sama sanghee, pokoknya keren thor, ditunggu next chapter, hwaiting!! ^^*

  23. owh, jadi yg nyekap sanghee itu kyuhyun tapi cuma ide gila?? masih belum jelas sanghee itu siapa?? asal usulnya? dan knpa kyuhyun ampe tergila-gila?? apa gx ada faktor lain??
    ,
    aduh masih banyak pertanyaan post nya jgn lama” yha sashka,

  24. Haduh, kenapa Kyuhyun pesimis banget sih. Seharusnya dia lebih PD buat deketin Sanghee. Lagian kalau dia terus bersembunyi kan keburu Sanghee dibawa orang lain pergi hhehe..

    Kalau Sanghee menyukai Kyuhyun kenapa dia selalu menghindar dan menolak Kyuhyun ya? Kenapa memangnya Kyuhyun orang kaya? Dia membenci orang kaya kah?
    Ternyata kakak.nya Sanghee baik juga. Kirain dia jahat gitu hhehe..
    Kyuhyun sudah mulai terhasut oleh Minjoo kkeke
    Semoga saja Sanghee cepat hamil dan mereka akan segera bersama 😀

  25. ahhh, sanghee tuh aneh nolak gara gara orang kaya,emang kenapa? takut sewaktu waktu nanti kyuhyun ngehianatin dia kah dan cari cewek yang lebih dari sanghee?*aigoo bener bener aneh,, kl hamil justru bagus dong sanghee justru lebih terikat lagi tunggu dinikahin aja*kkk,, ditunggu kelanjutannya *hwaiting

  26. buat jisoo yg ngajak sanghee ke club malam dan ketemu kyuhyun…stlh ini semoga sanghee gak nolak kyu lagi ya k

  27. Waaaah serùu jd sanghe benci sm kyu karna org kaya? Kaya jan di BBF ya hehehehee

  28. hiii min…q reader baru dsini….
    Ijin baca2 krya’na ia…
    Gumawo…. 🙂 🙂 🙂

  29. Ne ..
    Kyuhyun emang bener” gila tuh >.<
    Nidurin anak org 😀
    Haha.. Next baca thor 🙂

  30. Huwahhhh..
    Ddaebakkkkk…
    Ahahaha kyukyu.. Sangking cintanya amha sanghee.. Dia bner” bsa ngelakuin apa aja buat sanghee bsa jdi miliknya ahahaha

  31. waktu sanghee di sekap itu mimpi apa bukann sih thor ???
    terus oppa sanghee kan kerja di perusahaan appa nya, itu masud nya apa nya danghee sama oppa nya ?? kalau gitu mereka orang kaya dong ?? terus kenpa merka hidup berdua dan terpisah ???
    masih bingung … tapi menarik 🙂

  32. Woah Daebak, ga sabar next partnya thor

  33. Ceritanya seru, tapi masih ga ngerti sama part ke1 yg sanghee disekap dan knp sanghee ga mau jatuh cinta sama kyuhyun? Ada trauma kah?

  34. Penasaran Kyu oppa itu memang mencintai Sanghee atau hny terobsesi, Sanghee bebar2 terhipnotis dan terbuai dgn semua yg Kyu oppa lakukan, knp ya Sanghee sll berusaha menghindari sunbae nya tsb pdhl ia th kalau Kyu oppa suka sekali mengikutinya dan menyukainya sejak lama

  35. heol hot banget kak~ ugh iya nih si kyu gmn kalo sanghee beneran hamil? penasaran dia bakal tanggung jwb apa engga ye?

  36. Keren thor,jdi diem diem sanghaee jg suka sma kyuhyun..?

  37. Suka ni sm ceritanya….asli bikin penasaran, n ketagihan buat baca terus…
    Tp pas aku buka librari, knp tidak dilanjutkan lagi…pdhal sayang bgt…pasti puas bgt bacanya klo smp ending.apalagi happy ending.

  38. sama sama suka, tp kenapa sanghee nolak kyu?
    kyu, kalau udh ngaku cinta am sanghee berhenti jadi pemain lah
    ntar ditinggal baru kapok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s