Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Fille {Chapter 4} –by Sashka

2 Comments

fille

Tittle : Fille // Author : Sashka (@sashagani) // Genre : Romance, Sad // Cast : Park Chanyeol (EXO) , Choi Sora (OC) // Length : Chaptered // Rate : PG-17

Disclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. Maaf jika ada kesalahan kata disini. No Plagiat!

Summary : Pertemuan kita bukanlah sebuah kesengajaan, tapi pertemuan kita adalah… TAKDIR.

A/N :Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel. 


 

Luhan menompang dagu nya bosan. Sebab tak ada yang bisa ia lalukan sekarang ini. Sora, sekarang gadis itu sedang sibuk-sibuknya bekerja dan meninggalkan nya sendirian. Ia butuh teman. Mengerjai anak buah baba nya? Ia sudah bosan. Karena pada akhirnya pasti anak buah baba nya menangkap nya dan membawa pulang lalu mangadukan sikap nya pada baba.

Dan berakhir dengan Luhan yang tidak boleh keluar rumah. Menyebalkan. Luhan menyeruput hot chocolate nya seraya mengedarkan padangan di Coffe Bay.

Kedua mata Luhan membulat saat diri nya tak sengaja mengenali seseorang yang sudah ini ia rindukan dan juga ia cintai. Dulu. Sekarang ia lebih mencintai wanita yang bermarga Jung itu.

Seseorang yang sedang Luhan tatapi sejak tadi pun menoleh kearah nya dan melambaikan tangan nya dengan senyuman lebar lalu menghampiri meja nya. “Lama tak bertemu, Hyung.” Luhan tersenyum tipis. Dalam hati ia sangat ingin berteriak untuk mengatakan, ‘aku merindukanmu, brengsek’ tapi ia tidak bisa karena kini ia berada di tempat umum. “Kau terlihat lebih kurus sekarang, Hyung.” Kembali Luhan tersenyum. Ternyata dia masih memperhatikan diri nya.

“Terima kasih sudah memperhatikanku, Hun. Apa kabar? Kau makin tampan saja.” Sialan! Apakah Luhan akan kembali lagi pada pria sialan didepan nya ini yang jelas-jelas pergi meninggalkan nya tanpa sebab. Jangan. Luhan tak boleh mencintai nya lagi dan kembali seperti dulu. Luhan sudah normal sekarang.

“Aku baik, Hyung. Bagaimana dengan jabatanmu diperusahaan?”

“Aku belum mulai bekerja diperusahaan, Hun. Mungkin setelah Sora lulus aku baru mulai bekerja.” Pria yang duduk dihadapan nya ini hanya mengangguk-nganggukkan kepala nya paham. “Ohiya, Sora bagaimana dengan dia, Hyung? Aku merindukan dia yang selalu bertingkah konyol.”

Sialan! Kau tak boleh merindukan dia bodoh. Kau hanya boleh merindukan diriku saja, brengsek!

“Dia baik.” Jawab Luhan singkat. Terlalu malas untuk menjawab panjang-panjang. Luhan sesekali tersenyum memandang wajah pria dihadapan nya. “Sehun, ada sesuatu yang ingin kau katakan? Sejak tadi aku melihat gerak-gerik tak nyaman darimu.” Ujar Luhan heran.

Ya, pria dihadapan ini adalah Sehun. Oh Sehun. Mantan kekasih nya. Mantan kekasih disaat otak nya tak normal. Bermula bertemu di club malam dan mulai dekat lalu memulai hubungan terlarang. Bisa dikatakan mereka berdua adalah penyuka sesama jenis. Gay atau homo?

Sehun mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana nya. “Hyung, kebetulan aku membawa cadangan nya.” Luhan mengernyitkan dahi nya heran atau ia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Sehun. “Ini. Ini undangan pernikahanku. Acara nya seminggu lagi. Kumohon kau datang ya, Hyung. Dan bawa lah wanitamu.”

Luhan menerima undangan itu ragu. Sehun nya akan menikah dengan wanita? Luhan tak bisa dikalahkan. Luhan akan tunjukkan pada Sehun kalau ia juga bisa sembuh menjadi normal lagi dan membawa wanita nya sendiri ke acara pernikahan Sehun. “Pasti aku akan membawa wanitaku sendiri.”

Sehun mengulurkan tangan nya kearah Luhan. “Terima kasih, Hyung. Aku harus pergi duluan. Masih ada urusan yang harus ku kerjakan.” Luhan menerima uluran tangan Sehun canggung. “Selamat tinggal, Hyung. Sampai bertemu Seminggu lagi.” Lalu Sehun menghilang dari arah pandang nya. Meninggalkan Coffe Bay.

“Halo, Tuan Lu.”

