Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Histoire D’amour {Chapter 3}

29 Comments

histoire by sashka

 ….

“Eungghh..” Sanghee menggeliat dengan perlahan saat sinar matahari membuat tidur nya terganggu. Tapi ia tidak bisa bergerak leluasa saat ia merasakan ada yang menahan pinggangnya. Ia mengerutkan kedua alisnya heran. Membuka kedua matanya dengan perlahan. Menyusuaikan sinar matahari.

Matanya terbuka sempurna saat melihat seorang pria terlelap disampingnya dengan tangannya memeluk pinggangnya posesif. Ia terkejut saat tahu siapa pria yang terlelap disampingnya ini. Cho Kyuhyun. Yang notabene nya adalah Sunbae nya semasa kuliah. Sudah bukan rahasia lagi kalau Kyuhyun sangat terobsesi dengan Sanghee saat semasa kuliahnya Kyuhyun. Banyak wanita yang iri dengan Sanghee. Dan banyam pria yang menyerah untuk mendapatkan Sanghee.

Ia menyingkirkan lengan kekar Kyuhyun dari pinggangnya. Posisinya berubah menjadi duduk sekarang. Tatapannya kosong menjurus ke depan. Apa dia gila? Dia sudah bercinta dengan Kyuhyun tadi malam? Dan.. apa dia gila? Rasanya ia ingin menanggal kepalanya sekarang juga. Menghilangkan rasa malunya karena memberikan tubuhnya kepada Kyuhyun–padahal sejak dulu ia selalu menolak Kyuhyun.

Ia menoleh kearah Kyuhyun yang kini sedang terlelap. Wajahnya memang tampan. Hanya saja Sanghee tidak suka dengan kekayaan Kyuhyun. Rasa dendam yang membuatnya benci dengan lelaki kaya. Rasa sakit. Kekayaan akan membuatmu lupa dengan sekitarmu. Sehingga kau akan meninggalkan mereka semua hanya karena ingin kaya. Dan Sanghee tidak ingin dengan lelaki kaya.

“Tampaknya kau bangun lebih cepat dariku.” Gumam Kyuhyun bangkit dari tidurnya. Wajahnya masih seperti khas orang baru bangun tidur. Ia tersenyum kepada Sanghee yang menatapnya datar. Sanghee menggaruk tengkuknya yang tidak gatal gugup. Bayangkan, mereka berada diatas kasur yang sama, dan juga tak memakai baju sama sekali bersama dengan orang yang kau cintai.

“S-sunbae, akk–aku harus pulang.” Ujar Sanghee tak menatap mata Kyuhyun. Sanghee mengambil ponselnya yang berada diatas nakas yang ia tidak ketahui jika ia menaruhnya disana. Banyak sekali missed call dari Jisoo dan juga message darinya. Sanghee membuka salah satu pesan yang dikirim Jisoo.

Jisoo: YAK! Kau dimanaa?! Katakan jika kau baik-baik saja! Aku tunggu telpon darimu, Sanghee. Aku mengkhawatirkanmu.

Sanghee: Aku baik-baik saja. Aku masih ada di club. Kau tenang saja, aku baik-baik saja disini. Aku akan segera pulang sekarang.

“Sejak malam temanmu menelponmu terus. Membuatku tidak bisa tidur.” Ujar Kyuhyun yang kini sudah memakai boxer-nya. Berjalan mengambil ponselnya di saku celana. Sedangkan Sanghee terus memperhatikan tubuh Kyuhyun dari atas sampai bawah. Biasanya seorang wanita akan malu saat melihat seorang pria bertelanjang dada didepannya. Berbeda dengan Sanghee yang sudah seperti terbiasa akan hal itu. Mengingat Oppa nya adalah seorang pria.

“Ada apa, Sanghee? Kau butuh bantuanku?” Tanya Kyuhyun yang sudah berada didepannya dengan senyuman yang mempesona. Sanghee menggeleng, memberi tahu kalau dia tidak apa-apa dan tidak sedang membutuhkan bantuan Kyuhyun. “Aku sudah menelpon Minjoon untuk membawakan kita pakaian. Tidak mungkin kan kau memakai pakaian yang minim itu dan..” Kyuhyun menatap kearah leher, bahu, dada, dan sekitarnya. “Memperlihatkan karya seniku ini.” Tunjuk Kyuhyun kearah kiss mark yang ia buat.

Sontak kedua pipi Sanghee menjadi merah merona. “Disini tidak ada kamar mandi. Jadi kita tidak bisa mandi disini. Aku akan membawamu ke kerumahku.” Sanghee menatap Kyuhyun tak percaya. Kalau Kyuhyun membawanya ke rumahnya, berarti ia akan lebih lama bersama dengan Kyuhyun. “T-tidak bisa, Sunbae. Aku ada kelas pagi ini.” Elak Sanghee. Kyuhyun menatap Sanghee datar, lalu menyeringai. “Jangan bohong. Kau tak ada kelas pagi ini. Malah tak ada kelas hari ini. Kau libur, bukan?” Untung saja Kyuhyun tahu semua atau segala hak yang menyangkut Sanghee.

Sanghee bingung harus bagaimana. Terlihat bahwa Kyuhyun tahu segalanya tentang dirinya. Dia mempererat selimut yang melilit ditubuhnya. Hanya menutupi bagian depan saja. Cukup untuk Kyuhyun tak bisa melihatnya. “Maaf. Maaf telah memperkosamu tadi malam.” Lirih Kyuhyun menatap Sanghee sendu. “Sunbae tidak usah merasa bersalah. Aku sudah memaafkannya. Aku juga tidak mau munafik kalau aku tak menikmatinya tadi malam. Jadi.. lebih baik kalau Sunbae lupakan saja semuanya. Anggap tidak ada yang terjadi.” Kyuhyun memandang Sanghee tak percaya. Benar-benar malaikat, batin Kyuhyun.

Jika wanita lain pasti akan langsung meminta pertanggung jawaban. Berbeda dengan Sanghee yang malah ingin melupakan kejadian tadi malam. Bodoh. Satu kata yang pantas untuk dirinya. Sebenarnya dia tak bisa melupakan kejadian tadi malam. Kalian tahu, Sanghee diam-diam menyukai Kyuhyun juga. Hanya dia tidak mau dengan lelaki kaya. Dan yang ia selalu dengar dari teman-temannya di kampus dulu, Kyuhyun termasuk playboy. Hanya tidak ingin tersakiti yang kedua kalinya.

TOKK TOK

Kyuhyun pun berjalan membuka pintu. Sanghee memperhatikan Kyuhyun yang sedang berjalan kearah pintu. Firasat Sanghee mengatakan kalau itu adala bawahan Kyuhyun yang membawa pakaian untuk mereka berdua. Pintu kembali tertutup. Kyuhyun menghampiri Sanghee dengan beberapa buah kaos untuk mereka berdua. “Ini pakaianmu, dan juga pakaian dalammu.” Sontak pipi Sanghee menjadi merah merona saat Kyuhyun memberinya pakaian dalam.

Kyuhyun meletakkan pakaiannya disebelah pakaian Sanghee. Baru berniat ingin melepaskan boxernya, Sanghee langsung berteriak. “Sunbae, kenapa ganti pakaian disini?” Kyuhyun tertawa mendengar pertanyaan Sanghee. “Disini tidak ada kamar mandi, Sanghee–aah.”

