Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

[Series] Different –Dernière Nuit {NC}

9 Comments

different by sashka

Tittle : Different

Author : Sashka (@sashagani)

Cast : Park Chanyeol  Moon Sora

Genre : Sad // Hurt // Romance

RateNC-21

Length : Series

Diclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. No Plagiat!


Sora berjalan menuju taman kota malam. Seperti apa yang ia baca di kertas, ia harus datang pukul delapan malam, tepatnya di taman kota. Sora berdiri diantara perempatan jalan, menunggu disana apa orang tersebut akan datang atau tidak. Sesekali ia melirik kearah jam tangan nya, sekitar 10 menit ia sudah menunggu disana, tapi orang teraenut juga belum datang. “Sebenarnya mau apa dia?” Lirih Sora terkesan mulai bosan menunggu.

“Aku ha– mmpphhh.” Mulutnya dibekap dari belakang. Tubuhnya dipaksa ditarik mengikuti orang yang telah membekap mulut nya. Sora hanya bisa berteriak yang sudah pasti suara nya terpendam, hanya terdengar gumaman tak jelas dari mulut nya. Mata nya mulau berkaca-kaca. Sora hanya takut. Ia pernah menonton film, dimana sang wanita yang tiba-tiba dibekap mulutnya, lalu mati dibunuh. Sora takut ia akan mengalami hal tersebut.

Tubuh nya dipaksa masuk ke dalam mobil. Ia duduk dikursi samping kemudi. Mulutnya masih dibekap. Ia bisa melihat orang yang membekap mulutnya. Tapi tak bisa melihat wajahnya. Karena, ia memakai masker hitam, beanie hat berwarna hitam, hoodie hitam, dan ia juga berdiri dibawah remang-reman lampu jalanan.

Tanpa Sora sadari, orang tersebut sudah mengikat kedua tangan nya ke belakang. Mungkin, Sora terlalu serius memperhatikan wajah orang tersebut, yang seperti tak asing dilihat nya. Pintu mobil disamping Sora ditutup. Orang tersebut berputar untuk duduk di kursi kemudi. Tidak, orang tersebut tidak langsung mengemudikan mobil nya. Ia sedikit menyampingkan tubuh nya agar bisa menatap Sora. Sora juga menatap orang tersebut dengan mata yang berkaca-kaca.

Orang tersebut mencoba menyentuh pipi Sora, tapi Sora langsung menepis nya. Karena yang ada didalam pikiran Sora, ia dalam bahaya. Bukan bahaya kecil. Tapi bahaya besar.

Aku akan mati!! Batin Sora menjerit ketakutan.

Mata Sora juga tidak bisa berbohong. Mata nya memancarkan bahwa ia ketakutan, sedih, dan juga.. kesakitan. “Apa aku menyakitimu?” Tanya orang tersebut saat ia membaca dari tatapan kesakitan Sora.

Deg.

Sora mengenal orang ini. Orang ini, orang yang ia tunggu ditaman. Tapi kenapa? Apa yang mau ia lakukan? Apa Sora akan mengalami apa yang dialami sih peran utama, ia akan dibunuh? Tapi mana mungkin ia dibunuh? Memang ia salah apa? Sora terus berperang dengan pemikiran nya, sampai tiba-tiba orang tersebut kembali menengakkan tubuhnya lurus ke depan. Mulai mengemudikan mobil nya menuju Apartement yang ditinggali olehnya.

Sembari menyetir, orang tersebut melepaskan masker hitam nya. “Shit! Masker ini membuatku sesak.” Umpatnya kesal membuang masker hitam nya sembarangan. Sekarang Sora dapat melihat dengan jelas wajah orang ini. Park Chanyeol. Wajah yang ia rindukan. Ia damba kan. Ia elu-elukan.

Seharusnya Sora marah karena diperlakukan seperti ini, tapi ia tidak bisa. Karena yang melakukan adalah Chanyeol. Orang yang ia cintai nya. Mata nya tak henti-henti memandangi wajah Chanyeol. “Berhenti memandangi wajahku!” Sora tidak tahu sejak kapan Chanyeol nya menjadi pemarah seperti ini? Chanyeol nya telah berubah. Sangat berubah malah.