_______________

Sora memanyukan bibir nya sedih. “Appa.. Kenapa kau tidak bilang kalau Tuan tampan itu anakmu? Aku jadi malu kalau seperti ini.” Ujar Sora dengan wajah yang merah merona. Sedangkan Tuan Park hanya tersenyum kecil melihat itu. “Aah.. Aku jadi merindukan Tuan Tampan itu sekarang.”

Tuan Park tersenyum lebar. “Kalau begitu datangilah dan katakan kalau kau merindukan nya.”

Sora menatap Tuan Park lalu mempoutkan bibirnya kesal. “Dia tak mengenalku.” Ucapnya dengan nada sendu.

Aku pasti membantumu, Sora. Anakku pasti membutuhkan wanita sepertimu.

BRAKK

Sora dan juga Tuan Park terkejut saat pintu ruangan kerja Tuan Park di dobrak oleh seorang pria tampan dengan tubuh yang tinggi. Sora menatap orang tersebut dengan mata yang berbinar-binar sedangkan Tuan Park menatap datar orang tersebut.

Tuan Park tersenyum lebar saat ia dengan tiba-tiba mendapatkan ide. Ide yang sangat menguntungkan untuk dia dan anaknya. “Ada apa, Chan? Merindukanku?” Ujar Tuan Park seolah mengejek Chanyeol. Sedangkan Chanyeol menatap tajam kearah pria paruh baya yang kini menampilkan senyuman lebar. “Jangan mimpi! Aku datang ke si–” Ucapan Chanyeol terhenti saat melihat seorang wanita yang memperhatikan mereka berdua.

Seolah mengerti tatapan mata Chanyeol, Tuan Park menoleh kearah Sora. “Sora, bisa memberi kami waktu? Hanya sebentar.” Sora dengan cepat mengangguk lalu bangkit dari sofa berjalan kearah pintu keluar. Sora berpapasan dengan Chanyeol saat berjalan kearah pintu.

“Aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana?” Gumam Chanyeol pada diri nya sendiri.

Saat Sora sudah keluar. Chanyeol kembali menatap kearah Ayah nya. “Jadi… Kau kemari untuk membicarakan tentang masalah itu lagi, kan?”

“Kau sudah tahu maksud kedatanganku, jadi tunggu apa lagi? Tinggal putuskan kerja sama itu!”

Tuan Park memberikan senyuman liciknya pada Chanyeol. “Kau tahu..” Tuan Park berjalan kearah kursi beesar nya. “Didunia ini sudah tak ada yang gratis, bukan?” Chanyeol menaikan satu alis nya heran. Ia tertarik dengan perkataan ayahnya, Tuan Park. “Tentu saja aku tahu.”

Tuan Park kembali tersenyum licik lalu mengalihkan pandangan nya ke bolpoint yang ia pegang. “Aku akan memutuskan pekerjaan itu…” Tuan Park kembali mengalihkan perhatian nya kepada Chanyeol yang kini menatapnya serius. “Asalkan ada syarat yang harus kau lakukan.”

“Aku ingin kau datang kembali kemari nanti sore dengan membawa calon wanita mu.” Chanyeol membulatkan kedua mata nya terkejut lalu tak lama kembali menormal kan wajah nya menjadi datar. “Kalau tidak, kau harus mau dengan wanita pilihanku, otte?” Chanyeol menghembuskan nafas nya kasar. Lalu mengangguk yakin. “Kalau begitu pergilah, dan kembali lagi pukul 4 sore nanti.”

Lantas tanpa membungkuk hormat ataupun berpamitan Chanyeol memutar tubuh nya meninggalkan ruangan Ayahnya. Saat Chanyeol membuka pintu, ia sedikit terkejut saat menemukan Sora tengah berdiri di depan pintu sembari mengemut permen lolipop nya. “Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Chanyeol. Sora memutar tubuhnya terkejut. Ia hanya terdiam menatap Chanyeol berbinar-binar tanpa mengatakan apapun.

Merasa diabaikan, Chanyeol melenggang pergi dari sana begitu saja. Sora pun memukul kepalanya. “Bodoh! Kenapa kau menunjukan tampang bodohmu itu di depannya, Sora!?” Rutuk nya seraya kembali masuk ke dalam ruangan Tuan Park.

Tuan Park tersenyum sumringah saat melihat Sora mendekati meja kebesarannya dengan lolipop didalam mulutnya. “Sora.. Mau kah membantu Appa sesuatu?” Sora hanya menjawab dengan mengangguk lalu mendekati Tuan Park saat Tuan Park memberinya isyarat untuk mendekat.

Tuan Park membisikkan sesuatu yang membuat Sora terdiam mematung dan tak berapa lama tersenyum lebar seraya mengampitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Tuan Park.

.