“Tapi.. kenapa harus didepanku?” Gumam Sanghee yang masih terdengar jelas oleh Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kecil, “Karena kau juga akan terbiasa melihatku telanjang nanti.”

Sanghee memejamkan matanya saat Kyuhyun melepaskan boxernya. Memakai kembali boxer yang baru dan juga pakaiannya. Selesai. Kyuhyun mengambil pakaiannya yang berserakkan dilantai. Ia mengernyitkan dahinya saat melihat Sanghee diam. “Kau tak mau pakai baju itu? Kita harus cepat pulang.”

“Aku malu..” Gumamnya menundukkan kepalanya. Menatap gumpalan selimut yang menutupi tubuhnya. “Baik. Aku akan berbalik. Tak akan mengintip. Jadi cepat pakaianmu, sebelum aku berbalik.”

Saat Kyuhyun berbalik tak menatap Sanghee, buru-buru ia memakai pakaiannya dengan cepat. Seperti dikejar sesuatu, karena dia benar-benar memakainya dengan cepat. Kyuhyun berbalik saat Sanghee ingin memakai kaosnya. Dan Kyuhyun hanya diam memperhatikan Sanghee yang terlihat kesusahan memakai pakaiannya itu. Kyuhyun berjalan mendekati Sanghee, membantu meloloskan kaos tersebut dari kepalanya.

Kyuhyun membantu membompong tubuh Sanghee bangkit dari atas kasur. Sanghee sempat meringis kesakitan karena merasakan sakit atau nyeri dibagian kewanitaannya. Kyuhyun membantu Sanghee berjalan dengan menggendongnya ke parkirannya. Mendudukkannya dikursi belakang bersama dengan dirinya.

.

Sanghee selesai membasuh tubuhnya dari sisa-sisa bercinta dengan Kyuhyun. Sebenarnya dia juga bukan gadis polos yang tak tahu tentang ‘bercinta’. Dia tahu tentang ‘bercinta’. Jisoo yang memberitahunya. Jisoo pernah mengajaknya menonton film dewasa saat semasa sekolah menengah atas. Awalnya dia terkejut dengan adegan film itu. Tapi Jisoo menjelaskan bahwa adegan itu adalah seks. Ketika kami dewasa, kami akan mengalami adegan itu. Dan benar, Sanghee mengalaminya dan akan menceritakannya kepada Jisoo.

TOKK TOK

Lamunannya buyar saat pintu kamar mandi diketuk berkali-kali. Dia berjalan malas kearah pintu kamar mandi, memutar kenop pintu dengan perlahan. Menyembulkan kepalanya keluar, hanya kepalanya–badannya masih didalam, sengaja ia sembunyikan karena ia belum berpakaian. “Kau belun selesai? Jika sudah selesai, cepatlah ke meja makan. Kau harus mengisi perut kosongmu itu.” Kyuhyun berbalik meninggalkan Sanghee dan berjalan ke meja makan.

Dia tutup kembali pintu kamar mandi. Memakai pakaiannya kembali. Dia kembali membuka pintu dan kembali menutupnya. Ia tatap sekeliling kamar ini. Ya, ini adalah kamar Kyuhyun. Ia baru saja mandi dikamar mandi Kyuhyun yang berada di dalam kamar tidurnya. Sangat luas. Dan sangat rapih untuk seorang pria. Kamar Oppa nya saja berantakan sekali seperti kapal pecah. Sanghee keluar dari kamar Kyuhyun. Seperti apa yang dikatakan Kyuhyun, kakinya berjalan kearah meja makan. Disana ada Kyuhyun yang sudah menunggunya.

Mereka berdua makan dalam diam. Kyuhyun yang bingung harus membicarakan apa. Sedangkan Sanghee yang memikirkan untuk cepat pulang dari sini. Kyuhyun berpura-pura terbatuk, dan membuat Sanghee menatap kearahnya. “Hmm.. Sanghee-aah, sepertinya aku harus membicarakan soal ini kepadamu.” Kyuhyun menghirup sebanyak-banyaknya oksigen selagi ia bisa, lalu menghembuskannya. Menatap mata Sanghee dengan serius. “Kejadian malam itu.. Aku akan bertanggung jawab. Kau tahu ka–”

“Tidak apa-apa, Sunbae. Sudah kukatakan untuk melupakannya sajakan? Jadi anggap tidak ada yang terjadi saja.” Potong Sanghee dengan cepat. Meski aku tidak bisa melupakannya, batin Sanghee sedih. “Kau tidak akan mengerti, Sanghee. Apa ini masa suburmu?” Sanghee mengangguk menanggapi pertanyaan Kyuhyun kepadanya.

Shit!” Umpatnya menoleh ke belakang. Lebih tepatnya menatap kearah Minjoon. Dia mengedipkan satu matanya pada Minjoon. Memberi tahu kalau rencana mereka sebentar lagi akan berhasil. Kyuhyun kembali menatap kearah Sanghee. “Jika terjadi sesuatu padamu, hubungi aku. Arraseo?” Sanghee mengangguk yang kedua kalinya untuk Kyuhyun.

———

Kyuhyun pun mengantarkan Sanghee kembali ke Apartment nya. Sanghee masuk ke dalam Apartement nya, dan Kyuhyun kembali ke kantornya. Saat Sanghee masuk ke dalam Apartement nya, ia masih melihat Oppa nya yang sedang sarapan di atas meja makan. “Oppa belum berangkat?” Tanya Sanghee duduk dihadapan Oppa nya. “Belum. Oppa akan berangkat sebentar lagi.” Seunghoon memberikan senyuman terindah kepada adik kesayangannya.

Berbeda dengan Sanghee yang bertanya-tanya kenapa Oppa nya belum berangkat. Padahal ini sudah pukul 8. Bukankah berarti Oppa nya terlambat bekerja? Sanghee mencium bau yang aneh dari gelagat Oppa nya.

“Oppa berangkat dulu, ya. Jaga rumah baik-baik.” Oppa nya bangkit dan berjalan kearah Sanghee. Mengecup pipi kanannya lalu pergi meninggalkan Sanghee sendirian didalam Apartement. Sanghee hembuskan nafasnya kasar.

Sepintas ide tiba-tiba menghampirinya. Tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu, ia berlari keluar Apartement. Tak lupa menutup pintu Apartementnya. Ia berlari ke lift, menekan nomor urut lantai. Ia menuju ke lantai satu. Setelah pintu lift terbuka, ia langsung keluar dan melihat kanan dan kiri. Mencari-cari keberadaan Oppa nya tersebut. Ternyata benar, Oppa nya belum jauh. Oppa nya baru saja memberhentikan taksi dan masuk ke dalam.

Dengan segera ia berlari keluar, memberhentikan taksi. Menyuruhnya mengikuti taksi yang didepan. “Pak ikuti taksi didepan.” Ujarnya dengan tergesa-gesa. Nalurinya menyuruh dirinya untuk mengikuti Oppanya. Sebab ia juga merasa aneh. Kenapa tiba-tiba sekali Oppanya dapat bekerja. Dengan gaji yang lumayan. Tak bisa dipungkiri, memang Oppanya memiliki otak yang pintar. Hanya saja aneh. Kenapa tiba-tiba sekali?

