Sashka Fanfic's

“Let’s live while doing things we like.” -Sehun

Fille #WhatHappen? {Chapter 5} –by Sashka

Leave a comment

fille

Tittle : Fille // Author : Sashka (@sashagani) // Genre : Romance, Sad // Cast : Park Chanyeol (EXO) , Choi Sora (OC) // Length : Chaptered // Rate : PG-17

Disclaimer : Cerita milik saya. Cast milik Tuhan yang maha esa, kecuali OC hasil pemikiran saja sendiri saya. No Plagiat!

Summary : Pertemuan kita bukanlah sebuah kesengajaan, tapi pertemuan kita adalah… TAKDIR.

A/N : Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel. 


 

Chanyeol segera melangkahkan kaki panjang nya menuju ke ruangannya. Dengan wajah yang datar dan dingin, Chanyeol berjalan. Beberapa karyawan menatapnya takut namun juga ada yang menatapnya kagum. Yang menatap nya takut adalah karyawan pria. Sisa nya wanita yang menatapnya kagum.
Chanyeol mendobrak pintu ruangannya dengan penuh amarah. Ia terus mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya. Mungkin benar, kini Chanyeol terlihat seperti monster yang menginginkan makanan.
Ia mengacak rambutnya frustasi. Wanita itu membuatnya gila. Begitu juga Ayahnya. Pria tua itu juga gila karna memberikannya syarat yang aneh dan juga kejam baginya.

Chanyeol merogoh saku celana nya lalu berseru marah, “Yak! Apa kau bodoh?! Aku menyuruhmu untuk memata-matai gadis itu! Tapi kenapa berkas hasil memata-matai mu belum juga sampai di meja ku!?”

“Maaf, Tuan. Saya akan mengirim hasil nya lewat email. Sekali lagi maafkan saya Tuan.”

Chanyeol menghela nafas, “Kumaafkan kali ini.”

Chanyeol segera duduk dikursi kebesarannya lalu membuka laptop nya dan membuka email nya. Melihat emailnya dengan seksama.

Gadis itu Choi Sora, terlihat sedang membawa beberapa belanjaan dan di depannya ada seorang pria yang ia sangat kenali. Luhan.

Bagaimana bisa gadis itu bersama Luhan? Sungguh hebat bisa bersama dengan pria cantik itu.

Chanyeol menutup laptopnya dan bangkit dari kursi kebesarannya. Berjalan menuju rak dimana ia selalu menaruh minuman spesial nya. Mengambil salah satu botol dari sana lalu menuangkannya ke gelas kecil dan menenguknya habis tak tersisa.

Chanyeol tak tahu harus bagaimana lagi. Ayahnya terlalu sulit ditebak sejak dulu. Ia tahu Ayahnya pasti merencanakan sesuatu. Tapi lebih baik ia ikuti saja rencana Ayahnya ini. Mungkin akan memberi untung juga.

________

Sora meminum milkshake nya dengan perasaan yang kesal. Luhan adalah pria yang sangat menyebalkan. Seharusnya saat ini ia tengah tertidur pulas karena Tuan Park memberinya libur hari ini. Tapi tanpa diduga, Luhan masuk ke dalam flat nya lalu ikut tidur disampingnya sembari mencubit hidungnya sampai ia terbangun.

Dan sekarang ia malah di diamkan oleh Luhan. Benar-benar menyebalkan!

“Yak! Sampai kapan kita ada disini? Alu ingin kembali tidur!” Tanya Sora sembari meminum milkshake nya.

“Sampai aku bosan tentunya.” Sialan! Rasanya Sora ingin menarik rambut Luhan lalu menggigit tangannya sampai copot tapi ia masih punya perasaan jadi ia tidak akan melakukan hal tersebut. “Lu, aku ingin makan. Belikan aku makanan ya?” Kali ini Sora mengeluarkan jurus puppy eyes nya kepada Luhan. Berharap Luhan mengabulkan permintaannya.