Sora tak lagi memandangi wajah Chanyeol, ia beralih memandangi ponsel Chanyeol yang ditaruh didashboard mobil. Berkedap-kedip. Menandakan ada pesan masuk. Melihat tatapan Sora yang memandangi ponsel nya, dengans segera Chanyeol mengambil nya dan memeriksa nya.

Ingin menangis, tapi ia tak boleh menangis didepan pria ini. Ia harus membuktikan kalau ia buakn wanita yang lemah, seperti apa yang dipikirkan oleh pria ini. “Hmmpphhh!” Sora mencoba memberontak agar Chanyeol tidak menyumpal mulutnya dengan sapu tangan lagi. Ia ingin bertanya banyak hal pada Chanyeol. Tapi sayang, Chanyeol tak menggubris Sora sama sekali. Ia tetap fokus menyetir, tak memperdulikan Sora yang memberontak.

Oke, Chanyeol juga kesal mendengar ocehan tidak jelas Sora. Mereka telah sampai di basement Apartement Chanyeol. Chanyeol mengubah duduknya menyamping menatap Sora. “Aku akan melepaskan ikatan tanganmu, dan juga sapu tangan itu. Tapi kau harus janji. Jangan berteriak yang tidak-tidak.” Sora mengangguk antusias. Dirinya juga sudah lelah dan sakit jika diikat seperti ini. Tapi ia rela demi pria pujaan hatinya ini.

Aku rela jika kau ingin membunuhku, Chanyeol. Karena satu, aku mencintaimu. Batin Sora.

Chanyeol membuka tali yang mengikat kedua tangan Sora dengan perlahan. Seolah-olah tak ingin menyakiti Sora. Terbuka. Sapu tangan yang menyumpal mulut Sora dilepas oleh Sora sendiri. Tanpa disadari, Chanyeol kini menatap pergelangan Sora yang memerah akibatnya. Oh, kenapa Chanyeol menjadi merasa bersalan seperti ini? Chanyeol keluar dari dalam mobil dan berputar untuk membuka pintu mobil disamping Sora.

Sora keluar dengan pasrah. Tak ada yang ia lakukan, ia hanya diam menundukkan kepalanya saat Chanyeol menariknya masuk ke dalam lift. Tak ada yang membuka pembicaraan, Chanyeol yang sibuk dengan pemikirannya, sedangkan Sora yang hanya diam. Pikiran nya kosong jika sudah berada di dekat Chanyeol.

Mereka sampai di lantai 10. Buru-buru Chanyeol menarik pergelangan tangan Sora untuk mengikutinya. Chanyeol menekan beberapa digit angka untuk kode Apartement nya.

Kembali lagi Chanyeol menarik tangan Sora ke dalam Apartement. “C-chanyeol..” Lirih Sora terdengar seperti bisikan, tapi Chanyeol masih bisa mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Sora. Lantas ia berbalik menghadap kearah Sora. Memandangi wajahnya dengan detail. “Kau tak berubah.” Dengan cepat Sora mengangkat wajahnya menatap Chanyeol yang lebih tinggi dari nya. “Ne?”

“Kau tak berubah, Sora. Sama seperti dulu.”

Sora terkesiap mendengar ucapan Chanyeol. Saat ia kembali ingin menatap wajah Chanyeol, tiba-tiba wajah mereka sudah berdekatan. Hanya berjarak beberapa centi saja wajah mereka bersentuhan. Wajahnya merona tomat. Tangan Chanyeol bergerak membelai pipi halus Sora dengan perlahan, membuat Sora memejamkan matanya.

Sudah lama aku tak merasakan ini. Batin nya.

Chanyeol sedikit mendekatkan wajahnya, sehingga hidung mereka saling bersentuhan. “Kau tahu, aku merindukanmu..” Lagi-lagi Sora mendapatkan kejutan lagi. Sebenarnya bulan apa ini? Ini bukan bulan April kan? Sehingga ini bukan April mop kan? Semoga saja ini bukan.

“Tapi sayang.. Aku tak bisa merindukanmu..”