Ia duduk dengan gelisah di kursi penumpang. Ia juga menyuruh untuk jangan kehilangan jejek. Bayangkan saja, Oppa nya berangkat pukul 8. Gaji yang besar. Kenapa saat Sanghee pulang semuanya berubah? Ditambah masalah ia ‘bercinta’ dengan Kyuhyun. Jika mengingat itu, membuat pipinya merah merona karna malu.

Taksi yang membawa Oppa nya berhenti di gedung perkantoran yang tak asing bagi Sanghee. Oppa nya berjalan masuk ke dalam dengan tas kerja yang ia tenteng. Belum sampai masuk, Oppa nya berhenti. Membungkuk hormat pada seorang pria paruh baya yang baru saja keluar dari gedung tinggi tersebut. Pria paruh baya tersebut menepuk-nepuk bahu Oppa nya sembari tertawa bersama.

Sanghee mengernyitkan dahinya heran. Ia tak asing dengan pria paruh baya tersebut. Tak asing juga dengan gedung tinggi ini. “Ahjussi, ini gedung apa?” Tanya Sanghee pada supir taksi. “Ini gedung KJK Corp, nona.” Sanghee tertegun mendengar jawaban dari sang supir taksi. Gedung KJK Crop katanya? Dan Oppa nya bekerja disini? Pengkhianatan besar! Sanghee merasa di rendahkan oleh dua pria yang berada disana.

Sanghee menyuruh supir taksi itu kembali ke Apartementnya. Ia memutuskan untuk pulang dan setelahnya ia akan menangis tersedu-sedu. Menangis sepuasnya didalam kamar. Ini benar-benar tidak bisa dipercaya olehnya. Tapi semuanya terasa begitu nyata. Dan ini memang kenyataan. Ia tidak ingin seperti ini. Bukan ini yang ia inginkan. Siapa pun tolong dirinya. Ia butuh bahu untuk bersandar. Sekarang juga.

———

“Dia sudah mengetahui semuanya. Akankah dia marah pada Oppa nya, Kyu?”

“Aku tidak tahu. Tapi ku yakin dia akan menangis di Apartementnya.”

“Kalau begitu kita Apartement nya sekarang.”

“Ide yang bagus.”

Minjoon melajukan mobil Kyuhyun menuju Apartement tempat tinggal Sanghee. Kyuhyun duduk di kursi penumpang dalam diam. Memandangi keluar jendela mobil. Matanya memang memandangi keluar jendela mobil, hanya saja pikirannya berfikiran jauh. Ia memikirkan Sanghee. Dan memang hanya ada Sanghee yang di dalam pikirannya. Tak pernah ada yang lain, selain pekerjaannya.

Mobilnya melaju dengan kencang menuju Apartement Sanghee. Minjoon yakin ini akan menjadi kesempatan yang baik atau bagus untuk Kyuhyun. Mengingat beberapa waktu yang lalu Sanghee baru saja menyaksikan hal yang ia tidak ketahui. Minjoon yakin, Sanghee sedang butuh bahu Kyuhyun untuk bersandar. Minjoon lihat, Kyuhyun juga tampak gugup dibelakang sana. Sesekali Minjoon tersenyum kecil melihat keadaan Kyuhyun sekarang.

Mobilnya berhenti di basement Apartement tempat tinggal Sanghee. Sontak Kyuhyun dengan cepat keluar dari mobil. Masuk ke dalam lift yang kebetulan masih terbuka. Ia menekan nomor lantai Apartement Sanghee dengan tergesa. Ia khawatir akan keadaan Sanghee sekarang. Sedangkan Minjoon, ia hanya bersandar dipintu mobil. Memandang Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam lift. “Selamat, Cho Kyuhyun.”

.

Kyuhyun memencet bel Apartement Sanghee berkali-kali dengan tak sabar. Lama ia berdiam diri disana sembari memencet bel Apartement Sanghee. Pintu Apartement terbuka, menampilkan seorang wanita dengan rambut berantakan dan juga mata sembab. “Sunbae, apa.. yang kau lakukan disini?” Bukannya menjawab, Kyuhyun hanya menatap Sanghee khawatir. “Kau baik-baik saja?” Sanghee mengangguk lemah.

“Jangan berbohong, sayang. Lihatlah mata sembabmu itu. Kau tidak sedang baik-baik saja.” Kyuhyun membelai pipi Sanghee dengan lembut. Sedangkan Sanghee hanya terdiam mendapatkan belaian lembut itu dari Kyuhyun. Ia terhipnotis akan pesona Kyuhyun yang sekarang membelai pipinya lembut.

Tersadar dari hipnotisannya. Ia kembali menatap Kyuhyun. “Sunbae, silakan masuk terlebih dahulu.” Izin Sanghee menyuruh Kyuhyun untuk masuk. Membawa Kyuhyun duduk diatas sofa, dan meninggalkannya ke dapur. Ia membuatkan secangkir teh untuk Kyuhyun–karna ia sendiri tidak tahu minuman apa yang biasa diminum orang kaya.

“Maaf aku hanya memberimu secangkir teh, Sunbae.” Sesal Sanghee duduk disofa seberang Kyuhyun. Kyuhyun tak henti-hentinya menatap Sanghee khawatir. Ia begitu yakin kalau Sanghee sedang tidak baik-baik saja. “Tidak apa. Aku malah sangat berterima kasih, karena kau sudah memberiku minum, Sanghee-aah.”

Pipi Sanghee merah merona malu, karna Kyuhyu terus menatap wajahnya dengan khawatir. “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun dengan khawatir. Sanghee hanya mengangguk sembari menundukkan kepalanya memandangi jari-jarinya gugup.

Ia tidak tahu, sejak kapan ia menjadi gugup begini jika bersama seorang pria? Apalagi detak jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Hanya saja sekarang, ia merasa sangat gugup bercampur malu karna terus ditatap oleh Kyuhyun. Kyuhyun pun tidak tahu akan kegugupan Sanghee pun bangkit dan duduk disebelah Sanghee. Mereka duduk sangat amat dekat. Dan boleh dikatakan lagi, bahwa Sanghee benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sekarang.

“Kau boleh menangis. Tak apa, aku disini, Sanghee–aah.” Ujar Kyuhyun mengusap rambut Sanghee dengan lembut. Memberikan senyuman menawannya kepada Sanghee. Akhirnya pun Sanghee menoleh kearah Kyuhyun. Menatap penuh minat atas tawarab Kyuhyun tersebut. “Menangislah.. Aku disini akan menjagamu.”

Sanghee memberikan senyuman terindahnya kepada Kyuhyun. “Terima kasih, Sunbae. Aku tidak tahu apa yang terjadi, jika kau tidak disini.” Gumam Sanghee yang masih terdengar jelas oleh Kyuhyun. Amat terdengar jelas ditelinganya.

Sanghee tidak menangis. Padahal Sanghee sangatlah ingin menangis. Tapi semuanya pupus sudah saat ia berada disamping Kyuhyun. Membuatnya tidak jadi menangis. Malah ia ingin tersenyum terus menerus. Kyuhyun mempertipis jarak diantara mereka berdua. Mendekap tubuh Sanghee dengan erat. Sanghee menyandarkan kepalanya didada bidang Kyuhyun. Memejamkan matanya, merasakan kenyamanan yang ia rasakan jika bersama Oppa nya dan Eomma nya. Dan ia menyukai ini semua.