“Tidak!” Ujar Luhan tak terbantah kepada Sora tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

“Bagaimana kalau es krim? Boleh ya tampan?” bujuk Sora mengelus lengan atas Luhan. Ia beranggapan kalau Luhan sangatlah senang dipanggil tampan karena ia tak suka dipanggil cantik. Luhan melirik Sora sebal, “Kau kira aku mesin atm? Baba tidak memberiku uang! Jadi jangan harap meminta ku untuk membelikan sesuatu.”

Sora tercengang. Dia bilang tidak punya uang? Lalu dari mana ia bisa membeli barang sebanyak ini?
“Kalau begitu aku pulang!” Lantas Sora bangun dari kursi nya dan melangkahkan kaki nya keluar dari cafe. Luhan benar-benar sialan!

Luhan berdecak kesal saat melihat Sora berjalan keluar cafe tanpa basa basi lagi, Luhan mengikuti Sora berjalan keluar cafe. “Sayang! Kau marah padaku, hah?” Seru Luhan berjalan dibelakang Sora yang langsung berbalik menatap Luhan kesal. “Sayang? Kau ingin bilang ke Baba tenta–” Luhan dengan cepat membungkam mulut Sora dengan kedua tangannya. “Diam, Sora.” Bisik Luhan sembari melepaskan kedua tangannya.

“Makanya belikan aku es krim sekarang juga!” Teriak Sora kesal lalu menunjuk penjual es krim yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

Luhan berdecak kesal lalu merogoh saku celana nya mengeluarkan beberapa won dan memberikannya kepada Sora. Membuat Sora memekik senang lalu berlari cepat kearah penjual es krim tersebut.

Luhan hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sora yang masih saja seperti anak kecil seperti itu. “Sebenarnya.. berapa usia mu Sora?” Gumam Luhan melihat Sora tersenyum lebar seraya mengenggam es krim strawberry nya.

“Sudah?” Sora mengangguk senang tanpa melihat Luhan dan mengikuti langkah Luhan di belakang. Luhan menghela nafas nya berat saat menolehkan kepalanya belakang memandang SOra yang kini tengah sibuk dengan es krim nya tersebut.

“Rasa aku ingin menggendong tubuhnya. Tapi aku tidak kuat.” Luhan menatap bodyguard Baba nya, memberi perintah untuk mengangkat Sora agar mereka bisa pulang dengan cepat.

Yang diangkat hanya dapat berteriak saat es krim nya jatuh lalu menangis dengan kencang. “Luhan! Eskrimku!”

___

Chanyeol menjilat bibir nya seraya mengelus dagu nya. Sekarang yang perlu ia lakukan hanya berpikir bagaimana cara nya untuk bisa membawa gadis itu kepadanya. Gadis itu adalah kunci dari semua ini.

Sialan! Kenapa harus gadis itu?

Chanyeol bangkit dari kursi kebesaran nya tersebut lalu mengambil botol wine yang ia koleksi lalu menuangkan nya ke dalam gelas. Meneguknya cepat secara terus-menerus.

Membuat pandangan nya seakan berputar-putar. Membuatnya harus bertumpuan pada ujung meja kerja nya tersebut. Lalu tiba-tiba ia seakan melihat tubuh mungil Sora tengah menatapnya khawatir.

Sora baru saja melangkahkan kaki nya ke dalam gedung perusahaan Tuan Tampan tersebut. Menatap takjud bangunan tersebut. Ia kini tengah membawa tumpukan kertas yang diberikan Tuan Park untuk anaknya, Park Chanyeol.

Karena Park Minjoon sedang ada meeting, otomatis Sora yang membawa tumpukan kertas tersebut kemari. Tanpa menanyakan kepada meja resepsionis, Sora kembali melangkahkan kakinya menuju lantai teratas. Menuju ruangan Chanyeol.

“Yaampun aku tak sabar bertemu dengannya.” Gumam nya memeluk tumpukan kertas tersebut.

Setelah sampai ia berjalan menuju meja sekretaris Chanyeol, dan setelah mendapat izin ia membuka pintu ruangan Chanyeol dan betapa terkejutnya saat melihat Chanyeol berdiri dengan tidak benar. Terlihat seperti mabuk.