Rasanya hati Sora sakit mendengarnya. Terdengar sekali bahwa Chanyeol tersiksa. Tapi Sora tidak tahu tersiksa karena apa? Bukankah Chanyeol yang memutuskan hubungan mereka? Lalu seharusnya ia kan yang tersiksa? Tapi ia memang tersiksa sejak awal.

Chanyeol mengecup bibir Sora singkat. Hanya mengecupnya, tidak melumatnya. Membuat Sora merasakan getaran yang seperti dahulu. “Aku rindu dengan bibir ini.” Ujar Chanyeol sembari mengusap bibir bawah Sora dengan ibu jari nya.

Diulang kembali oleh Chanyeol. Kali ini ia mengulum bibir atas dan bawah secara bergantian dan juga perlahan-lahan. Seolah ia ingin menikmati apa tak akan pernah ia rasa kan lagi. Ayolah, kenapa Chanyeol tidak pernah peka pada nya? Jantungnya kini berdetak dengan cepat. Dan Sora takut seketika ia akan mati. Padahal ia sangat menikmati momen indah ini.

Sora juga merasakan kalau Chanyeol sedikit berbeda. Ia berbiacara dengan nada yang lembut. Tak ada kesan terpaksa. Semuanya tulus ia lakukan. Bolehkan Sora mengambil kesimpulan sepihak? Bahwa Chanyeol masih mencintainya? Tapi Sora tidak boleh kan terlalu percaya? Karena jika ia terlalu percaya dan juga berharap, itu malah membuatnya sakit hati yang kedua kalinya.

Hey! Sejak kapan mereka sudah berada diatas sofa? Apalagi dengan posisi yang —errr. Bisa kalian bayangkan seperti apa. Chanyeol yang menindih tubuh Sora, ya kalian bisa membayangkan nya, bukan?

Chanyeol terus melumat bibir Sora dengan perlahan. Lembut. Seakan-akan Sora adalag barang antik yang tidak boleh lecet sedikitpun, karena akan mengurangi harga jual. Tapi Chanyeol tidak menganggap Sora barang antik. Dia menganggap Sora sebagai.. ah terlalu susab untuk dijelaskan dengan kata-kata.

Tangan Chanyeol bergerak dengan sendirinya menyelinap masuk ke dalam baju Sora. Mengelus perut datar Sora dengan gerakkan perlahan. Membuat Sora melenguh karena sensasi yang berbeda. Naik, naik, dan naik. Tangan Chanyeol tepat berada disalah satu payudara Sora. Menghentikan pergulatan bibir mereka, saling menatap satu sama lain. “Mianhae..” Lirih Chanyeol dan kembali melumat bibir Sora dengan nafsu. Bahkan ini sangat nikmat bagi Chanyeol, begitu pula dengan Sora.

Sora yang kini sudah beranjak menjadi wanita dewasa pun tahu apa yang sedang terjadi dengan mereka. Bahkan ia tak menolak apapun yang dilakukan oleh Chanyeol. Karena ia percaya pada Chanyeol. Chanyeol akan menjadi cinta sejati nya. Ia percaya itu.

Melepasi satu per satu pakaian mereka, hingga tersisa pakaian dalam saja. Chanyeol berhenti, dan memandang dari atas sampai bawah tubuh Sora. Ia sampai berdecak kagum melihat tubuh Sora. Chanyeol sedikit merapatkan tubuhnya, merasakan sentuhan kulit mereka tanpa terhalang apapun. Mendekatkan wajah nya ke arah telinga kanan Sora. Membisikkan sesuatu yang membuat ribuan kupu-kupu terbang didalam perut Sora. “Kau sangat cantik..”

“T-terima.. K-kasih.” Balas Sora dengan senyuman kikuk nya. Apalagi ditambah tubuhnya yang tak terbalut apapun, selain pakaian dalam. Chanyeol mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sora. Menatap tepat ke manik mata Sora. “Sungguh, kau sangat cantik..” Dikecup mata Sora oleh Chanyeol. Lalu turun ke kedua pipi Sora, bibirnya dengan sedikit lumatan, dagu, dan terakhir leher Sora.

