Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

[Series] Different –Flower

8 Comments

different by sashka

Sashka Fanfic Present’s

Tittle : Different

Author : Sashka (@sashagani)

Cast : Park Chanyeol  Moon Sora

Genre : Sad // Hurt // Romance

Rate : PG-17 [Bisa berubah sewaktu-waktu]

Length : Series

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. No Plagiat!


Kaki ini serasa berat sekali untuk melangkah ke depan. Seperti tak ingin melangkah lebih jauh. Tubuh ini hanya ingin bersama mu. Ya, hanya ingin bersama mu. Dan ini menyiksa ku. Sangat. Kau seperti candu bagi ku. Aroma tubuh mu membuat ku gila. Aku membutuh kan mu.

Aku sakit. Kau membuat ku sakit. Tak ada yang bisa menyembuhkan ku. Sekali pun itu dokter. Karena obat nya adalah kau. Kau yang membuat ku sakit, dan kau juga yang harus menyembuh kan ku. Tapi sayang, kau tidak ingin menyembuh kan ku. Kau hanya ingin membuat ku bertambah sakit. Kumohon, kembalilah kepada ku.

_______

Teriakkan penonton yang begitu keras, membuat sang penghibur makin gencar bermain. Ada yang bernyanyi, memetik senar bass, memetik senar gitar dengan lincah, tak kalah menarik, pria yang berada di panggung paling ujung sana sedang memukul drum nya dengan penuh pesona. Menebarkan pesona nya. Membuat para kaum hawa berteriak histeris.

Mereka mengakhiri acara dengan sangat amat meriah. Selesai, mereka semua kembali ke belakang panggung. Salah satu dari mereka mengucapkan terima kasih kerja sama nya dan kerja keras nya. Berbanding dengan pria yang kini hanya duduk menyendiri di sudut ruangan. Sesekali ia menenguk air mineral nya. Ia hanya memandangi teman-teman nya yang mendapatkan pelukan dan ciuman dari kekasih masing-masing.

Drrtt.. Ia rogoh saku celana nya, berusaha mengambil ponsel nya yang berbunyi. Satu pesan masuk dari Kai. Kedua sudut bibir nya tertarik. Betapa rindu nya ia kepada sahabat nya ini. Sudah lama tak bertemu. Mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sampai tak bisa meluangkan waktu bersama.

From: Kai

Oh, jadi kau sudah lupa pada ku? Kemana saja kau?! Tak pernah menghubungi ku! Cepat datang ke cafe biasa. Aku butuh teman! Sekarang!

Ia terkekeh sembari memasukkam kembali ponsel nya ke dalam saku celana. Lalu beranjak dari tempat duduk nya, mengambil barang-barangnya, dan berpamitan untuk pulang lebih cepat.

Ia merindukan saat-saat seperti ini. Dimana ia akan berbincang banyak hal bersama Kai. Membicarakan wanita salah satu nya. Dan bagi nya, Kai adalah orang yang sangat enak di ajak bicara tentang wanita. Kai juga memberikan dia masukkan dalam menghadapi seorang wanita. Tapi sayang, ia tidak bisa seperti Kai. Pria yang sangat amat penyanyang terhadap wanita. Ia tidak bisa seperti Kai. Karena ia memang bukan Kai. Ia adalah Park Chanyeol. Pria bad boy yang sebenarnya menyimpan banyak hal di dalam hati nya.

.

Chanyeol hanya terdiam mendengarkan curahan Kai saat ini. Dengan kata lain, Kai sedang mabuk berat. Ia bilang, kalau ia membuat Hyena menangis. Ia membuat Hyena merasakan sakit. Dan ia merasa gagal menjadi seorang pria. Dan lebih parah, Hyena meminta diri nya untuk mengundur tanggal pernikahan mereka.

Chanyeol berdecak kesal saat melihat Kai yang bersiap untuk mengambil botol wine. Kini mereka sudah tidak berada di cafe lagi, melainkan sudah berada di Apartement milik Kai. “Wanita itu sama saja, Kai. Mereka selalu membuat para kaum pria salah. Kita selalu tersalahkan–walaupun sebenarnya kita tidak salah sama sekali.” Ujar Chanyeol mencoba menenguk satu gelas wine. Melihat Kai meminum nya, membuat nya juga ingin meminum nya.

“Tidak!” Teriak Kai dengan kesadaran yang setengah-setengah. “Hyena-ku tidak sama seperti wanita lain nya.. ia.. berbeda.. dia istimewa bag–” Kepala Kai terjatuh diatas meja. Terdengar deru nafas yang menandakan bahwa Kai sudah terlelap.

Chanyeol dengan sabar nya membopong tubuh Kai ke kamar nya. Sudah hal yang biasa bagi Chanyeol membawa Kai seperti ini. Dihempaskan tubuh Kai. Lalu ia menyiapkan kasur dibawah untuk diri nya. Ya, malam ini ia akan menginap di Apartement Kai. Seperti biasa.

“Ya, dia berbeda, Kai..” Gumam nya menarik selimut sampai ke bawah dagu, lalu memejamkan mata nya. “Kuharap malam ini aku memimpikan mu..”