Sanghee memejamkan matanya. Sayup-sayup, ia mendengar suara Kyuhyun bersenandung sembari mengusap helaian rambutnya. Ia tersenyum dalam dekapan Kyuhyun. Senyum kenyamanan. Nyamanan yang tak pernah ia rasakan beberapa tahun ini. Tapi sekarang, ia kembali merasakannya. Dan berharap kenyamanan ini tidak pernah pergi atau meninggalkannya.

.

Samar-samar Sanghee mendengar suara khas seorang pria yang sedang bergulat dengan cacian makinya. Matanya ingin terbuka, tapi ia tidak bisa karna terlalu lelah. Ia terus berusaha membuka matanya, sampai ia melihat kedua pria yang sedang bercaci maki dimeja makan. Oppanya dan Kyuhyun Sunbae.

“Apa yang kau sudah gila, Kyu?! Kau memperkosa adikku?! APA KAU GILA?!”

“Tidak. Aku tidak gila. Aku masih waras, Hyung. Setidaknya aku akan bertanggung jawab jika Sanghee hamil anakku, karena aku mencintainya. Berbeda dengan kau.”

“Kau menyindirku, Kyu?”

“Ya. Karna apa yang kukatakan itu benar. Bukankah satu kebohongan akan terbongkar satu per satu nantinya? Dan Hyung, kau harus tahu, bahwa Sanghee sudah mengetahui perihai kau bekerja diperusahaan Appa mu itu.”

“Dia sudah mengetahuinya? Sialan! Seharusnya kau membantuku untuk menutupi darinya! Sialan!”

“Maaf, tapi kupikir dia memang harus tahu tentang ini. Maafkan aku, Hyung.”

“Kumohon, perihai aku menghamili seorang wanita, jangan sampai Sanghee tahu akan hal ini. Dan satu lagi, jika adikku hamil, kau harus siap-siap menikahinya.”

“Sebelum dia hamil, aku pasti akan menikahinya.”

“Baik, aku harus pergi keluar untuk menemui dia. Jaga Sanghee untukku dengan baik. Aku akan pulang besok pagi, jadi jaga dia dengan baik, Kyu.”

Sanghee bergerak dengan perlahan. Berpura-pura kalau ia baru saja bangun dari tidurnya. Ia mendudukkan dirinya, menatap kedua pria yang kini menatapnya terkejut. “Hmm.. Oppa..” Sanghee berpura-pura tersenyum kepada Oppa nya. Seunghoon menghampiri adik kesayangannya. “Bagaimana tidurmu? Nyenyak?” Sanghee mengangguk.

“Oppa akan pergi. Jadi, Kyuhyun akan menjagamu sampai Oppa pulang.”

“Aku bisa jaga diriku sendiri, Oppa.”

“Oppa tidak percaya kau bisa jaga dirimu sendiri dengan baik.”

“Oppa kau berlebihan.” Seunghoon tersenyum dan mengacak rambut Sanghee gemas. “Kyu, aku titip dia.” Kyuhyun mengangguk. Seunghoon pun mengecup pipi Sanghee dan pergi meninggalkan Sanghee bersama Kyuhyun di Apartementnya.

Seunghoon adalah sunbae Kyuhyun saat sekolah menengah pertama. Perbedaan umur mereka hanya satu tahun. Sedangkan Kyuhyun adalah sunbae-nya Sanghee dikampus, tapi tentunya mereka berbeda jurusan. Kyuhyun dan Seunghoon juga sangat dekat saat sekolah menengah pertama. Saat itu Kyuhyun sudah mulai mengenal Sanghee yang kebetulan adik dari sunbae-nya. Awalnya Kyuhyun ingin meminta bantuan Seunghoon untuk menjodohkan dirinya dengan Sanghee. Tapi, Seunghoon tidak mengizinkan, dikarnakan umur mereka yang terlalu muda.

Seiringnya waktu, Seunghoon memperbolehkan Kyuhyun mendekati Sanghee. Itu pun saat Kyuhyun kuliah. Ia menyuruh Seunghoon untuk menganjurkan Sanghee kuliah dikampusnya. Sehingga ia bisa berkenalan dengan Sanghee. Sesuai dengan permintaan Kyuhyun, Seunghoon menyuruh adik kesayangannya itu kuliah dikampus Kyuhyun.

Kyuhyun termasuk mahasiswa yang terkenal akan ketampanannya. Jadi tidak salah kalau Sanghee mengenalnya. Kyuhyun mendekati Sanghee secara perlahan, berusaha membuat Sanghee mencintai dirinya. Lamban laun Sanghee mencintai Kyuhyun. Tapi sayang, setelah kejadian itu, ia membenci orang kaya. Sangat amat benci. Rasa bencinya semakin besar saat Kyuhyun terang-terangan menyuruh Sanghee berbelanja apa saja saat itu. Ia merasa direndahkan oleh Kyuhyun. Terpaksa ia harus melupakan rasa cintanya dan mulai membenci Kyuhyun. Tapi ia tidak bisa. Jadi, ia hanya akan menghindar dari Kyuhyun. Menghindar dan menghindar. Tapi itu bukan suatu masalah bagi Kyuhyun. Dan Sanghee benci akan hal itu.

Sanghee dan Kyuhyun makan dalam diam. Sanghee yang hanya mengunyah makanannya dengan tatapan yang kosong. Sedangkan Kyuhyun, ia hanya memperhatikan Sanghee dengan raut wajah yang khawatir. Melihat kalau Sanghee sama sekali tidak nafsu makan. “Kau baik-baik saja, Sanghee-ya?” Tanya Kyuhyun menatap khawatir Sanghee. Sanghee hanya menggeleng dengan lemas. Seperti tidak ada energi apapun didalam tubuhnya. “Sejak kapan kau mengenal Seunghoon Oppa?” Tanya Sanghee dengan wajah sendunya.

Kyuhyun menghela nafasnya panjang. “Sejak sekolah menengah pertama. Dia sunbae terdekatku disekolah.” Jawab Kyuhyun membalas tatapan Sanghee, berbedanya dia menatap khawatir wajah Sanghee. “Lebih baik kau istirahat, Sanghee-ya. Kau terlihat tidak baik-baik saja.”

Sanghee bangkit dari tempat duduknya. “Aku akan ke kamar.” Ia berjalan menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun yang memandangi punggungnya dengan sendu. Dengan cepat Kyuhyun membersihkan sisa makan mereka berdua. Mencuci dengan cepat. Selesai, ia langsung berjalan menuju kamar Sanghee.

TOK TOKK

Ia mengetuk pintu kamar Sanghee berkali-kali. Terdengar suara tangisan dari dalam. Dan itu membuat Kyuhyun tambah khawatir kepada Sanghee. “Sanghee, buka pintunya!! Biarkan aku masuk!” Teriak Kyuhyun dari luar sembari mengetuk-ngetuk pintu kamar Sanghee berkali-kali.

CLEKK

Pintu kamar Sanghee terbuka. Menampilkan seorang wanita dengan mata yang berkaca-kaca. “Aa-dda ap-ppa, sunbae?” Tanya Sanghee sedikit terbata. Suaranya serak. Kyuhyun menarik tangan Sanghee untuk mendekat dengan tubuhnya. “Katakan apa yang ingin kau ketahui. Aku tahu kau pasti penasaran akan sesuatu.” Kyuhyun berjalan masuk ke dalam kamar Sanghee begitu saja. Duduk dikursi meja belajarnya, lalu menoleh kearah Sanghee, memerintahnya untuk masuk dengan tatapannya.