Sora menatap Chanyeol dengan khawatir lalu mengenggam tangan Chanyeol berusaha untuk membantu Chanyeol duduk diatas sofa. “Apa yang terjadi?” Tanya Sora cemas.

Chanyeol yang kini tengah mabuk malah terkekeh melihat kekhawatiran Sora lalu menarik lengan Sora. SOra yang tidak siap ditari seperti itu pun jatuh diatas pangkuan Chanyeol. Menatap Chanyeol was-was.

“Tuan, apa yang kau lakukan?” Tanya Sora gugup saat Chanyeol makin menarik pinggangnya mendekat. Chanyeol tersenyum miring, “Bukankah ini yang kau inginkan, jalang?”

Sora melototkan kedua matanya terkejut mendengar Chanyeol berkta seperti itu. Tidak terima di katakan ‘jalang’ Sora menampar pipi kanan Chanyeol dengan kencang lalu mendorong dada Chanyeol menjauh. “Aku memang menyukaimu, Tuan. Tapi aku bukan jalang.” Marah Sora lalu berusaha bangkit dari atas pangkuan Chanyeol.

Tapi Chanyeol malah makin menarik tubuh Sora lebih dekat dengannya. Sehingga Sora dapat merasakan ‘itu’ Chanyeol. Membuat Sora terkesiap menatap Chanyeol terkejut. “Kenapa? Terkejut?” Lirih Chanyeol diambang kesadarannya.

Sora kembali mendorong tubuh Chanyeol menjauh, “Tuan, kau mabuk.”

Sebelum Sora mengerti apa yang terjadi, Chanyeol mencium bibir Sora dengan lembut. Lama dan manis. Tapi seakan sadar bahwa ini semua salah, Sora lantas mendorong Chanyeol dengan kasar. Lalu mengelap bibirnya kasar.

Demi apapun itu adalah ciuman pertamanya. Benar-benar tak dapat dipercaya.

Chanyeol tertawa meremehkan Sora. Ya, Chanyeol masih sadar akan yang telah ia perbuat kepada Sora barusan. Dan ia melakukan itu dengan sengaja. Dengan itu ia dapat melihat seberapa jalangnya Sora. Dan wow, itu adalah ciuman pertama gadis itu. Sulit dipercaya.

“Ciuman pertama, heh?” Ejek Chanyeol seraya bangkit dari atas sofa dengan limbung. Menatap Sora tajam. “Sebenarnya ayahku membayarmu berapa?!” Bentak Chanyeol membuat Sora berjalan mundur dengan perlahan.

Melihat Sora yang kini menatapnya takut. Membuat Chanyeol semakin berjalan mendekat. Membut Sora seakan terimidasi oleh tatapan mautnya ini. “Katakan..”

Sora diam masih menatap Chanyeol dengan takut.

“KATAKAN, SIALAN!”

Kali ini Sora semakin dibuat terkejut saat Chanyeol menonjok kaca ruangan nya hingga retak. Membuat Sora menitikan airmata nya takut. Sungguh, kenapa Sora harus berada dalam posisi sulit seperti ini?

“Katakan..” Chanyeol mendekatkan wajahnya lalu berbisik ditelinga Sora, “berapa hargamu?”

Kali ini Sora benar-benar geram dengan Chanyeol lalu menampar pipi pria tersebut dengan kencang. Memandang Chanyeol marah. “Kalau kau ingin tahu hargaku, kau tidak akan mampu untuk membayarnya!”

“Apa kau yakin?” Lirih Chanyeol tersenyum mengejek.

Sora menganggukan kepalanya, “Hargaku adalah harga nyawamu, Tuan.”

Setelah perdebatan panjang itu, Sora melangkahkan kaki nya dengan cepat keluar dari ruangan sialan itu. Menahan airmata nya yang siap jatuh kapan saja itu. Lalu ia merogoh tas nya mencari ponselnya disana dan menelpon Luhan. Saat ini ia hanya butuh Luhan untuk bersandar.

Tak lama Luhan datang menjemputnya di cafe tak jauh dari perusahaan Chanyeol. Menatap Sora cemas seraya mengelus rambutnya lembut. “Katakan apa yang terjadi?” Tanya Luhan.