____

Sora mengumpat berkali-kali saat melihat Hyena tergeletak diatas kasur nya dengan bau alkohol yang sangat ia tidak sukai. Membuat nya ingin muntah. Ia mengalah untuk malam ini karena kasur nya di pakai oleh Hyena. Eomma nya? Eomma nya sedang mengurusi nenek nya yang sedang sakit di rumah sakit bersama Appa tentu nya.

Dengan sangat sabar nya, ia tidur di bawah. Lebih tepat ia hanya tidur beralasan karpet dan beberapa selimut. Ia memandangi langit-langit kamar nya dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan.

Di satu sisi ia merasa sedih, tapi di satu sisi lainnya ia merasa sangat amat senang. Bahkan ia sendiri heram dengan perasaan nya ini. “Apa yang harus aku lakukan?” Lirih nya memejamkan mata nya, lalu menarik selimut nya sampai sebatas leher.

Berharap esok hari ia bisa melihat wajah pria itu lagi. Memandangi nya, membelai nya. Ia merindukan itu semua. Berharap hari ini dan hari sebelum nya hanya mimpi. Dan ketika ia bangun, ia kembali melihat wajah itu. Memandangi nya dengan sepuas nya. Membelai nya. Dan semua nya berakhir bahagia.

.

Sora menggeliat saat sinar matahari menganggu tidur nya, dan juga deringan suara ponsel. Ia pun bangkit, lalu mengambil salah satu ponsel yang berada di atas meja nakas. “Yeobseyo?”

Hyena-ya, kumohon.. maafkan aku. Aku mem–“

“Ini aku Kai, Sora. Hyena masih tidur. Tadi malam ia mabuk berat.” Potong Sora saat tahu arah pembicaraan Kai.

Sora! Tolong aku..”

“Kau ingin aku membantu mu apa?”

Jika Hyena sudah bangun, suruh dia ke cafe biasa, jam makan siang. Ada yang ingin aku bicarakan.

“Baiklah.” Sora hendak memutuskan telepon sepihak pun terhenti saat Kai melanjutkan perkataan nya.

Seperti nya Chanyeol masih menyukai mu, Ra.

“Apa maksud mu?”

A-a.. ani! Ani! Kalau begitu aku tutup ya! Tolong sampaikan pada Hyena-ku.

TUTT

Sora menghela nafas nya kasar, lalu menaruh kembali ponsel milik Hyena ke atas meja nakas. Tak ingin memikirkan perkataan Kai, ia memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan diri nya, mengingat kini sudah pukul 8 pagi. Dan ia pukul 10 nanti ia ada latihan di studio.

Memutar kran shower, lalu air itu pun mengunyur tubuh Sora dari atas. Sora hanya diam memejamkan mata nya, menundukkan kepala nya memandangi jari-jari kaki nya.

Ia hanya heran dengan situasi ini. Sebenar nya apa yang terjadi? Ada permainan apa? Dan apa peran nya kali ini? Ia tidak tahu akan itu semua. Sora mengoleskan sabun cair itu ke seluruh tubuh nya, tak lupa shampoo juga ia tuangkan ke rambut nya.

TOK TOKK

Ketukan pintu membuat kegiatan nya terhenti sejenak. Ia mematika kran shower, lalu berteriak, “Siapa? Dan ada apa?!” Teriak nya memejamkan mata karena takut shampoo nya mengenai mata nya.

“Ini aku, Hyena. Sora, apakah tadi Kai menelpon?!”

“Ya, dan kata nya kau harus datang ke cafe biasa. Ada yang ingin ia bicarakan dengan mu, jam makan siang lebih tepat nya kau kesana.”

“Baiklah, terima kasih, Ra. Kalau begitu aku pamit pulang!”

“Tidak sarapan dahulu?” Terdengar suara kekehan dari luar kaamr mandi. “Tidak usah, Ra. Aku sarapan di rumah saja. Bye!” Pamit Hyena dengan tidak sopan nya. Sora hanya terkekeh saat kebiasaan gadis itu membuat nya tertawa.

Ia kembali memutar kran shower. Membilas sabun-sabun yang ada diseluruh tubuh nya. Terkadang iya merasa bingung sekaligus iri dengan Kai dan Hyena. Mereka mempunyai hubungan yang sedikit aneh, tapi dari keanehan itu membuat diri nya iri akan hal tersebut.

Pernah sekali ia berandai kalau ia menjadi kekasih nya Kai, bukan kekasih Chanyeol. Pasti hubungan nya masih berjalan mulus. Tapi akan seperti ini. Sakit sendiri. Sesak sendiri. Tak ada yang menjadi tempat bersandar diri.

Ia membalut tubuhnya dengan handuk berwarna pink, lalu berjalan keluar dari kamar mandi mengambil pakaian nya. Berjalan dengan perlahan ke arah lemari pakaian nya. Mencari pakaian yang pas untuk nya hari ini. Sebenarnya sih dia tidak akan kemana-mana, hanya dirumah saja sembari menonton acara tv yang sudah dipastikan akan sangat membosankan.