Seakan mengerti, Sanghee berjalan masuk ke dalam kamarnya, duduk ditepi kasurnya menatap kearah Kyuhyun yang juga menatap ke arahnya. “Apa yang ingin kau tanyakan?” Tanya Kyuhyun datar. Tatapannya datar, tak seperti yang biasa Sanghee lihat. Kyuhyun sedikit berbeda sekarang. Dan Sanghee tidak suka akan hal itu.

“Soal Seunghoon Oppa..” lirih Sanghee menundukkan kepalanya. Memandangi jari-jari kakinya dibawah sana. “Soal dia menghamili seorang wanita.” Lanjut Sanghee mendongakkan kepalanya menatap kearah Kyuhyun sendu.

Kyuhyun tertegun. Ini diluar perkiraannya. Dia kira, Sanghee akan menanyakan lebih dalam tentang kedekatannya dengan Seunghoo. Tahunya, Sanghee malah menanyakan hal ini. Sungguh diluar perkiraan. “A.. ahh itu..” jawab Kyuhyun terbata. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Sanghee.

“Aku mendengarnya, sunbae, saat kalian membicarakan hal itu. Jelaskan padaku, siapa yang Oppa hamili?” Tanya Sanghee penuh harap. Sedangkan Kyuhyun, ia tidak tahu harus menjawab bagaimana. Apa mungkin ia harus menjelaskannya kepada Sanghee? Mungkinkah Sanghee sudah semestinya tahu akan hal ini? Kyuhyun tidak tahu!

Kyuhyun menghela nafasnya kasar, “Baiklah.. Kuanggap kau memang harus tahu Sanghee-ya.” Kyuhyun bangkit dari duduknya. Menghampiri Sanghee, mendudukkan tubuhnya disebelah Sanghee. “Hmm.. kau benar, Sanghee. Oppamu menghamili wanita. Aku tidak tahu kejadian pastinya, karna memang Seunghoon tidak menceritakannya padaku.”

Kyuhyun menangkup wajah Sanghee untuk menghadap kepadanya. Menatap wajah Sanghee dengan lekat. Tatapannya berubah menjadi serius. Membuat Sanghee gugup akan tatapan Kyuhyun yang begitu lekat. “Sebenarnya Oppamu akan menikahi wanita itu. Tapi, ia takut kau akan marah padanya–karna melakukan hal itu diluar nikah. Jadi, Oppamu berencana menikah setelah anaknya lahir, dan baru menjelaskannya kepadamu.” Kyuhyun mengecup ujung hidung Sanghee dengan lembut. Membuat Sanghee menahan nafasnya sembari memejamkan matanya. “Alasan yang kedua, dia belum mau menikah sekarang, karena sudah dipastikan dia akan meninggalkanmu sendiri jika ia menikah nantinya. Ia tidak ingin kau sendiri, Sanghee. Ia menyanyangimu.” Tatapan Kyuhyun melembut. Membuat hati Sanghee tenang, walaupun matanya berkaca-kaca ingin menangis.

“Maka dari itu, Oppa mu mencari pekerjaan untuk biaya wanita itu dan kalian berdua. Sampai akhirnya Seunghoon menyerah, dan memilih untuk pergi ke Appamu. Meminta tolong pad–”

“Kenapa kau tidak menolongnya, saja?” Sela Sanghee dengan tatapan nanar. “Maafkan aku. Aku juga baru tahu setelah Oppamu bekerja bersama Appa mu.”

Dia menangis. Buliran airmata membasahi kedua pipi putihnya dengan bebas. Kyuhyun mendekap tubuhnya dengan erat. Mengusap punggungnya, memberikan kekuatan untuknya. Karna Kyuhyun bersedia untuk menjadi sandaran Sanghee. Ia tahu betul apa yang terjadi pada Sanghee, dan penyebab Sanghee menghindarinya. Ia tahu, dan maka dari itu ia terus berusaha untuk mengembalikan Sanghee yang seperti dahulu. Sanghee yang selalu membuatnya nyaman. Sanghee yang selalu membuatnya tertawa dan tersenyum. Kini, hanya ada Sanghee yang membuatnya tersenyum saja. Karena memang tugas Sanghee sudah selesai, dan giliran Kyuhyun yang membuat Sanghee nyaman, tertawa, dan tersenyum.

Sanghee menangis dalam dekapan Kyuhyun. Menyembunyikan wajahnya didada bidang milik Kyuhyun. Sebenarnya dia sangatlah malu karena menangis didepan Kyuhyun, yang notabene nya adalah orang yang ia sukai. Kyuhyun mengusap punggung dengan perlahan, dan kegiatannya itu membuat jantung Sanghee berdetak seratus kali lebih cepat dari biasanya.

Satu fakta yang Sanghee dapati sekarang, Kyuhyun membuatnya nyaman. Nyaman sekali. Dengan ragu, ia membalas dekapan Kyuhyun juga dengan erat. Dengan reaksi Sanghee yang seperti ini membuat Kyuhyun tersenyum senang.

Sanghee menjauh dari Kyuhyun, menatapnya dengan serius–walaupun matanya memerah sehabis menangis. “Apa mereka membuat perjanjian?” Kyuhyun mengangguk menjawab pertanya Sanghee. “Apa kau tahu perjanjian itu?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kau harus cari tahu apa perjanjian diantara mereka berdua. Aku mohon, Sunbae, sekali saja. Anggap ini permintaan terakhir dariku.” Pinta Sanghee dengan wajah memelasnya.

“Tanpa kau menyuruhku, aku pasti membantumu, sayang.” Kyuhyun tersenyum 3 jari. Membuat hangat hati Sanghee yang ikut menyunggingkan senyuman 3 jari miliknya.

“Terima kasih, Sunbae.”

“Berhentilah memanggilku Sunbae atau Sajangnim lagi. Panggil aku Oppa.”

“Ne, Oppa.” Kyuhyun mengecup bibir Sanghee singkat. Hanya mengecup. Dan itu mampu membuat Sanghee menahan nafasnya dan detak jantung yang tak beraturan itu. Dengan wajah tak berdosanya, Kyuhyun tersenyum amat bahagia. Padahal Sanghee sendiri harus mengatur detak jantungnya.

____

Pria dengan perawakan wajah imut itu berjalan dengan keren sembari menarik kopernya. Memakai kacamata hitam mungkin membuat poin tambahan untuknya saat ini. Ia menatap ke seliling bandara. Mencari orang suruhan Eommanya yang menjemputnya dibandara.

Tak ada tanda-tanda orang suruhan Eommanya tersebut, ia pun berjalan menarik kopernya keluar bandara. Mungkin pikirnya, orang suruhan Eommanya ada diluar. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana nya. Mengetik beberapa angka, lalu menempelkannya ditelinga kanan. “Eomma, dimana orang suruhanmu itu?” Tanya to the point kepada Eomma nya.

“Bukankah Kim Ahjussi sudah disana?” 

“Tidak ada Eomma.”

“Eomma kenapa diam?!”

“Kim Ahjussi mengantar Appa mu ke kantor. Jadinya dia tidak jadi menjemputmu. Kalau begitu kau naik taksi saja.”

“Baiklah.”

TUTT

Ia mengembalikan ponselnya ke dalam saku celana, lalu kembali menarik kopernya keluar bandara. Memberhentikan taksi, lalu masuk ke dalam kursi penumpang. Tapi, saat ia ingin masuk, ada seorang wanita menyelaknya. “YAK!” Teriaknya sontak membuat wanita itu menatap kearahnya heran.