Chanyeol sejak tadi terus menghembuskan nafas nya kasar. Sebab, ia terus menelpon Kai berulang-ulang kali untuk meminta bantuan, tapi tidak ada tanda-tanda akan diangkat oleh Kai. Ia ingin meminta Kai untuk mencarikan wanita yang mau dibayar untuk menjadi calon istri pura-pura nya agar Ayah nya membatalkan kerja sama itu.

Tapi ada daya, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Berarti ini sudah waktu nya Chanyeol untuk kembali datang ke perusahaan Ayah nya. Ia mendesah pasrah seraya mengangkat bokong nya dari kursi kebesaran nya.

Mau bagaimana lagi. Ia tak dapat membawa wanita pilihannya. Jadi, ia akan mengikuti semua rencana Ayah nya untuk yang kesekian kalinya.

Pasrah dengan siapa wanita pilihan Ayah nya. Tak mungkin kan Ayah nya memilihkan wanita yang tidak jelas asal-usul. Ia yakin, Ayah nya pasti memilihkan wanita yang baik.

.

“Jadi.. Kau tak membawa wanita pilihanmu, nak?” Chanyeol menggeleng dengan wajah datar nya. Tuan Park tersenyum penuh kemenangan.

Rencana ku berhasil! Batin Tuan Park bersorak gembira.

“Aku sudah memilihkan wanita untuk kau jadikan istrimu kelak. Tapi…” Chanyeol menaikkan satu alis nya heran. Masih ada syarat lain lagi? Ayah nya benar-benar. “Tapi, kau yang harus menaklukan hati wanita itu sendiri.”

“Bukankah kau memilihkan ku wanita tersebut, berarti dia sudah tahu kalau ia akan menjadi istriku kelak, bukan? Dan pasti nya dia menyukaiku kan?” Tuan Park menggeleng.

“Aku belum memberi tahu nya. Tapi aku ingin kau menaklukan hati nya sendiri. Jika kau berhasil menaklukan hati nya dengan cepat. Aku akan memutuskan kerja sama itu.”

Terdengar menarik di telinga Chanyeol. Baiklah, ia akan melakukan itu semua. “Baiklah. Jadi.. siapa wanita itu?”

Tuan Park tersenyum lebar. “Wanita yang berada di depan pintu ruanganku. Dia yang harus kau taklukan hati nya.”

Wanita itu? Bukan kah wanita itu yang pernah menyusup ke dalam rumah nya? Jadi Ayah nya memilih wanita yang sangat tak jelas itu? Bukan kah dia wanita tak baik? Ayah nya memang bajingan.

“Sekarang pergilah, dan taklukan hati wanita itu.”

Tanpa berkata apa-apa lagi, Chanyeol meninggalkan ruangan Ayah nya. Selama ia berjalan ke arah lift, ia memikirkan bagaimana cara mendekati seorang wanita. Jujur, ia tidak pernah mendekati seorang wanita. Sepertinya, ia akan gagal. Tapi ia belum mencoba nya bukan?

Chanyeol mengusap bibir nya sembari berpikir langkah apa yang harus ia lakukan untuk menaklukan hati wanita itu. Nah! Wanita yang sedang di pikirkan nya ada di depannya sekarang. Jadi.. Tunggu apa lagi dia?

“Hey Nona penyusup!” Teriak Chanyeol pada Sora seraya menunjuk-nunjuk. Sora yang merasa seperti dipanggil pun menatap Chanyeol heran. “Ya kau!”

Oh my God! Sora tak pernah membayangkan hal ini terjadi. Pria tampan ini ada di hadapannya. Memanggil nya. Walaupun bukan memanggil namanya. Tapi setidak nya Tuan Pria tampan sudah mau memanggil nya.

“Ya?” Jawab Sora memasang muka heran. “Siapa nama mu?” Tanya Chanyeol to the point pada Sora.

Apa-apaan ini? Oh my God Tuan pria tampan menanyai nya nama nya. Betapa senang nya ia. “Sora! Choi Sora namaku.” Jawab Sora bersemangat seraya mengulurkan tangannya. Chanyeol hanya menatap heran uluran tangan Sora. “Oh kalau begitu aku permisi.” Pamit Chanyeol dan pergi meninggalkan Sora sendirian di koridor.

What the? Sora kira pria itu ingin mendekati nya. Sialan Sora ditipu! Lihat saja, Sora akan bermain susah dengan pria itu. Jadi sekarang lebih baik ia meminta Luhan mejemputnya saja.

_

“Bagaimana pekerjaan mu hari ini, sayang?”

“Baik.”

“Tapi jika dilihat dari wajahmu tak ada yang baik-baik saja, sayang. Ceritalah..”