Baju kebesaran dengan hot pants menjadi pilihan nya kali ini. Mungkin karena ia ingin bersantai jadi memakai pakaian seperti ini. Saat ia berniat untuk keluar dari dalam kamar nya, suara lemparan batu dari arah kaca kamar nya membuat nya harus urungkan niat nya tersebut. Ia berbalik sembari berjalan mengambil satu buah batu yang dilampisi dengan kertas.

Dengan perlahan ia membuka kertas tersebut agar tidak robek. Kosong. Tak ada apapun. “Tsk! Anak nakal.” Ia pun kembali bangkit dan ingin keluar dari kamar, saat mendengar suara lemparan batu lagi. Kali ini batu nya tidak besar, ia mengambil nya lalu membuka kertas tersebut dengan perlahan

Pohon besar. Kursi taman. Untuk kita.

Sora mengernyitkan dahi nya heran. Teka-teki? Atau apa? Sangat aneh. Suara lemparan batu kembali terdengar. Dengan malas, Sora mengambilnya dan membuka nya lagi.

Pukul depalan malam. Harus. *****. Kita.

Tak pedulikan hal tersebut, Sora membuang nya ke dalam tong sampah. Ia berjalan keluar menuju dapur, membuka kulkas. Dengan sekali teguk, ia menghabiskan jus jeruk. Lalu membawa cemilan ke ruang tengah sembari menonton acara tv.

TING TONG

Sora yang masih sibuk dengan acara tv nya pun hanya diam. Pura-pura menulikan pendengaran nya. Terus saja larut dengan cemilan nya. Masa bodo dengan orang yang berada diluar sana, karena memang ia tak ingin di ganggu. Ia ingin istirahat.

TING TONG

Mungkin orang tersebut sudah caprk menunggu sang pemilik rumah membuka kan pintu. Dan Sora masih setia dengan posisi nya sekarang sembari memasukkan cemilan nya kedalam mulut.

TING TONG

“Arghh!! Baiklah!” Dengan penuh amarah, Sora bangkit dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Dengan kesal ia membuka pintu, tapi nihil. Tak ada siapa pun disana. “Aku dibodohi..” Saat hendak menutup pintu, ia melihat satu tangkai bunga mawar berada di bawah, beserta selembar kertas.

Ia pun mengambilnya, dan membawa nya masuk ke dalam rumah. Dengan penasaran, ia membaca isi dari kertas tersebut. Matanya bergerak ke kanan dan ke kiri denga serius. Memahami satu per satu kata yang tertulis disana.

Hanya kau. Kau dan kau. Pukul delapan malam. Datanglah. Aku menunggumu. Hanya kita. Kita dan kita. Kumohon..

“C-chan.. Chanyeol?”

_____

“Kau serius? Jangan bermain-main lagi, Park Chanyeol!”

“Tidak! Kali ini aku serius.”

“Sungguh?”

“Ya, aku bersungguh-sungguh, Byun Baekhyun.”

Kini dua orang pria dewasa itu saling berdebat hal serius. Byun Baekhyun, pria itu menatap kesal kearah teman nya Park Chanyeol karena memain-mainkan suatu perasaan. Dan Park Chanyeol, hanya mangacuhkan Baekhyun.

“Chanyeol, sekali lagi kutanya padamu, apa kau serius?” Tanya dengan tenang.

“Baiklah, baiklah! Aku tak serius! Aku tak ingin dia mencintai pria lain! Aku tak rela! Tapi disatu sisi aku tak ingin memilikinya! KAU PUASS?!” Dengan emosi yang memuncak, Chanyeol membanting pintu dengan keras.

Sedangkan Baekhyun, hanya terdiam melihat sikap teman dekat nya ini. “Kau masih mencintainya, Park Chanyeol. Tapi kau malu untuk mengakuinya.”

.
.
.
.
Note: ini sedikit gajelas gitu. Tapi nanti bakalan lebih jelas. Dan maaf kalo pendek. Aku emang gamau terlalu panjang. Hehehe. Kalo hasilnya ga memuaskan, jangan kecewa. Soalnya ini bagian pertama buat selanjutnya. Jadi sabar-sabar aja buat selanjutnya^^

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

8 thoughts on “[Series] Different –Flower

  1. Akhirnya ada lanjutannya juga
    Itu chanyeol malu malu tapi mau ya?? Haha
    Aku tunggu deh next seriesnya
    Fighting!^^*

  2. Hei park yoda… Kau kenapa sih bertingkah aneh… Kalo emang suka ya bilang aja kenapa…

  3. yahhh chanyeol ayooo katakan ha ha hahaha sukses authornya semangat semangat!

  4. chanyeol pngen menang sendiri…

  5. jadi buat apa berhubungan tapi go jelas masa depanmu chan
    malah nyakitin sora jadi ya berpisah aja

  6. Sebenarnya tujuan chanyeol itu apa?

  7. Woww daebakkk hihii chanyeol udhlah ngaku aja, jan malu2 kucing2 hihii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s