“Aku duluan yang mendapatkan taksi ini, nona!”

“Maafkan aku, tuan. Tapi aku harus cepat-cepat, anakku mengalami kecelakaan.” Ujar wanita itu memelas.

“Tidak mau! Aku yang mendapatkan pertama.”

“Biarlah, tuan. Kasihan wanita ini, anaknya kecelakaan. Lagi pula, masih banyak taksi dibelakang.” Ujar supir taksi tiba-tiba. Membuatnya mendengus sebal, sedangkan wanita itu tersenyum 3 jari karena bantuan supir taksi ini.

“Terima kasih, tuan.”

Taksi itu pun meleset pergi meninggalkan bandara. “Anak? Cih! Wajah muda, tapi sudah punya anak.” Cibirnya memberhentikan taksi, lalu masuk ke dalam.

Hari ini, hari dimana ia kembali ke negara kelahirannya, Korea Selatan. Ia senyum senang saat mengingat masa kecilnya. Dimana nanti ia akan bertemu dengan sahabatnya.

Ia mengeluarkan ponselnya, memandangi ponselnya dengan wajah bahagianya. Tertera bahwa ulang tahun sahabatnya tinggal menghitung hari. Yaitu, lima hari lagi. Berfikir apa hadiah yang baik untuk sahabat terbaiknya ini. Bayangan hadiah untuk sahabatnya mulai terfikir diotaknya.

Tersenyum sendiri bagaikan orang penyakit gangguan jiwa. Itulah yang ia lakukan sekarang. Ia melirik arlojinya dengan senyuman 3 jarinya, bak orang idiot. Benar-benar tak sabar ingin memberi kejutan kepada sahabatnya.

Disaat ia senang akan bertemu kembali dengan sahabatnya. Ada hal lain yang membuatnya tak ingin pulang. Gaids itu, gadis yang membuatnya benci berada disini–walaupun disisi lain masih ada sahabatnya. Tapi tak selalu sahabatnya yang menguatkan dirinya.

Apalagi saat ia mendengar berita itu. Ia merasa bersalah kepada dirinya sendiri, karena tidak bisa menjadi sandaran untuk sahabatnya saat mengalami masa-masa sulitnya.

Ia menghela nafas panjang saat mobil taksi sudah mulai masuk ke dalam komplek perumahannya. Ia sangat tak sabar ingin bertemu dengan Eomma dan Appa nya.

Supir taksi tersebut membantunya membawa koper nya masuk ke dalam rumah bak istananya tersebut. “Eomma!!” Teriaknya dengan suara senang. Tak lama, seorang wanita paruh baya berlari mendekatinya dengan kedua tangan direntangkan lebar-lebar. Mereka berpelukkan layaknya tak pernah bertemu beratus-ratus tahun lamanya.

“Anak Eomma tampan sekali sekarang.” Goda Eomma nya sembari memandangi wajahnya dengan senyuman bahagia diwajahnya. “Eomma jangan menggodaku.” Rengeknya sembari memeluk Eomma nya kembali dengan erat.

Eomma nya melepaskan pelukkan mereka, lalu menatap wajah anaknya bertanya-tanya. “Apa kau sudah tahu ten–”

“Sudah Eomma. Aku sudah tahu akan hal itu. Apa Eomma tahu dimana dia sekarang tinggal?” Tanya dengan nada khawatir. Sang Eomma hanya bisa menggeleng lemah. “Eomma tidak tahu, sayang. Eomma sudah menyuruh orang suruhan Eomma untuk mencari keberadaannya, tapi tidak ada yang bisa menemukannya.”

“Apa dia ganti nama?”

“Molla. Eomma tidak tahu, sayang. Eomma masih menyuruh orang suruhan Eomma untuk mencarinya sampai sekarang. Tapi Eomma belum mendapatkan kabar lagi darinya.” Ujar Eommanya berjalan ke arah dapur meninggalkan anaknya yang sedang berjalan keluar untuk membayar supir taksi tadi.

Melangkahkan kakinya ke lantai dua, dimana kamarnya berada. Ia membuka pintu kamarnya dengan perlahan. Dia mempercepat jalannya saat melihat kasur empuknya, lalu menghembaskan tubuhnya disana. Menghela nafasnya kasar sembari menatap langit-langit kamarnya. “Dimana kau, Sanghee-ya? Kami semua merindukanmu.”

____

Suasana dikamar Sanghee begitu hening. Tak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Begitu hening, dan canggung suasana kamarnya. Kyuhyun yang hanya berdiam diri disamping kasur Sanghee, sedangkan Sanghee tidur diatas kasurnya dengan membelakangi Kyuhyun.

“Sanghee..” Lirih Kyuhyun. Sebenarnya ia tahu kalau Sanghee sama sekali belum tidur. Makanya itu ia berusaha untuk mengajak Sanghee bicara dengannya, karena kecangguan diantara mereka berdua.

“Ne?”

“Soal.. Soal yang waktu itu, aku minta maaf. Maukan kau memaafkanku, Sanghee?” Tanya Kyuhyun memandang punggung Sanghee. Tanpa diduga, Sanghee membalikkan tubuhnya menghadap ke Kyuhyun. Sontak mata mereka menatap satu sama lain, sampai akhirnya Sanghee kembali membalikkan tubuhnya karena tatapan mereka yang tak sengaja bertemu.

“Aku sudah memaafkanmu, Oppa.” Jawab Sanghee dengan detak jantung yang tak beraturan. Bagaimana dia tidak deg-degan, kalau dia tidur disatu ruangan dengan seorang pria yang ia sukai–walaupun mereka tidak tidur dikasur yang sama. Tapi tetap saja membuat Sanghee gugup.

Sanghee mengerutuki dirinya kesal karena menunjukkan sekali bahwa ia gugup. Menyembulkan kepalanya dari dalam selimut tebal miliknya. Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Sanghee pun sudah menahan tawanya. Ia tahu, malah sangat tahu kalau Sanghee gugup. Karena Kyuhyun mendengar semua yang diucapkan oleh Sanghee sejak tadi. Kyuhyun beranjak dari sana, berjalan kearah pintu kamar Sanghee hendak memegang kenop pintu, tapi ia urungkan saat mengdengar suara Sanghee. “Mau kemana?”

“Aku hanya ingin minum saja.” Jawab Kyuhyun berbalik menatap Sanghee yang menyembunyikan tubuhnya didalam selimut. Sanghee hanya diam menatap Kyuhyun yang hendak keluar dari kamarnya. “Kau baik-baik saja, Sanghee?” Sanghee hanya bergumam dan kembali membelakangi Kyuhyun.

.

Sanghee menghela nafasnya panjang saat Kyuhyun meninggalkan Apartementnya. Tersisa ia dengan Oppa nya yang kini sedang bersiap-siap untuk pergi bekerja. Ia menghampiri Seunghoon Oppa yang berusaha memakai dasinya. “Oppa..” lirihnya dibelakang Seunghoon. Memandangi punggung besar Oppa nya dari belakang.

“Hmm?”

“Menikahlah dengan wanita itu.” Sontak Seunghoon berhenti memasang dasinya, tatapan kosong nya mengarah kepada dasi yang belum tersimpul sempurna dilehernya. Sanghee yakin akan reaksi Seunghoon saat di akan mengatakan ini.