Mengecup, menghisap, menjilat, dan menggigit leher Sora dengan gemas. Lenguhan demi lenguhan keluar dari bibir Sora. Membuat Chanyeol tambah bersemangat. Entah sejak kapan, tapi kini bra Sora sudah tidak ada pada tempatnya. Hanya tertinggal celana dalam nya.

Chanyeol mengulum puncak dada Sora dengan perlahan. Ragu-ragu. Karena, memang ini pertama kali untuk diri nya. Walaupun ia tipekal pria bad boy, tapi ia tak pernah melakukan hal ini. Tak ikhlas jika harus membuang benih nya di asal tempat.

Chanyeol menggendong tubuh Sora ke dalam kamarnya. Tetap dengan bibir yang menyatu, Chanyeol membawa Sora dalam gendongan nya. Sampai dikamar, dihempaskan tubuh Sora di atas ranjang king size milik Chanyeol.

Dipandang sekali lagi wajah Sora. Rambut yang acak-acakan, mata yang sayu karena lelah, peluh keringat membasahi wajahnya. Menambah kesan seksi dimata Chanyeol. Tangannya bergerak turun ke daerah sensitif wanita. Masuk ke dalam celana dalam Sora. Membuat sang empu terkesiap saat merasakan tangan seseorang berada disana.

“Apa yang kau la —mmpphh.” Kembali dikulum bibir Sora sembari tangan nya bermain dibawah sana. Chanyeol tahu apa yang akan dikatakan Sora, dan itu membuat hancur kenangan terindah mereka. “Stt.. nikmati saja ini semua.” Bisik Chanyeol dengan suara yang serak menahan gairah yang memuncak.

Dilepaskan celana dalam Sora, dilempar asal oleh Chanyeol, entah kenapa itu. Chanyeol pun sama, ia melepaskan celana dalam nya. Dan sama lah mereka, sama-sama tak menggunakan sehelai benang. Melihat tatapan Sora yang mengarah ke alat kelamin nya, membuat Chanyeol terkekeh. “Jangan takut. Aku disini, Sora sayang..” Dikecup lagi kening Sora dengan lembut.

“Jika sakit, katakan padaku, eoh?” Tanya Chanyeol dengan nada cemas. Dan Sora hanya menganggukkan kepalanya sembari memejamkan mata nya takut. Memeluk bahu Chanyeol dengan erat. Benar, ia memang takut.

Sakit dan sesak. Itulah yang dirasakan nya. Saat milik Chanyeol berusaha untuk masuk, dan Sora tidak bohong, rasanya sangatlah sakit. Ia menintikkan air mata nya menahan rasa sakit. Chanyeol yang melihatnya segera mengecup kedua bola mata nya dengan bergantian dan berulang-ulang. “Mianhae.. Mianhae..

Gwenchana..

Sora membelai rahang Chanyeol, membuat sang empu memejamkan mata nya menikmati sentuhan Sora. “Chanyeol, kenapa kau berubah?” Tanya Sora disela kegiatan mereka. Chanyeol hanya diam tak menjawab pertanyaan Sora. Aku tak bisa mengatakan nya sekarang, Sora. Maafkan aku.. Batin Chanyeol memejamkan matanya.

“Bisa kumulai?” Tanya Chanyeol mengalihkan pertanyaan Sora yang dijawab anggukkan. Chanyeol menggerakkan pinggulnya dengan perlahan. Sungguh, Chanyeol tak tega melakukan ini semua. Melihat tatapan kesakitan dari mata Sora. Apa rasanya sangat sakit? Atai ia terlalu kasar? Lalu ia harus bagaimana?

“Ahh..” Desahan demi desahan keluar dari bibir Sora saat Chanyeol kembali mengulum puncak payudara nya dan menambah gerakkan pinggulnya. Sora tak tahu, tapi ini nikmat sekali. Beberapa kali mereka lakukan itu semua. Beberapa posisi. Sampai salah satu dari mereka merasakan puas dan lelah. Tapi sayang, tak ada yang merasa lelah sampai saat. Lihat sampai mana mereka akan bertahan.

.