“Ah aku tak bisa.. Ini membunuhku, Lu. Oh my God pria itu memenuhi pikiranku. Aku benci sekali.” Ujar Sora seraya memukul kepala nya dan bergumam ‘bodoh’. Luhan yang berada dihadapan nya hanya tertawa melihat Sora seperti itu. Bagi nya ini adalah hiburan nya selain menjahili orang. “Kau harus bermain susah, Ra. Biar dia berusaha untuk mendapatkan mu!”

“Aku juga mau seperti itu. Tapi bagaimana kalau kami saja belum dekat belum berbiacara layaknya seorang teman.” Keluh Sora menatap Luhan sendu. Luhan hanya bisa mengenggam kedua tangan Sora sembari menenangkan nya saja. “Ngomong-ngomong.. Sampai kapan mereka disana dan mendengarkan pembicaraan kita?” Ucap Sora menatap anak buah Baba nya Luhan satu per satu yang berdiri di sekitar mereka.

“Bisa kah kalian menjauh sedikit? Kurasa ini pembicaraan rahasia kami.” Ujar Sora yang langsung dipatuhi oleh anak buah Baba nya Luhan. Luhan berdecak dan menatap Sora sebal. “Sebenarnya anak nya Baba tuh siapa? Kenapa kalau aku yang menyuruh mereka, mereka tak sigap. Sedangkan denganmu mereka sangat sigap. Menyebalkan kau tahu itu Sora!”

“Aku tidak tahu Mr.Lu”. Ejek Sora dan meninggalkan Luhan di dalam Cafe bersama anak buah Baba nya. “Yak! Choi Sora! Ini sudah malam! Jangan pulang sendiri! Nanti aku yang kena omelan Baba!”

_______________

Tatapan sendu nya terasa menusuk hati. Seakan kau juga merasakan apa yang ia rasakan saat ini. Pria ini tak henti-henti nya menatap bingkai foto yang berada di genggaman nya. Tak pernah bosan untuk menatapnya. Park Chanyeol, pria ini tak pernah mau beranjak dari sana sejak sore tadi.

Sejak tadi ia terus mengajak bicara pada orang yang berada di bingkai foto tersebut. Seolah-olah orang tersebut hidup. “Eommaa… Aku tak bisa Eomma. Sungguh ini menyakitkan sekali Eomma. Apa yang harus aku lakukan tanpamu? Aku tahu kau tak ingin aku menjadi pria yang lemah. Aku tahu. Tapi aku tak bisa.” Chanyeol memejamkan mata nya seraya meluruskan tubuh nya diatas lantai dan tetap dengan bingkai foto Eomma nya. Dan tak lama ia tertidur dengan posisi seperti itu.

Chanyeol merasakan semilir angin menerpa wajah nya. Menerbangkan helaian rambutnya. Membuatnya memejamkan matanya sejenak. “Oppa! Apa yang kau lakukan disana? Kemarilah!” Teriak seorang wanita dengan ceria. Chanyeol berjalan menghampiri wanita tersebut masih dengan wajah yang heran.

“Oppa Aaaa..” Chanyeol membuka mulutnya dan mengunyah daging yang diberikan wanita tersebut. Dengan sepontan wanita itu mencium bibirnya lalu memeluknya dengan erat. Membuatnya terheran. “Oppa aku mencintaimu..” Ujar wanita itu dan kembali mencium bibirnya.

“Omo! Pengantin baru sangat serasi sekali ya..” Chanyeol membulatkan matanya terkejut. Tak percaya dengan orang yang berada dihadapannya ini. “Eomma membuatku malu saja.”

Wanita itu pergi meninggalkan nya dengan Eomma nya berdua. Seakan memberi mereka waktu berdua. “Chanyeol-ah.. Aku sangat bangga padamu. Kau memberikan aku menantu yang baik dan cantik, dan sekarang kau akan memberikan aku seorang cucu. Aku benar-benar bangga denganmu Chanyeol. Jangan pernah kau sakiti istrimu itu apalagi membuatnya nangis. Aku akan marah kepadamu kalau dia menangis. Araseo?”

” EOMMAAAA”

Chanyeol mengusap wajah nya yang penuh dengan peluh keringat. Ia bangkit dan membuka kemeja nya yang juga basah dengan peluh keringat nya. Tak lupa ia juga membuka celana nya dan meninggalkan celana dalam nya saja. Ia berjalan ke dalam kamar mandi.

Mungkin dia butuh berendam untuk berfikir malam ini. Apalagi dengan wanita itu dan Eomma. Sungguh Chanyeol sangat merindukan Eomma nya tersebut. Sosok yang membuatnya menjadi seperti ini. Sosok yang membuatnya tetap merasa hidup.

.
.
.
.

-TBC-

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

2 thoughts on “Fille {Chapter 4} –by Sashka

  1. Agak lupa sama ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s