Sora hanya menggelengkan kepala tidak tahu harus bercerita seperti apa kepada Luhan. Ia malu.

Luhan terkekeh, “Apa kau habis dicium, heh?” Ejek Luhan. Membuat Sora langsung menatap Luhan terkejut. “Ah benar. Kau habis dicium oleh pria itu.” Luhan tersenyum lebar, “Bagaimana rasanya? Sudah lama tidak merasakan bibir seorang pria.”

Mendengar itu Sora langsung memukul kepala Luhan kesal. “Awas saja sampai kau kembali jadi seperti dulu. Akan ku cincang kau!” Luhan mengangguk dan masih saja tertawa kecil,

“Jadi..” Luhan mengangkat alinya, seolah memberi kode kepada Sora. “Ya, sekarang antar aku pulang.”

“Siap, sayang.”

Mungkin bagi Sora ini adalah sebuah keajaiban bisa dicium oleh seorang Park Chanyeol. Tapi, beda halnya dengan Chanyeol. Ia merasa bahawa ini semua adalah bencana. Sekarang, otaknya hanya dipenuhi oleh Sora. Choi Sora.

Gadis itu berbahaya ia harus hati-hati dengan gadis itu. Dan mulai melakukan apa yang dikatakan oleh ayahnya agar semua nya berakhir dengan mudah.

Chanyeol mengenggam gelas berisi wine nya sembari menatap pemandangan malam dari dalam ruangan nya. Membuatnya berpikir. Apa yang telah gadis itu lakukan pada nya sekarang? Kenapa hanya ada gadis itu dipikirannya sekarang? Argh, Chanyeol bisa gila kalau begini.

Dengan kesal Chanyeol melempar gelas tersebut hingga pecah berserakan dilantai. Berteriak kencang. Seolah itu semua dapat membuatnya merasa lebih ringan.

Lalu dengan terburu-buru Chanyeol berjalan keluar dari ruangan nya. Ya.. Ia berencana untuk pergi ke Club lagi. Menghilangkan penatnya akan kejadian yang terjadi pada hari ini.

Sudah berkali-kali Chanyeol meminta minum kepada bartender. Tapi seolah Chanyeol tidak kunjung mabuk. Membuat bartender tersebut mencoba menghentikan Chanyeol. Chanyeol terus meminum tanpa berhenti sampai ia sekarang telah mabuk. Mengumamkan kata-kata yang tidak jelas.

Sebenarnya, Luhan tidak membawa Sora pulang. Tapi pria itu membawa Sora ikut bersama diri nya ke Club malam. Dan sejak tadi pula Sora mencoba membujuk Luhan untuk pulang dan hasilnya nol. Luhan tetap ingin berada disini.

Membuat Sora menatap sekelilingnya bosan. Sampai ia melihat tubuh tegap Chanyeol. Dan bodohnya, ia malah menghampiri Chanyeol dan duduk di sebelahnya. “Tuan..” Panggil Sora memastikan.

Chanyeol yang merasa dirinya terpanggil pun menoleh kearah Sora dan tertawa mengejek. “Kenapa sekarang kau ada disini, huh?” Racau Chanyeol. Dia benar-benar sudah mabuk sekarang.

“Karna aku disini.”

Chanyeol memutar kursi nya sehingga kini duduk berhadapan dengan Sora. Membuat Sora sedikit menjauhkan tubuhnya waspada. “Mmm, apa yang kau lakukan, tuan?”

Chanyeol tersenyum kecil, “Kau ingin tahu aku ingin apa?” Sora menganggguk. “Menciummu.” Chanyeol dengan lembut nyapu bibir Sora dengan perlahan.

Sora harap ini takkan terjadi untuk yang kedua kalinya.

.

.

.

.

-tbc-

btw baca cerita aku ya di wattpad. akun aku namanya @navilleray jangan lupa ya di vomment ini jg btw hehehe

Advertisements

Author: Sashka

Jongin's wife. Teleporters // Whirlwinds // Pyromaniac.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s