“Ne?” Seunghoon membalikkan tubuhnya menghadap Sanghee. “Menikahlah dengan wanita itu. Aku baik-baik saja jika Oppa menikah nanti.” Ulangnya dengan senyuman bahagia yang berusaha ia paksakan. Sanghee berjalan mendekati Seunghoon, memeluknya, menyandarkan kepalanya didada bidang milik Oppa nya tersebut.

Rasanya Seunghoon ingin menangis, tapi mengingat ia seorang pria, ia menahan airmata nya apa lagi saat adik kesayangannya ini mulai terisak didalam dekapannya. “Oppaa.. Apa.. perjanjian yang k-kalian buat?” Tanya Sanghee semakin menyembunyikan wajahnya didada bidang Seunghoon. Dengan gerakkan lembut, Seunghoon mengelus rambutnya. “M.. Mianhae, Sanghee-ya.”

“Maafkan aku, sungguh maafkan Oppa, sayang. Maaf..” Seunghoon mengecup puncak kepala Sanghee berkali-kali dengan penuh penyesalan. Sanghee sendiri merasa bersalah karena membuat Oppa nya terus meminta maaf kepadanya. “Katakan padaku, Oppa.”

Seunghoon melepaskan pelukkan mereka secara sepihak. Memandangi wajah adiknya yang memerah, dan mata yang sembab. Ia mengelus pipi adiknya dengan lembut. Memberikan kenyamanan kepada adik kesayangannya ini.

Seunghoon ingin sekali mengatakan yang sebenarnya kepada Sanghee, hanya saja ia belum bisa menerima reaksi apa yang diberikan oleh Sanghee. Akan kah Sanghee marah? Menangis? Atau biasa-biasa saja? Seunghoon tidak tahu. Dan akan tahu jika ia mencobanya. Tapi ia takut. Lalu apa yang harus ia lakukan?

“Oppa.. Katakan..” Lirih Sanghee dengan pandangan sendu. Mengenggam lengan atas Seunghoon dengan erat. Menyiratkan untuk cepat mengatakan yang sebenarnya. Seunghoon mendesah pasrah saat melihat tatapan adiknya. Ia melepas genggam tangan Sanghee dilengan atasnya, lalu ia sedikit meremes bahu Sanghee dengan kencang. Meminta kekuatan untuk mengatakan ini semua.

“Harga dirimu. Appa ingin kau menyerahkan diri ke rekan bisnisnya. Lalu kalian akan menikah.” Ujar Seunghoon semantap mungkin sambil memejamkan matanya. Ia menundukkan kepalanya, tak kuasa menatap wajah adiknya.

“Oppa, kau sungguh jahat!” Teriak Sanghee memandang Seunghoon marah. Tersirat tatapan penuh emosi dimatanya. Ia memukul Seunghoon dengan lemah berkali-kali. “AKU BENCI DIRIMU, OPPAAA!!!”

Sanghee meninggalkan Seunghoon disana sendiri. Masuk ke dalam kamar. Sebelum ia benar-benar masuk, ia berbalik untuk memastikan Oppa nya masih berada disana, dan mengatakan apa yang ingin ia katakan. “OPPAA, AKU TIDAK BISA MENYERAHKAH DIRIKU!!” Teriaknya dengan frustasi, membuat Seunghoon membalas tatapannya sendu. “AKU MENCINTAI KYUHYUN, OPPAAA!”

BRAKK

Sanghee menutup pintunya dengan kencang. Tak peduli akan hal lainnya. Ia hanya heran akan lekak likuk kehidupannya yang menyedihkan. Mempunyai orang tua yang sangat tidak berguna. Mempunyai kakak yang mengkhianati janji mereka. Sahabat yang meninggalkan dirinya. Hanya Kyuhyun. Ya, hanya Kyuhyun yang bisa ia andalkan sekarang. Ia membutuhkan Kyuhyun.

Mungkim sedikit menceritakan masa lalu kelam milik Sanghee akan membuat kita tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Dan yang membuatnya seperti ini lebih jelasnya.

Saat itu umur 10 tahun, ibu pergi meninggalkan rumah juga ia, Oppa, dan Appa–karena seorang pria kaya raya. Ibu nya tergiur akan harta yang dimiliki pria tersebut. Sehingga membuat keputusan untuk meninggalkan keluarga kecilnya. Saat itu, Appa nya masih bekerja menjadi pelayan di restaurant bintang tiga. Gaji lumayan untuk kehidupan sehari-hari mereka. Tapi ibu nya ingin lebih, ibu nya ingin baju mewah. Dan memilih untuk pergi.

Tersisa ia, Oppa dan juga Appa nya saat itu yang mengalami masa sulit bersama. Ia bekerja membantu Appa nya sebagai pengantar koran. Setiap pagi, ia mengantar koran ke kerumah konglomerat, membuatnya melihat betapa mewahnya hidup mereka tanpa bersusah payah mencari uang kesana kemari. Dan pemandangan yang ia lihat adalah ibu nya yang sedang masuk ke dalam mobil mewah dengan balutan dress mahal yang pasti langsung dibuat oleh designer terkenal.

Ibu nya terlihat begitu bahagia, tapi ternyata tidak. Setelah ia lihat setiap pagi, suami baru ibu nya tersebut sering memukul ibu nya. Kadang kala ia suka meringis sendiri saat melihatnya, apa lagi pelayan-pelayan disana hanya diam saja. Dari situ tumbuh rasa benci terhadap orang kaya, hany sedikit.

Beberapa tahun kemudian, Appa nya mendapatkan pekerjaan yang layak. Mendapatkan jabatan yang tinggi disuatu perusahaan. Lama kelamaan waktu mereka untuk bersama terkuras. Appa nya terlalu cuek kepadanya dan juga Oppa. Apa lagi saat Appa nya menjadi berhasil, ia melupakannya berserta Oppa nya. Tak ada niatan untuk membawa kedua anaknya ikut bersama tinggal dirumah besarnya bak istana. Ia melupakan Sanghee dan juga Seunghoon.

Rasa benci itu makin tumbuh, semakin tumbuh. Ia membuat perjanjian dengan Oppa, kalau mereka tidak boleh tergiur oleh harta. Mereka hanya mandiri, dan harus berusaha sendiri. Tapi kenyataannya Oppa nya malah stress karna tak dapat pekerjaan dan memilih mabuk-mabukkan.

Appa pun juga semakin lupa kalau dia pernah mempunyai dua orang anak yang senantiasa menyemangatinya saat ia ingin bangkit. Tapi balasannya malah ini? Dan itu membuat Sanghee sakit hati. Membuatnya sedikit menjaga jarak dari orang kaya. Kyuhyun salah satunya. Ia menjauhi Kyuhyun. Saat Kyuhyun tak sengaja mengatakan kalau Sanghee bebas memilih apa saja. Menurut pandangan Sanghee, ia terlihat seperti wanita murahan yang sedang diajak belanja oleh tuannya. Maka dari itu ia marah dan benci pada Kyuhyun, dan juga orang kaya.

Ia menghela nafas nya panjang karena menyadari apa yang baru saja ia katakan. Barusan ia mengatakan, kalau ia mencintai Kyuhyun? Tidak bisa dipercaya kalau mulutnya dengan lancang mengatakan kalimat itu.