Chanyeol berbaring disamping tubuh Sora. Saat pertama kali, ia lupa memakai pengaman. Maka dikegiatan selanjutnya, Chanyeol langsung memakai pengaman. Ya, dia takut Sora hamil. Untung saja ia memakai pengaman. Tapi ia tidak berfikir saat pertama kali ia telah membuang cairan nya didalam tubuh Sora. Ia tak memikirkan itu. Yang terpenting, setelah nya ia memakai pengaman.

Chanyeol mengubah posisi nya menghadap Sora yang kini terlelap karena terlalu lelah. Ia tersenyum saat memandangi wajah tertidur Sora. Disingkirkan rambut Sora yang menghalangi wajah cantiknya. Diusap pipi Sora dengan ibu jari nya. Tak lepas senyuman yang selalu menggembang dibibirnya.

“Terima kasih untuk malam yang indah ini. Ini adalah kenangan yang luar biasa. Aku tak akan pernah melupakan setiap kegiatan kita tadi.” Chanyeol menghela nafasnya saat merasakan tatapan nya mengabur.

“Aku sungguh mencintaimu, Sora. Kumohon.. jangan tinggalkan aku. Setelah semuanya selesai, aku berjanji kita akan hidup dengan bahagia. Tak ada orang ketiga. Hanya kita berdua. Tunggu aku, Sora. Aku janji, aku takkan lama. Aku mencintaimu, Sayang..”

Cup.

Bersamaan saat mengecup kening Sora, airmata nya jatuh. Ia menangis. Sungguh, ia malu. Ia malu karena menangis dihadapan wanita yang dicintai nya. Ia malu. Sebagai seorang pria, apalagi ia adalah bad boy. Menangis adalah hal yang tak boleh dilakukan pria sepertinya. Ia beranjak dari ranjang king size nya, mengambil boxer dan memakainya. Lalu berjalan ke dalam kamar mandi.

Disaat Chanyeol berada di dalam kamar mandi. Sora menintikkan air mata nya. “A-akku.. menncintaimuu j-jjuga..” Lirihnya memejamkan mata nya. Sora benar. Chanyeol masih mencintainya. Dan ia sangat senang dengan itu semua. Ia berharap, kali ini tidaklah janji palsu.

Kutunggu janjimu itu, Park Chanyeol…

.
.
.

Note : Maaf buat pecinta enceh, karena saya tak pandai membuat adegan enceh. Kebetulan, saya belum pernah ngelakuin itu semua, dan masih dibawah umur. Ini sumpah, ancur banget part ini. Kemarin ada yang minta part dimana Chanyeol sama Sora ngelakuin itu, makanya aku buat. Tapi ini kacau banget. Maaf yaa.. ;'( Plus teaser Chanyeol baru aja keluar, jadi sekalian aku posting ini deh. Pendek? nanti panjang kok. Nanti. HAHA..

So, nikmati saja lah yang sudah ada, ya? Hahaha. Ditunggu surprise selanjutnya yaa hahahah.

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

9 thoughts on “[Series] Different –Dernière Nuit {NC}

  1. Ga bisa ngomong apa apa nih
    Hahaha
    Pokoknya aku tunggu next seriesnya yaaa
    Fighting!^^*

  2. sakit rasa nya,,, chanyeol mau kemana,, nanti klo sora hamil chanyeol blm plang2 gmn kasian

  3. Ini versi nc nya yang kemarin ya… Pas sora nangis2…

  4. sora mah lebay…
    ini bukan diprkosa namanya… ini bercinta…

  5. punya urusan apa sich chanyeol ama go eunsa dan harus menyakiti sora
    udah nidurin maen tinggal aja

  6. Astagaa yeol,.
    Kau apakan anak orang nak.. Cepatlah selesaikan masalahmu dengan wanita lain itu.. Dan jangan membuar sora menunggumu terlalu lama… Ditunggu cerita selanjutnya kak..

  7. Astagaa yeol,.
    Kau apakan anak orang nak.. Cepatlah selesaikan masalahmu dengan wanita lain itu.. Dan jangan membuar sora menunggumu terlalu lama… Ditunggu cerita selanjutnya kak..

  8. Aq ngak tau mau comen apa…
    Soalnya chanyeol udah jahat…
    Dia juga labil

  9. Yeayy akhirnya wkk, kok guaa berharap sora hamil aja yaa hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s