Sanghee mengacak rambutnya frustasi, berjalan ke arah lemari pakaiannya. Mengambil koper besar disana, lalu mengeluarkan pakaiannya yang berada dilemari pakaiannya asal ke dalam koper dengan mata yang terus mengeluarkan air mata. Ia menutup kopernya, menarik koper ke depan pintu, lalu berbalik mengambil ponselnya. Mencari-cari kontak seseorang disana. Ia menunggu orang disebrang sana mengangkat panggilannya.

“Oppa.. Aku butuh.. bantuanmu..”

.

.

.

.

TBC

Note : Maaf posting nya lama nih. Maaf yang udah nunggu, karena ada beberapa bagian yang aku hapus dan aku tulis kembali. Soalnya kurang enak aja gitu bagiannya.

Chapter 4 nya masih dalam proses penulisan dan masih satu lembar-,- aku bingung. Dan untuk The Erratic itu bakalan lama postingnya karena bingung. Untuk I’m Not Sure itu juga sama. Kalau Different itu sebentar lagi juga diposting, tapi ga janji haha.

Makasih yang sudah setia menunggu karya ku. Sangat amat berterima kasih. Dan selamat menunggu chapter selanjutnya.

Siapa sih yang ditelfon sama Sanghee? Silahkan menebak-nebak, karna jawabannya ada pada chapter selanjutnya..

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

29 thoughts on “Histoire D’amour {Chapter 3}

  1. Jd kakak nya sama ayah nya udh berkerja sama ..?
    Sabar ya sanghae dibalik kesusaham ada kemudahan ygelimpah didepan mu ..

  2. yg nyari sanghee siapa?
    gak nyangka ayah sanghee setega itu sama anaknya…kyu langsung ajalah nikahin sanghee hahaha dan apa sanghee nelpon kyuhyun? kyuhyun bisa bgt deh cari2 kesempatannya kkkk~
    next nya ditunggu thor…

  3. anyeong,reader bru ijin ubek2 y…..

  4. Salam kenal saeng,maaf sbelum nya bru coment d part ini,sya ketinggalan jauh dr part sbelum nya,sya nyasar k blog ini…ff nya bagus bgt,ada byk pertanyaan,d antara nya,,,siapa yg ada d bandara itu?siapa yg d mintain tlg ama sanghee?#KEPOBINGGOBINGIIITTT

  5. Salam kenal saeng,maaf sbelum nya bru coment d part ini,sya ketinggalan jauh dr part sbelum nya,sya nyasar k blog ini…ff nya bagus bgt,ada byk pertanyaan,d antara nya,,,siapa yg ada d bandara itu?siapa yg d mintain tlg ama sanghee?#KEPOBINGGOBINGIT

  6. kyuhyun?atau siapa?hmmm ayah macam.apa gitu dia sm anak anaknya dah susah susah pas lagi kesusahan setelah berhasil dia ninggalin gitu aja anak anak nya~masih penasaran sm siapa sahabat sanghae itu…,ditunggu kelanjutannya~hwaiting

  7. owh, jadi itu tho alasannya sanghae benci ma kyuhyun.
    , dan skarang shbatnya kembali?? lalu gimana dg kyuhyun?

  8. ya tuhan ayah sanghee tega banget sama anak sendiri sampai lupa kalo punya 2 orang anak yang harus dijaga dan diberi kasih sayang, apa appanya sanghee seperti itu karena benci ke eomma sanghee??? pasti karena eommanya sanghee ninggalin keluarganya demi menjadi orang kaya jadinya appnya sanghee benci ke anaknya,,,kasian banget hidup sanghee dan oppanya

    tapi perjanjian appa dan oppa sanghee kok kejam banget sih….sanghee dijual ke teman bisnisnya untuk mendapatkan hasil yang banyak,,,,ya tuhan sungguh malang nasib sanghee tapi untung ada kyuhyun yang selalu mencintai sanghee

    dan pasti itu yang ditelpon sanghee itu kyuhyun kan???wah emang rencana apa yang sanghee buat yaw???terus sahabat sanghee itu sapa sasha???aissshhh bikin penasaran aja sih

    ok deh ditunggu kelanjutannya,,,,semangat!!!!

  9. apa cowok itu sahabat sanghee yang dibandara dan sekarang kembali lagi
    oppanya ma appanya saling kerjasama malah bikin sanghee mkin benci ajakan
    cuma kyuhyun sandarannya tapi sanghee mo pergi kemana siapa yang dimintain tolong kyuhyunkah

  10. complicated. Sanghee mau kabur

  11. Wahh ternyata kisah hidupnya sedih juga. Kasian bbgt yaa.
    PENASARAN bngt siapa yg di tlpn. Jgn” kyuhyun lgi

    Selalu di tunggu next part nya.
    Semangat yaa ngetiknyaa.

  12. Hahaha.. snghee bilang dia cinta kyu.. huhuhuhu
    .. moga aja yg dimintain bantuan sama sanghee itu kyu..
    Di tunggu nex partnya Thor.. fighting..!!..:)

  13. ternyata Sanghee juga memiliki perasaan yg sama dengan Kyuhyun. Tapi kenapa dia masih menolak Kyuhyun, kan dia juga menyukainya 🙂
    Kenapa oppa.nya tega banget 😦 kenapa dia malah mengorbankan Sanghee.. Seharusnya dia meminta persetujuan dulu pada Sanghee. Dan juga bagaimana nasib Sanghee sama Kyuhyun nantinya? Siapa pria yg akan dijodohkan dengan Sanghee? Terus laki* yg mencari Sanghee siapa? Teman masalalu atau pacar? Kelihatannya dulu mereka sangat dekat. Sampai* ibunya si laki* ikut membantu..

  14. Makin seru aja thor
    Kira kira siapa yang ditelpon sanghee ya?? Apa kyuhyun?
    Terus siapa yang nyariin sanghee??
    Penasaran banget deh
    Aku tunggu next chapternya ya! Aku tunggu juga lanjutan ff yang lain^^
    Keep writing and fighting!^^

  15. Semoga kyuhyun yang ditelpon sanghee

  16. hallo thor,salam kenal 🙂 aku new reader disini.
    Nice FF,Kisah cintanya agak rumit ya :/ itu yang nyariin sanghee siapa??

  17. Annyeong…salam kenal maaf baru comment di part ini ,, aku lagi nyari ff baru eh nyasar kesini,, izin baca ya…
    Keep writing !

  18. Sanghee yg sabar yh 😦
    Tega bgt 😦 abang nya Sanghee >..<
    Ditunggu kelanjutan nya chingu 🙂

  19. Haaahh..
    Kira” si sunghee nelpon siapa yah?? Kyu kah? Atau shabatnya yg bru dtng dri luar negeri itu? Aishh nan mollayooooooo… Author-nim ayoo cepetan lanjut ffnya..

  20. Next part ditunggu. Penasaran bgt thor

  21. Jd Sanghee benci org kaya ada alasannya, ia melihat contoh buruk dr kehidupan pernikah kedua ibu nya dan skrg ayahnya juga berlaku semena2, Sanghee agak yakin kalau Kyu oppa baik dan berbeda dgn org kaya lainnga, penasaran siapa pria itu kayaknya i berusaha u mencari keberadaan Sanghee, ditunggu kelanjutannya chingu

  22. Next chapternya dong kak!! ^^
    Sumpah ini ceritanya keren, gak sabat buat nunggu kelanjutannyaaa 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s